" My last Love "
Namaku Andi , Aku mempunyai teman kecil , dia sahabatku yang bernama Bunga , sejak kecil aku selalu bersama dia , ketika SMP entah kenapa aku mulai menyukainya , cinta itu tumbuh di hatiku , tapi aku tak pernah berani mengungkapnya , kini aku sudah kelas 3 smp , aku tidak bisa lagi menahan perasaanku , aku memberanikan diri untuk menyatakan cintaku padanya , tapi semuanya tak sesuai dngan keinginanku , aku ditolak dia hanya menganggapku teman nya dan tidak lebih , tapi aku tak menyerah , berbagai cara ku lakukan untuk menarik perhatian nya , setiap saat aku selalu ada untuknya ,, tapi semuanya sia-sia , cintaku bertepuk sebelah sakit , sungguh perih hati ini , tidak berhenti begitu saja , dia mulai menjauh , aku sangatlah sedih , aku terus berusaha untuk selalu menanyakan kabarnya , hari berganti bulan , dan bulan berganti tahun , perasaan ini tidak pernah pudar padanya , aku selalu menantinya , menanti dia membuka gerbang hatinya untuk ku , tidak terasa sudah 7 tahun aku menunggunya , kini aku telah lulus kuliah , aku berniat menembaknya sekaligus mengajaknya menikah , semuanya aku persiapkan , sebuah cincin bermata berlian , seikat bunga serta sebuah coklat kesukaan nya , hari itu sengaja ku bangun pagi untuk bersiap" , jam sudah menunjukan pukul 07:00 , aku memacu motorku ke rumahnya , tapi .... Pemandangan yang sangat menyakitkan ada di dpan mataku , aku melihatnya bersama seorang laki-laki , samar-samar ku mendengar pembicaraan mereka , hatiku hancur , remuk , dan sakit bak tersayat sembilu , lelaki itu melamar bunga dan bungapun menerimanya aku tak punya harapan , cintaku hancur , aku kembali kerumahku dngan perasaan yang kacau balau , tidak semangat , bahkan terlintas di fikiranku untuk bunuh diri , tapi aku urung melakukan nya , bagaimana nasib ayahku nanti , dia sudah renta dan sakit"an , sejak saat itu aku bertekad untuk tetap menunggu bunga , setiap malam aku berdoa agar pernikahan itu batal , tapi doa tinggallah doa , jumat 6 november 2008 , bunga mengirim undangan pernikahan nya padaku , 1 minggu lagi pernikahan nya hatiku sungguh hancur , ingin rasanya untuk tidak menghadiri acara itu , tapi aku tak boleh begini seminggu kemudian aku menghadiri pesta perkawinan nya , semua teman"ku juga ada disana , berbeda dngan teman"ku yang bhagia , aku justru menangis dalam hati , detik terasa lama , ingin rasanya cepat" melangkahkan kaki ini pergi 00:00 acara selesai , aku pamit dan pulang , aku berhenti di sebuah kafe , memesan minuman aku mabuk semalaman , dunia ini sudah berahir bagiku , aku juga sempat berjanji tidak akan mencintai wanita lagi selamanya , 2 bulan berlalu , aku ditelfon oleh keluargaku di kampung , q disuruh pulang ada sesuatu yang harus dibicarakan dan itu sangatlah penting kampung tidak berubah , yang berubah hanyalah kamar ayahku yang seperti rumah sakit yang berbau obat , ayah terbaring di tempat tidur , dia tersenyum memandangku , dia menyapaku , dia memeluk ku , ibuku meninggal ketika aku dilahirkan , dan ayahlah yang merawatku seorang diri , dia tidak mau menikah lagi , semua keluarga berkumpul dan ayah memulai pembicaraan.
Ayah : andi ada hal yang ingin ayah bicarakan dengan mu
Andi : iya ayah
Ayah : andi sejak kamu berada di kandungan , ibu dan ayah sudah menjodohkan mu dngan anak sahabat kami , kini umurmu sudah 28 tahun , dan sudah waktunya kamu menikah , jadi ayah akan menikahkan mu dngan dia
Andi : tidak ayah , aku tidak mau menikah dngan orang yang gak ku kenal , dan tidak ku cinta " PYAR "( ayah menamparku , aku heran , ayah yang tidak kuat berdiri kini berdiri dngan mata melotot walaupun kmudian dia terjatuh )
Ayah : ayah sudah merawatmu dri kecil , ini juga wasiat terahir ibumu , ayah mohon di , cuma ini permintaan terahir ayah
Andi : ( aku terharu , mungkin sudah saatnya aku berbakti ) iya ayah aku mau , semua persiapan sudah disiapkan , hari jumat 20 mei 2009 pernikahanku di gelar , aku duduk di dpan penghulu , di sampingku duduk seorang wanita cantik , dia bulan calon istriku , ijab qabul berjalan lancar , ayah terlihat senang , sesuai adat setiap pengantin yang baru menikah maka sang suami harus mencium kening istrinya , akupun terpaksa mencium bulan , hatiku sakit entah kenpa perasaan ini muncul , perasaan benciku terhadap bulan seminggu setelah pernikahan ayahku bertambah kritis , aku menangis sejadi-jadinya , bulan terus menemaniku di rumah sakit , malam itu ayah berpesan padaku " nak , ayah minta tolong , jaga bulan , cintai dia , dialah tulang rusukmu , berjanjilah pada ayah untuk selalu menjaganya " , aku menangis " iya ayah aku janji " , setelah mendengar itu ayah memejamkan matanya , dan dia tidak lagi membukanya , ayah telah tiada , satu"nya orang yang ku punya kini telah tiada , dan entah kenapa aku justru marah dan semakin membenci bulan sekarang aku dan bulan pulang ke rumah kami berdua , hadiah dari ayah bulan , bulan anak dari orang kaya , orang tuanya adalah teman sejak kecil orang tuaku bukan anak dari orang kaya , orang tuanya adalah teman sejak kecil orang tuaku bulan adalah orang kaya , dulu ketika aku masih berada di kandungan kami sudah di jodohkan , selisihku dngan bulan hanyalah 2 bulan kami menjalani kehidupan rumah tangga kami berdua secara sederhana , kini aku bekerja di sebuah kantor swasta , smentara bulan bekerja di kantor ayahnya sebagai manager , hal yang menambah kebencian padanya , sesibuk apapun dia , dia tidak pernah lupa akan kewajibanya sebagai seorang istri , membangunkanku ketika pagi hari , mengajak ku berolah raga , serta membuat air hangat untuk ku mandi ketika pulang kerja tapi semua itu tidak sdikitpun mengikis kebencianku padanya , 8 bulan sudah usia pernikahan kami , tapi aku belum pernah sekali saja menyentuhnya , aku tidak mencintainya dan aku tak melakukan hubungan itu dengan orang yang sangat ku benci , bulan selalu melakukan hal" yang membuat ku jengkel , memencet hidungku hanya untuk membangunkan ku , menciumku secara tiba" serta memeluk ku dari belakang semua hal itu sangat tidak ku suka , hampir setiap hari aku marah" padanya , tapi dia tidak pernah menganggap kemarahanku ini serius , dia hanya tertawa ketika aku marahin , sambil memegang pipiku dia berkata " ayah jangan marah terus , nanti cepat tua " dibarengi sebuah tawa yang sangat keras hampir setiap hari kami menjalani cerita yang seperti ini , ingin rasanya aku menceraikan nya , tapi aku ingat almarhum ayahku malam itu entah kenapa terasa berbeda , aku tak mendengar suara bisik bulan , entah mengapa aku merindukan nya , tapi perasaan itu segera ku buang jauh" ternyata bulan berada di kamar mandi , dia sedang mandi , aku berjalan ke pintu kamar mandi , aku berteriak padanya " bulan cepetan , aku udah ngantuk mau tidur "
Bulan : hahaha apa hubungan nya dngan ku yah , ayah tidur aja duluan aku mau mandi , gerah ,
Andi : aku tak bisa berkata" lg , malu rasanya jika aku mengaku merindukan suara bisiknya , aku berjalan menuju kamar aku berbaring di tempat tidur , 5 menit kemudian bulan masuk , malam itu dia terlihat cantik , dia masuk kamar hanya berlilitkan handuk di tubuhnya ,
Bulan : yah , aku boleh minta sesuatu andi : apa cptan aku ngantuk bulan : aku ingin malam ini tidur di pelukan mu , yah kita sudah menikah 1 tahun tapi kamu tak pernah menyentuhku , apa karena aku kurang cantik yah , yah bilang apa kekuranganku biar aku bisa merubahnya
Andi : udahlah aku cpek aku mau tidur , bulan : yah , hari demi hari ku lewati begitu saja , sampai saat inipun ku masih mengharap bunga serta membenci bulan , hari itu aku sangat jengkel , ada masalah di kantorku , aku sangat kesal , dan melampiaskan kekesalanku kepada bulan , bulan bingung , dia mencoba menenangkan hatiku
Bulan : yah yang sbar ya ,
Andi : kamu diam aja kalau gak tau
bulan : makanya ayah cerita , biar bunda tau
andi : udahlah , kamu gak kira ngerti , kamu kan bos , kamu gak kira ngerti masalah ku yg hanya bwahan , kamu juga anak pmlik perusahaan , siapa juga yg brani menegormu
bulan : astaga ayah , ayah tidak suka bunda bekerja ya ,
andi : taulah aku cpek aku mau tidur aja
bulan : bilang aja yah apa yg harus bunda perbuat sejak saat itu aku tak pernah berbicara dngan bulan ,
suatu hari ketika kantorku libur , aku heran kenpa bulan tidak berangkat bekerja
andi : bulan , kenpa gak kerja
bulan : aku udah berenti yah
andi : kenapa ?
Bulan : aku gk mau cuma gara" pekerjaan , ayah marah padaku , aku tidak mau bertengkar dngan ayah
andi : hem ( sejak saat itu rasa benciku mulai terkikis ) siang itu ponsel ku berbunyi , dan ternyata dari bulan
bulan : yah , laptopmu ketinggalan apa emang sengaja gak dibawa
andi : aku lupa , duh gmana , pdahal 2 jam lagi aku ada presentasi , kalau laptopku gak ada terus gmana
bulan : hehe ayah lucu kalo lagi bingung , tenang ayah , bunda akan anter laptop nya ayah.
aku senang sekaligus malu , senang karena ada yang akan mengantarkan laptopku , tapi malu karena ku tau bulan orang sderhana , hanya memakai baju seadanya , malas memakai make up pula , aku cuma takut jika nanti aku di ejek oleh teman sekantorku tapi itu tak terjadi , sesosok wanita cntik , berhijab menghampiriku , dia bulan , tapi dia berbeda , dia dandan apakah ini .
andi : makasih ya , kok tumben dandan
bulan : gak papa kok yah , aku cuma tidak mau ayah malu karena aku.
ya tuhan , betapa baiknya wanita ini , rasa benciku mulai terkikis banyak , dan benih cinta mulai muncul di hatiku tapi meskipun begitu , aku masih malu untuk mengakuinya jika rasa cintaku mulai tumbuh padanya , aku tetap berusah cuek dan acuh tapi tetap rindu dan memikirkan nya , 1 hal yang sangat ku suka darinya ialah ketika dia berekspresi seolah" lagi ngambek setiap malam , ingin rasanya memeluknya tapi aku malu dan tidak berani , di tengah malam ketika dia terlelap aku mencuri" mencium kening.a dan pipinya , hehehe hari itu entah kenpa aku sangat kesal , aku tidak tau kekesalanku itu karena apa , seperti biasa dia berusaha menghiburku dengan candaan" khasnya , ( sampai sekarang pun aku belum pernah menyentuhnya ) aku marah" seharian , aku ingin sekali marah padanya , hanya untuk mendpat perhatian nya , aku marah hanya karena hal sepele.
andi : aku kan udah bilang , aku gak suka udang kenapa malah masak udang
bulan : maaf yah , aku sudah lama tidak makan udang , aku suka udang ,
andi : yaudah makan aja semua udang itu , aku gmw makan
bulan : duh ayah kok gto , maafkan bunda napa ayah , ayah mau apa biar bunda masakin
andi : udah gak usah , mulai sekarang gak usah ngurusin aku , aku gak btuh kamu.
bulan hanya menangis, baru pertama kali ini aku melihatnya menangis , biasanya dia tak pernah menganggap serius kemarahanku , tapi kenpa sekarang dia menangis , apakah kemarahan ku sangat keterlaluan , caraku salah , aku berniat mendpat perhatian nya tapi malah dia menangis, sudah 3 hari dia tidak berbicara padaku , aku kesepian , tapi meskipun dia tidak berbicara padaku , dia tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang istri , membuat masakan , meski dia tdak lg memanggil ku ketika mau makan , dia hanya mengrim pesan via ponsel , ketika mengingatkan hal" yg sering aku lupakan , mandi , sarapan sampai tgas kantor , dia slalu mengingatkan aku , hari itu aku pulang pagi dari kantor , aku berniat membawakan bunga dan meminta maaf padanya , ketika membuka pintu rumah aku tidak menemukan nya , aku terus mencarinya ke semua sudut ruangan , tapi aku tak kunjung menemukan nya , aku hanya menemukan sebuah kertas di atas meja kamarku " ayah , bunda pulang kampung , adik bunda akan menikah , bunda tau , jika ayah tidak akan mau menemani bunda , jaga diri baik" jaga pola makan , dan tidurnya , maaf ya yah bunda sudah cuekin ayah , ingin rasanya ayah menemui bunda dan meminta maaf kepada bunda , tapi ternyata tidak , maaf ya yah , 1 minggu lagi bunda pulang " aku sangat kesepian , tapi egoku terlalu besar untuk mengakui kerinduanku , kini aku sadar bhawa aku tak bisa hdup tanpanya , aku pun memberanikan diri menyusul ke rumahnya semua keluarga tampak senang , kecuali bulan yang terlhat heran , mertuaku bertanya bgaimana dngan pekerjaanku, aku hanya menjawb aku sudah ijin , dan bgaimana mungkin aku tega membiarkan istriku tercinta sendrian di pesta yg mewah ini , semua keluarga menyoraki kami , mereka tampak bhagia ,beda dngan istriku yg tampak keheranan , 1 minggu berlalu ,kami pun pulang ke rumah , setibanya di rumah aku meminta dbuatin udang ke istriku.
bulan : katanaya , ayah gk suka udang
andi : aku cuma bhong , q wakt it pngen.a kmu perhtiin aku , tpi kenyataan nya malah marah
bulan : dih ayah , kayak anak kecil aja , malam minggu , tepat di ulang tahun pernikahan kami yang ke 3 , aku memtuskan untuk menyentuhnya , tapi aku mau memberinya kejutan
andi : bulan sana mandi terus tidur , kamu udah bau apek
bulan : hehehe iya ayah.
kami kemudian berbaring di tempat tidur , dari sorotan matanya , q tau dia ingin sekali ku peluk , tapi dia tdak berani memintanya , karna dia tau aku pasti menolaknya , ketika dia mulai terlelap , aku mencium nya " bunda maafkan ayah ya " ini pertama kalinya q memanggilnya bunda , karna biasanya q meanggil dngan namanya " maafkan ayah yang telah menyia"kan bunda , ayah syank bunda , ayah cinta bunda , ayah pengen punya anak dari bunda , )
bulan : " meneteskan air mata " ayah kmana aja , bunda juga sayang ayah , bunda cinta ayah , bunda slma ini sbar dmi ayah , makasih ya ayah.
malam itu aku pertama kali menyentuhnya , semalaman kami berpacu dngan khangatan cinta sejati , ke esokan harinya ketika q bngun , q dkejudkan dngan dia yg sudah tidak ada di sampingku , entah knpa ku sngat tkut dia pergi , ketika hendak keluar kamar , bulan sudah ada di dpan pintu
bulan : ayah mau kmana
andi : ayah mau cri bunda , ayah takud khlangan bunda,
bulan : hehe gk kok yah bunda gk akan ninggalin bunda , sejak itu , kami hdup bhagia , aku baru tau jika dulu ketka di jodohkan bulan ternyata sudah punya kekasih , tpi dia memtuskan nya hanya dmi aku dan ayahku , sungguh bidadari yg sempurna dan aku sngat bruntung memlikinya .
END
cinta tidak datang bgtu saja , cinta datang karena kenyamanan , cinta bkan dari mata tapi dari hati , percyalah stiap manusia pasti akan bertmu dngan cinta sjatinya. Ketika waktunya tepat cerita ini ku persembahkan buat mereka yang belum bisa move on.