"Terima kasih ya Kak udah nganterin Yuna pulang" ucap Yuna saat tiba di rumahnya.Kenzi ketua Osis yang di sukainya ternyata kakak teman sekelas Yuna.
"Sama-sama" balas Kenzi.
"Gak masuk dulu Kak?" tanya Yuna.
"Lain kali aja ya,lagian ini udah sore dan kakak juga mau latihan basket" tolak Kenzi dengan halus.
"Oh ya udah,hati-hati di jalan" pesan Yuna.
Kenzi mengangguk lalu pergi mengendarai motornya.
Yuna masuk ke rumah sambil melompat-lompat kegirangan,senyum manis menghiasi bibirnya.
"Anak Ayah kesambet dimana nih,lompat-lompat kayak kelinci sambil senyum-senyum kayak orang gak waras saja" kata Edo yang sedang duduk di teras sambil membaca koran.
"Astaga Ayah bikin kaget aja,untung jantuk Kakak gak copot.Sejak kapan Ayah duduk di situ?" tanya Yuna sambil memegangi dadanya.
"Sejak kamu dan cowokmu yang tadi datang" jawab Edo santai.
"Itu bukan cowok Yuna Ayah,itu kakaknya temen Yuna" kata Yuna.
"Siapa?" tanya Yura sambil membawa kopi untuk Edo.
"Kak Kenzi" jawab Yuna yang langsung berlari masuk ke rumahnya.
"Cieee...yang di anterin pulang sama cowok idaman" ledek Yura.
"Adek gak boleh gitu ah,nanti tu beruang bisa ngambek" tegur Edo.
"Ayah anak sendiri di bilang beruang,nenek Ayah bilang singa,Bunda ayah bilang apa?" tanya Yura.
"Bidadari" jawab Edo.
"Kalo Adek?" tanya Yura lagi.
"Putri tidur" jawab Edo.
"Wah Ayah memang hebat" puji Yura.
"Siapa Gema?" tanya Edo sambil memandang wajah putrinya.
"Gema siapa maksud Ayah?" Yura mendadak lupa ingatan.
"Udah jujur aja gak usah sok amnesia gitu,Ayah tadi baca pesan yang masuk saat Adek tidur dan itu dari Gema" ujar Edo.
"Itu temen Yura Ayah" jawab Yura.
"Temen sekolah?" tanya Edo.
Yura menggelengkan kepalanya.
"Berandalan?" tanya Edo lagi.
"Ayah...gak mungkin lah Yura temenan ama berandalan" jawab Yura.
"Trus siapa dong,temen sekolah bukan,berandalan bukan" ujar Edo.
"Dia kakaknya Raisa Ayah" jawab Yura.
"Masih sekolah,kuliah atau sudah kerja?" cecar Edo.
"Sudah kerja" jawab Yura.
"Sudah dewasa?" tanya Edo lagi dan lagi-l…
Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
Kesedihan Yura
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 227 Episodes
Comments
Jasir Jasir
aku suka sikap edo terhadsp anak anak nya
2021-12-11
1
Ardan Enggar
lhoooo om kok tidur di Banjar ini....
aduhhhh aje gile ni othor nya bikin penasaran baca lanjutan.
pak su cucian tolong gosok dlu ya
2021-11-01
1
Indri Syahdhan
edo emg papah yg hebat bisa merangkul anak" nya
2021-10-11
1