Seorang gadis berjalan dengan postur tubuh yang gemulai, sesekali ia mengibaskan rambutnya tidak memperdulikan tatapan lapar para siswa laki-laki disana.
"Kim taehyung masuk..."
"Aaaa akhirnya cogan disini nambah lagi!"
"Demi apa Kim taehyung berangkat sekolah?"
"sumpah gak sabar liat dia!"
"yuk yuk ke lapangan basket..."
Tangan Kim y/n menahan salah satu lengan siswi yang daritadi heboh. "Itu dilapangan ribut-ribut apa ya?"
"Kim taehyung masuk sekolah lagi setelah masa pengasingan!" ucap siswi itu langsung kembali berlari.
"Demi apa!" y/n berlari melawan arah menuju lantai atas dimana kelas sang pacar berada. "jangan sampai jungkook tau"
Sesampainya dikelas yang dituju, y/n sedikit mengintip dari jendela dimana Jungkook sedang duduk dipojok kelas beserta teman-temannya.
"y/n tuh..." ujar jimin kepada Jungkook setelah melihat seorang gadis mengintai dari jendela kelas.
"enaknya punya pacar..." celetuk J-hope sembari merentakan tangannya lalu memeluk diri sendiri.
"enaklah...bisa peluk-peluk, bisa makan bareng, bisa manja-manjaan, bisa kiss-kiss panas" sambung jimin mulai ngawur.
Jungkook terkekeh ringan, pikiran jimin memang kadang bertreveling. "peluk-peluk iya...makan bareng iya....manja-manjaan mungkin...kiss-kiss sama sekali belum"
"serius belum?" tanya seokjin yang sedang sibuk memakan tteobokki.
"emang harus banget gitu?" tanya Jungkook sedikit tak tertarik.
"harus!" serkas jimin memukul meja lumayan kencang.
"Ck..." decak Suga yang baru saja hendak menidurkan diri. "udah sana samperin y/n...pacar apaan yang ngebiarin ceweknya nunggu sendiri didepan kelas"
Jungkook mengangguk lalu berdiri dan melangkah menuju ambang pintu. dari dalam kelas teman-temannya menggoda dengan cara bersiul-siul nyarig.
y/n langsung mendekat ketika Jungkook keluar kelas. ia memegang ujung kemeja putih Jungkook yang sedikit keluar-keluaran. respon yang Jungkook berikan hanya sebuah usapan lembut dipucuk kepala sang pacar.
"Kenapa?" tanya Jungkook.
"Aku---aku mau ngomong sesuatu" ujar y/n sedikit gugup.
"nee...sesuatu apa?"
"Aku sayang kamu"
"aku tau..." ujar Jungkook.
"kamu bukan tipe pencemburu kan?" tanya y/n
"kim taehyung masuk sekolah...itukan yang kamu mau bilang ke aku?" tebak Jungkook.
mata y/n melotot seketika. "kok kamu tau?"
Jungkook merogoh saku celana mengeluarkan ponsel lalu mengotak-atiknya sejenak. setelah menemukan apa yang ia cari, Jungkook menyodorkan ponselnya pada y/n.
Kim taehyung : besok gue sekolah...jaga y/n baik-baik sebelum gue yang ambil alih.
"aaaiishhhh!" decak y/n membaca pesan singkat itu.
"Dia memang tipe cowok yang suka tantangan" ujar y/n lagi.
"Kamu tenang aja...aku pasti bakal jaga kamu...taehyung nggak akan bisa rebut kamu dari aku" ujar Jungkook mengelus bahu gadis itu.
"berangkat sekolah bareng, istirahat bareng, pulang bareng, oke?" tanya y/n.
"nee..." jawab Jungkook pasrah.
*******
Y/n tersentak saat seseorang menggebrak loker disampingnya. mata pelajaran olahraga sudah dimulai, maka dari itu y/n baru saja mengganti pakaiannya dan menyimpan diloker.
"Apa kabareu?" tanya taehyung menyandar pada loker sebelah.
"Dua bulan nggak ketemu, kamu makin sombong ya?" ujar taehyung lagi.
"mending kamu balik ke kelas sana...belajar yang rajin biar nggak kena skors lagi" balas y/n dengan nada ketus.
"masih marah soal waktu itu?" tanya taehyung.
"kamu bikin Jungkook operasi dibagian tulang ekornya, jelas aku masih marah!" tegas y/n.
"Siapa suruh kamu putusin aku demi dia" ujar taehyung.
"kita ini nggak bisa sama-sama lagi kim taehyung...paham?" tanya y/n.
dengan polos taehyung menggeleng. "pulang bareng yuk?"
"nggak"
"makan siang bareng?"
"nggak"
"main basket bareng?"
"nggak"
"main playstation bareng?"
"nggak..nggak..nggak!" ujar y/n geram. ia menatap taehyung sinis. "aku udah punya pacar..jangan ganggu aku lagi"
taehyung mengangguk paham. "Aku mau main sama bunny....nanti sore aku ke rumah kamu...kamu bisa larang aku soal perasaan tapi kamu nggak bisa larang aku ketemu sama hewan peliharaan kita"
Kim y/n menatap punggung taehyung yang mulai menjauh. ia meruntuki dirinya sendiri kenapa meminta beli hewan peliharaan pada kim taehyung saat masih menjadi pacarnya.
********
Suara kebisingan terjadi dalam rumah mewah itu. rumah yang berdekorasi glamour itu sepi, namun saat ini sedang terjadi percekcokan sepasang suami istri.
Seorang remaja laki-laki yang baru saja pulang sekolah langsung membanting tasnya sembarang arah. sudah dua tahun ia mengaksikan peristiwa ini.
"Kita bisa cerai sekarang!" ujar perempuan berumur 42 itu.
"Jungkook tetap tinggal disini..." jawab pria berumur 48 yang masih stay dengan sikap wibawanya.
"Aku eommanya, aku berhak bawa Jungkook pergi"
"Aku yang membiayai seluruh kebutuhan dia...jadi aku mempunyai hak yang lebih besar disini"
Jungkook memperhatikan Taehyung yang turun dari lantai atas dengan wajah datar tak berekspresi. pria itu berjalan dan berhenti ditengah-tengah keributan tersebut.
"eomma, abeoji, keputusan taehyung kembali ke rumah ini kayaknya salah...hidup sendirian itu lebih tenang" ujar Taehyung memperhatikan Jungkook yang berdiri diambang pintu utama.
"Eomma, walaupun eomma bukan eomma kandung taehyung...tapi taehyung udah anggap eomma seperti eomma kandung...tapi..." taehyung menatap kedua orang tuanya bergantian. "kenapa disaat kalian berdua berniat bercerai, selalu jungkook yang menjadi objeknya?"
"kim taehyung, bukan itu yang eomma maksud..." ujar wanita paruh baya itu merasa bersalah.
"abeoji..." taehyung memandang sang ayah dalam. "apa karena eomma kandung taehyung pergi, taehyung sendiri juga harus pergi?"
"Ya kim taehyung" panggil Jungkook berjalan mendekati mereka.
"Jungkookie" ujar sang ibu memegang lengan Jungkook. "kamu mau kan ikut eomma?"
"tetap disini sama abeoji..." titah sang ayah.
taehyung tertawa miris lalu berjalan cepat keluar rumah lalu memilih mobil dan mengendarainya diatas kecepatan rata-rata.
didalam rumah Jungkook berdecih keras. "eomma sama ebeoji itu sama aja....nggak ada yang pantes jungkook pilih"
*********
kim y/n baru saja berbelaja kebutuhan dapur di supermarket terdekat. karena jaraknya tidak terlalu jauh makannya ia memilih untuk jalan kaki. tak sengaja matanya menangkap seseorang yang sedang duduk dibangku halte bus.
"Kim taehyung?" panggilnya membuat Taehyung mendongak. "kamu baik-baik aja?"
Taehyung membuang pandangannya asal. "Hm"
"Tapi kayaknya kamu---"
"Kamu abis darimana?" sela Taehyung mengubah ekspresinya menjadi ceria.
"ha? eummm, aku abis dari supermarket..." jawab y/n menunjukan barang belanjaannya.
"Beli makanannya si bunny?" tanya taehyung.
"Bukan cuma makanan si bunny sih..." jawab y/n.
"Disekolah kamu jutek, kenapa diluar sekolah kamu lumayan ramah?" tanya taehyung.
"ha? ramah? eummm, masa sih?" ujar y/n gugup.
taehyung menghela napasnya berat. "apa aku harus menyedihkan dulu biar dapat simpati dari kamu?"
"Aku...pulang dulu" pamit y/n segera pergi meninggalkan halte bus.
dari tempat duduknya taehyung tersenyum kecil. setidaknya 20 persen perasaannya masih membaik dibanding 80 persen yang sudah didominasi kecewa, sedih, hancur, dan sakit hati.
**********
Jeon Jungkook : kamu dimana?
Kim Y/n : dirumah...abis dari supermarket.
Jeon Jungkook : Keluarga aku abis berantem.
Kim Y/n : Mau ketemu?
Jeon Jungkook : aku on the way.
Y/n mematikan ponselnya dengan perasaan sedih. membaca pesan Jungkook membuat perasaan y/n ikut terpukul. Jungkook selalu bercerita tentang keluarganya yang sibuk, bahkan ia sangat jarang bertemu dengan orang tuanya.
tok tok tok!
"Boleh unnie masuk?" ujar Kim Yura a.k.a sang kakak.
"masuk aja unnie!" seru y/n membuat Yura masuk. ia meletakan kue panas buatannya diatas meja lalu duduk disamping adiknya.
"Unnie buat kue lagi?" tanya y/n
"kue coklat kesukaan eomma..." jawab Yura.
"Unnie" panggil y/n.
"nee?"
"Aku lagi sedih unnie..."
"sedih kenapa? pelajaran sekolah makin susah?" tanya Yura.
"Keluara Jungkook lagi ada masalah...aku nggak tega liat dia nanti"
Kim Yura tersenyum lembut. "Yang seharusnya kamu lakukan itu buat Jungkook happy...buat dia lupain masalahnya walau sebentar...hibur dia...biar beban yang dia punya itu sedikit ringan"
Tring!
Jeon Jungkook : aku didepan rumah.
Y/n langsung berdiri setelah membaca pesan dari Jungkook. ia mengintip dari jendela kamar memastikan bahwa pria yang tadi memberi pesan benar-benar sudah ada didepan rumah.
"Jungkook udah ada di teras...aku samperin dulu ya unnie?" pamit Y/n berlari menuju teras rumah.
Jungkook tersenyum ketika Y/n membuka pintu. namun tidak untuk gadis itu yang menyirat raut kesedihan pada wajah pacarnya.
"Mau ngobrol didalam apa diteras?" tanya y/n.
"diteras aja" ujar jungkook.
"aku buatin minum dulu ya?" tanya y/n.
"nggak usah" tolak Jungkook. "Kita langsung duduk aja"
y/n menurut, ia memposisikan duduk berhadapan dengan Jungkook yang lebih pendiam dari sebelumnya.
"Kenapa?" tanya y/n.
"eomma sama abeoji berniat cerai..."
y/n sedikit tersentak mendengarnya. "cerai?"
"Pulang sekolah aku liat eomma sama abeoji berantem diruang tengah...aku enggak tau apa masalahnya tapi mereka ngomongin soal perceraian" jelas Jungkook.
Dengan ketulusan hatinya y/n mendekat untuk memeluk tubuh jungkook. tangannya menepuk punggung jungkook beberapa kali mencoba untuj menenangkan.
"Semua pasti baik-baik aja" bisik y/n.
"kenapa kamu bisa seyakin itu?" tanya jungkook.
"karena cuma itu yang bisa kita lakuin...aku yakin semua baik-baik aja, kamu juga harus yakin semua baik-baik aja" jelas y/n.
"pacar jeon jungkook bisa dewasa juga?" celetuk jungkook mencairkan suasana.
"ck..." decak y/n melepas pelukan itu menggantinya dengan pukulan lumayan keras dipaha jungkook. "kamu ngerusak suasana deh"
**********
Pagi hari ini sangat cerah. para siswa mulai berdatangan kesekolah. dari arah gerbang kim y/n berjalan bersama teman kelasnya : Lee Yiu menuju loker untuk menaruh beberapa barang.
"Tugas matematika kamu udah semua?" tanya Yiu.
"Udah, kamu?"
Yiu mengangguk. "udah...tapi ada beberapa yang belum aku isi karena nggak tau caranya...nanti ajarin aku ya?"
"oke deh" putus y/n menuju lokernya berpisah dengan Yiu yang hendak ke toilet terlebih dahulu.
Dari ujung loker kanan dan kiri seseorang memperhatikan y/n terus menerus. baik jungkook maupun taehyung berdiam dilokernya memandang y/n yang dengan ceria dan semangat memasukan beberapa buku dan pakaian ganti kedalam loker.
Detik berikutnya ponsel taehyung dan jungkook berdering bersamaan menbuat keduanya mengotak-atik ponsel serius.
eomma : eomma dan abeoji bercerai. hari ini eomma akan pergi dari rumah. taehyung, jaga diri baik-baik...eomma berterima kasih sudah dianggap sebagai eomma kandung kamu. jungkook, maaf eomma nggak bisa ambil hak asuh kamu...kamu juga baik-baik sama abeoji ya?
eomma : eomma ada didepan sekolah...eomma harap bisa ketemu kalian berdua untuk terakhir kalinya.
Dengan cepat taehyung dan Jungkook berlari menuju gerbang sekolah. tidak peduli dengan tatapan para siswa yang menatap mereka heran.
"eomma!" seru jungkook memanggil sang ibu yang berdiri didepan gerbang sekolah.
"Jungkookie...." gumamnya memeluk jungkook lalu beralih pada taehyung. "taehyungie"
"eomma mau kemana?" tanya jungkook.
"eomma pasti kembali lima tahun lagi..."
"berapa uang yang abeoji kasih ke eomma?" tanya taehyung.
sang ibu tersenyum sembari menggeleng. "eomma nggak butuh uang abeoji nak"
"abeoji nggak kasih sepeser uang pun ke eomma?" tanya taehyung.
"eomma masih ada sisa uang...yang eomma mau kalian berdua jangan berantem lagi.."
Jungkook memandang arah lain menahan air matanya yang hendak jatuh. "eomma pergi gitu aja?"
jungkook dan taehyung tersentak saat tangan eommanya mengusap ujung kepala lembut. "eomma percaya kalian akan tumbuh besar dan sukses...jangan pernah mencampuri urusan pendidikan dengan masalah keluarga...kalian akan tetap berjalan maju"
Cup! Cup!
sang ibu mencium pipi jungkook dan taehyung bergantian. "eomma pergi."
*******
"Jeon Jungkook..." panggil y/n ketiga kalinya ketika pria itu diam saja menutup mata dibangku perpus.
"Aku ada salah apa sama kamu?" tanya y/n resah. ia memposisikan diri duduk disamping jungkook.
"Apa aku buat salah? buat kamu cemburu? buat kamu sakit hati?" tanya y/n kembali.
membuka mata, Jungkook menatap y/n dalam. bola matanya yang semula putih berubah sedikit merah berair lalu meneteskan air mata yang daritadi ia pendam.
"kamu kenapa?" tanya y/n sendu.
"Eomma pergi" ujar jungkook.
y/n terdiam membisu. "Jungkook....aku bingung harus gimana"
"kenapa eomma pergi gitu aja?" tanya jungkook dengan pikiran kosong.
"Jungkook, jangan begini" lirih y/n ikut sedih.
Tubuh Jungkook bergetar, ia menangis dalam diam sembari menunduk. dengan ragu y/n mengusap punggung sang pacar memberi ketenangan.
"Setiap pertemuan pasti ada perpisahan...dua hal itu terus beriringan jungkook....kemarin kamu ketemu sama eomma kamu, hari ini kamu berpisah sama beliau....suatu saat pasti kamu ketemu lagi dan berpisah lagi" ujar y/n.
"jadi, jangan sedih...eomma kamu pasti nggak mau liat anaknya kayak gini...kita masih muda, terluka itu hal biasa....percaya sama aku" sambung y/n.
Jungkook menaikan wajahnya memandang y/n yang tersenyum. tangan gadis itu mengusap air mata diwajah jungkook dengan telaten. inilah alasan kenapa jungkook tidak akan melepas y/n.
"Senyum!" tegas y/n mencoba untuk galak namun alhasil Jungkook malah tertawa kecil melihat wajah imutnya.
"makasih" ujar jungkook mengacak-acak rambut y/n.
"up to you!"
Jungkook semakin terkekeh. ia langsung terdiam mengingat seseorang yang sekarang pasti juga sedang sedih dalam kesendirian. walaupun bukan akan kandung, Jungkook bisa melihat raut kesedihan diwajahnya saat sang eomma pamit untuk pergi.
"Kim y/n"
"nee?" jawab y/n ketika Jungkook memanggil.
"Aku mau minta tolong sama kamu"
"minta tolong? apa?" tanya y/n.
"kamu ke rooftop...kamu ngobrol sama taehyung...hibur dia kayak kamu hibur aku tadi" titah Jungkook.
dahi y/n bergelombang bingung. "hibur? emang dia kenapa?"
Jungkook menghela napas berat. ia menggigit bibir mentralisir perasaannya. "ada hal yang belum aku kasih tau ke kamu tentang keluarga aku..."
*******
Taehyung buru-buru menghilangkan ekspresi kagetnya ketika melihat y/n yang datang membawa dua es krim ditangan kanan dan kiri. bahkan y/n menyeret bangku diujung rooftop agar bisa berhadapan dengan taehyung.
"es krim rasa coklat buat kamu..." y/n menyodorkan satu es krimnya pada taehyung.
taehyung menggeleng. "buat kamu aja"
"aku kan udah ada"
"aku lagi nggak mood" jawab taehyung.
"Nggak mood karena ditinggal seorang eomma?"
taehyung langsung menatap y/n. "kamu tau darimana?"
"saudara kamu yang kasih tau..."
"jungkook?" tanya taehyung menaikan sebelah aslinya ragu.
"siapa lagi?" jawab y/n sembari memaksa tangan taehyung memegang es krimnya sendiri. "pegang sendiri"
"aku kan udah bilang lagi nggak mood makan es krim..."
"kalo gitu kamu nggak ngehargain aku dong..." celetuk y/n membuat taehyung langsung memakan es krimnya. "kenapa kamu kesini?"
"nggak papa" singkat y/n.
keheningan melanda. taehyung memandang gedung-gendung tinggi dengan tatapan kosong. melihat itu y/n menepuk punggung taehyung beberapa kali untuk menenangkan.
"jungkook yang suruh aku datang kesini buat nenangin kamu" ujar y/n.
"aku tau" jawab taehyung.
"kamu tau?" tanya y/n.
"Kamu nggak bakal sesimpati ini ke aku tanpa suruhan dari jungkook. aku tau kamu terpaksa, maka dari itu kamu boleh pergi sekarang" jelas taehyung.
"Taehyungie"
"jangan panggil aku dengan panggilan itu" jawab Taehyung.
"kita bisa jadi teman kan?" tanya y/n.
"pilihannya cuma ada dua, pacar atau nggak kenal sama sekali....kamu udah punya jungkook yang artinya mulai hari ini kita bisa saling nggak kenal satu sama lain" ujar taehyung.
"kenapa?" tanya y/n.
Taehyung berdiri dari posisi duduk. ia menunduk menyorot y/n yang sedang menatapnya. "karena aku nggak mau punya perasaan lebih dalam lagi ke kamu....aku mau kita nggak saling kenal...aku nggak akan ganggu kamu lagi, nggak akan ketemu sama bunny lagi, kita jalani masing-masing"
"ngomong-ngomong makasih es krimnya...ternyata kamu masih ingat es krim kesukaan aku" sambung taehyung lalu berjalan meninggalkan rooftop.
**********
Keesokan harinya sekolah dibuat gempar pasalnya Kim Taehyung-pria yang populer selain jungkook disekolah ini telah menyatakan keluar. setelah beberapa hari masuk setelah masa skorsing, kim taehyung lagi-lagi menggemparkan SMA itu dengan kepindahannya ke luar negeri.
Jungkook dan y/n menatap taehyung yang berjalan menuju gerbang dari lantai atas. meskipun hubungan mereka tidak pernah baik, namun Jungkook merasakan beberapa sisi yang kehilangan.
"kamu tau soal kepindahan taehyung?" tanya y/n.
jungkook menggeleng. "semalam dia nggak pulang"
"Aku nggak mau bohong sama kamu, aku merasa kehilangan" ujar y/n.
"Makasih udah mau jujur sama aku" jawab jungkook.
"Hmmmm, siap untuk meraih masa depan?" tanya y/n.
Jungkook mengangguk. "kita akan meraih masa depan yang indah....lulus dengan nilai terbaik, kuliah di universitas ternama, jadi orang sukses, dan nikah sama kamu"
"itu gombalan?" tanya y/n.
"itu perjanjian" jawab jungkook.
itulah kisah mereka. kisah masa muda yang dengan singkat aku ceritakan. tidak ada yang berakhir dalam hidup ini. semua akan baik-baik saja.
-TAMAT-
-Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Kalian Disini-