Satu juta kisah di tempat kerja antara bawahan dan atasan.
Intan yang bekerja di perusahaan swasta WMT.GRUP yang di kelola oleh keluarga wimarta berharap menjadi bagian keluarga nya dan menyandang nama wimarta, apakah bisa?
Namun saat bekerja tiba-tiba kejadian yang mengharuskan mereka menikah terjadi? siapa mereka? dan kenapa? yuk baca
Jangan lupa mampir ke Instagram ku
@diah.ifro dan ruangg.rindu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiahIfro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 9
"Dia yang datang telat kenapa kita yang disalahkan? aku sudah benar-benar tak mengerti apa isi dikepala nya itu" ucap intan menoleh ke fifi
"Kakaknya sangat tampan, pintar, berwibawa tapi, adiknya seperti semua kebalikannya. apa mereka berbeda saat di didik oleh pak dahlan?" tanya fifi menyauti ucapan intan
"Heh!!! kalian tidak boleh membicarakan mereka, kan ada cctv. nanti kalau pak dahlan tau dia bisa marah anaknya digibahin saat jam kantor" saut ragil yang mendengar obrolan intan dan fifi dengan tersenyum lebar
"kita hanya merasa perbedaan sifat dan sikap diantara kedua kakak beradik itu, bukan membicarakan yang aneh aneh juga" jawab fifi ketus
"Sudahlah, tak asik mengobrol saat ada ragil" saut intan dengan ketus
Ragil hanya tersenyum lebar melihat kedua sahabat kantornya itu merajuk karena nya.
"Intan, apa kau lupa tugasmu?" teriak pak rama yang membuka pintu kaca ruangan kasubbag
Semua pegawai menatap ke arah pak rama yang menampakan kepalanya saja seperti orang mengintip lalu menatap ke arah intan yang berdiri seperti mereka semua bertanya "Ada apa intan?"
Intan menghela nafas panjangnya dan menatap tajam para pegawai disana yang mulai menahan tawa karena mimik wajah intan yang seperti begitu tersiksa
"Maaf pak saya lupa" ucap intan berdiri didepan pintu
"Usia mu berapa emang? masih muda kok pikun" jawab rama ketus dan melepaskan pegangan kaca yang membuat pintu kaca itu kembali tertutup
Intan menghentakkan kakinya ke lantai dan seperti orang sedang menghajar lawannya dengan wajah kesal yang membuat para pegawai ruang TU tertawa karena tingkah intan
"Krek..."
Pintu kaca terbuka, kali ini pintu ruangan pak gilang. ia menatap intan aneh walaupun intan spontan langsung berdiri tegap menghentikan tingkahnya tapi pak gilang sudah melihatnya
"Kamu kenapa intan?" tanya pak gilang
Semua pegawai yang tadinya menahan tawa karena melihat intan namun saat pak gilang bertanya, kembali pecah. suara gelak tawa kembali ramai karena intan mematung menahan malu. tiba-tiba tangan intan ditarik masuk oleh pak rama
"Selamat" ucap intan mengelus dadanya dengan tangan kirinya, ia berdiri di hadapan pak rama yang masih memegang tangan kanan nya
"Selamat dari apa?" tanya rama mengerutkan keningnya. intan lalu menatap pak rama dan sadar tangan nya masih digenggam, dengan segera intan menarik tangannya itu "Maaf pak" ucap lembut intan
"Kalau tidak terpaksa aku tak mau memegang-mu!!!" jawab pak rama yang kemudian mengambil tisu untuk membersihkan tangan nya yang tadi memegang tangan intan
"Sekotor itu kah tangan ku?" gerutu intan dalam hatinya
"Ini laporan nya bagaimana?" tanya pak rama mengerutkan keningnya
"Buka file yang kemarin dong, print dulu itu baru buat laporan yang baru" jawab intan menaruh kedua tangannya di dada
"Dimana yang kemarin?" tanya rama melihat kan beberapa file
"Loh kok nanya saya? kan bapak yang nyimpen" jawab intan menaikan nada bicaranya
"Sepertinya kau ini tak bisa ya bicara lemah lembut seperti perempuan lain" ketus pak rama
"Tak bisa jika padamu!!!" jawab intan dalam hatinya
Hampir setengah jam rama mengecek semua file namun hasilnya nihil dan intan pun hanya menatap komputer tanpa membantu pak rama mencarinya
"Coba sini" ucap intan mengambil alih mouse setelah kesal menunggu
"Nah begitu kan ada kerja, jangan hanya melihat ku pusing sendiri" ucap pak rama tersenyum sinis
Intan pun mencoba membuka berkas kemarin yang biasanya masih tersimpan namun hasilnya juga tidak ada
"Kemarin komputer ini di shoot down?" tanya intan yang pasti jawabannya iya
"Kayanya, bapak gak simpen ya kemarin?" tanya intan masih dengan suara kencangnya
"Yah kan aku kira kamu sudah menyimpan nya makanya aku langsung matikan saja" jawab rama
"Hih!!! benar-benar terlalu mengandalkan orang" ketus intan tapi masih dalam hatinya
"Kenapa kau menatap ku begitu?" tanya pak rama menarik lengan intan
"Siapa juga yang menatap bapak" intan mulai ketus
"Benar-benar tak ada sopan nya pada atasan" gerutu pak rama
"Lalu ini bagaimana pak?" tanya intan kesal
"Ya bagaimana, aku pun tak tau" jawab pak rama
"Masa harus dari awal lagi sih" gerutu intan kesal
"Sudah jam dua belas, sehabis istirahat saja kau kesini lagi. aku mau keluar" ucap pak rama yang bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan intan yang masih duduk
Intan pun akhirnya keluar dengan wajah masam-nya beberapa pegawai sudah keluar tapi fifi dan ragil masih ada ditempatnya
"Ayo istirahat" ajak intan pada fifi dan ragil
"Udah selesai bikin laporan nya?" tanya fifi
Intan hanya menghela nafas panjang tanpa menjawabnya
"Intan...." panggil fifi agar intan menjawab pertanyaan nya
"Aku sedang lapar fi, jangan membuat ku kesal " jawab intan murka
"Haih!!! dia kenapa?" tanya fifi pada ragil yang dijawab gelengan kepala oleh ragil
Fifi dan ragil hanya menyuap makanan lele goreng yang mereka pesan sambil kadang-kadang menoleh satu sama lain melihat intan memakan nasi putih dengan ayam goreng bagian paha yang sangat rakus dengan wajah yang kesal
"Intan sebenernya ada apa sih?" tanya fifi menggebrak meja
"Aku sedang kesel......sekali" jawab intan menggigit daging ayam itu
"Sama siapa?" tanya ragil
"Apa kamu masih harus bertanya aku kesal pada siapa dan kenapa?" jawab ketus intan
"Pasti kau kesal pada pak rama dan karena harus membantu nya mengerjakan laporan ya?" jawab fifi
"Betul... tapi kurang tepat"
"Jadi?" tanya fifi mengerutkan keningnya
"Laporan kasubbag yang sudah aku bantu kerjakan kemarin sekarang menghilang. jadinya aku harus kembali mengajarinya dari awal" jawab intan kesal
"Sudah lah ambil saja hikmah nya" jawab ragil santai
"Hikmah? hikmah apa ha?"
"Ya itu kan membuat mu dapat pahala mengajarkan seseorang, membuat mu jadi pribadi yang lebih sabar" jawab ragil, fiif pun memotong "Dan yang paling penting, itu akan membuat mu semakin dekat mendapatkan gelar wimarta dibelakang namamu" sambung Fifi dengan gelak tawa begitu pun dengan ragil
"Kalau dia jadi adik ipar ku sih tak masalah" jawab intan santai
"Hei jangan mimpi!!!" ucap fifi tak terima
Kini jam masuk kantor kembali lagi, intan yang memang berniat lembur sudah menulis kan nya di absen bahwa ia akan pulang jam tujuh malam tapi, ia pun teringat dengan janjinya pada ambar jadi sebelum pulang ke rumah malam nanti dia akan mampir ke sebuah toko handphone dijalan
Jam sudah menunjukkan pukul 14.00 dan pak rama baru kembali dari jam istrihat nya sambil tersenyum menelepon seseorang "Iya iya, ini sih hanya balas budi, jika tidak aku tak mau membelinya untukmu. sore nanti setelah pulang aku berikan padamu" ucap pak rama sepanjang melewati barisan pegawai TU
Intan pun segera menghampiri rama ke dalam ruangan nya
tadi nya gue suka ma gilang karna dia tu kalm pndiem eh2 trnyata dibalik itu smua dia tu heh..😡😡😡 sudah mnghancurkan masadepan seorang wanita mantan nya rama pula tuh😠😠
smangat truss thott💪💪💪👍👍👍🥰🥰🥰
gak bagus thor ...ngajarin gak bener ini.