NovelToon NovelToon
AUDREY (BUKAN MENANTU BIASA)

AUDREY (BUKAN MENANTU BIASA)

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Ibu Mertua Kejam / Cinta setelah menikah
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: ratu_halu

AUDREY DIRA ADIWANGSA, terlahir dari keluarga cemara yang memiliki sifat berani dan spontan.

Gadis itu dijodohkan oleh Papanya, Adiwangsa, dengan putra dari seorang Konglomerat yang bernama Wira Aldrian Bimasena. Namun ternyata keluarga calon suami nya itu Toxic, jauh berbeda sekali dengan kehidupan yang dijalani Audrey bersama keluarganya.

Akankah Audrey mampu menghadapi mereka ataukah Audrey akan kalah dan menyerah lalu kembali pada kehidupan nyamannya bersama keluarga besar Adiwangsa ??

Happy Reading...
Enjoy guys 💜

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratu_halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 10

Malam turun dengan tenang sebelum ketenangan itu terusik oleh suara Bunda Santi dan Shena yang baru saja tiba dan mendengar kabar dari pelayan bahwa Wira telah membawa Audrey ke mansion mereka.

"Nggak, Bun.. Nggak bisa! Aku nggak mau tinggal satu atap sama si Audrey itu. Pokoknya aku nggak mau!!"

"Kalau begitu, mumpung Wira sedang pergi, ayo kita temui anak itu di kamar Wira.."

Nabila hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dia heran pada Bunda dan Kakak perempuannya, sebegitu tidak sukanya pada Audrey sampai-sampai baru saja pulang dari hotel bukannya istirahat malah langsung ingin memberi pelajaran.

Sementara itu di kamar, Audrey menoleh ketika mendengar suara pintu kamar terbuka. Gadis itu kira Wira yang masuk kamar setelah dua jam tak terlihat.

Shena bersandar di kusen pintu sementara Bunda Santi berdiri di tengah-tengah pintu.

"Heh! Siapa yang ngizinin kamu datang ke mansion dan tidur di kamar anak saya, hah ?!!" Pekik Ibu mertua dengan jari telunjuk menuding-nuding ke arah Audrey. "Jangan lancang kamu ya, mentang-mentang sudah jadi istri Wira terus kamu bisa seenaknya mau tinggal disini ?"

"Asal kamu tau saja, kamu itu belum kami anggap sebagai bagian dari keluarga Bimasena!!" Timpal Shena tersenyum mengejek.

Audrey menarik nafas dalam-dalam.

"Bagaimana mungkin aku bisa bertahan satu malam jika rumah ini mirip neraka ?" Batin Audrey.

"Sudah ?" tanya Audrey.

Bunda Santi dan Shena mengerutkan kening mereka.

"Apa maksudmu ?" tanya Shena

Huaaaa.

Audrey menguap lebar.

"Apa kalian sudah selesai bicara nya ? Kalau sudah silahkan pergi dan jangan lupa tutup kembali pintu nya, aku ngantuk mau tidur." Tanpa menunggu respon keduanya Audrey kembali berbaring sambil menarik selimut. Audrey pura-pura memejamkan mata.

Mama Santi dan Shena melongo tak percaya. Mereka pikir Audrey akan marah atau setidaknya menangis setelah mendengar 'hinaan' mereka itu.

Setelah itu mereka pun pergi sambil membanting pintu cukup keras. Wajah keduanya merah padam.

"SIALAN!!" Shena memekik frustasi sementara nafas Bunda Santi jadi tak beraturan saking emosinya.

"Kita nggak boleh nyerah, Bun. Kita pasti bisa mengusir wanita itu dari Mansion!"

🏵️

Sementara itu, Wira sejak dua jam lalu pergi ke apartemennya. Niat hati hanya mau mengambil laptop serta beberapa barang penting yang ada disana, nyatanya dia malah ketiduran dan kini waktu sudah menunjukkan angka 10 malam.

"Astaga! Kenapa aku bisa ketiduran ?!" Wira bangun sambil mengucek matanya.

Dia bergegas ke kamar mandi untuk mencuci muka. Setelah itu dia mengambil laptop dan memasukkan beberapa barang penting ke dalam tas yang sudah di siapkan.

Wira pun keluar dari apartemen sekitar pukul setengah sebelasan malam.

Sampai di Mansion suasana sudah sepi, tapi Wira melihat mobil-mobil pribadi milik anggota keluarganya sudah terparkir rapi di bagasi.

Wira masuk ke dalam lift menuju kamar nya di lantai tiga.

Sampai di kamar Wira melihat tempat tidurnya kosong, Audrey tidak disana. Wira panik, tentu saja. Pria itu menyusuri kamar nya yang besar untuk mencari keberadaan gadis itu.

Wira hampir putus asa saat tidak mendapati Audrey berada di manapun, sampai di detik terakhir pencarian Wira melihat tirai gordennya bergerak kasar tertiup angin. Tidak mungkin karena angin dari AC, alasan satu-satu nya pasti karena jendela kamar nya yang terhubung dengan balkon terbuka.

Wira berjalan ke sana dengan langkah panjang untuk memastikan apakah Audrey berada di balkon atau tidak.

Dan ternyata benar, ketika Wira menggeser kaca jendela besar itu dia langsung melihat sosok Audrey berdiri dengan posisi membelakangi arah jendela. Kedua tangannya memegang pagar pembatas. Rambut hitam panjangnya indah lambat tertiup angin malam.

Wira menghembuskan nafas lega.

"Sedang apa ?" tanya Wira tanpa basa basi. Seperti biasa, suaranya datar saja seolah acuh dan pertanyaan itu hanya sebuah formalitas.

"Cari angin!" Jawab Audrey singkat tanpa menoleh sedikitpun.

"Masuk, nanti kamu bisa masuk angin!" Titah Wira dengan suara tegas.

Tanpa membantah Audrey langsung masuk kembali ke kamar melewati Wira. Audrey tidak melirik Wira sama sekali.

"Apa ? Kenapa semudah itu ?" Wira mempertanyakan sikap Audrey tapi hanya dalam hati.

Audrey naik lagi ke atas kasur lalu tidur, sekarang benar-benar tidur karena sudah lelah dan ngantuk. Audrey yang terkenal tidak bisa tidur cepat justru malam itu tidur dengan lelapnya.

Wira menatap Audrey dengan perasaan yang entah.

🏵️

Keesokan pagi nya...

Untuk pertama kali nya dalam hidup, Audrey bisa bangun pagi tanpa Alarm ataupun dibangunkan orang lain. Audrey bangun dalam keadaan tubuh nya yang terasa segar dan ringan.

"Oke Audrey, kamu pasti bisa melalui hari ini seperti hari kemarin! Benar, ini mudah! Tidak ada yang sulit di dunia ini!!" Audrey membatin sambil menatap wajahnya di cermin wastafel dengan penuh tekad.

Setelah selesai mandi, Audrey pun langsung keluar kamar untuk berpakaian. Dia tidak bertanya lagi semalam Wira tidur dimana sebab Audrey tidak ingin di anggap cinta sendirian. Ya meskipun memang belum ada cinta di hatinya untuk pria itu. Tapi setidaknya inilah yang bisa Audrey lakukan untuk menjaga harga dirinya.

Hari ini Audrey mau ke kampus lagi untuk bertemu teman-temannya guna survei lokasi untuk yang terakhir sebelum nanti dia akan mulai KKN.

Audrey memakai kaos polos dengan jaket denim dengan celana jeans santai, tak lupa Audrey menambahkan sneakers untuk kenyamanan nya.

Audrey menyambar tas ransel nya kemudian bergegas keluar dari kamar. Audrey menekan tombol lift ke lantai bawah, namun sebelum pintu lift benar-benar tertutup ada sebuah tangan menahan pintu lift tersebut.

"Mau kemana ?"

"Kampus!"

"Kenapa tidak izin ?"

"Memang harus ?"

Audrey menjawab dengan sangat cepat seakan tak berpikir terlebih dahulu hingga membuat Wira sedikit geram.

Wira ikut masuk kedalam lift. Suasana di dalam lift menjadi panas dan terasa lama.

Ting!

Pintu lift terbuka.

"Sebelum pergi, sarapan dulu,"

Wira berjalan duluan menuju meja makan, sementara Audrey masih berdiri di dalam lift.

Audrey menelan ludah yang terasa getir, "Dasar kanebo kering! Nggak bisa apa lebih lembut sedikit!" Audrey melayangkan tinju nya ke udara berkali-kali seolah sedang menghajar habis-habisan bayangan wajah Wira.

"Sabar, Drey, sabar. Sebulan lo KKN, artinya sebulan juga lo nggak akan ketemu si kanebo itu beserta antek-anteknya!!" Audrey menghembuskan nafas panjang.

Sampai diruang makan, Audrey langsung di sambut hangat oleh Ayah mertuanya, Pak Andreas.

Semalam Pak Andreas pulang paling akhir sebab harus menjamu rekan bisnisnya yang baru datang dari luar negeri untuk memberi selamat atas pernikahan si sulung Wira.

"Selamat pagi, sayang...Wah, Ayah senang sekali akhirnya nambah keluarga baru." Ayah Andreas menyambut dengan tulus kemudian mempersilahkan Audrey duduk di samping Wira.

"Terimakasih, Om." Ucap Audrey sambil tersenyum kaku.

"eh, kok Om ? Panggil Ayah saja, kan kamu sudah menjadi bagian dari keluarga besar Bimasena. Anggap Ayah seperti Ayah kamu sendiri."

Audrey menatap sendu, ternyata Ayah mertuanya itu memang baik sejak awal. Syukurlah, setidaknya Audrey tidak merasa terlalu 'sendirian'.

"Ba-baik, Ayah. Terimakasih."

Bunda Santi dan Shena terlihat komat-kamit tak suka. Namun mereka tidak bisa lagi terang-terangan membenci Audrey di hadapan Pak Andreas. Tentu karena sudah di ultimatum sebelumnya.

"Oh iya, kamu mau kemana sayang pagi-pagi begini ?"

"Aku mau ke kampus, Yah. Beberapa hari lagi aku sudah mulai KKN."

Pak Andreas nampak terkejut, "Oh, begitukah ?"

Audrey mengangguk pelan,

"Dimana ?"

"Di pelosok desa di daerah Cianjur, Ayah."

Selain Bunda Santi, Shena dan Nabila, Wira adalah orang yang paling mendengarkan percakapan antara Audrey dan Ayahnya dengan serius.

"Mana ponsel kamu, nak.." Pak Andreas menadahkan tangan meminta ponsel Audrey.

Meski bingung Audrey memberikan ponselnya pada Ayah mertuanya.

Tapi sebelum Pak Andreas benar-benar mengambil ponsel dari tangan sang menantu, benda pipih itu lebih dulu di ambil Wira.

Di detik itu semua mata langsung tertuju ke Wira.

"WIRA!! Apa-apaan kamu ?"

"Untuk apa meminta hape Audrey ?" tanya Wira sambil menatap Ayahnya tajam.

"Ayah hanya mau memasukkan nomor telepon Ayah di ponsel Audrey. Memangnya tidak boleh ?"

"Tidak!" Jawab Wira singkat tapi memancarkan aura ketegasan yang kuat.

Shena dan Bunda nya mendengus kesal.

"SIAL!! Kenapa si Audrey malah jadi rebutan Ayah dan Kak Wira sih ?!"

1
Sri Rahayu
itu si Shena dan Nabila anak ayah Adiwangsa atau anak bawaan bunda Sinta 😇😇😇....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
marahin aja itu si Shena....kurang ajar sama.kakak iparnya 😡😡😡....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
jgn bilang ga mungkin jatuh cinta ma kanebo kering Drey....bisa2 BUCIN ntar.lo ya....🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Bang kanebo kering ternyata baik hati.... membawakan makanan utk teman2 Audrey....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Shena jauh2 dtng dari kota utk mengitimidasi Audrey....tp salah lawan dia 🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Audrey....mulai memikirkan Wira...apa uda ada rasa😇😇😇...semoga kalian berdua sama2 ada rasa...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Good Wira....kamu hrs tegas pd adik dan mama....kl kamu uda menikah dan hrs mempertahankan nya 😍😍😍.. lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
nah gitu donk berduan jalan2 walau didesa, jalin komunikasi biar jadi deket tdk kaku lg....dan timbul rasa saling cinta😍😍😍....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
hahaha...si kanebo kering ternyata.nyusul Audrey ke tmpt KKN....kangen apa cemburu tu 🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
yaelah masa engga tau kl Dean menyukai mu Audrey....kasihan tu patah hati si Dean 🤩🤩🤩....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
baik sekali ayah mertua Audrey...ga seperti suaminya si kanebo kering...palagi ipar dan ibu mertuanya. . lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
bukan lo yg bermasalah ma Dean...tp suami lo itu Audrey 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
hahaha....apakah Wira juga cemburu pd pak Andreas ayah nya😇😇😇...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
makanya Wira jgn sembarang ngomong ma Audrey....jgn anggap Audrey anak kecil lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
kamu kelamaan mandi jd Wira keluar kamar Audrey 🤩🤩🤩...lanjut.Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
uda tinggal tidur aja si Wira....kl dia cuek ya cuekin balik aja....Audrey....lanjur Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
semoga Wira akan mencintai Audrey setelah mengenal nya lbh dekat...lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
mama Audrey blm kenal suara calon menantu....jgn khawatir mama Audrey bersama Wira...amab 😍😍😍...lanjut Thorr😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!