Rere mengikuti Edo menuju kamar Revan yang mulai malam ini akan menjadi kamarnya juga.
Ceklek...
Edo membukakan pintu dan mempersilahkan Rere masuk,lalu pergi dari sana.
Revan duduk di atas kasurnya sambil minum susu dari dotnya.dia sudah memakai baju tidurnya.
"Ini jam tidur siang Tuan Revan Nona",kata Mika pada Rere.
"Panggil Rere saja Mbak",kata Rere.
"Baiklah Re,kalo begitu panggil aku Mika.sepertinya usia kita tidak jauh beda.
"Mommy cini,ayo kita bobok",
"Baiklah sayang",Rere mendekati Revan dan ikut merebahkan tubuhnya di samping Revan.
"Akan saya siapkan makan siangmu Re,setelah Revan tidur turunlah ke bawah.nanti akan saya jelaskan apa saja tentang Revan",ujar Mika .
"Terima kasih Mika"
Nika keluar dari kamar Revan.Sementara Rere tidak kuasa menahan kantuknya,ia pun ikut terlelap di samping Revan.Karena lelah setelah melakukan perjalanan dari kampungnya tadi pagi.
Di ruang kerjanya Elang mengamati kamar tidur anaknya melalui cctv yang terhubung langsung ke ponsel pintar miliknya.Ada rasa sedih juga terharu di hatinya melihat anak semata wayangnya tidur memeluk baby sitternya yang baru.Biasanya Revan tidur tanpa memeluk Mika,padahal Mika bersama Revan sejak Revan lahir.Tapi kini Revan memeluk Rere dengan erat,seolah takut Rere akan pergi meninggalkannya.
"Edo,cari info lengkap tentang gadis itu",pinta Elang pada Edo.
"Baik bos",jawab Edo.
"Sepertinya akan ada kisah baru",gumam Edo sambil memainkan game di ponselnya.
"Aku hanya berjaga-jaga saja,jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan dan dia kabur, kita bisa dengan mudah mencarinya",jawab Elang.
"Terserah kamu saja lah,aku pamit dulu.Besok aku serahkan infonya di kantor",Edo keluar dari ruang kerja Elang.
Elang juga keluar dari ruangan kerjanya melangkah menuju kamarnya,lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Selesai mandi dia duduk di sofa,di sandarkan tubuhnya sambil menatap ke langit-langit kamarnya.Sesekali iya menghembuskan nafas kasarnya.Di pejamkan matanya sesaat,lelah melanda hati.
Tok...tok...tok...
Suara ketukan di pintu kamar Elang.
"Siapa"
"Rita Tuan"
"Masuk,ada apa?"
"Makan malam sudah siap Tuan"
"Baiklah. oya Rita apa Revan sudah turun"
"Sudah Tuan,Tuan Kecil sudah menunggu di meja makan bersama Rere"
Mata Elang menatap Rita dengan tajam.
"Ups..."Rita menutup mulutnya.
"Sepertinya aku salah bicara"gumam Rita dalam hati.Dia membungkukkan tubuhnya lalu undur diri dari kamar Elang.
"Kenapa aku seolah tidak terima Rita menyebut nama gadis itu tanpa sebutan Nona", Elang pun bingung dengan sikapnya
Sepertinya Rere sudah mencairkan gunung es di hati Elang sejak pertama mereka bertemu,tapi Elang belum menyadarinya.
Suasana di meja makan cukup hening ,tanpa seorang pun yang berani membuka suara.Sesekali Elang melirik ke arah Rere yang sedang menyuapi Revan makan.
"Baru kali ini aku melihat Revan makan tanpa membantah dan rewel.Biasanya dia selalu merengek dan banyak drama",gumam Elang dalam hati.
"Apa selama ini aku terlalu egois,aku pikir kasih sayangku sudah cukup untuk Revan,tapi ternyata aku salah,apapun akan Daddy lakukan untuk membuatmu bahagia nak",ada rasa haru di hati Elang saat melihat Rere memperlakukan Revan dengan lembut.
"Maafkan Daddy nak",Elang berkata dalam hati
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 227 Episodes
Comments
Dwi setya Iriana
harus ya elang buka kbali hati hati demi kebaikan revan.
2022-02-27
1
Lovely
Daddy hebat 👍👍👍
2022-02-17
1
💞🍀ᴮᵁᴺᴰᴬRiyura🌾🏘⃝Aⁿᵘ
baru mampir
2022-01-14
2