Gita mati karena penghianatan, ia didorong oleh keluarga dan sahabatnya sendiri ke tengah zombie demi menyelamatkan diri mereka. namun, Gita kembali ke masa satu bulan sebelum wabah mematikan menghancurkan dunia. dengan ingatan masa depan dan sebuah kalung Dimensi misterius, Gita bersiap menghadapi kiamat sebelum menjauh dari orang - orang yang pernah membunuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duna Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9
"Kamu gak bohong kan Liv?" tanya Yani
"Bener Tante, dia yang ngomong langsung sama Livy" Jawa Livy
"Terus dia sekarang tinggal di mana? Kalo apartemen nya udah di jual?" tanya Reza
"Sekarang dia udah gak tinggal di kota ini lagi Tante, om. Kata Gita, dia udah pindah ke luar kota cari kerjaan di sana" jawab Livy
Akhhh
"Si*lan, memang dia udah merencanakan dari awal. Awas aja kau jal*ng si*lan, ku bunuh kau" emosi Reza
Livy dan Julia yang mendengar umpatan Reza terkejut, kenapa dia bisa se emosi itu mengetahui jika Gita sudah pergi dari kota ini.
"Kenapa papah sampe gitu? Biarin aja kali, perusahaan papah sekarang jadi milik papah seutuhnya kalo dia gak ada kan" bodoh julia
"Dia udah bongkar semua di depan karyawan papah, kalo bos sebenarnya dia di perusahaan. Dia bahkan bilang ke seluruh karyawan kalo dia bisa pecat papah juga akhhh!!" lanjut frustasi Reza
"Apa!!" kaget Livy dan Julia
"50% Saham masih atas nama dia, walupun dia jauh. Tapi saham nya tetap punya dia, apa kau bodoh julia!!" emosi Reza
"Pah. jangan bentak Julia kan dia gak tau" balas kesal Yani karena melihat anaknya di bentak.
"Ya maaf pah kan aku gak tau" lesu Julia
"Pah suruh dia beliin aku mobil keluaran terbaru cuma 3 miliar aja ko. Kan dia dapet 5 miliar" gak tau malu Julia, dia mengalihkan pembicaraan agar dirinya tidak di amuk Reza
"Iya pah. Dia itu gak pantes dapet uang sebanyak itu, mending buat kita aja. Kalo papah yang minta pasti dia kasih" balas Yani
"Nanti papah suruh dia kesini, papah hajar dia. Setelah itu terserah kalian kamu minta apa sama dia, kalo dia gak mau jangan harap dia bisa ketemu kita lagi." ucap Reza
"Bener pah. Dia kan gak bisa hidup tanpa kita ya, si pengemis kurang kasih sayang kekekek" tawa Julia di ikuti mereka bertiga juga.
Reza mulai bisa sedikit tenang setelah mengobrol dengan istri dan anaknya.
"Coba Telpon dia sekarang pah, pasti dia seneng banget" ujar julia
"Iya pah. minta juga uangnya, kita kan udah lama gak jalan - jalan. Jadi pake duit dia aja buat kita jalan - jalan 3 miliarnya buat beli mobil Julia" ucap bahagia yani
"Iya pah. Semua teman aku pake mobil baru cuma aku doang yang pake mobil lama" keluh. Julia
"Iya iya, papah Telpon dia sekarang" ujar Reza
Reza pun mengambil ponselnya dan langsung menelpon Gita.
Drettt...
Drettt...
Tut!
Tiba - tiba sambungan telepon di tolak, membuat Reza bingung.
"Kenapa pah? gak aktif ya?" tanya Julia
"Aktif tapi di tolak" jawab Reza
"Di tolak. Kepencet kali, gara - gara kaget papah telpon. Coba telpon lagi" balas Julia tak percaya jika Gita menolak panggilan dari Reza.
Reza kembali mencoba menelpon Gita.
Klik
"Halo" ucap Gita
"Anak si*lan. Kau ada di mana? cepat ke rumah sekarang juga, kalo tidak jangan harap kau ku anggap anak lagi" bentak Reza
"Saya lagi sibuk" jawab Gita dengan santai
"Oh iya jika anda tidak mau menganggap saya anak lagi silahkan saja, toh selama ini kan anda tidak pernah menganggap saya sebagai anak anda. Dan malah memperlakukan anak tiri sebaik itu tapi kepada anak kandung seburuk itu. Eh tapi bukanya Julia adalah anak kandung anda ya ups" balas Gita dengan suara santai
Deg
"Me-memang Julia sudah ku anggap sebagai anak kandung, karena dia lebih baik dari kamu anak si*lan. anak pembangkang, nakal, tidak tau berterima kasih!" gugup Reza
"Iya kah? Bukan kah Julia itu sebenernya anak kamu tuan Reza, anak kandung kamu!! Anak dari jal*ng kamu tuan. Saya tau semuanya sekarang, jal*ng yang sedang bersama kamu itu adalah seorang selingkuhan kamu sebelum kamu menikahi mamah saya dan kamu berhubungan dengan jal*ng itu sampai dia mengandung anak haram yaitu Julia kan!!" balas telak Gita
"Kau pikir aku bod*h tuan Reza, nikmatilah hidup bersama jal*ng - jal*ng mu itu. Dan ada surprise besok di perusahaan, nikmatilah!!" lanjut Gita
"Ja-"
Suttt
"Yang pantas kau sebut jal*ng itu anak dan istri baru kamu, ingat jangan pernah menganggap ku bodoh lagi. nikmati lah dan enyah lah" potong Gita
Tut!!
Prang!!
Akhhh...
Semua orang ternganga saat melihat Reza melempar ponselnya dengan keras sampai hancur tak bersisa.
"Kenapa pah?" tanya Yani
"jal*ng itu sudah tau semuanya, akhh" jawab emosi Reza
"Tau apa?" bingung Yani
"Dia tau jika Julia itu anak kandung papah" frustasi Reza
"Apa!!" kaget Yari
"Terus gimana pah?" panik Yani
"Dia bilang besok di perusahaan ada suprise buat papah, apa dia mau bongkar semuanya besok" balas Reza
Akhhhhh
"Pokonya besok mamah sama Julia harus ke perusahaan, kita klarifikasi di sana. Jangan sampai ada kesalahan ingat" balas Reza dengan tatapan lelah.
Masalah terus muncul satu persatu.
"Hahahahah rasain tuh, daripada besok gue di teror Mulu mending gue ganti nomor handphone" ujar Gita
Gita mengganti nomornya langsung dengan nomor baru yang dia beli, tadi juga Gita membeli laptop, iPad, earphone, PS5 untuk menikmati waktu santainya nanti saat terjadi kehancuran dunia.
Gita pun kembali mencari makanan dan perlengkapan lainnya yang belum ada.
"Oh iya senjata, gue harus dapet senjata dari mana ini?" bingung Gita
Tiba - tiba dia tersenyum penuh arti.
Mobilnya langsung melesat ke satu tempat.
20 Menit Kemudian
Gita berhenti di pinggir kota, tempat pelatihan menembak.
"Selamat sore mbak" ramah pegawai
"Selamat sore. Maaf saya mau latihan menembak di sini apa bisa?" tanya Gita
"Bisa mbak. Silahkan masuk" jawab pegawai dengan ramah mengantarkan Gita masuk ke dalam area penembakan.
Ada sekitar 5 jenis senjata api laras pendek yang ada di pelatihan menembak ini.
1. Desert eagle
2. Glock 17
3. SIG Sauer P226
4. SIG Sauer P320
5. S&W M&P9
Ke lima senjata api ini adalah senjata terbaik yang ada di sini, membuat Gita tersenyum dengan lebar.
Dia tidak perlu berlatih menembak karena saat kiamat zombie, dia enggan mudah bisa dan paham menggunakan senjata tajam.
"Ini tempat nya, mau menyewa senjata jenis apa saja?" tanya pegawai
"Saya mau ke 5 senjata apa Laras pendek, saya ingin mencobanya dulu. jadi nanti saat ke sini saya bisa menggunakan senjata yang menurut saya enak di pakai" jawab Gita dengan alasan yang sangat meyakinkan
"Baik. Saya akan membawakan semua senjata yang di minta, tunggu sebentar" balas pegawai
5 Menit Kemudian
Pegawai membawa semua jenis pistol Laras pendek dan dia juga membawa peluru dengan jumlah peluru sebanyak 200 peluru itu permintaan Gita.
Terhitung Gita akan membayar sekitar 150 juga untuk peluru dan menyewa senjata api laras pendek itu.
"Semakin banyak peluru semakin bagus" ujar Gita dengan senyum gembira.
Gita pun melihat senjata api dengan teliti, dan saat pegawai pergi dengan cepat Gita memasukan semua pistol dan peluru ke dalam ruang dimensi.
Setelah masuk Gita mengeluarkan kembali kelima pistol tadi dengan pelurunya.
Dia langsung mencoba kelima pistol Laras pendek dengan mudah.
"Enak juga ni pistol, cocok sama gue" ujar Gita
30 Menit Kemudian
Gita sudah menghabiskan semua peluru dan dia pun langsung pergi setalah membayar.
Dia tidak mau ada waktu yang terbuang percuma.