''Aw lepas, sakit'' ringis Airin Karena cengkraman orang asing ini
''Siapa kamu. kau apakan anakku sampai seperti itu.. oh kau penculik ya, iya?'' tuduh Erik
mata Airin membulat merasa tak terima di sebut dan di tuduh menculik seorang anak , apa apaan orang ini . Airin balik menatap tajam pada lelaki ini
''Jaga ya ucapan Anda.. saya bukan penculik'' teriak Airin
''Heh. mana ada maling ngaku'' ujar Erik masih tidak percaya
''Terserah.. tapi lepaskan saya''
''Tidak akan . kamu sudah membuat anak saya ketakutan.. kamu harus di bawa ke kantor polisi'' ujar Erik masih mencengkeram kuat..
''Kantor polisi.. tidak aku tidak bersalah kok'' Airin membela diri
''Ayo kamu harus di kasih pelajaran'' Erik kukuh menuduh Airin
Walau tidak bersalah.. tapi melihat keras kepala nya lelaki ini dan, masih tidak percaya. Airin sudah jelas ketakutan.. bagaimana kalau benar dia akan di bawa ke kantor polisi?. bagaimana dengan ibunya... wajah Airin sangat ketakutan
Salsa yang sedari tadi mendengar perdebatan ayahnya dan wanita itu.. lalu saat mendengar kata kantor polisi dan melihat wajah Airin yang ketakutan.. Salsa juga ikut kasihan walau umur Salsa masih Tiga tahun. tapi ia sudah mengerti arti kantor polisi.. dan juga memang Airin bukan penculik
''No Daddy.'' tiba tiba Salsa teriak pada Daddy-nya
''No.. jangan bawa Mama ke kantor polici'' begitu ucap Salsa menunjuk Airin dan menggeleng
Erik teringat lagi dengan ucapan Salsa yang sudah dua kali menyebut nama Mama... lalu Erik bergantian melihat pada Salsa dan pada Airin .
Apa maksudnya yang di sebut Mama itu wanita ini.?. batin Erik bertanya
Tapi kenapa anaknya sampai mengatakan itu dan seolah menyangka itu ibunya..
Apa mungkin wanita ini sudah meracuni pikiran anaknya.. Erik menatap tajam lagi pada Airin Erik tak terima kalau benar wanita ini punya niat jahat
''Apa.. '' Airin tak kalah tajam melihat Erik
''Berani sekali kau mencuci pikiran anakku.. dasar wanita tidak tahu malu'' pekik Erik semakin menggebu amarahnya
''Apa maksudmu?'' Airin bingung dengan lelaki di hadapannya ini
''aku tahu akal jahat mu ini. kau meracuni anakku'' sambil menunjuk pada kepala Airin
Airin menepis tangan lelaki ini dengan kasar ''Dari tadi kau ini selalu menuduhku. memang apa buktinya.. apa'' Airin Tak tahan dan tak Terima di tuduh yang tidak tidak
''Lagian aku ini tidak mengenal kalian'' lanjutnya
''Lalu kenapa anakku menangis seperti ini hah''
''Tanyakan saja pada anakmu Tuan'' ujar Airin
''Alah ini pasti ulah mu'' tuduhnya
''Daddy jangan malah malah sama Mama'' sela Salsa
''Mama siapa.. dia bukan mamamu, tidak ada Mama Mama'' bentak Erik yang mulai frustasi kala mendengar anaknya menyebut lagi kata Mama
''Daddy.. hikss hikss'' salsa kembali menangis karena takut dibentak ayahnya
''Hei sama anak kecil itu Jangan kasar'' sahut Airin lalu mendekat pada Salsa
''Sudah sudah jangan takut'' mengusap kepala Salsa
''Lepas.. jangan so baik kamu'' Erik merebut paksa Salsa dari dekapan Airin
Airin menatap tajam ke Erik . . ''Makanya jaga anaknya.. jantan suruh keluyuran sendiri.. cetus Airin
''Bukan urusanmu .'' dingin Erik berbicara
''Lagian kemana ibunya. kenapa membiarkan anak nya keluyuran dan kenapa sekarang belum juga datang?'' kata Airin tiba tiba
''Hai sudah ku bilang Jangan mengurusi urusan ku.. dasar wanita tidak tahu malu'' marah Erik kembali mencengkeram Airin
''Ah. aku.. aku cuma ber..tanya''
''Tidak perlu . urus saja urusanmu sendiri'' Erik melepaskan cengkeramannya dengan kasar dan berlalu dari hadapan Airin dengan menggendong Salsa...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 206 Episodes
Comments
Nyoman Wirati
yahhhh...gak.jadi dpt pekerjaan dong??
2023-12-16
0
Wirda Lubis
si Erix kasar
2023-09-11
0
EndRu
Ayo nangis lagi salsa hahaha 😍
2023-03-26
0