Entah kenapa hampir setiap pulang sekolah cuacanya selalu mendung dan hujan.Denny termenung saat jam istirahat.Ia menyesal tidak mendengarkan ibunya untuk menyiapkan payung semalam.Karena mengerjalan PR sampai larut malam,ia ketiduran.Paginya ia tergesa-gesa dan lupa membawa payung.Denny menatap langit,matahari tampak bersinar."Semoga hari ini cerah,"ucapnya.
Sayangnya,harapan Denny tidak terwujud,siang itu hujan deras sekali.Semua temannya sudah pulang.Tinggal ia sendirian menunggu hujan reda.Ia tak ingin menelpon ibu di kantor,pasti kena marah.Ayah sedang keluar kota.Di rumah ada Bi Imah,pembantu pulang pergi,tapi beliau tidak punya ponsel."Sampai kapan hujan ini turun,ya?"keluhnya.Denny tak menyadari kalau Pak Joko si penjaga sekolah memperhatikannya dari kejauhan.
Pak Joko umurnya sudah separuh baya,meski begitu badannya masih tegap dan gagah.Setiap pagi beliau berdiri dekat gerbang sekolah dengan seragam satpamnya.Pak Joko tak banyak bicara tapi terkenal galak dan tegas.Beliau selalu tepat waktu menutup gerbang sekolah,tak peduli bila ada siswa yang terlambat.Beliau juga tegas bila diminta guru mengawasi siswa yang mendapat hukuman.Dari kepala sekolah sampai guru-guru sangat menghormati beliau,meskipun posisinya hanga seorang penjaga sekolah.Karena tak banyak bicara,pak Joko dinilai sebagai sosok misterius.Banyak sekali gosip seputar beliau,ada yang bilang pak joko punya kekuatan gaib,bisa melihat yang tak terlihat dan masih banyak lagi.
"Pak Joko kenapa melihatku terus,ya?apa beliau mau marah karena aku belum pulang?"bisik Denny dalam hati.Pak Joko berjalan kearahnya,Denny pura-pura tidak peduli.Didalam hati ia sebenarnya takut dimarahi.Sampai akhirnya Pak Joko sudah ada disebelahnya.Denny melirik sambil tersenyum kecut."Bapak pinjamkan payung ini!sebaiknya kamu cepat pulang,"kata Pak Joko sambil menyerahkan payungnya lalu berlalu pergi.Denny terkejut,"oh...terima kasih,Pak!"jawab Denny terbata.
"Denny,kok,baru pulang?ini sudah pukul 03.00 siang,"sambut Bibi Imah membuka pintu."Iya,menunggu hujan reda,"jawab Denny sambil menggantungkan payung pinjaman disamping payung Bibi Imah.Sehabis makan siang,Denny pun langsung tidur siang karena kelelahan.Bibi Imah melihat Denny yang pulas,tak jadi berpamitan dan langsung pulang.
Denny terbangun ketika mendengar suara ibu."Ayo,mandi!"kata ibu sambil menunjuk ke jam dinding.Wah!sudah pukul 17.30 sore rupanya.Saat Denny hendak mandi,ia melintas didekat gantungan payung.Ia agak kaget ketika mendapati payung Pak Joko sudah tidak ada."Ibu...lihat payung biru yang digantung disana?"tanyanya.
"Sejak pulang ibu tak melihat ada payung disana,"jawabnya.Denny terdiam,ia ingat Bibi Imah juga membawa payung jadi tak mungkin payung biru juga dibawanya.
***
"Jadi payung Pak Joko menghilang begitu saja?aneh sekali!jangan-jangan gosip selama ini benar!"kata Oki antusias.Feili yang ada disebelahnya mengangguk dengan muka serius."Kalian ini...aku baru saja cerita tapi sudah langsung ambil kesimpulan,"kata Denny geleng-geleng kepala.Selesai Denny bicara,hujan pun turun.Ketiganya melihat keluar ruang kelas.Kebetulan Pak Joko melintas dan betapa terkejutnya Denny melihatnya."Itu..itu!payung yang sama seperti yang aku pinjam kemarin!"pekiknya.Oki dan Feili ikut
. terkejut."Wah,jangan-jangan beliau punya kemampuan memindahkan benda!"kata Feili.
Saat pelajaran terakhir sebelum pulang,Denny tak bisa konsentrasi."Apa benar Pak Joko punya kekuatan seperti itu?"pikirnya.Saat pulang sekolah,Denny melihat Pak Joko di gerbang sekolah.Sebelum beliau menyadari keberadaanya,Denny berlari pergi.Denny terengah-engah karena berlari tanpa henti.Betapa terkejutnya ia melihat payung Pak Joko ada ada di teras rumah."Hua!"teriaknya.
"Kenapa,Den?"tanya Bibi Imah.Denny menunjuk payung biru tanpa bersuara."Eh,maaf,Bibi Imah kemarin pinjam payung itu karena payung Bibi Imah rusak.Kemarin Denny tidur,jadi Bibi gak bangunin,"kata Bi Imah.Denny terdiam mendengar penjelasan itu.
Malamnya Denny melamun mengamati payung Pak Joko disamping tas sekolahnya."Tapi,di sekolah tadi jelas aku tak salah lihat!payungnya sama persis!"gumamnya.Kini ia jadi penasaran.Besok ia memutuskan menemui Pak Joko untuk menjawa semua keanehan ini."Jangan-jangan..."gumam Denny yang akhirnya tertidur.
Pagi-pagi sekali,Denny sudah sampai di sekolah.Matanya terus mencari Pak Joko.Beliau tidak ada didekat gerbang.Setelah berkeliling,rupanya beliau duduk disalah satu bangku kantin.Denny memberanikan diri mendekatinya,"Pak Joko ini payungnya.Terima kasih!"ucap Denny gugup."Sama-sama!"jawabnya singkat.Beliau berdiri lalu mengambil payung dipojok kantin."Lho!payungnya sama persis?"kata Denny kaget."Bapak memang punya dua payung yang sama.Kenapa?"tanya beliau.Senyum Denny mengembang,ia tau kalau salah paham."Saya kira bapak itu...ah,sudahlah!"kata Denny sambil tertawa.Pak Joko jadi ikut tertawa.Sejak saat itu,Denny suka mengobrol dengan Pak Joko.
Ternyata Pak Joko tidak galak,beliau baik sekali.Bahkan banyak ceritanya.Namun,ia sangat tegas untuk murid-murid yang suka terlambat."Tak kenal maka tak sayang,"memang sebaiknya kita mengenal seseorang terlebih dahulu sebelum melihat kepribadiannya.