Areksa Rexander seorang selebriti yang bertemu dengan seorang gadis cantik pemikat hatinya bernama jesselyn stevania yang merupakan mantan pacar dari sang kakak.
bagai manakah kisah cinta Areksa dan Jesselyn???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Izza naimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
siang hari di Bali, Matahari kini telah di atas kepala. teriknya sinar matahari seolah menjadi hal yang menyenangkan untuk para wisatawan asing ataupun wisata lokal di Pulau itu. pulau kecil yang menyuguhkan banyak keindahan alam yang banyak sekali menarik perhatian dari berbagai mancanegara.
saat ini Alaska berada di pantai dengan hanya menggunakan Boxer dan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya, sehingga menambah kesan kesempurnaan Dari Dirinya. Iya Alaska memang masih berusia 19 tahun Namun siapa sangka dia memiliki penampilan fisik yang luar biasa sempurna. laki-laki dengan tinggi 180 cm ini di karuniai wajah yang sangat tampan dan bentuk badan yang juga sangat indah sebagai kaum Adam.
" saatnya liburan, hutang lunas, punya simpanan juga 100 juta. nikmat mana lagi yang akan engkau dustakan Alaska" monolognya Seraya melihat hamparan laut yang begitu luas di depan matanya.
Riska melihat ke sekeliling pantai dan netralnya menangkap seseorang yang ia kenal. wanita dengan rambut panjang berwarna hamster itu memakai beachwear dengan rok yang cukup panjang namun bagian belakang atasnya hanya bersilang tali berbentuk huruf X, Dia sedang menempel topi pantai dan sandalnya, dia berdiri di dekat air laut.
" ketemu lagi" gumam Alaska.
dia melangkah menghampiri wanita cantik itu dan nampaknya kehadiran Alaska masih belum disadarinya.
" Hai Kak" sapa Alaska.
"Al- Alaska" Jasmine terkejut, nampaknya kekesalannya akan kembali berlanjut, tidak cukupkah kejadian tadi malam yang membuatnya merasa malu kenapa hari ini harus bertemu kembali?
" Kak Jessy sendirian?" tanya Alaska.
" Iya, tapi lagi nunggu mas Juan sama Inara datang ke sini" sahutnya.
" mereka juga mau ke sini ya? seru dong"
" Iya, Mereka lagi di jalan"
" cuma bertiga doang kalian?" tanya kembali Alaska.
" Kami selalu bertiga"
"Kak jessy selalu jadi obat nyamuk buat mereka dong" Alaska terkekeh.
" udah biasa" jesslyn menyahut setiap ucapan alasan namun tidak berani menangkapnya. dia hanya menatap ke arah lautan.
" kenapa nggak sekalian Ajak pacar atau suami kakak aja biar kalian bisa double date Kayaknya lebih asik"
" kamu sendiri kenapa nggak ajak pacar kamu?" bukannya menjawab Jesslyn malah balik bertanya.
"aku... aku... tadinya mau kerja" takutnya gugup dan tersenyum paksa Seraya menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal.
" udah dapet?" tanya Jesslyn.
" dapat apa?" tanya Alaska bingung.
" sugar Mommynya?"
Deg!
"ah... I-tu... " Alaska kembali tergugup dan sangat merasa malu.
" Sebenarnya aku terpaksa mau ngelakuin itu Kak" liriknya sambil menunjukkan kepalanya.
Jesslyn menghela nafas panjang, Jujur saja sebenarnya dia juga malu kepada Alaska, namun sedikit kesal karena Alaska menjadikan dirinya sebagai targetnya dan itu cukup membuatnya tersinggung. Jasmine tahu dirinya memang bukan remaja lagi seperti Alaska, tapi dia juga bukan seorang yang haus belaian laki-laki apalagi jika harus membeli laki-laki dan sialnya remaja laki-laki yang saat ini sedang di sampingnya seolah menatap Jeslin sebagai wanita seperti itu.
" Kak, aku minta maaf" lirih Alaska.
" untuk?"
" pokoknya aku bakalan ganti semua uang Kakak, aku janji bakalan ganti" tutur Alaska.
" Aku bukan meminjamkan uang, tapi seperti yang aku bilang kemarin itu adalah ucapan terima kasih dan permintaan maafku!" tegas Jesslyn.
" Aku ikhlas nolong Kakak dan kakak juga nggak perlu minta maaf soal-" Alaska Berhenti sejenak dia merasa bersalah telah menolak ciuman Jesslyn padahal Jesslyn saat itu sedang mabuk, seharusnya dia tidak terlalu baper dengan perkataan Jesslyn yang akhirnya membuat Jesslyn merasa malu atas tindakan dirinya yang tidak dia sengaja.
" soal ciuman itu anggap aja nggak pernah terjadi" lanjut Alaska.
Jesslyn terdiam, rasa malunya kini semakin menjadi. jarinya melilit rok yang sedang dia kenakan namun wajahnya masih di pertahankan agar terlihat wajar dan normal.
" hei hei hei, gue nggak salah lihat kan ini?" ucap seseorang yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.
" lo Jessy kan?" tanyanya.
"iya" sahutnya tersenyum tipis.
" lo inget gue nggak?"
Jesslyn menaikkan sebelah alisnya dan mengingat-ingat ke wajah wanita di hadapannya ini lalu menggeleng.
"yaah, gue tahu sih gue udah tua dan bentuk badan gue juga udah berubah sampai lo nggak ngenalin gue lagi" keluhnya.
" sorry" Jesslyn merasa bersalah.
" Tapi nggak papa yang penting gue masih inget lo, Jesslyn stevania si Primadona sekolah. gue Hilda divia teman sekelas lo, si bendahara yang paling cerewet tiap kali lagi uang kas" ucapnya mengingatkan.
" Ya Tuhan Hilda, sorry" Jesslyn langsung memeluk temannya.
" hahaha... akhirnya lo inget juga, Sumpah Allah pakai formalin apa ya" ucapnya.
" hah, formalin? emangnya gue mayat" sahut jesslyn.
" habisnya lo nggak menua, wajah lo tetap cantik dan imut terus Badan lu juga dari dulu segini-gini aja. beda sama gue setelah melahirkan anak ke-1 dan anak kedua jadi makin melebar nih kan. Untung aja laki gue nggak pernah protes. Oh ya, lo udah punya anak berapa jess?"
" anak? gue.. Gue belum punya anak, doain aja ya" sahutnya dengan kebingungan dan rasa malu karena di usianya yang matang seperti ini dia masih melajang. jangankan punya anak, suami bahkan pacar saja Jesslyn tidak punya.
" Oh gitu, nggak papa semoga kalian cepat diberi momongan" ucapnya.
" Apa? kalian siapa?" Jesslyn terkejut.
" Iya kalian berdua" tunjuk bergantian ke arah Jesslyn dan Alaska. lagi lagi itu membuat Jesslyn semakin salah tingkah namun Alaska hanya tersenyum menanggapinya, dia tidak memprotes. Alaska tahu jika dia berkata jujur maka Jesslyn akan malu di hadapan temannya.
" Kalian cocok banget, lo cantik Jess dan suami lo ganteng banget. Nggak kebayang gue kalau kalian udah punya anak bakalan secantik dan seganteng apa anak kalian"
"eh, lo salah-"
" doain aja" Sela Alaska yang begitu ramah membuat Jesslyn kikuk.
" tapi kok suami lo kayak nggak asing ya wajahnya, mirip siapa ya? hemmm-"
" Bunda ayo cepetan" teriak seorang anak laki-laki dari kejauhan.
" eh Jess anak gue manggil, kita sambung lain waktu bye"
"bye" Jesslyn Melambaikan tangannya.
kini mereka kembali berdua, masih saling diam tanpa suara. Alaska terlihat tersenyum ke arah Jesslyn sekilas lalu kembali menatap ke arah lautan, ia merasa kikuk setelah kesalahpahaman barusan.
"aku duluan Al" putus Jesslyn yang langsung meninggalkan Alaska, Dia sedikit berlari untuk segera menjauh dari Alaska.
Alaska menoleh melihat punggung Jesslyn yang kian menjauh.
" gue disangka suaminya, Emang pantes ya gue sama dia. padahal jarak usia gue sama dia kan jauh banget" gumamnya.
Alaska bergegas menyusul Jesslyn, bukan karena Alaska mulai mencintainya tapi Alaska berjanji akan membalas semua kebaikannya.
" Kak Jessy" teriak Alaska namun Jesslyn terus berjalan dan tidak menoleh ke arah Alaska walaupun Jesslyn mendengar teriakan Alaska.
"kak jessy, kak jessy tungguin" Alaska sedikit merengek seperti anak kecil, sampai akhirnya Alaska berhasil menggenggam pergelangan tangan Jesslyn.
" Ada apa lagi Al?" tanyanya sambil melepas cakalan Alaska.
" kita liburan bareng aja di sini, aku nggak ada temen" pinta Alaska.
" kamu kan kerja di sini, kenapa malah jadi liburan?"
" Kakak kan udah bantuin beresin masalah aku, jadi aku nggak perlu- ah sudahlah. saat ini aku milik kakak, Kakak boleh nyuruh-nyuruh aku sampai aku bisa balikin semua uang Kakak" tuturnya.
" aku nggak butuh pesuruh! aku juga bukan rentenir yang suka minjemin duit!" tegas Jesslyn.
" Iya aku tahu, tapi... pokoknya mulai saat ini aku milik kakak, aku budak kakak"
" gila kamu!" sentak Jesslyn.
" nggak papa aku dibilang orang gila sama kakak. aku udah mutusin kalau mulai saat ini aku adalah budak kakak, Kakak boleh melakukan apapun dan minta Aku melakukan apapun buat kakak"
Jesslyn menghela nafas panjangnya, Alaska ternyata cukup keras kepala.
" baiklah, kamu akan melakukan apapun yang Aku perintahkan kan?"
" Iya Kak" ucapnya lantang.
" Oke aku akan minta sesuatu sama kamu"
Alaska tersenyum usahanya tidak sia-sia. setidaknya dirinya jauh lebih aman daripada harus melayani wanita-wanita tua yang sangat haus belaian, tapi bagaimana jika Jeslin menyuruhnya untuk melakukan hal gila seperti itu? melayani kebutuhan biologis jesslyn? Alaska yakin di usia matang seperti ini Jesslyn bukanlah orang-orang polos tentang masalah sexual. Oh, Alaska tidak bisa membayangkan jika harus melakukan hubungan sex dengan Jesslyn, yang Notabetnya adalah mantan pacar kakaknya walaupun Jesslyn pernah berkata bahwa mereka hanya dekat, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa kedekatan mereka sudah masuk ke dalam hubungan ranjang seperti dirinya dan willa. buktinya saja Arbian sampai bertengkar hebat dengan ayahnya saat dia dijodohkan dengan wanita pilihan ayahnya.
Oke dengan sangat terpaksa Alaska akan siap dengan apapun kemungkinan terburuknya, dia sudah menetapkan dirinya sebagai milik Jesslyn selama uang 300 juta itu belum dia kembalikan.
sedikit ngeri sebenarnya, Alaska harus melakukan ini, dalam kata buruknya dia adalah laki-laki simpanan tante-tante. ya walaupun sedikit keberuntungannya adalah tante-tante itu memiliki wajah yang cantik, setidaknya itu akan menjadi alat untuk mengusir rasa gengsinya sebagai brondong.
" gimana kamu bersedia nggak?" tanya Jesslyn.
" Ah, iya. gimana Kak?" Alaska terlalu mencemaskan banyak hal sampai membuatnya terus melamun.
" Aku mau minta sesuatu sama kamu!"
" Iya Kak boleh, apapun itu" takutnya tersenyum namun hatinya tidak karuan.
Jesslyn justru melihat ketakutan dari wajah Alaska walaupun Alaska bersikap normal.
" pertama aku mau...." Jesslyn menggantungkan ucapannya dia ingin melihat ekspresi Alaska dan benar saja wajah Alaska langsung menegang. semenakutkan itu kah dirinya pikir Jesslyn.
" pertama, kamu jangan jadi budakku, apalagi menganggap kamu itu berondong peliharaanku! ingat baik-baik aku nggak pernah menyukai laki-laki yang lebih muda dan aku sedikitpun Tidak tertarik sama kamu!" lanjut Jasmine dan Alaska terdiam mendengar penuturan Jesslyn.
" kedua, kamu jangan pernah mengembalikan uang itu! kamu ingat yang aku bilang, Itu adalah ucapan terima kasih dan kompensasi"
" dan yang ketiga, bersikaplah seperti biasa sebelum malam itu terjadi! kita nggak saling kenal dan aku pun tidak ingin mengenalmu lebih jauh!"
" tapi Kak-"
" Jika kamu menganggap dirimu kudaku maka lakukan semua yang Aku perintahkan barusan" Sela Jesslyn.
Jesslyn ternyata cukup pandai memutarbalikkan keadaan pikir Alaska.
"oh, Hai haiii.. pantas saja susah dihubungin, tahunya Jesslyn ada temannya di sini" Inara datang bersama Juan menghampiri mereka.
" Wah Alaska, lo ada di sini juga? janjian ya kalian?" tebak Juan.
"A-"
"ce elah, sekarang Jessy seleranya brondong!" Inara menyela ucapan Alaska.
" Gue nggak sengaja ketemu di sini" sahut Jesslyn.
" sengaja juga nggak papa kali, biar kita bisa double date. iya kan sayang?" goda inara sambil menyikut sedikit Juan.
"Yups, nggak sama abangnya Siapa tahu jodoh sama adiknya" Timpal Juan terkekeh.
" gila lo! Lo pikir gue tante-tante pemaksa anak orang!" hardik Jesslyn namun Juan dan Inara malah tertawa terbahak-bahak.
" rusak gue dong Tante Jessy" sahut inara dengan kegenitannya.
"menyala tante Jessy" sorak jua yang tidak kalah gilanya dari sang pacar.
"saraf!" Jesslyn benar-benar emosi. Juan dan Inara tidak tahu apa yang terjadi dengan jesslyn sampai membuat dirinya tersulut emosi seperti ini.
Alaska hanya bisa tersenyum melihat kegilaan tiga orang dewasa di hadapannya itu.
.
.
.