"Ahh Viona, aku menyerah!" pekik Davin dengan suaranya yang tertahan, ada sesuatu yang ingin meledak di dalam dirinya.
Davin, sungguh butuh pelepasan. Tapi dia tidak akan menyentuh Viona sebelum mendapatkan izin dari wanita cantik ini.
Viona yang sudah tidak menggunakan kain apapun, bergerak seperti kucing nakal di atas tubuhnya.
"Benar tidak ingin menyentuhku? hem?"
"Ini tawaran atau hanya untuk menguji ku?"
Viona terkekeh dan terlihat begitu menawan dimata Davin, baru kali ini dia melihat Viona yang tersenyum dan tertawa kecil seperti itu, rambut panjangnya yang tergerai pun bergerak sesuai gerakan kepalanya yang genit.
"Hanya menguji," jawab Viona, lalu susah payah menahan tawa agar tidak pecah.
"Aku menyerah, pakai jaketku lagi untuk menutupi tubuhmu."
Jaket hoodie milik Davin cukup besar untuk Viona, bahkan mampu menutup hingga ke bokong nya.
"Pakaikan!" pinta Viona dengan manja, dia bahkan tak sadar dengan sikapnya yang kekanak-kanakan itu. Entahlah, bersama dengan Davin seolah dia menemukan dirinya yang lain. Bukan Viona si wanita angkuh dan dingin.
"Turun dulu dari tubuhku."
"Gendong."
"Kamu siapa? seperti bukan Viona."
Viona kembali terkekeh, bersama dengan Davin entah kenapa jadi sering tertawa dan sering tidak memakai baju seperti ini.
Tapi Davin menurut, dia menggendong Viona lalu mendudukkannya di tepi ranjang.
Mengambil jaket yang tadi dia buang asal dan memakaikannya di tubuh Viona, menutup kedua dada yang sedari tadi menggodanya.
"Benar aku tidak boleh menyentuh mu?" tawar Davin sekali lagi.
Viona menggelengkan kepala, dia sungguh ingin membuat Davin menyerah, menjilat ludahnya sendiri. Membenarkan jika Davin hanya melihatnya sebagai wanita diatas ranjang.
"Menyesap sedikit saja? ya?" pinta Davin lagi dan lagi, bahkan nyaris memohon.
"Tidak, jika kamu menyentuhku berarti benar, aku dimata mu hanya sebagai teman ranjang."
"Ucapanmu jahat sekali."
"Perlakuan mu yang jahat."
"Tapi kan aku tidak menyentuhmu."
"Tapi selalu meminta itu."
"Kalau kamu tidak mengizinkan, aku tidak akan memaksa."
Perdebatan keduanya terus berlangsung sampai tak sadar jika malam sudah tiba. Selama itu pula mereka terus saling berbicara tanpa ada sentuhan-sentuhan intim.
Buat sudut hati Viona tumbuh bunga yang sangat kecil.
Lalu dengan sendirinya dia kembali mengecup bibir Davin dengan mesra.
"Ini apa? tawaran atau ujian?"
"Tawaran, tapi cuma ciuman bibir," jawab Viona dengan kedua pipinya yang bersemu merah. Entahlah, kenapa mendadak jadi seperti ini.
"Serius?"
"Iya."
"Kalau begitu buka sedikit mulutmu."
Viona menurut, setelah Davin mengucapkan itu dia membuka sedikit bibirnya. Keduanya mengikis jarak dan kembali menyatu dengan sentuhan lembut di bibir itu.
Gerakan perlahan yang membuat keduanya mabuk kepayang. Bukan hanya Davin, namun Viona pun menikmati bibir pria ini. Menyesapnya lembut atas bawah bahkan memainkan lidah.
Davin sadar satu hal, bahwa sulit untuk memahami keinginan dan hati wanita ini. Davin bahkan mulai berpikir untuk mengurungkan niatnya menikahi Viona.
Bukan mengatakannya secara langsung, namun Davin memutuskan untuk masuk ke dalam hati wanita dewasa ini dulu.
Baru setelahnya dia kembali mengungkapkan tentang pernikahan.
"Kucing nakal, naik lagi diatas tubuhku, bibir ini milik ku kan?"
"Kucing nakal?" ulang Viona lalu terkekeh, sementara Davin hanya menganggukkan kepala, lalu mengangkat tubuh Viona untuk kembali duduk diatas pangkuannya.
"Kamu wanitaku," desis Davin.
Viona tersenyum, tidak menjawab iya atau tidak, dia hanya menjatuhkan diri diatas dada Davin dan kembali mencium bibir laki-laki ini dengan penuh perasaan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Alon-alon ya gaes 🤣🤣
Semangat 5 bab 💪💪 sajen nya jangan kendor 😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
Hyuna❤️Aditya
lg kasmaran nich
2024-07-11
1
Mas Aria
nah mulai ada pemanasan good job
2023-07-18
0
Ney Maniez
😘😘
2023-04-23
0