Episode 3 : Setidaknya kau harus putus dariku.
***
Seorang wanita yang merupakan seorang mahasiswa mabuk dan melakukan sesuatu yang seharusnya tidak ia lakukan, tentu saja ada sebabnya.
Semua ini berawal dari saat pagi tadi, ada sebuah pesan masuk ke ponselnya.
Sebuah pesan yang tidak sengaja terkirim ke ponsel Kiara, yang tentunya datang dari nomor kakak angkatnya sendiri, memberikan keberanian kepada Kiara agar datang memeriksa sendiri.
Isi pesan itu sungguh mesra menyebutkan nama kekasih Kiara, sedangkan Bella adalah nama kakak angkat Kiara. Entah pesan itu disengaja atau tidak, namun Kiara merasa harus melihatnya dengan mata kepalanya sendiri
Dengan hanya menggunakan kemeja putih dan rok midi, bermodalkan gaji paruh waktu yang ia kumpulkan, dia memasuki bar, penampilannya langsung menarik perhatian banyak orang karena dia terlihat berbeda dari penampilan wanita yang juga ada di bar malam.
Setiap gadis yang ada di bar malam itu pasti mengenakan baju ketat dan seksi rancangan designer terkenal, atau bahkan sebuah dress yang limited edition, semua orang yang ada di bar ini adalah kalangan orang elit untuk bersenang-senang juga memamerkan harta mereka.
***
Kiara melanjutkan langkahnya, suara musik yang memekik, orang-orang yang terlihat bebas melakukan apa saja yang mereka mau, beberapa gelas kosong yang sudah diteguk menjadi pemandangan yang pertama dia lihat.
Dia bisa mendengar beberapa orang membisikinya, mengatakan jika pakaian yang ia gunakan seperti pakaian gelandangan, bahwa Kiara datang ke bar ini pasti untuk merayu orang kaya demi panjat sosial.
Tetapi Kiara tidak menghiraukan hal itu, dia tetap menunduk dan melangkah, dia sekarang berhenti di sebuah ruangan VVIP, dia berdiri sedikit lama di depan pintu, terdiam dan tidak melakukan apapun.
Yang ia lihat hanyalah nomor 0808 yang tertera di depan pintu, dia melihatnya lama sekali, seperti semua keberanian yang ia kumpulkan runtuh dengan hanya membayangkan apa yang akan ia lihat didalam sana.
***
“Nona, apakah anda tamu dari orang yang menyewa ruangan ini? Jika iya, silahkan anda masuk,” suara pelayan pria dan wanita yang mengenakan seragam mereka sembari membawa rak minuman mengejutkan Kiara yang sedang terpaku di depan ruangan.
Sepertinya pelayan itu hendak masuk ke dalam ruangan untuk membawakan minuman kepada pelanggan yang ada di dalam ruangan sana.
“Ah, maafkan saya,” Kiara langsung memberikan jalan kepada para pelayan bar, agar mereka bisa masuk.
“Cklek!” para pelayan itu menunduk dan membuka pintu.
Saat pintu itu terbuka Kiara bisa melihat sepasang kekasih, yang sedang bercumbu, tertawa dan sangat menikmati apa yang baru saja mereka lakukan.
Tawa mereka menggema di telinga Kiara, rasa takut yang menuntunnya ke dalam bar malam ini membuatnya pusing, dia melihat dengan jelas jika kekasihnya yang ia tunggu selama ini sedang bersenang-senang dengan kakak nya sendiri.
Bella melihat Kiara berdiri di depan pintu yang belum menutup sepenuhnya, Kiara bisa melihat dengan jelas senyuman kemenangan di wajah kakaknya, seolah mengatakan jika dia sudah berhasil merebut kekasih Kiara, mengatakan jika sudah tidak ada lagi yang tersisa untuk Kiara, sudah hilang dan musnah.
“Kiara, kenapa kau ada disini?” sembari tersenyum Bella memanggil adik angkatnya itu, seolah dia sudah mengetahui kejadian ini akan terjadi, tetapi tangannya tidak lepas merangkul Bian Agler, nama kekasih Kiara yang juga teman masa kecilnya.
Mendengar nama Kiara, Bian langsung terkejut dan menoleh kearah pintu, Bian melihat Kiara berdiri disana, tidak melakukan apapun dan melihat mereka dengan mata kosong.
“Ki … Kiara?” Bian tiba-tiba gugup, dia hendak berdiri dan pergi menuju Kiara, tetapi tangannya di tahan oleh Bella.
“Sayang, bukankah kau berjanji membawaku ke hotel milik keluargamu malam ini? Kau bilang akan bermain sepanjang malam bersamaku, seperti yang sudah sering kita lakukan di luar negeri,” Bella sengaja mengeraskan volume suaranya, dia ingin Kiara mendengar apa yang ia ucapkan.
Semua pemandangan yang menyakiti hatinya yang ada di hadapannya ini membuat Kiara tidak bisa berkata-kata.
“Cinta? aku datang dengan harapan bahwa cinta yang aku rasakan tidak salah, tetapi kau membuatku tidak mempercayainya lagi, cinta yang aku jaga dan ku percayai selama ini hanya ilusi, tidak ada yang namanya cinta, yang ada hanyalah kebohongan dan nafsu,” Kiara berbicara pelan sekali, dia kemudian mengangkat wajahnya.
“Bian, setidaknya kau harus putus dariku dulu sebelum memulai hubungan yang lain, aku tidak akan menghalangi, sepertinya kau ingin melanjutkan kesenangan mu, lanjutkan lah karena dari hari ini hubungan kita sudah berakhir,” ucap Kiara mencoba tegar, tetapi dia tidak bisa menyembunyikan getaran di tubuhnya.
Semua kenangan manis dan indah, pertemanan mereka yang membawa tawa untuknya sedari kecil telah pecah seperti serpihan kaca, malam ini dia memutuskan untuk tidak akan jatuh cinta lagi dan tidak akan mempercayai ilusi yang kejam bernama cinta.
Bodoh, Kiara sangat bodoh, tetapi hanya ini satu-satunya cara agar dia bisa tetap bisa pulang dan berkuliah, dia tahu jika dia marah dengan hebat dan menghancurkan segalanya, mengikuti rasa sakit dihatinya, maka ayah ibu angkatnya yang merupakan orangtua kandung Bella akan mengusirnya.
***
Disaat rasa sakit dihatinya begitu perih pun, Kiara tidak bisa membela dan berjuang untuk hatinya, dia memilih berbicara dengan lembut dan mengalah lagi dan lagi, seumur hidupnya sampai sekarang yang bisa ia lakukan hanyalah mengalah dan menelan semua rasa sakit dan penghinaan yang ia terima.
Bian hanya terdiam, dia tidak mengucapkan apapun, dia di rangkul oleh Bella dan mereka pergi melewati Kiara, seperti yang Bella katakan mereka akan pergi ke hotel milik ayah Bian dan melakukan kesenangan mereka.
Sedangkan Kiara, dia menghela nafasnya dalam-dalam, dia melihat sekitar dan kemudian memejamkan matanya.
“Aku sudah menghabiskan seluruh gajiku untuk bisa masuk, setidaknya aku harus menikmatinya,” dia kemudian melangkah kearah kursi kosong dekat bartender, dia ingin menutupi sakit hatinya dengan melupakan segalanya, dia ingin meminum minuman beralkohol dan melupakan malam ini.
Dia mengusap air matanya yang terus mengalir, menepuk dadanya karena rasa sakit dihatinya, dia ingin berteriak tetapi rasa sakit ini berbeda, rasanya Kiara hanya ingin menghilang dan melupakan segalanya saja.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 233 Episodes
Comments
🔵🍃⃝⃟𝟰🫦•𓆩𝐃𝐄𝐒𝐒𓆪♐𝐀⃝🥀
laki2 nya juga samp4h ,🙄
2023-07-09
2
Lilisdayanti
kiara oh kiara,,tenang ada om gery,yg akan melindungi mu Ara 🤭
2023-03-21
0
Novie Achadini
sedihhhhhh
2022-11-19
0