Saat papaku meninggal aku mengambil cuti 3 hari.
Aku masih belum fokus beraktivitas dan bekerja.Apalagi pekerjaan ku melayani orang.Yang diwajibkan untuk aku senyum dan beramah tamah dengan customer.
Meninggalnya papa membuat aku shock,papa yang biasa antar aku kerja dan menunggu aku pulang. Papa yang selalu khawatir aku belum pulang rumah saat malam.Aku sangat kehilangan masa masa indah bersama papa.
Baru sehari papa aku dimakamkan.Besoknya, aku dapat telepon dari tempat kerja aku yang menyuruh aku untuk masuk.Besok aku disuruh masuk dengan alasan ada uang duka dari teman teman.
Saat itu aku tidak memikirkan apapun.Apalagi uang duka.Teman aku menyuruhku untuk masuk saat itu dengan berbagai alasan.
"Ya Allah kenapa sih dia tidak mau mengerti".kataku dengan nafas panjang
Saat ini aku sedang berduka.Aku juga mengkhawatirkan kondisi mama.
Aku teringat sehari sebelum papaku meninggal.Aku seperti ada firasat.Makanya aku sudah minta ijin untuk tidak lembur karena papaku kritis.Tapi temanku tetap mau libur.Karena dia ada acara dengan kekasihnya.Dia tidak mau mengerti juga.Dan ternyata firasatku benar.
Besok pengajian tiga hari papa aku.Kami sibuk menyiapkan semuanya.Mama terlihat tegar menghadapi semuanya.Rumahku sibuk menyiapkan makanan buat para tetangga dan bapak bapak pengajian yang datang.
Alhamdulillah makanan sudah siap.Hendra pacar aku saat itu selalu membantu disampingku.Dia selalu menghibur menguatkan aku.Aku bersyukur kemarin ada hendra yang bantu pemakaman.Dia rela mondar mandir sana sini mengurus semuanya.
Satu persatu orang mulai datang untuk pengajian.Saat semua kumpul.Pak ustadz memulai pembacaan doa.Alhamdulillah semua berjalan lancar.
Perwakilan dari kantor aku datang untuk mengucapkan belasungkawa.Dan ngga lama teman teman aku juga datang mengucapkan turut berduka cita......
Sebenarnya aku masih malas untuk masuk kerja.Tapi karena profesional kerja.Akhirnya aku masuk juga.Karena teman kantor aku terus menghubungi aku untuk masuk kerja.
Hendra mengantarku sampai tempat kerja.Aku masuk dengan langkah gontai.Semua orang disana menyalami aku dan mengucapkan turut berdukacita.Aku tidak tahan meneteskan air mata.Memang rezeki,jodoh maut tidak ada yang tahu.Umur rahasia illahi.
Aku berusaha untuk tidak menangis karena mama melarang ku untuk menangis.Itu akan memberatkan langkah papaku disurga.Mama selalu mengingatkan ku.
"Saat kamu sedih ingat papa jangan menangis".
"kirim doa biar papa tenang disana".
Mamaku begitu tegar menghadapi semuanya.
Aku pulang kerja.Saat aku sampai dirumah.Kulihat pakde aku sedang asyik ngobrol sama mama.
Pakde aku datang kerumah untuk pinjam uang untuk anaknya sekolah.Mama aku tidak tega dan akhirnya mama ngasih untuk anaknya sekolah. Dan ngga lama pakde ku pulang.Anaknya yang nomer 2 datang mau pinjam uang juga buat bayar kredit motor kalo tidak motornya ditarik leasing.Mama pun membantu nya.
Masyaallah pikir ku.Lagi berduka malah pada pinjam uang.Memanfaatkan situasi
mama aku.Karena mama aku orang nya tidak tegaan.Apalagi kalau urusan sekolah.Pasti mama kasih.
Ternyata sudah pagi.Aku langsung ke kamar mandi untuk siap siap kerja.Aku berangkat di antar jemput Hendra.
Saat sampai tempat kerja,temanku langsung heboh bercerita.Aku hanya mengiyakan.
karena saat ini aku sedang malas bercerita.
Pas istrht aku tidak lupa telepon mama untuk menghiburnya.Meminta mama sarapan.
Hendra menjemput ku.Dia khawatir aku berbuat ceroboh.putus asa,sedih.Dia takut aku berbuat nekat.Selama perjalanan pulang aku hanya diam dan bersandar dipundak nya.Aku hanya bisa berkata.
"sayang makasih ya untuk semuanya".
"iya" jawabnya singkat.
Hendra tahu saat ini yang kubutuhkan adalah sendiri.Aku malas bicara,malas makan tapi Hendra memaksa aku,untuk makan.
"Jangan sampai kamu sakit nanti".
"Makan ya"
"Kalau kamu sakit nti mama tidak ada yang jaga!"katanya.
Aku pun memaksakan diri untuk makan.
#janan lupa dukungan like nya ya#
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments