Danil Dwi Cahya, 16 tahun, lulus SMP dengan prestasi gemilang. Namun, ia tak bisa lari dari "Pernak-Pernik Kehidupan" yang keras: kemiskinan, pengkhianatan masa lalu sang ayah, dan beban mengangkat harga diri keluarga.
Hatinya makin rumit saat Ceceu Intan Nuraini, sahabat sekaligus cinta tak terucapnya, rela berkorban segalanya. Di tengah dilema merantau atau bertahan, Danil harus menghadapi intrik desa, mitos seram, dan bahaya dari majikan "buaya darat" Ceceu.
Akankah ia menemukan jalan keluar dari jeratan takdir dan cinta? Atau justru terhanyut dalam 'pernak-pernik' kehidupan yang tak terduga? Baca kisah perjuangan Danil dalam PERNAK-PERNIK KEHIDUPAN
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9
# go back some time # ( Mundur beberapa waktu )
Sang Raja malam bergelayut manja mengepakkan sayapnya di lentera yang di sinari sang Dewi bulan, senyuman yang di limpahkan melauil bintang bintang berkelip menusuk ke dalam kalbu Dewi bulan, manja sang Raja malam memberikan suasana malam itu tenang sunyi dan senyap.
Sungguh berbeda jauh dengan rasa seorang gadis malam itu, ia bertolak belakang dengan perasaan sang dewi bulan malam terhadap Raja Malam, hatinya malam ini adem tentram dan bahagia hatinya saat ini menerima pinangan dari sang Raja malam.
Gadis yang di kaitkan dengan perasaan Dewi bulan ini tak lain adalah Ceceu Intan Nuraeni, dia sedang merenung sedih duduk di balik tirai yang membungkus seisi kamar nya, ia meratapi kesedihan yang amat dalam sejak lima bulan yang lalu.
Lamunan dengan takdir yang berjalan di langkah yang salah buyar pikirannya saat ini ketika ketukan pintu kamar terdengar olehnya.
" Tok........ Tok............"
" Siapa, aku sedang tidak ingin di ganggu." Suara keras keluar dari mulut gadis cantik bertubuh isi itu.
" Ini Mamah Nak. Di ruangan tamu ada Tuan Besar Kadir menunggu mu." Suara wanita setengah tua di balik pintu terdengar sopan di telinga Ceceu, itu adalah ibu kandungnya.
Ceceu pun bangkit mengusap air matanya yang telah merusak bedak yang menempel di kulit wajahnya." Suruh tunggu mah, Intan mau mandi dulu."
Gadis itu memberi tahukan pada ibunya dengan tidak membuka pintu kamarnya, ia tidak ingin melihat ibunya bahwa ia sedang bersedih, cukup dirinya sendiri yang mengetahuinya. Di area keluarga dan tempat ia lahir dan di besarkan, orang orang memanggil gadis itu dengan nama yang tertera di tengahnya saja. Itu Intan bukan Ceceu.
" Baik Nak ibu bilangin." Ucap nya lalu pergi dengan raut putus asa, sang ibu mengetahui bahwa anaknya sungguh tersiksa bulan bulan ini, namun berkat anaknya juga ekonomi keluarganya pun naik dan ia sekarang di pandang mata oleh para tetangga nya, bahwa anak gadis pasangan Ardi dan Komsiah naik kasta bahkan mempunyai sawah yang cukup luas, itu pemberian dari majikannya itu, namun keinginan dan di jadikan nya budak sek menjadi resiko buat sang anak saat ini.
Di ruangan tamu, tampak kakak Ceceu Intan Nuraeni bersama lelaki berusia 45 tahun duduk dengan senyuman senyuman semanis mungkin, wanita setengah tua yang baru turun dari tangga rumah nya tersenyum sinis pada mereka berdua, karna ia tahu bahwa suami dan anaknya sedang ingin menjilat lelaki yang menjadi majikan Intan Nuraeni.
" Tuan Besar, Intan bilang dia mau mandi dulu, Tuan Besar Kadir mohon untuk menunggu nya." Komsiah berkata sopan seraya tersenyum setelah sampai di ruangan tamu dan memberi tahukan tentang anaknya.
" Ohk.... Itu tidak masalah, tidak masalah aku akan menunggu nya." Pongah kesombongan tampak terlihat di wajah Kadir.
" Terima Kasih atas kesediaan Tuan Besar untuk menunggu nya. Silahkan di minum kopinya." Komsiah duduk di samping suami nya.
" Iya, ya, ya, ya, tak usah repot repot Nyonya Komsiah." Kadir mengambil gelas kopi yang di suguhkan oleh keluarga Intan, lalu meniup sebentar dan merasakan kenikmatan dari kopi itu.
" Bagaimana, adik adik nya Intan, apakah ada masalah, apalah itu kekurangan jajan sekolah atau beli itu, atau hal lain." Kadir menyombongkan dirinya agar kedua lelaki yang ada ikatan darah bersama Intan semakin kagum padanya dan tunduk bertekuk lutut.
" Bila Tuan Besar sudah bertindak semua aman dan terselesaikan dengan mudahnya, untuk urusan beli pernak pernik perangkat sekolah dan sebagainya, untuk saat ini cukup dan bahkan lebih." Senyum terukir manis dari lelaki yang selisih 12 tahun usianya dari Kadir, namun kewibawaan dan kesehatan jauh lebih baik dari majikan anak nya itu, mungkin paktor uang yang membuatnya begitu.
" Bagus.... Bagus.... Bagus........" Aku senang mendengarnya, bila ada apa apa atau kekurangan uang anda semua tinggal bilang saja sama Intan, aku akan memberikan nya." Angkuh nya Kadir berkata.
Obrolan pun berlanjut di ruangan keluarga Ceceu Intan Nuraeni, hampir 30 menit Ceceu menyelesaikan aktivitas nya berdandan cantik untuk memulai malam neraka yang berubah menjadi surga bagi dirinya bersama bandot tua, ia semakin kecanduan dengan permainan permainan yang di lakukan oleh bandot tua majikannya itu.
Entah menggunakan ramuan apa atau kah mempunyai ilmu yang bisa membuat para wanita terkena dengan permainan yang di lakukan bandot tua itu, hingga Ceceu yang awalnya berontak kini mengakui kenikmatan yang di berikan oleh majikan lelakinya itu, bahkan selain kenikmatan batin kenikmatan materi pun ia dapatkan. Tapi malam ini akan menjadi malam gelisah baginya dengan apa yang di minta oleh majikan lelakinya itu.
Ceceu keluar dari kamarnya, berjalan turun ke bawah menuju ruang keluarga, lelaki tua tersenyum bahagia melihat nya, membatin dalam dirinya.
" Apa yang di bisikan oleh ghaib itu bukan kebohongan tetapi kebenaran, gadis itu emang dari kulit terlihat tak seputih wanita lain, namun aura kecantikan dan daya tariknya seketika lelaki akan bertekuk lutut di hadapan nya.
" Selain itu aura keringat yang menyatu pada lawan jenisnya dalam melakukan ritual persetubuhan itu akan menarik haliya Dunya (kekayaan yang datang dengan tiba tiba )pada genggaman nya. Namun konsekuensinya yang harus di dapat oleh pelaku pesugihan itu jangan sampai orang yang terikat dengan darah nya mengetahui nya, dengan kata lain anak anak dan saudara sekandung nya jangan sampai mengetahui hubungan terlarang antara Kadir dan Ceceu Intan Nuraeni.
" Seandainya itu terjadi yang ada semua hartanya akan raib dengan sendirinya dan dia pelaku pesugihan akan merasakan sakaratul maut yang berangsur lama dan itu menjadi siksaan baginya, sementara wanita yang menjadi wadah dalam melakukan hal itu, akan berdampak buruk pada seluruh tubuhnya dan keintiman nya seketika mati rasa dan perlahan lahan memburuk bagaikan terkena penyakit Raja singa yang ganas.
" Ayo kita berangkat." Ceceu sampai di hadapan lelaki tua yang dari tadi memperhatikan nya.
" Yah." Angguk Kadir, ia pun bangkit berjalan ke arah pintu masuk.
Ceceu Intan Nuraeni berpamitan pada kedua orang tuanya, ia berpesan tak akan kembali dan langsung ke rumah majikannya seperti yang sudah sudah di ketahui ketika mendapatkan cuti kerjanya.
Sang Bunda hanya menatap insten, sementara kedua lelaki ayah dan ibu hanya tersenyum manis, memperlihatkan dan melakukan perhatian menyanjung Ceceu yang mau berkorban demi keluarga nya." Picik." Pikir wanita setengah tua memandang nya.
Ceceu di jadikan budak sex untuk kehidupan yang lebih baik darinya, sedangkan kau sebagai ayah yang harusnya menjaga martabat harga diri sang anak malah mendukung nya, sungguh picik pikiran lelaki yang telah menemani nya selama 25 tahun berumah tangga.
### Back to the beginning ## ( Kembali ke awal )
" Niel...." Isak tangis masih melanda di mata nya, seakan banjir air mata itu tak ada habisnya.
" Itu adalah tentang gambaran keluarga ku, yang tak peduli anak yang di banggakan nya tertekan hati dan batinnya, yang mereka pikirkan bagaimana Keluarga nya menjadi orang terpandang di kampung aku di lahirkan nya.
Danil termenung sesaat ada rasa ngilu yang menyayat kalbu mendengar penuturan dari keluarganya, yang dengan suka rela Ceceu menjadi piaran bandot tua tetangganya itu, namun yang habis tak mengerti saat ini, apa motip di balik Ceceu ingin melakukan hal sehina ini pada dirinya.
" Apakah gadis di hadapannya itu sedang berbadan dua, atau kah ingin menjebak diriku dan menikahi nya untuk menutupi perselingkuhan nya dengan bandot tua, hingga aku di jadikan suami boneka oleh Ceceu Intan Nuraeni." Danil bergidik ngeri dalam hatinya.
Bersambung.