(1)Hari Pertamaku Ke Pondok Pesantren
Namaku ialah Mutia dwi, sejak aku lulus pendidikan (SD) aku memilih untuk melanjutkan ke pondok pesantren.Karena aq mengingat aq hanya anak satu-satunya lantas siapa yang akan mendo'akan kedua orang tuaku jika bukan aku,sebab itu aku memilih untuk melanjutkan jenjang (SMP) ku ke pondok pesantren.Dengan niat ingin mempelajari lebih banyak ilmu agama yang belum aku ketahui, berusaha menjadi anak yang shalehah.dan memeperbaiki akhlakku yang kurang baik ini.
Waktupun tak kunjung lama akupun lulus dari jenjang (SD)ku,dan sudah mendaftar kan diri ke pondok pesantren tersebut,meskipun aku belum pernah sekali pun pergi ke pondokan tersebut tetapi hatiku sangatlah yakin bahwa Allah telah menakdirkan aq untuk mencari ilmu di pondok tersebut.Dan beberapa hari lagi aku akan berangkat ke pondok pesantren dengan perasaan hati yang senang.
Hari-haripun mulai berlalu dan kini saatnya aku berangkat ke pondok pesantren,dengan ayahku,aku pun sambil berpamitan dengan keluarga-keluarga ku ibu,nenek, kakek,paman,bibi,dan semua yang ada di keluarga ku saat itu.
Dan akhirnya aku pun berangkat ke pondok pesantren dengan suasana hati yang bercampur aduk antara sedih dan bahagia,di satu sisi aq seneng bisa mondok,dan di satu sisi lainnya aq sebenarnya belum ikhlas meninggalkan semua orang-orang terdekat ku,tapi aku selalu untuk bisa berusaha ikhlas.
Di setiap perjalanan aq pun sambil menikmati udara di pagi setengah siang ini,tak lama kemudian aku dan ayah pun sampai ke pondok pesantren,sampai aku tidak sadar bahwa perjalanan tadi sangatlah jauh.Aku melihat semua teman-teman ku di sana di antarkan oleh ayah dan ibunya,sedangkan aku hanya di antarkan oleh ayahku saja, sebenarnya aku juga ingin di antarkan oleh ibu,tetapi ibu tidak bisa,tetapi aku masih tetap bersyukur.aku pun sembari memindahkan tas dan barang-barangku ke kamar santri baru yang sudah di siapkan,dan ayahpun menunggu aq sambil sowan di rumah ibu nyai dan Abah.
Aku pun langsung menata semua baju-bajuku dan peralatanku semuanya,aku tidak tau kenapa setelah aku sudah sampai di pondok rasanya itu nggak enak,apa apa yang aku bayangkan tentang pondok pesantren itu ngak segampang ini,semua harus serba sendiri,serba ngantri,harus sabar,ngak boleh ngelawan sama yang udah senior,dan yang paling penting harus dijaga akhlak nya.setelah beberapa jam kemudian aku pun selesai menata baju-bajuku dan peralatanku,lalu salah satu anak memanggil ku
anak tadi : "kak?"
Mutia dwi : "siapa ya?"
anak tadi : "kenalin nama aku Naila"
Mutia dwi : " oh iya salam kenal namaku Mutia dwi
bisa di panggil Mutia...ada apa?"
Naila. : "itu kamu di cari sama ayah kamu di
sebelah ndalem(rumah kiyai)
Mutia dwi : " oh iya...makasih nai"
Naila. : " iya sama-sama Tia...cepetan gih udah
ditunggu dari tadi "
Mutia dwi : " iya ...aku tinggal dulu"
Naila. : " iya..."
aku pun langsung menemui ayah yang sudah dari tadi menungguku dari tadi.dan ayah berbicara kepadaku,karena ayah udah mau balik ke rumah.
Ayah. : "nak...ayah pamit pulang ya kamu jaga
diri baik baik di sini,apapun yang udah
jadi aturannya pondok di taati ya nak
jangan nakal-nakal disini,dan semoga
menjadi anak yang Sholeh Sholehah"
Mutia dwi : "iya ayah...makasih udah ngingetin aku
semua itu."
Ayah. : "iya nak ayah pulang dulu ya udah mau
malem."
Mutia dwi : "jika aku merindukan ayah atau ibu
bagaimana?kita kan jauh ayah."
Ayah. : "kalo kamu rindu ayah kamu lihat aja
langit biru itu bayangkan saja ayah dan
ibu selalu ada di sisi kamu."
Mutia dwi : "makasih ayah udah selalu nyemangati
n aku ketika aku sedih."
Ayah. : "yaudah ya jangan sedih...ayah balik ke
ke rumah ya... assalamualaikum."
Mutia dwi : "waalaikumsalam ayah...hati-hati di
jalan."
Ayah. : "iya nak...kamu juga jaga diri baik-baik
disini."
sambil aq mencium tangan ayah yang akan kembali kerumah, aku pun di hampiri oleh salah satu temanku yang baru saja kenal tadi,nmaanya Naila.
Naila. : "udah ayuk ke kamar kita cerita bareng-
sama temen-temen lainya."
(aku pun ikut dengan Naila)
Mutia dwi : "iya aku ikut kamu."
sesampai aku dan Naila di kamar baru ku dan teman-teman aku merasa lebih asyik karena banyak juga merasa kesedihan tetapi mereka tetap ceria karena disini tempat kita akan berjuang dan berkeluh kesah bersama tanpa orang tua.Jam dinding yang selalu berputar dan sudah menunjukkan pukul 05.00 tak lama kemudian bel makan pun berbunyi,semua santri mempersiapkan piring,sendok,dan gelasnya masing-masing,dan antri banget,setelah lama mengantri akhirnya makan juga.
Setelah semua selesai makan semua santri mengambil air wudhu secara bergantian,dan bersiap-siap untuk melaksanakan sholat magrib.Akhirnya pun kumandang magrib telah tiba semua santri akhirnya pun sholat Maghrib berjamaah sampai isya'.
Setelah isya' semua santri pun istirahat karena baru pertama masuk belum ada kegiatan apapun,setelah itu pun aq mulai berfikir kalau di pondok itu semua serba ngantri,harus sabar,sopan,sama semua orang-orang di sekitar kita.