NovelToon NovelToon
Cinta Tak Perna Salah (Dilema Cinta Riana )

Cinta Tak Perna Salah (Dilema Cinta Riana )

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Perjodohan
Popularitas:394
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Seri Cinta Tak Perna Salah dengan menceritakan dilema dari kisah cinta seorang dokter Riana Yang terhalang oleh perbedaan. kisah ini mengisahkan tentang perjodohan, perselingkuhan dan cinta beda usia yang menjadi permasalahan orangtua. Dan juga rahasia lama yang tersimpan. yang menjadi pengahalang Riana untuk bahagia bersama pilihannya.
Apakah dokter Riana akan bisa bertahan dalam masalah yang dia hadapi untuk mempertahankan cinta sejatinya???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mama Tiwi Sakit

Sampai di Jakarta Rian sudah disambut oleh mama dan papanya. Kemarahan mamanya menjadi - jadi.

"Kamu sebenarnya anak atau musuh mama??"

"Anak mama."

"Kenapa kamu menentang mama."

"Aku sudah dewasa mama, pilihanku karena darah yang mengalir di tubuh saya sama seperti yang ada di kakak. Maafkan aku ma."

"Dia bukan kakakmu lagi."

"Ma, sadar Riana Timothy itu anak kita, kakaknya Rian."

"Sudah saya katakan dia bukan anakku."

"Oke, tetapi dia anak saya, darah daging saya."

Mamanya marah dan meninggalkan papa dan anak itu. Papanya langsung memeluk anaknya.

"Terima kasih adek, sudah mengantikan papa mengantar kakakmu, anak perempuan papa."

"Kakak cantik sekali papa."

Rian memperlihatkan foto - foto pernikahan kakaknya. Airmata mengalir di muka papa yang sudah terlihat tua itu. Ketika suara dering telepon oada handphone Rian berbunyi, dia dan papanya berpindah ke kamarnya. Mereka berbicara dengan Riana. Papa dan kakaknya menangis. Dan papa sempat menitipkan kakak kepada Davin suaminya. Mamanya yang mengetahui kedua laki - laki yang dia punya sedang berbicara dengan Riana anak yang tidak mau dia akui itu menjadi marah. Akhirnya dia jatuh pingsan.

Rian dan papanya langsung membawa mamanya ke rumah sakit. Ternyata ada pemecahan pembuluh darah pada daerah jantungnya. Dan yang bisa melakukan operasi itu adalah dokter Riana.

Ketika diberitahu keadaan mamanya, Davin langsung membawa istrinya kembali ke Jakarta. Begitu juga orangtua dan kakaknya Stella malam ini juga, semua kembali ke Jakarta. Mereka langsung ke rumah sakit. Sampai di depan IGD, Riana berlari.

"Sayang pelan - pelan." Davin mengandeng tangan istrinya dan langsung memeluk tubuh itu.

"Aku tahu, kamu sayang sama mama, tetapi ingat di dalam perutmu ada anak kita." Riana memeluk suaminya semakin erat.

"Maafkan aku sayang." Davin langsung memberi ciuman kepada istrinya.

Riana sudah bertemu dengan papa dan Rian adiknya. Setelah melihat kondisi mamanya. Menganalisa semua data, mamanya siap di operasi. Davin, Stella dan orangtuanya juga ada disana. Menemani Rian dan papanya.

Dua jam operasi itu berlangsung. Pendarahan yang hebat berhasil di tangani oleh dokter Riana bersama timnya. Selesai operasi, Riana mengarahkan dokter - dokter junior dibawanya untuk menangani pasien dengan kasus pecah pembulu darah akibat serangan jantung.

Riana tahu bahwa mamanya pasti tidak mau bertemu dengannya. Setelah mamanya sudah di ruangan masih dalam pengaruh obat bius. Riana datang keruangan itu bersama suami, mertua dan Stella. Papanya langsung memeluk anak perempuannya. Dicium kening dan pipinya.

"Maafkan papa sayang, maafkan papa."

"Ria yang salah, Ria memilih hidup dengan laki - laki yang kakak sayang dan mencintai anak papa ini dengan tulus. Ria tetap sayang papa. Papa adalah cinta pertama Ria."

"Davin om titip anak om ya."

"Davin akan jaga anak papa dengan baik. Maafkan kami jika jalan yang kami pilih seperti ini pa."

"Papa sudah memaafkan kalian. Papa sudah tahu semua dari Rian."

"Papa, kakak tahu, mama belum mau ketemu kakak. Tidak masalah buat Ria. Sudah dokter junior yang akan merawat dan mengontrol kondisi mama. Mereka akan melaporkan buat Ria."

"Iya sayang."

"Ria titip mama ya, papa, adek."

"Terima kasih kakak sudah menolong orang yang kita berdua sayang."

Malam ini meskipun ada kebahagiaan, namun kesedihan juga ada diraut wajahnya.

"Kondisi mama parah, kalau aku terlambat sedikit saja. Mama pergi selamanya."

"Maafkan aku sayang. Kita mau meraih kebahagiaan kita sangat berat jalannya."

Riana langsung memeluk suaminya. Dan malam ini mereka tidur bersama. Riana sangat kelelahan sehingga dia bangun kesiangan. Dia hanya sendiri, tidak ada suaminya karena, dia harus mengajar. Davin sudah menulis memo bagi dirinya. Memberitahukan bahwa dia sudah pergi bekerja.

Di kampus banyak yang tidak tahu, tentang Dosen mereka oak Davin yang sudah menikah. Namun hari ini, ketika dia masuk mengajar, mahasiswa dan mahasiswinya melihat ada perbadaan dalam penampilan dosen tersebut. Mereka sangat kaget karena sudah ada cincin yang melingkar pada jari manisnya.

"Pak Davin sudah menikah ya??"

"Menikah??? Iya saya sudah menikah. Semua mahasiswanya bertepuk tangan dan mengucapkan selamat sedangkan mahasiswinya semua muka cemberut.

"Kok kita tidak kenal sama pacar bapak."

"Apa harus saya pamerkan kepada kalian??"

"Ketemu di Amerika ya pak??"

"Tidak, di Jakarta, dia cinta pertama saya. Dan akan menjadi yang terakhir."

Mahasiswinya mulai melacak siapa istri dari dosen idola mereka. Bahkan Davin tidak tahu jika dia di buntuti oleh mereka.

 Sementara di rumah sakit, kesehatan mamanya Riana dan Rian sudah mulai membaik. Dan memang benar, Riana tidak perna bertemu secara langsung dengan mamanya. Informasi perkembangan kesehatan mamanya yang dia peroleh dari dokter juniornya.

"Dengar tadi, dokter katakan apa buat mama?? Kontrol emosinya."

"Sangat parah ya pa waktu itu."

"Mama mengalami pecah pembulu darah. Dan ada dekat jantung."

"Berapa jam mama di operasi??? Pasti dokter hebat yang menolong mama ya???"

"Dua jam, iya dokternya sangat hebat. Meskipun dia cuti, ketika di hubungi dia datang menolong mama sangat tepat."

"Siapa nama dokternya pa?? Jangan lupa ucapkan terima kasih."

"Iya papa sedikit lupa nama dokternya."

"Dokter Riana Timothy yang menolong ibu."

 Salah satu dokter Junior yang sedang mengontrol keadaan istrinya langsung menyebut nama anak mereka. Mamanya langsung terdiam. Dia sudah tidak banyak berbicara lagi.

"Kamu menyesal ma, di tolong oleh anakmu sendiri darah daging kita."

Hari ini Davin pulang cepat. Sampai di apartemen mereka, istrinya sudah menyambut dengan memberi ciuman di bibir suaminya. Davin langsung mengendong istrinya.

"I love you more suamiku."

Davin menampilkan senyum manisnya. Malam ini dia mau mengajak istrinya berjalan ke mall. Bertepatan dengan jadwal kontrol kandungannya ke dokter Naira. Tadi di kampus Davin sudah mendaftar.

Riana meskipun lebih tua dua tahun dari suaminya, namun mukanya masih terlihat imut dan manis. Mereka tidak tahu, bahwa dia sudah kepala tiga.

"Masih mual kak??"

"Puji Tuhan sedikit berkurang dek."

"Naira lega deh kaka. Kandungan kaka bagus dan perkembangan calon bayi kaka dan Davin sehat. Semua terlihat dari denyut jantung, ketersediaan air ketuban. Dan ujurannya semakin membesar. "

Davin tersenyum, dia mencium istrinya. Hal ini membuat Naira tersenyum.

"Jadi Vin, ini yang kamu bilang cinta pertama kamu."

"Tanya aja sama istriku, bagaimana aku dulu."

Riana pun menceritakan bagaimana dulu, Davin melamarnya waktu dia kelas sepuluh. Naira tertawa.

"Memang ada gila - gilanya."

"Dalam hidup gue, hal tergila yang aku lakukan hanya inj, mencintai kakak kelasku dan menikahinya. Bahkan menghamilinya juga."

Hari ini Riana mendapat suntikan vitamin dan imunisasi bagi ibu hamil. Selesai dari dokter Naira, dokter kandungan Riana. Davin mengajak istrinya makan disebuh restoran berdua. Kemudian belanja bahan makanan di swalayan yang ada di mall ini.

Kebersamaan Davin dan Riana di potret oleh salah satu mahasiswinya Davin. Dan selesai di share di grup, tidak ada semenit digrup mahasiswa teknik jurusan arsitektur ramai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!