Malam ini malam jum’at, selepas pulang sekolah aku langsung mampir bermain dirumah Acha karena ibuku menemani ayah dinas ke Purwakarta daripada dirumah aku sendirian. Pukul 20.25 aku pulang dari rumah Acha aku langsung masuk ke kamar tidak mandi dulu lalu tidur.
“Ratna, tolong tutup pintu depan.” Saat aku sudah berkelana dialam tidurku tiba-tiba ibu memanggil aku, dia meminta tolong untuk mengunci pintu utama rumah kami.
Aku melirik jam di dinding menunjukan pukul 23.25 tengah malam.
“Iyah bu.” Balasku dari dalam kamar.
Letak kamarku berada tepat menghadap keruang keluarga, disana ada televisi dan dari kamarku bisa terlihat televisinya. Sedangkan kamar ibu ada di depan dekat pintu utama.
Lalu aku berjalan keluar kamar. Saat melewati pintu kamar ibuku, ternyata ibu sudah tidur tanpa menutup pintu kamarnya. Secepat itukah ibu tidur setelah barusan terdengar dia memanggil aku untuk mengunci pintu utama? Sepertinya kalau dihitung baru 1 menit yang lalu dia memanggilku.
Aku melanjutkan langkah menuju pintu utama. Pintunya sudah terkunci namun disana kuncinya masih tergantung.
~Tek!~ Bunyi suara kunci yang aku cabut.
~Tok! Tok! TOK!~
Tiba-tiba ada suara ketukan pintu dan aku masih berdiri dibelakang pintu. Aku ragu untuk membukanya.
“Ratna ini ibu, buka pintunya...” Suara ibuku terdengar dari luar pintu, tepatnya ada diluar rumah. Seketika aku mematung.
~Tok! Tok!~
“Ratna, ibu tau kamu belum tidur. Buka pintunya, ibu pegal.” Seru ibu lagi dari luar rumah. Bayangan ibu terlihat dijendela yang tertutup tirai, gerakan ibu seperti mencari orang didalam rumah.
Aku yang takut Seketika merapat ke tembok agar tidak terlihat oleh ibu.
'Bukan kah tadi aku melihat ibu dikamar sudah tidur?.’ Batinku panik.
Saat bayangan ibu dijendel menghilang, aku memberanikan diri untuk kembali ke kamar namun tepat saat melewati kamar ibuku, aku melihat ibu masih disana sedang berbaring memunggungiku, posisinya bahkan tidak berubah.
‘Apa aku bangun kan saja yah?.’ Hatiku ragu, ini sangat membingungkan.
Aku berfikir orang yang diluar rumah itu adalah hantu. Namun aku juga takut dijika yang tertidur itu bukan ibu.
Ayah tidak bisa diandalkan, kalau menunggu ayah pulang mungkin aku harus begadang sampai pagi karena ayah sedang akan pulang dinas biasanya pagi hari.
Sialnya hanya ada aku dan ibu dirumah, kakak ku merantau untuk kuliah di luar kota.
‘Jadi aku harus bagaimana?.’ Aku kalut sekali, membayangkan hal yang barusan aku pikirkan.
‘Jadi ibuku yang mana?.’ Jantungku berdebar dengan cepat.
Kalau begini caranya aku bisa pingsan, aku takut sekali. Aku harus menelpon ayah.
~Nut... nut...nut...~
‘Ayah cepat angkatttt' Ucapku dalam hati sambil menghentakkan kakiku.
Tiba-tiba ibu yang berbaring dikasur kamarnya membalikan badannya. Dia terbangun.
“Ratna, kenapa belum tidur.” Tanya ibuku, rautnya bingung saat menatapku.
Aku tidak menjawab pertanyaan ibuku, aku takut sekali. Bagaimana jika yang aku pikirkan tadi benar.
~Tok! Tok! Tok!~
Suara ketukan pintu terdengar lagi.
“Ratna, buka pintunya, nak...” Ibuku dari luar rumah memanggil lagi.
“Ibu...” Lirihku pelan, keringat dingin bercucuran dikeningku dan nafasku tidak teratur.
“Ratna cepat tidur ini sudah malam.” Kata ibuku yang berbaring dikasur. Dia mengisyaratkan aku untuk memasuki kamar.
“Ratna, bangun. Buka pintunya.” Namun suara ibuku yang diluar rumah berbanding terbalik dengan sosok ibu yang sedang aku lihat.
“Apa ibu mendengar suara dari luar rumah Kita?.” Tanyaku pada ibu yang masih berbaring.
“Suara apa, Rat? Jangan ngawur ini sudah malan!.” Ibuku yang tadinya berbaring langsung terduduk.
“Aku serius bu, masa ibu tidak dengar?.” Tanyaku lagi sedikit ngotot saat mengatakannya.
“Rat, jangan bikin ibu takut deh...” Kata ibu, lalu dia bangkit dan mendorongku masuk ke dalam kamarku.
“Bu...” Aku menatapnya ragu.
“Sudah ya, mending kamu tidur Rat... Ibu sudah mengantuk lagi.” Ucap ibu, lalu ibu menutup pintu kamarku.
Terdengar suara ibu menutup pintu kamarnya. Karena aku masih penasaran, akhirnya aku memutuskan untuk keluar lagi melihat keadaan. Aku menunggu 15 menit
Saat aku memegang gagang pintu kamarku dan membuka sedikit pintu. Terkejutnya aku disana ada ibuku, dia berdiri didepan pintu kamarnya membelakangiku.
~Brak!~
Aku terbangun dari tidurku. Aku menyeka keringat yang membanjiri wajahku. Aku melirik jam dinding disana jarum jam menunjukan pukul 00.05. Ternyata ini hanya mimpi, sepertinya aku sudah tertidur kurang lebih 3 jam.
~Ceklek!~
Pintu kamarku terbuka. Ibuku berdiri disana dengan senyum manisnya.
“Oh ibu sudah pulang?.” Tanyaku pada ibu. Ibu yang ditanya malah diam saja sambil tersenyum.
~Drttt.. Drttt..~ Getaran ponsel disampingku mengalihkan pandanganku dari ibu.
Ibu is calling....
Setelah melihat siapa nama penelpon aku langsung kaget sekali dan tidak berani menatap kearah ibu ku yang berada didepan pintu kamarku.
“Hallo, ibu.” Kataku ketika telah menekan tombol hijau dilayar ponsel. Aku waswas sekali menunggu jawaban dari sang penelpon.
“Ratna kenapa baru angkat telpon? Dari tadi ibu menelpon mu, ibu pulang jam 6 pagi yah nak.” Jawaban dari penelpon membuat aku membeku.
Langsung saja aku melihat ke arah pintu kamarku. Tidak ada siapa-siapa dan pintunya juga tertutup.
‘Mungkin ini hanya halusinasiku saja.’ Batinku mencoba menenangkan Jantungku yang berdebar cepat itu.
Aku mencoba memejamkan mata agar kembali tertidur.
****
“Sudah jangan dipikirkan Ratna.” Kata ibu menepuk bahuku pelan.
Kami sedang sarapan pagi, ibu dan ayah pulang sekitar pukul 6 pagi dan sekarang pukul 07.35.
“Kan Ayah sudah bilang, supaya menginap dirumah Acha.” Kata ayah mengomeliku.
“Iyah ayah, lain kali Ratna menginap saja kalau ibu menemani ayah dinas.” Ucapku menyesal.
“Sudah-sudah, ibu dan ayah kan sudah pulang.” Ibu mengelus kepalaku.
‘Bahkan saat kejadian itu aku lupa kalau ibu dan ayahku tidak dirumah.’ Ucapku Dalam hati.
Hallooo, mohon maaf bila ceritanya aneh dan gaje endingnya X'(
Terima kasih,
banana'el~