Seorang wanita dari jaman modern masuk ketubuh Permaisuri yang di jadikan pilar Kekaisaran, Dinny Winata.. umur 25 tahun, Dinny terkejut saat jiwanya di tarik paksa oleh cahaya yang datang ke tubuh nya
"Siapa kau?" tanya Dinny
"Aku jiwa yang dihianati dan di buang ke dalam jurang kebencian" jawab wanita yang persis dengan Dinny
"Apa mau mu? sampai menarik jiwaku yang sedang duduk di balkon" ucap ketus Dinny
"Hahaha... balaskan rasa sakitku, aku serahkan putriku dan putra untuk kau jaga, bukan nya kau di dunia ini hidup sendiri" ucapnya dengan nada penuh kebencian. Dinny menggerutu tidak jelas
"Tidak mau tiba-tiba punya anak, dsini aja aku masih single-single loh" jawab kesal Dinny. wanita yang menatap penuh kebencian langsung menatap penuh kerapuhan
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir kecerita Nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9
Permaisuri Ai Ning tertawa kecil melihat Yuyung kesal. sedangkan Ang Bei sudah di izinkan untuk melihat beberapa hewan, Tiger pun ikut dengan tuan nya. sedangkan Mouse dia memilih masuk ke dalam kantong pakaian Ang Bei, dia ingin beristirahat di dalam kantong pakaian tuannya itu.
Ang Bei begitu antusias melihat para hewan yang begitu jinak, dia pun mendekati burung merak, dan rusa yang tadi sedang minum ikut mendekati Ang Bei.
"Ibu... mereka tidak takut kepadaku, boleh aku berteman dengan mereka ibu?" ucap antusias Ang Bei. Permaisuri Ai Ning pun mengangguk mengiyakan keinginan putranya itu selama tidak merugikan putranya, Nuning yang sedang berenang pun langsung menelusuri kolam biru itu, di sana ada beberapa ikan kecil yang tidak pernah dia lihat. dan Dia pun melihat kura-kura besar di dalam air.
"Ibu... apa kura-kura ini tidak bisa keluar dari air ibu?" tanya Nuning. Permaisuri Ai Ning melihat ke arah kura-kura yang sedang berjalan di dalam air.
"Nona... si tuan ini sudah tidak memiliki keinginan untuk keluar dari air biru ini, jadi mohon maaf hamba. tidak bisa menemani Nona bermain di luar kolam ini" ucap kura-kura yang sudah hidup lama di dalam air biru itu, kura-kura tua itu sudah betah menetap di dalam sana.
"Huu... kakek kura-kura berapa umur mu sekarang?" tanya Nuning yang di temani Ke empat kera nya yang duduk manis di jembatan dekat kolam biru.
"Si tua ini sudah tinggal di dalam air biru abadi ini begitu lama... dan umur ku sekitar satu juta tahun, jadi aku sudah tidak kuat untuk keluar dari air abadi ini Nona" ucap kura-kura tua. Nuning pun mengangguk, dia menatap si kera Je yang sedang makan buah pisang.
"Je... dari mana kau mendapatkan buah itu? apa buah itu manis?" tanya Nuning. Yang masih terus penasaran dengan apa yang dia lihat, sedangkan Ang Bei. dia duduk dengan para hewan yang begitu tenang dan penurut.
Para hewan itu bermain dengan Ang Bei. Ang Bei pun tidak hanya dia dia berkeliling dengan para hewan itu, ingin mengenal tempat rahasia ibunya itu. Permaisuri Ai Ning pun membiarkan putranya bermain dengan para hewan tersebut, setelah mereka puas bermain. Permaisuri Ai Ning pun akan mulai mengajarkan ilmu bela diri kepada Putra dan putrinya itu.
Sedangkan Nuning dia tetap duduk dekat Yuyung, dia juga melihat kelinci yang sedang bersantai. dia berpikir kenapa setiap hewan yang berada di tempat rahasia ibunya ini, begitu penurut dan begitu baik, tidak agresif ataupun menyerang mereka.
Nuning terkekeh geli melihat para kelinci, Permaisuri Ai Ning sedang menyiapkan tempat tidur kedua anaknya di paviliun miliknya itu.
Permaisuri Ai Ning tersenyum puas melihat keadaan kamar yang akan di tempati putra dan putri nya, Permaisuri Ai Ning pun memanggil mereka berdua untuk istirahat dulu.
Ang Bei berlari kembali ketempat ibunya, sedangkan Nuning hanya berjalan. karena kolam air biru abadi itu di depan paviliun milik ibunya jadi dia berjalan dengan santai sambil menunggu kakaknya.
"Kakak apa sudah mendatangi tempat lain?" tanya Nuning. saat Ang Bei mendekati nya, Ang Bei pun mengangguk sambil tersenyum bahagia.
"Kau tahu mei mei... tempat ini begitu indah, apalagi semua hewan yang belum pernah kakak lihat.. ternyata tempat ini memiliki nya, kakak jadi betah tinggal disini... tapi kita kesini kan untuk belajar, jadi kakak tidak ingin mengecewakan ibu. kan kita bisa sesekali meminta ibu untuk mengajak kita ke sini, atau lebih sering kita tinggal di sini bukan?" ucap Ang Bei. Nuning pun mengangguk, dia juga sangat menyukai tempat rahasia milik ibunya ini, apalagi banyak kelinci kera dan hewan-hewan yang menurut dia sangat lucu.
"Baiklah... kita sudah putuskan setelah berlatih kita akan mengelilingi tempat rahasia ini, Kakak jangan lupa membawaku ya" ucap Nuning. Ang Bei pun mengangguk sambil mengelus lembut kepala adiknya dengan penuh kasih sayang. Permaisuri Ai Ning yang melihat keakuran kedua anaknya itu tersenyum.
"Kak Ai Ning... Apa kau melihat disana? kedua anakmu yang begitu akur kak.... didikanmu begitu luar biasa sampai mereka tidak merasakan iri satu sama lain, semoga kau tenang di sana ya Kak" gumam Permaisuri Ai Ning. dan dia pun langsung memanggil keduanya agar cepat masuk ke dalam paviliun dan untuk beristirahat.
Ang Bei dan Nuning tercengang melihat keadaan kamar mereka, Permaisuri Ai Ning pun mengajarkan mereka cara menghidupkan air untuk mandi cara untuk membuang air kecil atau pun besar.
"Ibu.. tempat ini begitu indah, apa Nu'er boleh memiliki beberapa barang ini ibu? untuk di kediaman Nu'er sendiri nantinya ibu" ucap Nuning dengan tersenyum manis, Permaisuri Ai Ning tertawa melihat tingkah lucu putrinya itu.
"Nanti saat kita kembali ke istana, ibu akan mengganti semua barang-barang kalian yang berada di kediaman kalian. ibu akan menggantinya dengan barang-barang yang berada di sini" ucap Permaisuri Ai Ning. Ang Bei mendongak melihat kearah ibu nya.
"Kalau barang-barang Ini dibawa keluar? nanti kami tidak bisa beristirahat di kamar ini lagi dong ibu?" tanya Ang Bei. Permaisuri Ai Ning tertawa kecil saat mendengar pertanyaan putranya itu.
"Kata siapa tidak bisa?... pokoknya nanti biar ibu yang mengurusnya dan kalian tidak usah khawatir, kamar-kamar kalian ini tidak akan berubah sedikitpun, Ibu bakal memastikan itu semua ya..." ucap lembut Permaisuri Ai Ning.
"Ibu janji.....
BERSAMBUNG......
2 kaki = 10 kilo?
siapa yang batuk?? 🤭