...🌹 HAPPY READING 🌹...
.
"Nih anak bener-bener ya... kamu kira urus nikahan tuh kayak ngerayain ulang tahun !!" seru Mama Silvi yang kaget dengan ucapan konyol anak laki-lakinya ini.
"Jadi ma?? Kalau dua minggu cukup ??" tanya Kevin lagi.
"Kevvv!!!" seru Mama Silvi yang mulai jengkel.
Papa Putra hanya menggelengkan kepalanya.
Eliza hanya senyum-senyum mendengar percakapan ini.
Angel yang mulai gemas dengan Kakaknya akhirnya angkat bicara.
"Kak Kev.. Gini ya... Kak Kevin tuh harus nyiapin undangan, belum sebar undangan, trus belum lagi fitting baju pengantin, belum cari gedung, belum cari souvenir, dan masih banyak lagi......"cerosos Angel tanpa titik dan koma.
"hmmm gitu ya... Oke.. kalau gitu satu bulan dek.. kamu yang urus .. okehh !" ucap Kevin tanpa dosa dan mengedipkan matanya.
"Ya ampunnn Kak!!!" Kesel Angel namun pasrah atas titah Kakaknya.
Setelah selesai makan mereka kembali ke ruang keluarga untuk mengobrol sebentar karna Kevin dan Eliza harus ke rumah orang tua Eliza.
Rinngg ringgg..
Ponsel Eliza berbunyi, ternyata Dina yang menelpon.
"halo..Elii...!! Kamu dimana??" Seru Dina ketika Ekiza menekan tombol hijaunya.
"uhmm di rumah nya Angel..kenapa beb?" balas Eliza.
"Lahhh... trus kenapa mobil lu ada di apartment gw..?" tanya Dina bingung.
Pasalnya sekarang ini Dina dan Reno ada di Basement dan melihat mobil Eliza ada di parkiran.
"ohhh.. itu.. nanti gw jelasin..udah dulu ya.."tutup Eliza yang langsung mematikan ponselnya.
"Elllliii...!!!" teriak Dina karena Eliza menutup telponnya sexara sepihak.
"kenapa sayang??" tanya Reno.
"tauu ah tuh anak..keselll bangettt!!" kesel Dina.
"sudah..sudah.. pasti Eliza telpon balik.." ujar Reno yang sudah membuka pintu mobil menyuruh Dina masuk.
...
"Siapa yang nelpon ?" tanya Kevin.
"uhmm Dina..dia lihat mobil ku di basement" jujur Eliza.
"ohhh... ya udah kita ke rumah kamu sekarang aja.." ujar Kevin.
"iyah kak.."
Akhirnya mereka berdua berpamitan. Dan Kevin melajukan kendaraannya ke rumah Eliza.
Entah kenapa sekarang Kevin yang sangat gugup. Jantungnya berdetak sangat cepat. Mengingat akan bertemu ke kedua orang Tua Eliza.
Tiba-tiba Kevin menghentikan mobilnya di persimpangan jalan Kompleks perumahan Eliza.
"Kenapa kak?" tanya Eliza bingung kenapa Kevin berhenti disini.
"ahhhh uhhhhh hhhaaappp uuffhhhh" Kevin hanya menghembuskan dan menarik nafas untuk menghilangkan kegugupannya.
"okeeehhh...ayo sayang " gumam Kevin lalu kembali mengemudikan kendaraannya.
Kini mereka tiba di rumah Eliza.
Eliza membuka pintu rumah dan mendapati Papa dan Mamanya sedang asik menonton drama serial Netflix All of us are dead.
Sampai-sampai tidak sadar Eliza datang dan sudah berdiri di belakang mereka.
"Assalamualaikum maaa... paaa..."seru Eliza dengan sedikit teriak.
Kevin hanya tersenyum.
"ehhh waalaikumsalam sayang.."jawab Mama Vina.
"waalaikumsalam nak.." Papa Arif pun ikut membalas salam dari putri bungsunya itu.
"Pa.. Ma.. kenalin ini Kak Kevin.." ujar Eliza.
"Halo nak.. sini duduk.."seru Mama Vina.
"Makasih tante.."jawab Kevin sopan.
Eliza dan Kevin pun duduk di salah satu sofa yang kini berhadapan dengan kedua orang tua Eliza.
"Jadi Om.. Tante..Maksud Kevin datang kesini. Dengan niat baik mau melamar Eliza.." ujar Kevin to the point.
"Hahhhh!!!" Seru Papa Arif dan Mama Vina berbarengan.
Bagaimana tidak kaget. Putri kecilnya ini tidak pernah sekalipun membawa teman prianya ke rumah yang dikenalkan sebagai pacarnya. Tiba-tiba sekalinya datang bawa pria kerumah. Malah datang untuk melamar putri semata wayangnya ini.
"ini gak prank kan?" celutuk Mama Vina.
"Mamaaaa...."seru Eliza mendengar ucapan konyol Mamanya.
"Ehmm..ehmm..Jadi Maksud Nak Kevin, mau melamar Eliza ?" tanya Papa Arif kembali mode serius.
"Benar Om.." jawab Kevin mantap.
"sudah berapa lama pacaran dengan Eliza ?" tanya Papa Arif lagi.
"Satu malam om... "Jawab Kevin jujur.
"uhukkk uhukkk..."kini Papa Kevin benar-benar kaget.
"maksudnya?? kalian baru pacaran dan sekarang sudah mau melamar ??" Seru Papa dengan nada suara agak keras.
"Iiya Om.. Kevin mohon om tidak keberatan atas niat baik Kevin.. Dua minggu ini Kevin mengenal Eliza.. Dan Kevin semakin yakin kalau Eliza adalah tambatan hidup Kevin "ucap Kevin serius dan mengungkapkan isi hatinya.
"Hahhhh!! Yang benar saja...!" seru Papa Arif .
Eliza kaget dengan sikap Papanya. Dia merasa sangat sedih.
"Pa..."gumam Mama Vina menenangkan suaminya.
"Bagaimana mungkin Om bisa menolak niat baik kamu Kevin.. Om kagum dengan keberanian kamu !!!" Lanjut Papa Arif yang membuat seisi ruangan kaget sekaget kagetnya.
Eliza yang sudah mau meneteskan air mata. Tidak jadi mengeluarkannya dan ikut terbengong.
"Jadi Om terima lamaran Kevin ?" tanya Kevin memastikan.
"Tentu saja nak...!" jawab Papa Arif mantap dan menepuk bahu Kevin.
Kevin sungguh senang semua berjalan lancar.
"Tapi gimana kuliahnya Eliza Pa?" sela Mama Vina.
"oh iya..! betul juga...!" seru Papa Arif.
"Hmm..Eliza tetap lanjut Kuliah Om.. Tante.. lagi pula tinggal susun skripsi akhir.." tukas Kevin.
"hmmm baiklah.." jawab Papa Arif.
"Sini sayang.."panggil Mama Vina ke Eliza agar datang ke pelukannya.
Eliza menghampiri mamanya dan masuk ke dalam rangkulan sang mama.
Kemudian air matanya yang sedari tadi ditahan, keluar dengan derasnya.
"cupp cupp cupp.. kok cengeng sih anak mama" ucap Mama Vina.
"ihhh Mama...hikss hiksss.."
"sudah sudah.. jangan nangis.. gak malu tuh dilihatin Kevin" goda Mama Vina.
Eliza memperbaiki posisi duduknya dan mengambil tissue membersihkan wajahnya.
Kevin tersenyum melihat wajah Eliza yang menggemaskan baginya.
"Eliza.. sudah yakin dengan keputusan kamu ini?" tanya Mama Vina dengan bijak.
"Iyah Ma.."jawab Eliza.
"hmmm baiklah sayang... mama doakan kamu selalu diberikan kebahagian...dan suami kamu dapat menjadi imam yang baik..."ucap Mama Vina.
"Jadi nak Kevin.. Acaranya kapan mau di selenggarakan?" tanya Papa Arif.
"Rencana bulan depan Om..." Jawab Kevin.
"Hahh?? Bukannya terlalu cepat nak ? takut waktu persiapannya gak cukup loh.."sela Mama Vina.
"tenang saja tante, Angel dan saya yang akan mengurus semuanya.." jawab Kevin mantap.
"Baiklah kalau begitu. Kalau ada perlu bantuan. Kamu bisa tanyakan ke Om.."seru Papa Putra.
"Baik Om.. Terimakasih banyak "ucap Kevin tulus.
"Bagaimana kedua orang tua kamu Nak?" tanya Papa Arif.
"Papa dan Mama Kevin sangat senang ketika tahu kalau calon anak mantunya adalah Eliza.."jawab Kevin sambil menggoda Eliza dengan meliriknya.
"hahahha... syukurlah kalau begitu. Jadi tak ada yang harus dikhawatirkan...!" seru Papa Arif.
"Kalian sudah makan siang ?" tanya Mama Vina.
"Sudah Ma..tadi di rumah Kak Kevin.."jawab Eliza.
"ohh ya sudah... jadi semalam kamu nginap di rumah Angel karena ini??" tanya Mama Vina lagi.
"hmmm.. iyah ma.."Eliza terpaksa berbohong. Karena tidak mungkin dia bilang kalau semalam dia tidur di apartment Kevin.
😍😍😍😍😍
Yeayyyy... Ditunggu undangannya Kevin Eliza 🥰
Jangan lupa Klik Favorit, Like, dan tinggalkan komentar ya 💋
kalau bisa ngirimin setangkai mawar untuk mama 💋
Sarange
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 191 Episodes
Comments
Vivian Karina🧚🏻♀️
gemeshh sm Kevin yg lgsg to the point ngelamar Eliza ke ortunya😍😍😍
2023-01-14
1
💜💜💜REVIAA 99💜💜💜
di bab ini AQ ngakak keras thorrr 🤣🤣🤣🤣🤣🤣njirr mpe sakit ginjal tawa mulu....baca gmn reaksi ortunya Eliza begitu di tanya berapa lama pacaran k Kevin 😂😂🔥🔥
2022-11-23
0
💜💜💜REVIAA 99💜💜💜
koq undangan nya Lom nyampe juga ke AQ yaaaaaaa 😭😭😭😂😂
pdhal Uda pinjam baju tetangga yg branded 🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭
2022-11-23
0