NovelToon NovelToon
Lord Of The Void

Lord Of The Void

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Action / Fantasi
Popularitas:281
Nilai: 5
Nama Author: Pendeta Merah

Ren Abraham, seorang anak laki-laki yatim piatu bertekad untuk menjadi kuat setelah desanya di hancurkan oleh para penyembah iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pendeta Merah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Keluarkan Dari Akademi

Keesokan paginya.

Sementara Geri, Boris, Eden, dan Petru sedang tertidur pulas, Ren duduk di depan meja belajarnya, menulis di buku catatannya.

' Senjata Pusaka, kemungkinan untuk mencapai level ini tidak serumit bintang 1 tapi lebih beresiko karena berhubungan dengan jiwa '

Setelah keberhasilannya mencapai level bintang 1 Warior, Ren tidak lagi meragukan sistem warior, ini asli dan nyata!

Karena warior di zaman ini itu sangat langka, atau lebih tepatnya orang yang mengetahui sistem warior itu hampir tidak ada, Ren tidak punya pilihan lain selain belajar sendiri, mencari jalannya sendiri tanpa bantuan seorang guru.

' Pedang atau tombak menjadi pilihan yang bagus untuk menjadi senjata pusaka, jadi masalahnya sekarang adalah bagaimana cara memisahkan sebagian kecil dari jiwaku untuk di masukan kedalam senjata '

' Ada dua solusi yang kupikirkan, yang pertama adalah meminta bantuan kepada seorang Mage level tinggi '

' Kedua adalah menggambar lingkaran sihir yang sesuai secara manual '

Ren mengetuk-ngetuk meja, mungkin di perpustakaan ada teknik yang bisa di gunakan untuk memisahkan jiwa, karena para warior bisa melakukannya, para mage seharusnya juga bisa.

" Hahh...aku akan mencarinya di perpustakaan nanti "

Setelah mengatakan itu, Ren berdiri lalu mengambil handuk.

Saat dia hendak pergi ke kamar mandi, seseorang mengetuk pintu.

TOK! TOK! TOK!

" Sebentar! "

Geri dan Boris terbangun karena teriakan Ren, mereka berdua menggosok matanya dan menemukan ada seseorang di luar, itu adalah staf asrama.

" Disini ada siswa bernama Ren Abraham? "

" Itu aku "

" Profesor Demor memanggilmu, dia meminta agar kamu segera menemuinya di kantor profesor "

Goblin itu memintaku untuk menemuinya, kenapa perasaanku menjadi tidak enak, ada apa ini.

Ren menganggukkan kepalanya" Baiklah, terimakasih karena sudah memberi tahuku "

" Tidak masalah "

Setelah staf asrama itu pergi, Ren menaruh handuk yang dia bawa di kursi belajarnya, setelah itu dia keluar tanpa berpamitan pada yang lain.

Geri dan Boris kembali tidur saat Ren masih berbicara dengan staf asrama, mereka berpikir jika Ren di minta melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan asrama.

••• ••• ••• •••

Kantor para profesor.

Di teras, seorang pria paruh baya sedang duduk sendirian, dia terlihat seperti sedang menunggu seseorang.

' Alfred itu terlambat lagi, apa yang sebenarnya dia lakukan di kantornya? '

Pria tersebut memiliki wajah dengan garis yang jelas, matanya tajam, dari pandangan pertama dia terlihat seperti pria berdarah dingin, tegas, dan tak kenal ampun.

Seorang pria dengan pakaian serba hitam keluar dari gedung kantor, dia adalah Alfred Rovand, wali kelas S.

" Cih... memanggilku tapi membuatku menunggu selama tiga menit "

"..."

" Arent, bisakah kau setidaknya bersikap sedikit lebih santai? "

" Lupakan, kenapa kau memanggilku kesini, katakan sesingkat mungkin "

Alfred menghela nafas, nama pria paruh baya tersebut adalah Arent Zefrile, teman seperjuangannya dulu, sebelum menjadi profesor.

" Ada murid berbakat, aku ingin kau melatihnya dan menjadikannya Mage yang hebat "

Arent mengerutkan keningnya" Hal remeh lainnya, sudah berapa banyak murid yang kau katakan berbakat tapi semuanya berakhir mati? "

Alfred mendecakkan lidahnya, dia memang sudah dari dulu mengenal Arent, tapi dia masih saja belum terbiasa dengan sikap Arent yang blak-blakan.

" Itulah kenapa aku meminta bantuanmu, aku tidak ingin dia berakhir seperti yang lain di masa lalu "

" Hahh... bahkan jika aku menolaknya kau tetap akan datang dan memaksaku, siapa namanya? "

" Alaric Garvin..."

" Lupakan, aku akan pergi, seperti yang kuduga, sia-sia datang kesini "

Arent berdiri dan berjalan pergi tanpa pamit, Alfred yang melihatnya tentu saja akan menghentikannya untuk menayangkan alasannya.

" Tunggu, kenapa kau menolak? "

" Kenapa katamu...hahh "

Mata Arent berubah dingin" Aku akui jika bocah bernama Alaric itu memang berbakat, tapi dia sombong, kekanak-kanakan, mental tisu toilet, dan menganggap remeh semua hal "

" Di lihat dari manapun sudah jelas jika dia adalah calon mayat "

"..."

Alfred terdiam, jujur dia melihat hal yang sama seperti Arent dalam diri Alaric, tapi sebagai seorang profesor, dia yakin jika Alaric memiliki banyak ruang untuk berubah.

"...Itulah kenapa aku..."

" Tidak, aku tidak ingin melatih monyet tengil sepertinya, aku sudah memiliki banyak koleksi monyet di tempatku jadi aku tidak ingin repot dengan menambah satu "

Saat Arent ingin melanjutkan kembali perjalanannya, dia melihat seorang anak laki-laki berambut hitam dengan wajah imut, kecil dan lembut, matanya melebar saat dia melihat luapan Aura di sekitar anak laki-laki tersebut.

' Apa-apaan anak, jumlah Aura yang tidak masuk akal, langkah kaki yang percaya diri, ekspresi yang tenang, dan punggung kecil namun kuat...'

Arent mendekati anak laki-laki tersebut lalu dengan kuat memegang bahunya.

" Siapa namamu? "

" Ren Abraham "

" Maukah kau menjadi kesatria sihir dan bekerja di bawahku? "

" Hah? "

" Apa? "

Alfred bingung dengan tawaran tiba-tiba Arent, dan untuk Ren, dia tidak bisa memahami tawaran tersebut, selain itu, siapa orang ini, tiba-tiba datang dan menawariku menjadi kesatria sihir.

" Uh... Maaf, saya tidak bisa mengerti apa maksud anda "

Arent tersenyum" Bagus, kau juga tahu cara menghormati yang lebih tua "

' Serius, siapa sebenarnya orang ini? '

" Namaku Arent Zefrile, aku adalah kapten kesatria yang menjaga akademi ini "

Ren terkejut, nama Arent setidaknya di sebutkan satu kali di majalah akademi, posisinya di akademi serata dengan wakil kepala atau bahkan lebih tinggi karena dia merupakan Mage bintang 6.

Sebelum Ren sempat menanyakan sesuatu, Alfred meraih bahu Arent, membuat Arent mengerutkan keningnya.

" Ren Abraham, kamu kesini untuk menemui wali kelasmu bukan? "

" Ya " Ren terkejut karena Alfred mengetahuinya.

" Kalau begitu pergilah, aku memiliki sesuatu untuk di bicarakan dengan Arent "

"... Saya mengerti "

Setelah itu Ren pergi meninggalkan Alfred dan Arent, jujur perasaannya menjadi semakin tidak enak, terutama saat dia masuk kedalam kantor.

Arent memukul tangan Alfred yang ada di bahunya, lalu berbalik dan menatapnya dengan tatapan tajam.

" Apa maksudmu? "

"...Aku tidak tahu kenapa kau sangat tertarik dengan dia tapi biar aku ceritakan satu hal tentang anak itu padamu "

" Buat sesingkat mungkin "

"..."

••• •••

Ruangan milik Demor.

Ren membuka pintu dan melihat Demor duduk di kursinya, di belakang meja kerja.

Mungkin karena hanya di gunakan oleh satu orang, kantor yang Demor tempati sempit, lebih sempit dari kamar Ren di asrama.

" Profesor, saya dengar anda memanggil saya untuk datang kesini "

Demor mengangguk" Benar, aku memanggilmu kesini untuk memberi tahumu jika kau di keluarkan dari akademi "

" Hah? "

Mata Ren melebar, sekarang dia di penuhi oleh rasa keterkejutan, di keluarkan dari akademi, kenapa, apa mungkin karena latihan bersama kemarin, lalu kenapa hanya aku yang di keluarkan, bukankah ada banyak murid yang gagal juga!

" Ini memang mengesalkan, sebagai wali kelasmu, aku merasa sedih dan sakit karena mengatakan ini, Ren Abraham, kau di keluarkan dari akademi karena kau tidak bisa menggunakan sihir dan di anggap tidak bisa mengikuti pelajaran kedepannya "

Melihat ekspresi Demor yang tidak memiliki rasa bersalah, Ren mengerutkan keningnya, sudah jelas jika Demor berbohong, dan juga, tidak mungkin orang seperti Demor sedih dengan kepergian rakyat biasa seperti Ren.

"..."

" Apa ada pilihan lain? "

" Sayangnya tidak ada, maafkan aku "

Demor mengeluarkan surat, disana tertulis pernyataan Ren di keluarkan dari akademi yang sudah di tandatangani oleh wakil kepala akademi.

"..."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!