Episode 4 : Gadis kecil penggoda.
***
Kembali ke saat dimana Kiara dengan beraninya naik keatas pangkuan seseorang yang seharusnya tidak ia ganggu.
Keberanian Kiara mengejutkan semua orang yang ada di ruangan itu, termasuk para anggota Alexander yang sedang berdiri berjaga dan juga kedua anggota kepercayaannya Sin dan Fin yang masih setia mengikuti alur hiburan dihadapan mereka.
Kiara masih tidak mendapatkan respon dari lelaki asing yang ia goda itu, tangannya kemudian masuk kedalam jas Alexander Grey, dia mengusap dada bidang Alexander Grey dari balik kemeja putihnya.
“Kenapa kau tidak merespon aku? Apakah aku kurang cantik untukmu?” tanya Kiara lagi karena tidak mendapatkan respon dari lelaki yang dia tidak kenal sama sekali.
Seperti tidak terganggu, Alexander bersikap biasa saja, dia masih meneguk minumannya, setelah itu dia mengulurkan tangannya kepada anak buahnya yang sedang berdiri untuk diberikan rokok untuk dia hisap.
Alexander merentangkan salah satu tangannya dan satu lagi dia gunakan untuk memegang rokoknya.
“Uhuk … uhuk!” Kiara terbatuk karena asap yang ditimbulkan oleh rokok tersebut. “Hei, tuan tampan, kenapa kau merokok dihadapan gadis sepertiku? tidakkah kau tahu merokok bisa membunuhmu?” seru Kiara mengibas-ibaskan tangannya untuk menghindari asap rokok Alexander Grey.
Tetapi ditengah kemabukannya dia langsung melihat kearah Alexander dengan mendongakkan wajahnya, “Atau, kau sengaja ya? Huhu,” tiba-tiba Kiara menangis, lalu hanya dalam beberapa detik mengusap air matanya lagi dan melanjutkan ucapannya, “Kau meremehkan aku kan? Kau sengaja merokok di hadapanku agar aku terbatuk dan sesak nafas, hiks, kalian semua sama saja meremehkan seseorang yang tidak memiliki apapun sepertiku, berselingkuh dariku dan sekarang kau bahkan menolak ku,” tangis Kiara lagi sembari menangis dengan begitu serius sampai sesenggukan.
“Baiklah, jika kau menolak ku, aku akan mencari yang lain,” ucap Kiara lagi sembari menepuk-nepuk bahu Alexander, matanya yang setengah terpejam dan kepalanya yang sudah pusing tidak menghalanginya untuk bangkit berdiri dan menemukan seseorang untuk menemaninya.
Sekarang Kiara hanya ingin melupakan perselingkuhan kekasihnya, dia tidak tahu sedang berurusan dengan siapa sekarang.
Kiara sekarang mencoba berdiri, tetapi saat ia berhasil bangkit tetapi masih sempoyongan ….
“Srek!” tangannya ditarik oleh Alexander Grey sampai terjatuh lagi ke pangkuannya, dia mematikan rokoknya yang tadi ia hisap.
Sekarang dia melihat wajah Kiara secara lekat, juga melihat tubuhnya dari atas sampai kebawah.
Matanya tajam dan tidak ada senyuman sedikitpun yang ia lemparkan, Alexander hanya terdiam melihat Kiara, entah sedang memikirkan apa dirinya saat melihat penampilan Kiara yang dirasa berbeda dari wanita yang ada di bar malam ini.
“Sin, bawa dia ke tempatku dan hubungi Layla untuk datang,” sembari meraih dagu Kiara, Alexander tersenyum sinis, dia mendorong Kiara sampai terjatuh dan keluar dari ruangan VVIP bar, langkahnya diikuti oleh para anak buahnya dibelakang.
Setelah melihat wajah Kiara yang sepertinya masih polos memberikan ide brilian bagi Alexander, dia menyeringai sembari pergi melangkah.
“Baik Bos, akan langsung saya laksanakan,” seru Sin berdiri dan menunjukkan wajahnya yang serius sembari menghormat.
Hal itu membuat Alexander geleng-geleng kepala namun tidak memberikan respon lebih, Sin hanya bercanda barusan karena bagi Alexander ketiga anggota intinya, Sin, Fin dan Yuza adalah saudaranya jadi tidak perlu memberikan penghormatan yang tidak penting.
Saat Alexander keluar dari ruangan, Sin segera mendongakkan wajahnya ke arah Kiara, sebagai kode untuk para anak buahnya untuk memapah Kiara dari ruangan itu, dengan sangat hormat dan serempak anak buahnya langsung menunduk dan memapah Kiara untuk membawanya ke kediaman Alexander Grey.
Walaupun Sin menyetujui perintah Alexander, tentu saja yang ia perintahkan adalah anak buahnya, dia masih mau bersenang-senang dengan para wanita di ruangan itu, dan Fin sepertinya sudah hilang bersamaan dengan keluarnya Alexander, membawa salah seorang wanita untuk menghiburnya malam itu.
Sedangkan ditempat yang berbeda, tepatnya dikediaman Layla, dia baru saja mendapatkan panggilan telepon dari anak buah Alexander, jika Layla diminta untuk datang ke kediaman Alexander.
Layla yang mendapatkan informasi itu tidak bisa lebih senang dari ini, dia begitu senang sampai dia harus mengatur pernafasannya sebentar karena terlalu bersemangat, dia langsung membersihkan dirinya dan memilihkan baju terbaik yang ia punya di lemari.
Setelah itu tidak lupa ia berdandan, dia ingin tampil sempurna bertemu Alexander di kediamannya, bagi Layla ini adalah awal mula yang baik untuk pertunangan dirinya dengan Alexander Grey.
Layla Heiz adalah tunangan Alexander Grey yang dijodohkan oleh kedua orangtua mereka, Alexander dan Layla sudah berteman sedari kecil dan bertunangan setelah dewasa, tetapi entah mengapa setelah mereka bertunangan., sikap Alexander berubah total terhadap Layla, Layla sama sekali tidak melakukan kesalahan.
Tetapi Layla tidak ingin meninggalkan dan membatalkan pertunangannya dengan Alexander, karena Alexander adalah cinta pertamanya dan dia masih mencintainya sampai sekarang, walaupun pernikahan mereka diatur untuk kebutuhan bisnis kedua keluarga Heiz dan keluarga Grey tetapi itu sama sekali tidak penting bagi Layla, yang penting baginya adalah dia bisa bersama dengan Alexander selamanya.
Di kediaman pribadi Alexander Grey,
Kiara sudah dibawa ke kediaman pribadi Alexander Grey oleh anak buah Sin tadi, Kiara yang sudah tertidur pulas tidak menyadari jika dia sudah berada di tempat orang lain dan akan menghadapi masalah terbesar dalam hidupnya.
Dia dibaringkan disebuah kasur luas, merasakan tubuhnya menyentuh sesuatu yang lembut dan empuk membuat Kiara tersenyum dalam tidurnya, dia mengusap sesuatu yang sangat lembut itu yang merupakan bantal di kasur itu.
“Hehe, ayam goreng kesukaanku, aku akan memelukmu agar kau tidak kabur lagi,” Kiara bahkan mengigau jika bantal yang ia pegang adalah sepotong ayam goreng besar.
Dia sedang bermimpi dan dia sedang berada dalam dunia makanan dimana para makanan kesukaannya sedang melayang dan dia harus menangkapnya agar bisa ia makan, dan ia berhasil menangkap sebuah tangkapan besar yaitu ayam goreng yang bahkan lebih besar dari tubuhnya.
“Cih, anak kecil, tadi kau berani menggodaku dan sekarang kau tertidur pulas dan membicarakan ayam goreng?” Alexander menyeringai, dia sudah memakai sebuah piyama tidur tanpa mengenakan apapun didalamnya, dia naik ke kasur dan melihat tingkah Kiara di atas kasurnya yang bertingkah seperti anak kecil yang sedang tidur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 233 Episodes
Comments
Trisna
ehem...
apakah gadis kecil ini telah menggetarkan jiwa mu tuan Alex
2024-03-23
1
Devi Ariyani
kiara...emg dazar bocil 😂😂
2023-10-07
2
NaVi _788
ayam goreng, nya upin-ipin toure masuk dalam mimpi nya Kiara
2023-07-06
0