NovelToon NovelToon
Pengantin Paksa Sang Mafia

Pengantin Paksa Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Mafia
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mentari_Senja

Alya Maheswari, gadis sederhana dengan masa lalu kelam, dipaksa menikah dengan Arkan Virello, seorang mafia dingin dan kejam yang tak percaya cinta.

Pernikahan mereka bukan tentang cinta, melainkan perjanjian darah. Namun di balik sikap dingin Arkan, tersembunyi obsesi berbahaya. Dan di balik kepasrahan Alya, tersimpan rahasia yang bisa menghancurkan segalanya.

Ketika cinta mulai tumbuh di antara ancaman, pengkhianatan, dan dendam lama, satu pertanyaan muncul:

Apakah mereka akan saling menyelamatkan, atau justru saling menghancurkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nama yang Menyeramkan

Malam itu, Alya berdiri di balkon kamar, yang kini resmi menjadi miliknya, atau lebih tepatnya kamar yang dipaksakan untuk ia tempati, sebagai 'istri' Arkan Virello.

Gaun tidur sederhana yang ia kenakan, tertiup angin malam, membuat tubuhnya sedikit menggigil. Namun bukan karena dingin, tapi ada sesuatu yang tak kasat mata, tapi terasa menekan dada.

Perasaan tidak aman, perasaan dia sedang berada di tempat yang salah. Tatapannya kosong menembus taman luas di bawah sana, lampu taman menyala temaram, menciptakan bayangan panjang yang tampak seperti siluet orang yang bersembunyi.

Alya memeluk dirinya sendiri, "Kenapa aku merasa seperti sedang diawasi."

Suara langkah kaki tiba-tiba terdengar dari dalam kamar, pelan, berat, dan penuh tekanan.

"Aku tidak suka kamu berdiri di sana sendirian."

Alya menoleh perlahan, Arkan berdiri di ambang pintu, mengenakan kemeja hitam dengan dua kancing atas terbuka. Rambutnya sedikit basah, mungkin baru selesai mandi. Tapi bukan itu yang menarik perhatian Alya, tatapan matanya yang begitu dingin dan tajam.

"Aku cuma butuh udara," jawab Alya pelan.

Arkan melangkah mendekat, setiap langkahnya seperti menekan lantai dengan dominasi yang tak terlihat.

"Udara di luar bisa berbahaya untukmu."

Alya mengernyit, "Tapi di dalam mansion sendiri juga terasa berbahaya.'

"Mulai berani bicara, ya," gumamnya.

"Aku cuma berkata yang sebenarnya."

Arkan tersenyum tipis, "Di dunia ini, kejujuran itu sangat mahal, Alya. Dan sekarang kamu hidup di dalam duniaku."

Alya menatapnya, "Sebenarnya apa dunia kamu, Arkan?" tanyanya.

Tatapan Arkan berubah dingin, tapi dalam. Seolah ia sedang menyimpan sesuatu yang jauh lebih gelap.

"Apa kamu yakin ingin tahu tentang duniaku?"

"Aku sudah terjebak di dalamnya, jadi setidaknya aku berhak tahu."

Arkan menghela napas pelan, lalu berjalan melewati Alya, dan menuju kursi di dekat balkon.

Ia duduk santai, menyilangkan kaki, seperti seorang raja yang berada di singgasananya sendiri.

"Duduk."

Alya tidak langsung bergerak, ia hanya diam. Tapi entah kenapa, tubuhnya seperti mengikuti apa yang Arkan katakan.

Ia duduk di kursi seberang, berusaha menjaga jarak. Arkan menatapnya beberapa saat, lalu ia mulai berkata.

"Nama Virello, apa sebelumnya kamu pernah mendengar nama itu?"

Alya menggeleng pelan.

"Bagus," jawabnya Arkan singkat. "Karena orang yang pernah mendengarnya... biasanya mereka tidak akan hidup lama."

"A-apa maksud kamu?"

Arkan menyandarkan tubuhnya, "Virello bukan sekedar nama keluarga."

Arkan berhenti sejenak, seolah ia sedang menikmati ketegangan yang mulai tumbuh.

"Virello adalah sebuah organisasi."

Deg.

Alya langsung menegang, "Organisasi apa?"

"Organisasi yang tidak tercatat di dalam hukum," jawab Arkan sambil tersenyum tipis.

"Ma-mafia?" bisik Alya tanpa sadar.

Arkan tidak menyangkalnya, dan itu sudah cukup untuk menjadi jawaban dari pertanyaan Alya.

"Jadi... semua ini benar? Apa kamu salah satu dari mafia itu?" tanya Alya dengan suara yang bergetar.

"Kamu pikir, kenapa kamu bisa menikah denganku, tanpa bisa menolaknya?"

Alya menggenggam ujung gaunnya, "Karena kamu memaksaku, dan kamu juga punya kuasa."

"Bukan cuma kekuasaan," balas Arkan dingin. "Tapi juga sebuah kendali."

"Kendali atas hidup orang lain?"

"Jika perlu, kenapa tidak."

Jawaban itu begitu menusuk, dan tidak ada penyesalan atau pun rasa ragu dari wajah Arkan. Pria ini benar-benar berbahaya.

"Lalu, bagimu aku ini apa?" tanya Alya.

Arkan menyipitkan matanya, "Sudah jelas, bahwa kamu itu istriku."

"Maksudku bukan itu," protes Alya cepat. "Aku ini apa di dunia kamu? Sebuah alat? Tawanan? Atau aku hanya sekedar permainanmu?"

Tatapan mata Arkan langsung berubah, ada sesuatu yang tidak bisa Alya baca.

"Kamu bukan permainan."

"Lalu apa?"

Arkan berdiri pelan, dan mendekat lagi. Langkahnya pelan, tapi terasa mengintimidasi. Ia berhenti tepat di depan Alya, menunduk sedikit dan mendekatkan wajahnya.

"Kamu adalah sesuatu, yang tidak seharusnya ada di kehidupanku."

Alya terdiam, "Tolong bicara yang jelas, aku tidak mengerti apa yang kamu maksud."

"Yang jelas, kamu adalah suatu kesalahan bagiku."

Kata itu begitu menyakitkan, tapi entah kenapa, ada ndmada lain di balik kata itu. Bukan hanya penolakan, tapi ada suatu konflik yang Alya sendiri tidak tahu itu apa.

"Jika menikahiku adalah suatu kesalahan, kenapa kamu tetap mempertahankanku di sini?"

"Karena kesalahan ini belum selesai."

Jawaban itu membuat jantung Alya berdetak lebih cepat.

"Apa yang kamu sembunyikan dariku, Arkan?"

"Banyak hal, bahkan terlalu banyak untuk kamu pahami dalam waktu satu malam."

Alya berdiri, "Kalau begitu, jelaskan padaku satu hal saja."

"Karena kamu bagian dari masalah ini. Dan satu-satunya cara untuk mengontrolnya, adalah dengan mengikatmu melalui sebuah pernikahan."

"Aku benar-benar tidak mengerti."

"Kamu tidak perlu mengerti sekarang."

"Tidak!" bantah Alya dengan mulai meninggikan suaranya. "Aku berhak tahu! Karena ini hidupku!"

Arkan menatapnya tajam, "Dan sekarang, hidupmu ada di tanganku."

Alya mundur satu langkah, "Ini gila, ini benar-benar gila. Aku bukan bagian dari dunia kamu!"

"Sejak kamu menginjakkan kaki di mansion ini, kamu sudah masuk ke dalamnya."

"Aku tidak mau."

"Tidak ada pilihan, Alya. Karena jika ada pun, kamu tidak akan berada di sini sekarang."

Sunyi.

Alya tidak bisa membantah, karena apa yang di katakan Arkan memang benar. Ia tidak punya pilihan sejak awal, air matanya hampir jatuh. Tapi Alya berusaha menahannya.

"Aku benci semua ini."

Arkan terdiam sesaat, lalu ia mulai berkata pelan.

"Suatu hari nanti, kamu juga akan mulai terbiasa, Alya."

Alya menatapnya tajam, "Aku tidak akan pernah terbiasa hidup dalam ketakutan."

Arkan mendekatkan wajahnya lagi, "Bukan ketakutan yang harus kamu biasakan. Tapi kamu harus terbiasa denganku."

Deg.

Jantung Alya terasa berhenti, tatapan mereka bertemu. Dan Alya bisa merasakan napas Arkan di begitu hangat di wajahnya.

"Kenapa kamu seperti ini?" bisik Alya.

Arkan hanya diam, dan menatap Alya lekat-lekat. Tapi tatapan matanya, seolah sedang menahan sesuatu dari dirinya sendiri.

Tiba-tiba ponsel Arkan berbunyi, sehingga memecah momen itu. Arkan menjauh perlahan, lalu mengeluarkan ponsel dari sakunya.

Ia menjawab panggilan itu, tanpa mengalihkan pandangannya dari Alya.

"Ya."

Terlihat rahang Arkan langsung mengeras.

"Kapan?"

^^^"..."^^^

"Siapa yang berani melakukan itu semua?"

^^^"..."^^^

"Aku akan urus sendiri."

Arkan langsung mematikan ponselnya, dan Alya menatapnya gugup.

"Ada apa? A-apa ada masalah?"

Arkan tidak menjawab, ia memasukkan ponselnya kembali. Lalu ia mulai berkata.

"Mulai sekarang, kamu tidak akan keluar kamar tanpa izin dariku."

"Apa!"

"Dan satu hal lagi, jangan pernah membuka pintu untuk siapa pun."

Alya mengernyit heran, "Kenapa begitu? Aku yakin pasti sudah terjadi sesuatu kan?"

"Dunia yang kamu tanyakan tadi, baru saja mengetuk pintu," ucap Arkan dengan menatap Alya tajam.

"Aku tidak mengerti apa yang kamu maksud."

Arkan berbalik, dan berjalan menuju pintu. Sebelum keluar, ia berhenti tanpa menoleh.

"Mulai malam ini, kamu harus belajar satu hal, Alya."

Alya menghela napas pelan, "Hal apa?"

"Di dunia Virello, nama bukan hanya sekedar identitas. Tapi itu adalah sebuah ancaman."

Pintu tertutup.

Dan Alya akhirnya benar-benar sadar, ia tidak hanya menikah dengan pria berbahaya.

Ia menikah dengan dunia yang bisa menghancurkan siapa saja, termasuk dirinya sendiri.

1
Vie
lanjut kak.... makin seru... 👍👍👍👍
Vie
lanjut kak.....
Vie
lanjut kak...makin seru..... 👍👍👍
Vie
lanjut kak.... makin seru... 👍👍👍👍
Vie
ya makanya kamu jangan keluar rumah sudah tau tidak aman kan, lebih baik dim manis didalam, daripada celaka kan...
Vie
seru juga ceritanya, gak ngebosenin, menarik..... penasaran sama lanjutanya tetap semangat kak, lanjutkan ceritanya sampai tamat.... 👍🏻👍🏻🤭👍🏻
Vie
nah itu kamu udah tahu kan alya,gak usah diperjelas lagi, daripada nanti ujung2nya berakhir bertengkar, saling menyalahkan dn saling tidak mau mengalah.... 🤭🤭🤭
checangel_
Sampai segitunya 🤧
checangel_
Jauh darimu terasa hampa, tapi membuatmu tetap berada di sampingku membuatku lega ~ Arkan said (dalam hati) 🤭
checangel_
Ada kalanya dunia harus bersuara membela keadilan itu, bukan?🤧
checangel_
Dan tak semudah itu juga untuk membalikkan kertas yang sudah bertinta /Hey/
checangel_
Yang penting bukan imannya ya Alya/Facepalm/
checangel_
Betul, apalagi kalau berpikirnya sudah sampai ke perasaan, bukan pilihan lagi yang menyapa, tapi antara keyakinan dan keraguan yang menggema 🤭
checangel_: Bisa yuk
total 2 replies
checangel_
Cieee🤭
checangel_: Kabur ah 🏃🏻‍♀️🤣
total 2 replies
Vie
kamu cemburu tau... cemburu berarti tanda cinta ada dihatimu, walaupun kamu menepis perasaan itu, tapi Kamu tidak bisa menyangkalnya. jujurlah pada hatimu sendiri arkan.... 🤭🤭🤭🤭
Vie
ya.... kamu gak salah kok.... alaminya seorang manusia hal menyukai lawan jenis adalah manusiawi karena itu berarti kamu masih memiliki hati apalagi dia istri mu sendiri, sudah seharusnya kamu jaga dia dan kamu lindungi serta bahagiakan dia.... tapi jangan biarkan perasaan itu menjadi sebuah kelemahan mu juga, tapi harus Kamu jadikan kekuatanmu dalam melindungi apa yang menjadi milikmu......
Vie
nah loh ga bisa ngomong kan.. padahal kamu udah ada sedikit rasa sama alya.... ya mungkin karena sekarang dia adalah istri mu yang sudah seharusnya kamu bertanggung jawab dan juga sudah seharusnya kamu jaga dia dan perlakuan dia seperti layaknya seorang istri....
Lovelynzeaa🌷
SEMANGAT THORR🥰🙌
Lovelynzeaa🌷
coba bikin lanjut S2 thorr gantung soalny siapa yg mau balas dendam
Lovelynzeaa🌷: okee kak, yg novel baru kakak harus bnyk" up ya kak🙏☺️
total 6 replies
Lovelynzeaa🌷
Thor ini end nya kaya end sebelah nggak trauma banget soalny😭
Leo Draven: Rahasia dong/Shy/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!