[Chapter 7.]
[Pelatihan Bahasa.]
[Silahkan Dibaca.]
Andy, yang masih duduk di Kursi Meja makan, dihampiri oleh Ibunya. Seketika wajah Andy memerah saat Ibunya berada di dekatnya.
“Bu, ada apa?.” Ucap Andy melihat Ibunya yang duduk di sebelahnya, Andy sedikit gugup saat berada di dekat Ibunya.
“Andy, nanti kamu ikut pelatihan Bahasa di dekat sini.” Ucap Lilia, Andy yang sebelumnya gugup menjadi tenang, saat arah pembicaraan ke Pelatihan.
“Baik, Bu. Serta apakah kita akan mulai tinggal disini?.” Ucap Andy, seketika Ibunya terdiam, lalu menatap ke arah Andy.
“Apakah kamu tidak ingin?.” Ucap Lilia dengan wajah sedihnya, Andy yang melihat Ibunya sedih. Tidak tega, lalu Andy bicara.
“Bukan, begitu Bu. Hanya saja aku memikirkan Sekolahku bagaimana?.” Ucap Andy, lalu muncul senyum di wajah Ibunya, dari Ekspresi sedih menjadi senang.
“Kamu, pelatihan dulu. Nanti, saat sudah selesai Pelatihan, baru memikirkan Sekolahmu.” Ucap Lilia, lalu mengambil sarapan yang dibuat oleh Amy, selepas itu makan.
“Baiklah, kalau begitu aku ingin keluar sebentar.” Ucap Andy, Ibunya hanya mengangguk. Andy pun keluar dari Rumah dan duduk di taman belakang Rumah tersebut.
“Sungguh, nyaman disini.” Ucap Andy, sambil melihat ke arah Kolam Ikan serta rerumputan hijau yang pendek, angin yang berhembus sesering mungkin.
“Apakah, sejuk disini?.” Ucap suara dari belakang Andy. Lalu, Andy menghadap ke belakang dan mendapati Amy berdiri di pintu. Andy tersenyum lalu berbalik menghadap ke Kolam kembali
“Itu benar.” Ucap Andy, lalu tak lama kemudian, Andy mengingat tugas Harian yaitu memberi sebuah Makan pada kucing. Andy pun melihat ke arah Amy.
“Nee-san, apakah kau tahu lokasi membeli makanan Kucing?.” Ucap Andy, Amy yang sedang berdiri menatap ke luar, seketika berjalan dan duduk di dekat Andy.
“Aku tahu, tapi untuk apa?.” Ucap Amy, sambil menatap ke arah Andy. Sedangkan Andy jantungnya sudah berdebar-debar saat melihat Amy sangat dekat dengan dirinya.
“Itu, aku ingin membeli Makanan Kucing.” Ucap Andy, gugup dan sulit. Amy tersenyum melihat tingkah dari Andy.
“Fufufufu, sebenarnya ada makanan Kucing di dalam Gudang. Ambil saja, Onee-san mau mencuci Pakaian terlebih dahulu.” Ucap Amy, berdiri dan pergi meninggalkan Andy.
“Hufff, baiklah. Akan ku ambil makanan Kucing tersebut.” Ucap Andy, lalu berdiri dan berjalan menuju ke Gudang.
Sesampai di Gudang, Andy melihat isi Gudang tersebut dan akhirnya menemukan Makanan Kucing. Andy mengambil, makanan tersebut. Lalu, segera pergi keluar dari Rumah.
“Mana ya, Kucing?.” Ucap Andy melihat di luar rumah, mencari Kucing untuk diberi makan. Andy berkeliling di perumahan tersebut dan akhirnya menemukan Kucing berwarna Oranye Putih dan Gemuk.
“Hmmm, akhirnya ketemu.” Ucap Andy, lalu memberikan Makanan ke Kucing tersebut. Awal mula, Kucing Orange sedikit curiga, lalu perlahan Kucing Orange mendekat. Lalu, memakan satu setelah itu Makan dengan rakus.
“Meongg.” Ucap Kucing Orange sambil menatap ke arah Andy. Andy tidak paham maksudnya, dan memberikan lagi. Namun, kali ini tidak dia makan. Melainkan dibawa menuju sebuah Gang.
Disana terlihat ada 1 Kucing berwarna Putih yang sedang duduk. Andy, lalu melihat bahwa Kucing Orange membawakan makanan untuk Kucing Putih tersebut.
Kucing Putih yang melihat makanan, segera dia makan dengan lahap. Lalu, setelah makan Kucing Putih menatap ke arah Kucing Orange. Lalu, Kucing Orange menatap ke arah Andy, begitupun Kucing Putih menatap ke arah Andy.
Andy, datang dan mengelus kedua Kucing tersebut.
“Kalian, ingin ikut denganku.” Ucap Andy, lalu kedua kucing tersebut terlihat mengangguk. Andy pun membawa kedua Kucing tersebut ke rumah.
Sesampai di Rumah, Andy melihat Lilia dan Amy, sedang berdiri di pagar rumah. Andy yang penasaran menghampirinya.
“Kenapa kalian berada disini?.” Ucap Andy kepada keduanya. Lalu, Lilia dan Amy menatap ke arah Andy.
“Akhirnya kau kembali. Kukira kau tidak tahu jalan kesini.” Ucap Lilia, seketika Andy cemberut mendengar ucapan dari Ibunya.
“Andy, segera bersiap kita akan pergi ke pelatihan “ Ucap Amy, Andy mengangguk lalu menurunkan kedua Kucing yang dia bawa.
“Taruh, kucing di Rumah itu. Aku ijinkan kamu merawat tapi harus benar-benar merawatnya.” Ucap Amy, diangguki Andy.
“Aku akan. Baiklah, kalian kesana.” Ucap Andy, lalu kedua Kucing menuju ke Rumah yang sesuai dengan mereka.
[Tuan rumah sudah menyelesaikan seluruh Misi Harian.]
[Selamat, Tuan mendapatkan Uang Rp. 7.000.]
[Selamat, Tuan mendapatkan Point Peningkatan : 5.]
‘Bukankah, harusnya 3 Kucing. Aku baru 2 Kucing.’ Batin Andy.
[Tuan, Kucing yang berwarna Putih tersebut Hamil.]
‘Jadi, begitu.’ Batin Andy, lalu segera pergi menuju ke Kamarnya dan bersiap-siap. Setelah, itu Andy turun dan mendapati Amy yang menunggunya.
“Ibu, tidak ikut?.” Ucap Andy, kepada Amy.
“Tidak, hanya kita berdua.” Ucap Amy, tersenyum. Lalu mereka berdua naik Van Putih menuju ke tempat pelatihan Bahasa.
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru
Thanks you Minna-san.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 282 Episodes
Comments
dark sistem
kok kucing jepang bisa bahasa indo aneh
2025-01-03
0
Mbak Yanti
agak aneh sih
2025-03-06
0
Yuri kazukata💗💗💗💗
onee San artinya kakak Chan biasanya untuk gadis yg lebih muda kalo San lebih tua
Oba dan artinya bibi
2023-12-16
0