"Bu, lalu dimana ibu dan adikku?" tanya Laura
"Selang 3 bulan kepergian kamu, Luna lulus dari sekolahnya, Luna bilang dia sudah mendapatkan pekerjaan yang bagus di Jakarta, lalu ibu dan Adik kamu pergi meninggalkan Ayah kamu sendirian yang pada saat itu sudah sering sakit , padahal selama ini setelah kamu pergi Ayah kamu bekerja banting tulang menjual koran dijalanan" Bu Ami bercerita sambil terisak
"Beberapa tetangga juga sering membantu Ayah kamu, kami bergantian membawakan makanan kepada beliau, terkadang kami juga membantu membersihkan rumah, tapi setelah beberapa bulan kepergian Ibu dan adik kamu beliau meninggal" Bu Ami menjeda ucapannya,
"Pada saat itu, saya dan beberapa ibu ibu datang kerumah Ayah kamu untuk membersihkan rumah, tapi kami merasa heran karena Pak Burhan masih mengenakan pakaian yang dia kenakan kemarin dan duduk dimeja makan sambil menutup matanya, kami pikir beliau tertidur tapi saat kami membangunkan beliau tidak bergerak , saat kami cek denyut nadinya ternyata pak Burhan sudah meninggal" ucap Bu Ami semakin terisak
Laura semakin merasa bersalah, disaat terakhir Ayahnya dia tidak berada disamping Burhan, bahkan Ayahnya meninggal dalam kesepian
"Terimakasih banyak ya Bu, atas kebaikan ibu dan warga selama ini, kalian telah banyak membantu keluarga saya" ucap Laura
"Kami ikhlas membantu Laura, besok saya janji akan antar kamu ke makam Ayah kamu Laura" ucap Bu Ami
Bu Ami pun menyuruh Laura untuk beristirahat karena Laura tidak mau makan, sedangkan Gita dan Dina mereka makan malam terlebih dahulu setelah itu bersih bersih dan istirahat salah satu kamar yang sudah Bu Ami sediakan, Laura tidur di kamar anak perempuan Bu Ami yang tengah ikut study tour sekolah.
Keesokan harinya mereka pergi ke pemakaman Pak Burhan ,tapi sebelum itu Bu Ami memberikan sesuatu untuk Laura
"Apa ini Bu?" tanya Laura
"Ini sertifikat tanah dan surat yang Pak Burhan titipkan pada saya sehari sebelum Pak Burhan meninggal Laura" ucap Bu Ami
"Baiklah Bu, saya akan simpan dulu" ucap Laura
Saat mereka akan pergi tiba tiba suami Bu Ami datang tak lain Pak kepala desa Pak Hanto
"Assalammualaikum" salam Pak Hanto sebelum memasuki rumah
"Waalaikumsalam"
"Sudah pulang pak?" tanya Bu Ami kepada suaminya
"Iya Bu, semalem ronda sambil liat liat tanah, ada sih tapi mahal" ucap Pak Hanto "loh ini nak Laura ya?"
"Iya Pak" Laura pun menyalimi Pak Hanto
"Apa kabar nak, Ya Allah Kami satu kampung cari kamu, bahkan kami datang ke tempat kamu kerja dulu tapi tidak ada" ujar Pak Hanto
"Maaf pak sudah merepotkan, saya pergi dari desa lalu pergi ke luar Negeri" jawab Laura
"Kamu yang tabah ya nak" ujar Pak Hanto prihatin
"Iya pak" jawab Laura, dia mencoba tersenyum "oh iya pak, kalau boleh tahu Bapak cari tanah buat apa?" tanya Laura
"Mau buat musholah nak, maklum disini kalau mau sholat harus ke desa sebelah, kasihan terlalu jauh, Bapak dan warga berinisiatif untuk membeli tanah dan membangun musholah yang sederhana"
"ohh begitu pak" ucap Laura
"Ya sudah nak Laura ayo kita berangkat sekarang" ajak Bu Ami
"Iya bu,"
"Pak, Ibu pamit dulu ya" pamit Bu Ami, dan di ikuti oleh Keysha, mereka pun pergi dengan jalan kaki karna tempat pemakaman yang tidak terlalu jauh dari permukiman
"Ini Laura makam Ayah kamu" ucap Bu Ami
Laura terduduk lemas, dia menangis mengeluarkan apa yang sudah dia pendam, penyesalan yang kini hinggap direlung hati Laura
"Ayah, kalau saja waktu itu aku tidak pergi,mungkin Ayah masih bersama ku kan? aku minta maaf yah" ucap Laura terisak
"Nak, jangan terus meratapi, sebaiknya kita doakan Ayah kamu agar tenang di sana" ucap Bu Ami menyarankan dan menenangkan Laur
Laura pun menghentikan tangisannya,iya sadar bukan air mata yang Ayahnya inginkan, melainkan lantunan doa dari nya, Laura lebih dulu membersihkan makam Ayahnya ,kemudian iya melantunkan doa doa untuk Ayahnya
Setelah lebih tenang Laura dan yang lain pergi kembali ke rumah Bu Ami,
"Bu aku langsung kembali ke Jakarta saja ya, ucap Laura
"loh kok cepat sekali nak" ucap Bu Ami
"Masih banyak urusan di sana Bu, aku juga ingin mencari Ibu dan Adikku" ucap Laura
"Baiklah, kamu hati hati yaa" ucap Bu Ami
"oh iya Bu, Pak Hanto mana?" tanya Laura
"Ada di dalam nak, ada apa?" tanya Bu Ami
"Ada yang ingin saya bicarakan dengan beliau" ucap Laura
"Nanti ya Ibu panggil," Bu Ami pun pergi ke kamarnya
"Ada apa nak Laura?" tanya Pak Hanto setelah keluar kamar
"Ini Pak, saya menghibahkan tanah milik Ayah saya untuk dibangun musholah" ucap Laura sambil menyerahkan akta tanah
"Nak Laura yakin?" tanya Pak Kela desa
"Saya yakin, semoga dengan ini menjadi ladang pahala untuk Ayah saya" jawab Laura
"Baiklah nak kalau begitu terimakasih banyak yaa" ucap Pak Kepala desa
"Sama sama pak, kalau begitu kami pamit Pak, Bu" pamit Laura
"Hati hati nak"
"Iya Pak, Bu" Laura pun melangkahkan kakinya menuju mobil
Diperjalanan, Laura membaca surat dari Ayahnya, yang sudah dititipkan kepada Bu Ami
Assalammualaikum *wr.wb
Laura anakku, jika kamu membaca surat ini tapi Ayah sudah tidak ada, Ayah mohon jangan bersedih dan menyalahkan diri sendiri. Laura Ayah merasa bersalah ketika kamu harus diusir oleh ibu nak, maafkan Ayahmu yang tidak berdaya ini Nak .
...Laura, bagaimana kabar kamu? Ayah harap kamu akan selalu dalam kondisi baik baik saj, Nak Ayahingin mengatakan sesuatu, sebuah rahasia yang selama ini Ayah tutupi....
...Ibu Mayang, bukanlah ibu kandung kamu nak, dia ibu tiri kamu ,ibu mu sudah meninggal tepat 1 jam setelah melahirkan kamu, Ayah menyembunyikan ini karna Ayah takut kamu akan sedih , Ayah memakamkan ibu kamu di Bandung yang beralamat di jalan xxxx...
...Ayah menikahi Bu Mayang karena beliau adalah sahabat ibu mu, Mayang juga yang membantu merawat kamu selama Ayah bekerja bahkan sampai kamu sangat dekat dengannya, oleh karena itu Ayah memutuskan untuk menikahinya...
...Ayah meninggalkan sertifikat tanah dan rumah untuk kamu nak, semoga semua ini bisa bermanfaat bagi kamu, Ayah menyayangi kamu Laura...
^^^Salam Rindu^^^
^^^Ayah^^^
Laura menutup mulutnya setelah membaca surat dari Ayahnya, dia tak percaya jadi selama ini ibu kandungnya sudah meninggal?
"Ibuu" ucap Laura terisak
Gita dan Dina khawatir dengan Laura,kenapa sekarang Laura memanggil Ibunya
"Nona anda tidak papa?" tanya Dina
"Ibu kandungku sudah meninggal," ucap Laura,punggungnya semakin bergetar karena menangis
Dina dan Gita sontak saling berpandangan, mereka menatap iba pada Laura yang sudah menjadi yatim piatu
"Nona ingin kemakam ibu nona?" tanya Dina, Laura langsung menatap kearah Dina dan Gita
"Jangan, kalian akan lelah nanti" ucap Laura
"Kami sudah terbiasa nona, lagi pula kita bisa istirahat sambil makan siang nanti" jawab Gita
"Benarkah?" tanya Laura memastikan
"Benar nona, bagaimana?" tanya Dina
"Baiklah" ucap Laura tersenyum senang "Terimakasih yaa"
"Sama sama nona"
Gita yang saat ini tidak mengemudi pun meberitahu kepada Rey tentang rencana mereka pergi ke Bandung
.
.
.
Hallo readers 😉 hari ini mau double up lagi? kalau mau tulis dikomentar yaaa😉 aku juga tunggu Like Vote nyaa
Terimakasih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Nita Kelung
Pantasan waktu iti Laura di usir, ternyata anak tiri
2025-03-28
0
ira
kan benar dugaanku klo Bu Mayang itu ibu tirinya Laura, kasian ayahnya Laura d tinggal sendirian pas lagi sakit sampe meninggal jg dlm keadaan sendirian d rmh sabar ya laura
2024-04-19
3
Nurzaedah
aku GK bisa berkata kata sangat sedih dan terharu..
2023-06-18
0