Mia tengah duduk sendiri di taman rumah sakit daerah. Memandang gelapnya langit malam tanpa adanya bintang. Sekarang tengah musim hujan, maklumlah tak nampak satu pun bintang yang bersinar karena tertutup oleh awan mendung.
Rasanya begitu pengap berada terus menerus didalam ruangan untuk menunggu adiknya yang tengah terbaring lemah karena terkena typus. Karenanya, Mia meminta izin pada Ayahnya untuk bergiliran menjaga adiknya, sedangkan Mia sendiri bilang dirinya ingin jalan-jalan keliling rumah sakit.
"Haissttt, dibilangin jangan makan pedas masih aja ngeyel. Sekarang sakit jadi bikin repot kan, dasar adik~" Kata Mia sedikit berdeham.
Angin mulai bertiup lirih, sedikit menggigil tubuh Mia padahal itu hanya angin tipis. Mia mulai bergumam, menyanyikan sebuah lagu kecil sambil mengayunkan kakinya yang masih menggantung karena duduk diatas kursi yg cukup tinggi.
Tak berselang lama, Mia mendapati seorang anak kecil seusia adiknya (kurang lebih 5 tahunan) mengintip dari pintu masuk rumah sakit. Mia hanya tersenyum, tapi bukannya dibalas, anak kecil itu malah terlihat takut dan langsung kembali menyelipkan kepalanya.
'Dikira aku hantu?' pikir Mia sedikit merasa geli.
Mia pun melangkah mendekati anak kecil itu. Dia dapati anak kecil itu tengah berjongkok di sudut ruangan. Mia melihat-lihat ke sekeliling ruangan, terlihat sama persis dengan resepsionis rumah sakit itu.
'Perasaan taman RS ditengah deh, kok malah balik ke ruang resepsionis pintu depan RS sih? Ah, bodok lah' Mia mengangkat bahu dan kembali memandang si anak kecil.
"Dedek imut, kok sendirian? Orang tua kamu mana?Nyasar ya?" Tanya Mia sembari ikut berjongkok.
Anak kecil itu masih menenggelamkan wajahnya di kedua lipatan tangannya dan hanya menggelengkan kepala guna menjawab pertanyaan Mia.
"Enggak? Atau bukan?" Tanya Mia lagi.
Bukannya menjawab, anak kecil itu malah terisak dan membuat Mia agak terperanggah.
"Eh kok nangis? Kakak bantu cariin orang tua kamu deh. Nih, kakak ada permen lolipop, dedek jangan nangis lagi ya" Bujuk Mia.
Anak kecil itu akhirnya memandang Mia, kemudian meraih permen lolipop yang disodorkan padanya. Mia kembali tersenyum, meraih tangan anak kecil itu sembari mengajaknya berkeliling guna mencari orang tua anak kecil itu.
Selama mengelilingi rumah sakit sambil menggandeng anak kecil itu, Mia merasa agak sedikit ganjal dengan lingkungan rumah sakit. Disamping itu, Mia juga merasa aneh mengenai genggaman anak kecil itu yang terasa lemah dan kulitnya juga agak dingin.
"Kok dari tadi balik ke resepsionis terus ya? Apa aku ngantuk jadinya cuma muter ditempat doang? Dedek imut, capek gak? Mau kakak gendong? Gimana ya, dari tadi belum ketemu orang tua kamu. Jangankan orang tua, setan pun disini g ada yang nongol, sumpah sepi banget" Gerutu Mia dengan kesal, sedangkan anak kecil itu sedari tadi hanya memainkan permen lolipop yang dia pegang.
"Dedek imut ngomong dong, dari tadi kakak ngoceh sendiri. Bingung nih" Kata Mia cemberut.
"Ruang satpam" Ucap anak kecil itu lirih.
"Hah? Dedek imut bilang apa?"
"Ruang satpam" Ucap anak kecil itu mengulang perkataannya sambil menunjuk satu ruangan yang tak lain adalah ruang satpam.
"Eh bener juga ya, kenapa gak kepikiran minta tolong sama Pak satpam aja coba. Duhh, dedek imut pinter deh"
Dengan gembira Mia melangkah menuju ruang satpam sembari mengayunkan tangannya yang menggandeng anak kecil itu. Tanpa berfikir panjang, Mia langsung membuka pintu dan didapatinya ruang yg kosong dan gelap.
Genggaman Mia terlepas dan membuat Mia terkejut, pintu tiba-tiba tertutup dan Mia tak bisa melihat apapun diruangan itu.
"Dedek imut! Kamu dimana?!" Teriak Mia agak panik.
Secara tak terduga pintu ruangan kembali terbuka. Ada seorang lelaki dewasa yang berdiri diambang pintu. Seketika Mia berlari dan langsung memeluk lelaki itu yang tak lain adalah Ayahnya sendiri.
"Kamu ayah cari kemana-mana kenapa gak ada?! Malah main di ruang UGD! Gimana caramu masuk?! Dapat kunci dari mana?! Untung ayah tadi denger suara kamu dari luar!" Tukas Ayah Mia terdengar khawatir.
"Ruang UGD? Bukannya..."
Mia menengok keatas label ruangan dan memanglah benar itu ruang UGD, bukan ruang satpam yang dia masuki bersama anak kecil itu.
"Gimana bisa? Oh iya, dedek imut mana?!" Tanya Mia mulai linglung.
"Gak ada orang lain selain kamu diarea sini, nak. Udah, kita balik lagi ke ruang adek kamu, takut dicariin kalo dia bangun entar"