*
*
*
*
Ayana masih betah tiduran di kamarnya,ketika mama Mira mengetuk pintunya.setelah makan malam tadi,Ayana memang pamit masuk kamar lebih dulu.
Nyeri dipipi bekas tamparan Gracia masih menyisakan perih dan panas secara bersamaan.
Tok ..tok...tok...
"Ay....."
Terdengar suara mama Mira diluar.
"Ya ma,masuk aja...."jawab Ayana,dia masih berbaring menelungkup,dengan sebuah bantal yang menyangga dagunya.
Ditangannya memegang ponsel,karena saat itu dia memang sedang berselancar didunia maya.
Seperti biasa,novel online yang jadi Aplikasi favoritnya.
klek...
Mama Mira terlihat memasuki kamar,kemudian duduk di samping sang putri.
"Keluar gih,ada nak Arsen....ibu sudah banyak bicara tadi sama dia ..."ucap mama Mira lembut."apapun nanti yang dikatakan nak Arsen,kamu harus mendengarkan dan menurut...."
"Hah..."Ayana menoleh,dia memandang sang mama tak mengerti."maksudnya...?"
"Sudahlah,keluar gih.nanti juga kamu mengerti..."titah mama mira.
Ayana menganggukkan kepalanya, perlahan dia bangun dari tidurannya,kemudian menurunkan kedua kakinya ke lantai,"Aya nggak perlu ganti baju kan...?"tanya Ayana kemudian.
Mama Mira mengernyit,memindai penampilan sang putri,yang saat itu memakai dress dengan dasar warna putih,dan motif kembang-kembang kecil tanpa lengan.
"Nggak usah..."jawab mama Mira kemudian.penampilan putrinya cukup sopan.
Ayana mengangguk,kemudian melangkahkan kakinya keluar rambut kriwilnya di cepol ke atas.
Gadis itu melihat Arsen sedang duduk sendiri,pria itu tampak sibuk dengan ponselnya.
pria itu tampak menawan dengan celana jeans warna abu-abu dengan atasan kemeja warna hitam,dengan lengan yang digulung sebatas siku.
Saking konsentrasinya,pria itu bahkan tidak menyadari kehadiran Ayana.
Kemudian dengan bibir merengut,gadis itu menghempaskan bokongnya disebelah Arsen.membuat pria itu terjengkit.
"Hey,,sayang..."seketika Arsen meletakkan ponselnya diatas meja yang ada didepannya.
"Serius banget sih,sama ponselnya..."Ayana cemberut.
Arsen memutar tubuhnya,hingga menghadap kekasihnya.kemudian tangannya memegang dagu Ayana,memutarnya ke samping,untuk melihat bekas tamparan mantan istrinya.
Tadi mama Mira sudah menceritakan semua kepadanya,juga tentang ancaman.
"Gracia memang gila,pasti ini sakit rasanya. .."ucap Arsen lembut,kemudian dia mengelus pipi yang masih menyisakan semburat merah itu.
"Nggak sakit sih...cuma kesel aja..."Ayana menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa dibelakangnya.
"Maaf ya,tidak bisa menjagamu.harusnya kemarin aku jemput kamu...."
"Nggak papa mas.."hibur Ayana.
"Besok kita menikah ..."ucap Arsen tiba-tiba.
Uhuk...
Ayana tersedak salivanya,dia begitu kaget.memang Arsen sudah pernah bilang,lebih baik cepat menikah.
Tapi juga tidak harus secepat ini.
"Ta ..tapi...kenapa mas....?"tanya Ayana panik.bayangan horor menari dibenaknya,mendengar kata menikah.dia bergidik ngerti setelahnya.
"Iya,aku sudah minta Malik untuk mengurusnya,lebih cepat lebih baik.biar Gracia tidak bisa lagi macam-macam sama kamu..."Arsen menatap gadisnya dengan lembut.sungguh,dia ingin secepatnya memiliki Ayana seutuhnya,dan dengan insiden tadi siang,membuatnya semakin yakin ingin mempercepat pernikahan mereka.
"Trus mama gimana mas,kalo kita nikah...?"tanya Ayana dengan polosnya.kedua bola matanya yang bulat mengerjap dengan lucu,membuat Arsen gemas,dan secepat kilat mengecup pipi Ayana.
cup...
"Ih....mas,,dasar...."bibir tipis itu memberengut.kemudian melipat kedua tangannya didada.
"Mas gemas,sayang.besok biar Malik mintain ijin kamu ke sekolah..."Arsen tertawa kecil.mengelus pipi yang tadi di kecupnya.
Ayana mendelik,tenggorokannya terasa tercekat."Trus...."
"Nggak ada terusannya,besok kita menikah.titik...nggak pake koma..."
"Mama sendirian dong mas..."guman Ayana.
"Kalau mama mau,bisa tinggal sama kita nanti..."
"Mama nggak bakal mau mas ..."lirih Ayana.dia tidak bisa membayangkan,bila harus jauh dari sang mama.
"ya nanti di coba sayang,lagi pula,apartemen kita nggak terlalu jauh dari sini.kita bisa mengunjungi mama setiap hari..."hibur Arsen.
Ayana terdiam.kemudian Arsen mengelus punggung gadis itu."Sekarang pergi tidur ya,biar besok fresh waktu kita nikah.mas pamit pulang dulu..."ucapnya kemudian.
"Ya mas..."Ucap Ayana lirih.
*
*
*
*
Keesokan harinya,tepat di jam 10.00 pagi acara ijab kobul Arsen dan Ayana berlangsung dengan lancar.dengan hanya disaksikan oleh keluarga terdekat dan mama masing-masing,akhirnya keduanya sah menjadi suami istri.
Rasa syukur dipanjatkan oleh Arsen dan juga Ayana,mereka bahagia,akhirnya menjadi pasangan yang sah.
Pun demikian dengan mama Mira dan juga mama Maya.kedua wanita yang bersahabat dan akhirnya menjadi besan itu, berpelukan dengan bahagia.
Akhirnya keinginan mereka untuk menikahkan putra putri mereka terkabul.
Biarpun setelahnya mereka harus hidup sendirian,tidak masalah.yang terpenting Arsen dan Ayana bisa hidup bahagia.
Ayana bahkan tidak mengundang satupun temannya,Mila sekalipun tidak dia beri tahu nikah dadakan ini.
Biar nanti-nanti aja Mika di kasih tau.setelah semua kerabat pulang ke rumah masing-masing,Arsen meminta ijin mama Mira dan mama maya untuk mengajak Ayana ke Apartemennya.
Dan perpisahan itu diselingi oleh isak tangis sang istri kecilnya itu,yang merasa berat harus berpisah dengan sang mama.
Dan mama menghiburnya,kalau mbak tiwi...wanita yang berstatus janda dengan satu anak,yang biasa membantu mama Mira memasak buat pesanan ketring mereka,mulai hari ini akan ikut tinggal di rumah.
Dan Ayana baru bisa menghentikan tangisnya,setelah tau,sang mama tidak sendirian nantinya di rumah.
*
*
*
mohon dukungannya ya,dengan like,love dan komen..terima kasih...
*
*
*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
Ade Latipah
yeay nikaaah muda
2022-03-21
0
Haspiah Piah
lanjut thoorr semangat
2022-02-13
0
🍭ͪ ͩ𝕸y💞🅰️nnyᥫ᭡🍁❣️
seperti itulah yg kurasakan setelah nikah.. harus ikut suami ke perantauan meninggalkan ayahku sendiri di rumah. krn.ibuku sdh tdk ada..😢
2022-02-13
0