Arsen bercermin, kemudian mengusap rambut kasar. Ia menjambak rambutnya ke belakang saat menyadari bahwa Gabby sudah mulai curiga kepadanya.
Ia sangat mengenal Gabby, jika Gabby memang percaya kepadanya, Gabby akan bersikap manis dan tidak akan berubah sikap. Tapi saat ini, Gabby sudah benar merubah sikapnya, pertanda Gaby mulai curiga kepadanya.
Ia pikir, ia sudah berhasil bermain aman bersama Kristin. Tapi ternyata Gabby malah mencurigainya.
•••••
Setelah Gabby keluar dari kamar, Gabby langsung berjalan ke ruang makan, ia menarik kursi kemudian mendudukan dirinya di kursi makan.
Sambil menunggu Arsen, Gabby mengutak-atik layar ponselnya, kemudian mencari nomor seseorang. Setelah itu, ia menekan panggilan menelpon orang tersebut. Tak lama, setelah panggilannya berdering, panggilannya terangkat.
“Aku minta, kau besok ikuti suamiku. Laporkan apapun yang ia lakukan padaku." setelah mengatakan itu, Gabby menutup panggilannya.
Ya, rasa curiga Gabby memang belum hilang, sepenuhnya. Bahkan sama sekali belum hilang sedikitpun. Dan sekarang, ia menyuruh seseorang untuk mengikuti Arsen.
Seseorang yang tak mungkin berkhianat padanya, dan tak akan bisa disuap oleh siapa-siapa, Arsen juga tak akan menyadari siapa siapa orang kepercayaan Gabby, orang yang selalu membantu Gabby selama ini.
Lamunan Gabby Buyar, ketika mendengar suara derap langkah. Ternyata Arsen datang menyusulnya ke ruang makan.
•••
Melihat foto di tangannya, Arsen tersenyum. Kemudian membelai foto itu, foto yang sangat berharga untuknya. Walaupun hanya sebuah foto, ia selalu membawa foto itu ke mana-mana. Orang yang ada di foto itu adalah orang yang sangat berharga bagi Nael.
Lamunan Nael buyar, ketika mendengar suara pintu diketuk, kemudian terdengar suara sang adik memanggilnya. Dengan cepat, Nael langsung menaruh foto tersebut di bawah bantal, kemudian bangkit dari duduknya untuk membukakan pintu kamar.
“Kenapa kau berisik sekali, Leticia.” omel Nael. Namun, Leticia tidak perduli. Ia berusaha masuk kamar kakaknya.
Tapi, Secepat kilat, Nael menghadang Leticia dengan tubuhnya. “Kau mau apa?" tanya Leticia pada sang adik.
“Minggir, Kak. Aku harus memeriksa sesuatu," ucap Leticia lagi.
“Kau mau memeriksa apa?”
“Aku ingin melihat tanganmu," jawab Leticia.
membuat Nael membulatkan matanya. Ia takut, orang tuanya mendengar ucapan Leticia.
Dengan cepat, Nael menarik tangan Leticia untuk masuk ke dalam kamar. Membuat Leticia menyeringai, umpannya berhasil. Kemudian, ia berjalan ke arah nakas di mana sang kakak menyimpan sesuatu.
“Leticia, kau mau apa?” tanya saat Nael dengan gemas.
Letisia yang sedang membongkar Nakas milik sang Kaka , tak perduli dengan omelan sang Nael. Ia menarik coklat dari nakas, membuat Nael menghela nafas. Sang adik selalu merebut makanan kesukaannya.
Saat ia akan keluar dari kamar kakanya, Letisia menghentikan langkahnya ketika melihat sesuatu di bawah bantal. Ia membuka bantal itu, lalu menarik foto yang tadi di sembunyikan oleh Nael.
“Wah, kakak. ini kekasihmu. Aku pikir kau tidak normal,” kata Leticia yang terkagum-kagum saat melihat sang kakak menyimpan foto seorang wanita. Karena selama ini, sang Kaka tidak pernah membawa atau memperkenalkan wanita ke keluarganya.
Padahal, usia Nael sudah sangat cukup untuk menikah. Bahkan lebih dari cukup.
Nael maju ke arah adiknya, kemudian menarik foto itu. “Keluar dari kamar kakak, jangan menyentuh barang Kaka lagi!" gerutu Nael.
Leticia tampak berpikir, ia merasa pernah melihat wanita di foto itu, bola matanya memutar ke atas, seolah dia tengah mengingat-ingat sesuatu, ia yakin, ia pernah melihat wanita yang ada di foto.
“Pergi sana!” omel Nael.
“Ah, ia aku ingat di mana aku pernah melihatnya.”
Nael ...
Gas komen lah. Kalian pasti ga akan nyangka Gabby bapak bereaksi gimana nanti.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 603 Episodes
Comments
Anonymous
kadang arsen tapi nael,
2023-08-29
2
Purwanti Kurniawan
arsen dlm pengawasan bebby gk sadar dia di ikutin
2023-08-20
0
sansan
bukan arsen tp Niel
2023-03-06
0