"Nona Viona berada di Hotel Grand Mercure, beliau berada di Eternity Spa."
Anton memberikan foto terkini Viona, lengkap dengan nomor ponsel yang diminta oleh sang tuan.
Astaga! Dia enak-enakan Spa dan aku disini seperti cacing kepanasan.
"Nona belum spa Tuan, beliau masih menunggu Spa Therapist yang dia mau, saat ini orang itu sedang melayani pelanggan yang lain," ucap Anton lagi seolah bisa membaca pikiran di dalam kepala tuan nya ini.
"Memangnya siapa Spa Therapist yang dia mau."
"Nona Paula, Tuan. Dia seorang wanita, bukan pria."
Davin melirik tajam sang asisten, kenapa dia merasa Anton selalu membaca pikirannya. Tentu saja dia akan tak suka jika Spa Therapist itu adalah pria.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
30 menit kemudian.
Hotel Grand Mercure.
"Maaf Nona Viona, saya membuat Anda menunggu lama," ucap Paula, menunduk sopan sekaligus memberi hormat pada salah satu pelanggan VIP nya ini.
"It's oke Paula, salah ku juga datang tanpa membuat janji." Viona tersenyum sangat ramah. Senyum mahal yang hanya dia berikan pada orang-orang tertentu. Ayahnya sendiri bahkan tidak pernah ia berikan senyum itu.
Paula lantas membimbing Viona untuk masuk ke dalam sebuah ruangan. Ruangan spa dengan semerbak aroma therapy yang begitu menenangkan.
Viona mengganti bajunya, menggunakan kain putih yang dililitkan di dada, menutup hingga sampai ke paha.
"Langsung pijat saja tubuhku, aku sangat lelah."
"Baik Nona."
Viona kemudian tengkurap diatas ranjang dan bersiap menikmati pijatan Paula.
"Maaf Nona, saya akan mengambilkan aroma therapy yang baru untuk Anda, aroma nya lebih halus daripada yang selama ini anda gunakan."
"Hem."
Viona mendengar langkah kaki Paula yang menjauh lalu keluar dari ruangan ini. Sementara Viona yang sudah merasa lelah memutuskan untuk menutup matanya.
Semalam Davin berhasil membuat tubuhnya remuk redam, dia sungguh membutuhkan pijatan Paula untuk meremajakan tubuhnya kembali.
Pintu ruangan itu kembali di buka dan Viona sangat yakin jika itu adalah Paula.
"Saya akan mulai memijat Nona," ucap Paula. Benar-benar dia yang datang ke ruangan ini.
"Anda ingin mendengarkan musik?"
"Boleh."
Paula lalu menghidupkan musik dengan tempo yang tidak terlalu cepat agar telinga dan pikiran bisa bersantai.
1 jam dan akhirnya Paula menyelesaikan tugasnya, Viona bahkan sampai terlelap merasakan tubuhnya yang begitu nyaman. Kini dia sudah tidak tengkurap lagi, sudah berbaring dengan kedua tangan diatas perut datarnya.
"Nona?" panggil Paula, coba membangunkan Viona untuk segera berendam di dalam bath up.
Tapi Viona tak mendengar, masih asik dengan mimpinya sendiri.
Paula lantas memutuskan untuk pergi sejenak, membersihkan dirinya sendiri.
Dan kesempatan itu dimanfaatkan Davin untuk masuk. Sedangkan Anton berjaga di pintu luar.
Lihatlah wanita dewasa ini, dia benar-benar menikmati hidupnya tanpa memperdulikan orang lain. Umpat Davin di dalam hati.
Dia terlalu menganggapku remeh, terima hukuman dariku.
Davin, kembali memberikan pijatan di tubuh Viona. Pijatan aneh yang langsung membuat Viona meringis di dalam mimpinya. Memijat pangkal pahanya dengan begitu lembut. Lalu masuk satu jari hingga membuat Viona tersadar.
"Ah! Paula apa yang kamu lakukan!"
Gerakan berontak Viona terhenti saat Davin langsung menindih tubuhnya. Menahan agar Viona tak bangun.
"Hai," sapa Davin dengan jarak yang begitu dekat, menyapa diantara keterkejutan Viona.
Bagaimana berandal ini bisa ada disini?
Belum sempat bertanya, mulut Viona lebih dulu menganga saat tangan Davin dibawah sana kembali bergerak.
"Nama saya Davin, spesial spa therapist baru di sini."
Ah! sial! batin Viona dengan desaahnya yang tertahan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ihiii, lempar lagi dong bunganyaa, kopinyaa, Votenyaaa, likenyaa, komennyaa 😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
Anonim
Gila Davin niihh benar2 bikin Viona melayang
2024-04-05
1
May Keisya
siapa kamu🤣🤣🤣
2023-08-05
0
Mas Aria
blm d perjelas thor pemanasanya langsung udh gt aja..kurang seru
2023-07-18
0