Nafas Arsen dan kristin masih terengah-engah, kerena mereka baru saja melakukan hal yang tak seharusnya mereka lakukan. seperti biasa, setelah melakukan hal yang terlarang, Kristine merebahkan kepalanya di dada Arsen.
“Darling, apa dia tak curiga kau pergi dihari Minggu?” tanya Kristin pada Arsen, Arsen yang sedang menetralkan nafasnya menggeleng.
“Tidak, dia sedang berada di rumah sakit karena ada pasien mendadak,” Jawab Arsen.
“ Bagaimana jika mertuamu tahu tentang hubungan kita. Aku tak yakin, mertuamu akan diam saja. Pasti kita akan habis olehnya,” ucap Kristine lagi, Arsen mengangguk-anggukkan kepalanya.
“Kedua mertuaku sedang berada di luar negeri. Setidaknya kita bisa sedikit bernafas,” jawab Arsen lagi, sambil membelai rambut Kristin.
“Arsen, boleh aku bertanya sesuatu padamu?” tanya Kristin. Arsen mengangguk.
“Bertanyalah.”
“Apa ada kemungkinan, suatu saat nanti kau akan meninggalkan Gabby demiku?” tanya kristin, Arsen terdiam. Ia tak mampu menjawab ucapan Kristin. Bagaimanapun Kristin hanya mainannya dan Gabby adalah tujuannya.
Memangnya siapa juga yang mau melepaskan harta berharga, karena bagi Arsen, Gabby adalah hartanya. Ia bisa memperoleh nama besarnya karena menjadi suami Gabby Josephine dan menantu dari Stuard Josepin. Jadi, mana mungkin ia melepaskan Gabby hanya demi Kristin.
“Arsen!” panggil Kristin lagi, ketika Arsen masih terdiam. “Aku tidak tahu. Tapi kita nikmati saja ini!” jawab Arsen lagi. Ia berusaha mengelak dari pertanyaan Kristen. Mana mungkin dia menjawab bahwa Kristin hanyalah mainannnya.
Mendengar jawaban Arsen, Kristine teringat sesuatu. “Kita tidak pernah bermain memakai pengaman. Lalu bagaimana jika aku hamil. Kau bahkan selalu menolak jika memakai pengaman,” ucap Kristin lagi.
“Tentu saja aku akan bertanggung jawab, walaupun kita tidak menikah kau akan terus mendapatkan kemewahan dariku dan anak kita akan mendapat kasih sayang yang cukup,” Kata Arsen lagi membuat Kristine tersenyum.
Percaya atau tidak, Kristine benar-benar mencintai Arsen. Ia sama sekali tak keberatan bahwa Arsen hanya menjadikannya sebagai pemuas Nafsu, bagi Kristine melihat Arsan saja dan bisa bersama Arsen saja itu sudah cukup.
Sebenarnya ia tak butuh status, toh yang terpenting Arsen selalu ada untuknya.
••
Nael menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, jika ditanya gugup atau tidak. Ya, ia sangat gugup. Tidak ada yang tahu tentang apa yang akan di lakukannya. Termasuk kedua orang tuanya.
Ia juga berhasil menyogok adiknya agar tidak memberitahukan pada kedua orang tuanya tentang kondisi yang sedang ia alami. Ia akan melakukan pembedahan di otaknya. Dan terpaksa dia akan berbohong ke kedua orang tuanya dan mengatakan akan pergi ke luar negeri.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, akhirnya Nael sampai di rumah kedua orang tuanya. Ia keluar dari mobil dan berjalan dengan lesu.
“Nael, kau dari mana?” tanya Grisella, sang Ibu. Ia menyipitkan matanya ketika melihat Nael yang tampak lesu.
“Mom, buatkan aku salad,” jawab Arsen, tanpa menjawab pertanyaan ibunya.
“Nael, kau tidak apa-apa?” tanya Grisela lagi, Nael menggeleng. “Aku akan pergi ke kamar, Mom.”
Tak ingin mendapat pertanyaan yang banyak dari sang Ibu, Nael memilih naik dan berjalan ke kamarnya. Setelah berada di kamarnya, Nael membanting tubuhnya ke ranjang, kemudian ia melihat telapak tangannya yang masih bergetar.
Lalu tak lama, Nael teringat sesuatu. Ia menarik foto yang ada di bawah bantal, kemudian tersenyum. Lalu membelai foto itu.
Gengs satu bab dulu ya. mulai hari Senin aku crazy up ya. Gas lah tinggalin komen sampe 500
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 603 Episodes
Comments
Ika Rhia
typo
2023-01-16
1
💜💜 Mrs. Azalia Kim 💜💜
wedokan edaaan
2022-12-28
1
Elfin Carolina Arikalang
masa sih operasi besar tdk hrus d.ketahui oleh kluarga trutama ortu
2022-08-10
0