Jihan sampai di kediaman Kenan dengan memasuki pintu samping yang mengarah pada pintu belakang dan langsung tertuju pada jejeran kamar para asisten rumah tangga di sana. Sedangkan pemili rumah, atau Keanu tidak pernah menggunakan pintu samping yang kecil dan hanya bisa dilewati oleh satu orang saja. Mereka selalu menggunakan pintu utama karena datang dan pergi dengan menggunakan kendaraan mewah yang terjejer di parkiran yng luas itu.
Sesampainya di dalam kamar, Jihan langsung membuka seragamnya. Seragam itu tampak kotor karena perkelahian tadi. Ia tidak berpikir apakah perkelahian itu akan menimbulkan dampak buruk? Yang jelas ia puas karena telah membungkam para pembully yang tak punya hati itu.
“Jihan, kamu sudah pulang?” tanya Lastri yang baru saja masuk.
Jihan mengangguk. “Sudah, Bu.”
Lalu, Jihan sengaja menggulung seragamnya untuk langsung ia cuci segera.
“Seragammu kotor? Bukannya hari ini baru ganti?” tanya Lastri.
“Iya, Bu. Tadi pas jalan, Jihan terjatuh.”
“Oh ya ampun. Bagian mana yang sakit, Nak?” Lastri terlihat langsung panik dan berjongkok meraba lutut putrinya.
“Di sini tidak apa-apa, Bu. Tapi di lengan.” Jihan menunjuk lengannya yang sedikit memar akibat perkelahian tadi.
“Ya, ampun. Sayang. Kenapa bisa begini?” Lastri semakin panik.
“Ibu ambilkan P3K. tunggu!”
“Ibu, tidak usah! Ini tidak apa,” jawab Jihan mencegah ibunya pergi untuk mengambil alat obat-obatan itu.
"Tidak, Sayang. ini harus diobati. Tunggu! Ibu akan ambil di dapur.” Lastri langsung keluar dari kamar itu menuju ke dalam kediaman Kenan.
“Ibu,” panggil Jihan. “Tidak usah, Bu.”
Lastri menghiraukan panggilan itu dan tetap masuk ke dalam dan menuju area dapur. Lastri panik dan bergegas mengambil kotak obat yang menempel di dinding. Aksinya membuat ia tak tahu akan orang yang ada di sekitar. Ternyata, Keanu sedang berdiri di depan lemari es besar itu sembari meminum minuman dingin untuk melepaskan dahaga setelah sampai di rumah ini.
“Siapa yang sakit, Bi?” tanya Keanu ketika melihat Lastri hendak keluar dengan membawa kotak obat.
“Eh, Den Keanu,” ucap Lastri kaget. Ia kira di tempat ini tidak ada orang lain selain dirinya.
“Hm. Itu, Den. Si Mang Jajang. Tangannya kena potongan rumput.”
“Oh, ya? Mana Mang Jajangnya? Bagaimana kondisinya? Apa tidak dibawa ke rumah sakit aja?” tanya Keanu yang sangat peduli dengan seluruh pekerja di rumah ini.
Lastri menggeleng. “Tidak udah, Den. Nanti juga sembuh setelah Bibi obati.”
“Oh.” Keanu mengangguk.
“Tidak usah khawatir. Itu biasa, Den.”
Keanu kembali mengangguk. “Baiklah.”
Lastri ingat akan pesan Rasti yang tidak memperbolehkan cucunya tahu bahwa ada orang lain yang tinggal di rumah ini selain pekerja mereka. Entah apa yang dikhawatirkan Rasti, karena begitu melihat anak Lastri yang cantik. Ia teringat cucu-cucunya yang berjenis kelamin laki-laki. Tidak menutup kemungkinan, salah satu cucunya akan menyukai putri Lastri. Dan, benar saja. yang dikhawatirkan Rasti pun terjadi, karena walau Keanu tidak tahu bahwa Jihan tinggal di rumah ini, ia sudah jatuh cinta.
“Ji, ayo diobati dulu tanganmu!” ucap Lastri setelah sampai di kamarnya.
Jihan mengangguk. Ia pun mengulurkan tangannya dan menunjukkan bagian luka itu kepada sang ibu.
“Duh, kamu kok jalan ga hati-hati sih, Ji. Sampai pada memar begini,” ucap Lastri sembari mengobati luka itu.
“Maaf, Bu.” Jihan hanya nyengir.
Lastri pun menoleh ke arah putrinya yang cantik. Lalu, ia tersenyum. “Ibu tuh ga bisa marah sama kamu.”
“Kenapa?”
“Karena ibu sayaaang banget sama kamu.”
Lagi-lagi, Jihan nyengir dan memeluk ibunya. “Jihan juga sayaaaaang banget sama Ibu. Makanya Jihan janji, Jihan akan menjadi putri kebanggaan Ibu. Jihan akan jadi dokter.”
“Biaya jadi dokter itu mahal, Ji. Ibu ga akan sanggup.”
“Jihan bisa, Bu. Melalui beasiswa,” kata gadis itu yakin dan meyakinkan sang ibu.
Lastri menatap putrinya.
“Lihat saja, Jihan akan mendapatkan beasiswa itu, Bu. Jihan akan jadi dokter,” kata gadis itu lagi dengan penuh keyakinan.
“Aamiin. Ibu selalu mendoakan yang terbaik untukmu.”
Jihan pun tersenyum dan memeluk ibunya. Lastri kembali ingat akan kehadiran bayi mungil yang sempat ia tolak. Namun, kedua orang tua Lastri meyakinkan bahwa anak itu tidak bersalah. Hanin pun melakukan yang sama. Bahkan Hanin sempat menawarkan diri untuk mengadopsi Jihan dan menjadikan gadis itu sebagai anak perempuannya yang tidak sempat lahir ke dunia. Tapi, Rasti menentang keinginan Hanin, hingga Hanin pun mengalah.
Lambat laun, Lastri menerima kehadiran Jihan. Bahkan jiwanya tidak lagi terguncang oleh kehadiran bayi mungil dan cantik itu. Lalu, saat Jihan berusia dua tahun. Pria itu menemukan keberadaan mereka. Pria yang merupakan ayah biologis Jihan hendak mengambil anak itu dari Lastri. Lagi-kagi Lastri meminta bantuan pada Hanin dan Hanin pastinya akan meminta bantuan pada suaminya.
Kenan yang tidak pernah bisa menolak keinginan sang istri pun memindahkan lagi keluarga Lastri. Bukan hanya tidak bisa menolak keinginan sang istri, Kenan memang tidak sudi pria itu mengambil anak yang sudah ditelantarkan selama ini. Kenan geram karena pria itu tidak tersentuh hukum, padahal sudah banyak kriminal yang dia lakukan walau tidak secara langsung menggunakan tangannya. Keluarga Adhitama pun pernah berurusan dengan pria itu dan membuat Gunawan koma. Kejadian yang tidak mudah Kenan lupakan, karena jika saat itu Gunawan tidak mengorbankan dirinya, bisa jadi ia kehilangan adik kesayangannya yang sedang mengandung juga sekretaris sekaligus sahabat yang sekarang telah menjadi besannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 115 Episodes
Comments
Fastabiqul Khairat
Ternyata Aldy memiliki hubungan keluarga dgn Jihan
2024-06-15
0
gembulers
yg slh kn bpknya.ankny ngg tau apa " Lo Bu rasti.ini kyk Drakor y.lee min hoo sm park Shin hye.cm ibuny ngg bisu
2023-01-01
2
Puji Rahayu
iya...igt gunawan...
yg wkt itu ikut nyelametin.
tp lupa judulnya...
2022-11-30
0