Saat sudah sampai di kamarnya.. Airin membanting jas lelaki itu . .
''Aku tidak akan mencuci nya Heh.. jangan harap aku mau mencuci nya.. biar biarkan saja jas ini di makan tikus '' ujar Airin dengan menginjak injak jas itu
Mungkin itu cara dia meluapkan emosi nya para lelaki menyebalkan itu dengan menginjak jas nya.-
Tok tok ...
''Ada apa kenapa teriak teriak?'' tanya ibu khawatir dengan menggedor pintu kamar Airin
''Eh lupa . di rumah kan ada ibu'' ucap Airin
''Tidak ada apa apa kok Bu.. Airin sedang nonton Drakor.'' elak Airin
''Ah dasar kebiasaan kamu .'' ibu pun pergi melanjutkan langkahnya ke kamarnya untuk tidur memang waktu sudah pukul sembilan malam.!
Dikamar mandi saat Airin tengah menggosok giginya.. dan melihat wajahnya dari pantulan cermin . Airin lalu melihat ke bibirnya Airin seketika teringat lagi dengan kejadian tadi. .
''Uhh awas saja kau'' dengan marah Airin berucap mungkin masih tidak terima
''Berani beraninya dia..... ciuman pertama ku'' sambil memegang bibirnya
******
Di lain tempat di waktu yang sama
Seorang laki-laki tengah memikirkan kejadian tadi saat berada di pasar malam. .
''Bisa biasanya aku kelepasan.. dan malah mencium wanita itu. . padahal selama ini aku bisa bertahan saat ada seorang jal*ng merayuku '' Ucap Erik pada dirinya sendiri sambil tersenyum dan terus mengingat Airin
Ah mungkin Erik sedang mengingat rasa Airin.. yang Manis dan mencandukan
''Astaga Erik sadar Erik... lupakan ayo lupakan.. dia itu wanita tidak tahu malu dan pembawa si*l.'' Kata Erik lagi dengan menepuk kepala nya
****
Pagi hari saat Mama Laras tengah menyiapkan sarapan untuknya anaknya dan cucunya. Mama Laras teringat Dengan janjinya pada Airin, wanita yang sedang membutuhkan pekerjaan
''Astaghfirulloh aku sampai lupa dengan gadis itu.. pasti dia sedang menunggu kabar dari ku..'' ujarnya
''Tapi sampai sekarang juga Erik belum menyetujui permintaan ku. soal pengasuh Salsa'' katanya lagi
''Tapi sebaiknya aku hubungi gadis itu.. untuk sekedar memberi kabar , ya aku hubungi dia sekarang'' Lalu ibu Laras pun mengambil handphone nya dan berniat akan menghitung Airin
Tut...
Tut..
Tut..... dalam panggilan ke tiga baru Airin menjawab
''Halo...'' kata Airin setelah dia menjawab panggilan di telpon
''Halo... ini benar nomornya Airin?'' tanya ibu Laras
''Iya benar saya Airin. . maap ini dengan siapa?'' tanya balik Airin yang belum tahu Nomor telpon ibu Laras
''Ini saya ibu Laras, Rin yang kemarin kita bertemu..?''
''Ibu yang mana ya? saya lupa lagi Bu hehe..?'' jawab Airin yang pelupa sambil tertawa
Diseberang sana ibu Laras yang mendengar Airin tertawa ikut terkekeh.... ''Ini loh saya yang kemarin menawarkan pekerjaan sama kamu'' ujar ibu Laras
''Eh.. ini yang mau memberika saya pekerjaan kemarin?. aduh Bu saya minta maaf.. saya tadi tidak langsung mengenali ibu.. memang saya mah pelupa Bu'' Kata Airin dengan nada sesal
ibu Laras tersenyum. ''Tidak apa apa nak Airin, wajar saja kok kalau kamu lupa dengan saya .
Eh iya saya juga lupa . malah ini saya baru teringat sama kamu Nak Airin.. saya kan kemarin ada janji sama kamu. mau memberikan kamu pekerjaan..'' ujar ibu Laras panjang lebar
''Ou iya Bu.. em bagaimana dengan pekerjaan nya?'' tanya Airin cemas dengan jawaban ibu ini
''Begini nak Airin . anak saya itu tidak percaya dengan orang luar. dia terlalu protektif sama anaknya , ''
''Jadi Bu..?'' Airin ingin mendengar jawaban nya langsung
''Ya saya minta maaf sebelumnya.. anak saya masih belum mengijinkan.. dan nanti akan saya coba lagi bicara pada anak saya . . tidak apa-apa kan nak Airin?'' ada nada tidak enak di setiap perkataan ibu Laras
''Ah iya tidak apa apa kok Bu..'' Airin mencoba mengerti dan memang seharusnya seperti itu
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 206 Episodes
Comments
Wirda Lubis
lanjut
2023-10-20
1
Lovesekebon
Kalo jodoh gak akan kemana ya Thor ☺️☺️
2023-03-01
0
Happyy
🤗🤗🤗
2023-01-29
0