NovelToon NovelToon
Lencana Cinta Sang Kapten

Lencana Cinta Sang Kapten

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Militer
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Adeeva Zamira Arjunka tidak pernah menyangka bahwa sifat pemberontaknya justru menjadi alasan ia terjebak dalam pernikahan militer. Seharusnya, Kak Adiba—kembarannya yang sholehah dan lembut—lah yang bersanding dengan Kapten Shaheer Ali. Namun, sang perwira pasukan khusus itu secara mengejutkan justru menjatuhkan pilihan pada Adeeva, si gadis keras kepala yang terang-terangan membenci dunia militer.
Terpaksa menggantikan posisi kakaknya, Adeeva masuk ke kehidupan Shaheer dengan dendam dan penolakan. Baginya, lencana dan seragam hijau Shaheer adalah simbol pengekangan. Namun, perjalanan takdir adiba ke tanah Mesir dan kehadiran buah hati di balik pagar pinus perlahan mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sisa waktu dan getaran baru

Malam di kamar si kembar terasa lebih dingin dari biasanya. Koper besar milik Adiba sudah terbuka di tengah ruangan, menelan tumpukan kitab, abaya, dan kebutuhan studi lainnya. Untuk pertama kalinya dalam dua puluh tahun, kamar itu terasa asing. Tak ada lagi tawa rahasia di bawah selimut atau perdebatan tentang siapa yang akan mandi duluan.

Adeeva duduk di pinggir ranjang, memperhatikan Adiba yang sibuk melipat pakaian. Tangannya yang biasa lincah kini bergerak lamban.

"Kak," panggil Adeeva lirih.

Adiba menoleh, ia melihat mata adik kembarnya mulai berkaca-kaca. "Kenapa, Deeva?"

"Apa harus sejauh ini? Kenapa Mesir harus sejauh ribuan kilometer?" Adeeva menelan ludah, mencoba menahan sesak di dadanya. "Seumur hidup, kita selalu punya satu sama lain. Kamu jadi 'malaikat' dan aku jadi 'setan'-nya. Kalau kamu pergi, siapa yang akan membela aku kalau Abi marah? Siapa yang akan mengingatkan aku kalau aku sudah terlalu jauh?"

Adiba menghentikan aktivitasnya, lalu duduk di samping Adeeva. Ia merangkul bahu adiknya erat-erat. "Kamu bukan setan, Deeva. Kamu hanya api yang belum menemukan tungku yang tepat. Sekarang kamu punya Shaheer. Dia akan jadi gunung yang menenangkan apimu."

"Aku tidak butuh gunung, Kak. Aku butuh kamu," isak Adeeva pecah. Ia membenamkan wajahnya di pundak kakaknya.

Selama ini, Adeeva merasa berani memberontak karena ia tahu ada Adiba yang akan selalu membereskannya. Sekarang, ia harus menghadapi dunia militer yang kaku sendirian, tanpa belahan jiwanya. Adiba hanya bisa mengusap punggung adiknya, menyadari bahwa pernikahan ini adalah harga mahal yang harus dibayar Adeeva demi mimpinya.

Di sisi lain kota, di sebuah kafe dekat rumah sakit militer, Kaysan Ashraf sedang menjalankan misinya sendiri. Sebagai teman Shaheer yang paling jenaka dan bermuka tebal, ia tidak terpengaruh oleh aura dingin yang dipancarkan Fathiyah Adzkiya.

Kaysan duduk di depan Fathiyah tanpa diundang, meletakkan segelas kopi susu ekstra gula di depan dokter perwira itu.

"Dokter Fathiyah, mukanya ditekuk terus. Nanti pasiennya malah tambah sakit lihat dokternya lebih galak dari penyakitnya," goda Kaysan dengan cengiran khasnya.

Fathiyah mengangkat pandangannya dari jurnal medis, menatap Kaysan dengan tatapan datar. "Kapten Kaysan, saya sedang sibuk. Dan saya tidak suka kopi manis."

"Ah, masa? Biasanya orang yang hatinya pahit butuh asupan yang manis-manis supaya seimbang," Kaysan menyesap kopinya sendiri dengan santai. "Saya tahu Anda sedang pusing soal Bang Shaheer dan si kembar itu, kan?"

Fathiyah menutup jurnalnya dengan suara brak yang cukup keras. "Jika Anda ke sini hanya untuk membela keputusan konyol Abang saya, sebaiknya Anda pergi. Saya tidak akan membiarkan wanita seperti Adeeva masuk ke keluarga kami."

Kaysan justru tertawa, ia sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan. "Saya tidak membela siapa-siapa, Dok. Saya cuma mau bilang, Bang Shaheer itu kalau sudah milih, nggak bakal bisa digoyang. Daripada Dokter sibuk cari kesalahan Adeeva, mending Dokter sibuk urusin saya saja. Lebih berfaedah."

Fathiyah tertegun sejenak, alisnya bertaut. "Maksud Anda?"

"Maksud saya, saya lagi cari calon istri yang galaknya selevel dokter militer. Biar kalau saya nakal, ada yang langsung suntik mati," Kaysan mengerlingkan matanya.

Wajah Fathiyah yang biasanya pucat mendadak merona karena kesal, atau mungkin karena hal lain. "Anda benar-benar tidak sopan, Kapten!"

"Tidak sopan tapi jujur itu lebih baik daripada sopan tapi punya niat jahat, kan?" Kaysan berdiri, merapikan baretnya. "Pikirkan itu, Dok. Dan kopinya diminum, saya sudah minta baristanya kasih doa supaya Dokter nggak cepat keriput karena marah-marah terus."

Kaysan berlalu pergi dengan langkah ringan, meninggalkan Fathiyah yang terpaku. Untuk pertama kalinya, pikiran Fathiyah soal mencari keburukan Adeeva sedikit teralihkan oleh kekonyolan pria bernama Kaysan itu.

Kembali ke pondok, Adeeva keluar ke balkon kamarnya untuk mencari udara segar. Di bawah sana, di bawah lampu taman yang temaram, ia melihat Shaheer sedang berdiri menyandar di mobilnya, menatap ke arah jendela kamarnya.

Shaheer tidak memanggil, tidak juga mengirim pesan. Ia hanya berdiri di sana, seolah menjadi penjaga diam yang memastikan bahwa meski Adiba pergi nanti, Adeeva tidak akan benar-benar sendirian.

Adeeva mencengkeram pagar balkon. Ia membenci kenyataan bahwa pria di bawah sana adalah satu-satunya alasan kakaknya bisa pergi mengejar mimpi, sekaligus pria yang akan mengikat kebebasannya dalam waktu dekat.

"Kenapa harus kamu, Shaheer?" bisiknya pada angin malam.

Di bawah sana, Shaheer seolah mendengar bisikan itu. Ia mengangkat kepalanya, menatap mata Adeeva dari kejauhan, dan mengangguk singkat seolah memberikan janji bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Fauziah Rahma
👍
Ana
lbjut
Titik Sofiah
awal yg menarik ya Thor moga konfliknya nggak trllau berat 😍😍😍
Ana
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!