NovelToon NovelToon
Menggantikan Pengantin Yang Kabur

Menggantikan Pengantin Yang Kabur

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Pernikahan Kilat / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: Vaelisse

Ketika kakaknya, Orla, kabur dari pernikahan dengan pria berbahaya bernama Lorcan, Pearl dipaksa menggantikannya demi menyelamatkan keluarga dari kehancuran.

Terjebak dalam pernikahan kontrak dengan pria dingin yang seharusnya menikahi orang lain, Pearl harus hidup dalam kebohongan yang bisa merenggut nyawanya kapan saja jika kebenaran terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vaelisse, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9

"Ikut aku."

Lorcan menyeret Pearl menuju balkon di sisi ballroom, sepi, jauh dari kerumunan, hanya ada suara hujan yang semakin deras dan kilatan lampu kota di kejauhan.

Begitu pintu balkon tertutup di belakang mereka, Lorcan melepaskan pegangannya.

Dan berbalik.

"Hampir." Suaranya rendah, tapi tepiannya tajam seperti silet. "Wajahmu hampir membongkar semuanya sendiri. Kamu tahu itu?"

"Aku tidak melakukan apa pun!" Pearl tidak bisa menahan dirinya. "Dia yang mengenal Orla, bukan aku! Sudah kukatakan dari awal ini terlalu berisiko. Seseorang akan menyadari. Seseorang pasti akan--"

"Maka pastikan mereka tidak menyadarinya." Lorcan melangkah maju, memaksa Pearl mundur hingga punggungnya menyentuh railing balkon. "Kamu harus lebih meyakinkan. Kamu harus menjadi Orla lebih baik dari Orla sendiri. Itu tugasmu."

"Aku tidak bisa menjadi orang lain selamanya!" suara Pearl retak, hujan mulai membasahi ujung gaunnya yang terkena angin. Air matanya turun sebelum ia sempat menahannya. "Aku bukan Orla. Aku tidak pernah Orla. Aku Pearl, aku punya namaku sendiri, Lorcan!"

Nama itu keluar begitu saja.

Lorcan terdiam.

Hanya sesaat, tapi Pearl melihatnya. Ada sesuatu yang melintas di balik matanya, seperti bayangan yang lewat terlalu cepat untuk dikenali. Sebelum menghilang, tergantikan oleh dingin yang selalu kembali.

"Di dunia ini," bisiknya, melangkah lebih dekat hingga jarak di antara mereka hampir tidak ada, "Pearl tidak ada. Yang ada hanya Nyonya Darragh."

"Kenapa kamu tidak lepaskan saja aku?" Pearl menatapnya langsung, air mata dan rintik hujan bercampur di pipinya. "Kamu bisa mendapatkan siapa pun yang kamu mau. Kenapa harus aku? Kenapa harus seperti ini?" Lorcan tertawa.

Bukan tawa yang hangat, tidak pernah. Tapi kali ini ada sesuatu yang berbeda di dalamnya. Lebih lelah. Lebih pahit.

Ia berpaling, menatap kegelapan kota di bawah mereka.

"Karena kakakmu mengambil sesuatu yang tidak bisa dikembalikan," katanya akhirnya, suaranya turun menjadi sesuatu yang hampir terdengar seperti pengakuan. "Dia menghancurkan kepercayaanku. Dia mempermalukanku di depan dunia. Dan karena darah yang mengalir di nadinya sama dengan yang mengalir di nadimu, keluarga Rowan harus membayar. Kamu adalah pembayarannya, Pearl. Kamu adalah tempat aku meletakkan semua yang tidak bisa aku buang."

Pearl tidak berkata apa-apa.

Ia hanya berdiri di sana, menggigil dalam gaun sutra yang mulai basah oleh hujan, menatap profil pria yang berdiri di sampingnya dan untuk pertama kalinya, di balik semua kebencian yang sudah menumpuk sejak dua hari lalu, Pearl melihat sesuatu yang lain.

Seseorang yang juga terluka.

Seseorang yang luka itu sudah mengeras menjadi sesuatu yang tidak lagi bisa dibedakan dari dirinya sendiri.

Tapi itu tidak membuat apa yang ia lakukan menjadi benar.

"Masuk," perintah Lorcan, memotong keheningan itu sebelum ia menjadi terlalu panjang. "Kalau Conal atau siapa pun bertanya lagi, bilang kamu melakukan sedikit prosedur kecantikan untuk pernikahan. Aku tidak peduli alasan apa yang kamu pakai, asal mereka tetap percaya."

Pearl menghapus air matanya dengan punggung tangannya.

Merapikan sanggulnya yang sedikit berantakan oleh angin.

Dan memasang kembali senyum yang sudah mulai terasa seperti bagian dari wajahnya.

**

Di dalam ballroom, orkestra kecil mulai memainkan waltz.

Lorcan mengulurkan tangannya ke arah Pearl bukan permintaan, melainkan instruksi yang dikemas dalam gerakan yang elegan. Pearl meletakkan tangannya di atasnya, dan mereka melangkah ke tengah lantai dansa di bawah sorotan lampu kristal yang berkilauan.

Semua kepala menoleh.

Semua orang tersenyum melihat mereka.

Dan di tengah tarian itu, di bawah tepuk tangan pelan dan tatapan kagum ratusan pasang mata, Lorcan menundukkan kepalanya sedikit ke arah telinga Pearl, gerakannya tampak seperti bisikan mesra dari kejauhan.

"Jangan pernah berpikir untuk melarikan diri, Pearl." Suaranya sangat pelan, hampir tenggelam oleh musik. "Pengawalku sudah berjaga di dekat ruang ibumu malam ini. Satu langkah salah darimu dan ia dipindahkan ke bangsal tanpa peralatan apa pun sebelum kamu sempat menghubungi siapa pun."

Pearl tidak bergerak.

Terus berputar dalam tarian itu.

Senyumnya tidak bergeser satu milimeter pun.

Di depan ratusan pasang mata, ia tampak seperti perempuan yang mendapat segalanya berdansa dengan pria paling berkuasa di ruangan ini, mengenakan berlian yang nilainya lebih dari yang pernah ia bayangkan, tersenyum seperti seseorang yang tidak pernah mengenal kesedihan.

Tapi di dalam, jauh di dalam, Pearl tahu satu hal yang malam ini semakin jelas terasa.

Ia bukan lagi Pearl yang punya nama, punya mimpi, punya sesuatu yang bisa ia sebut miliknya sendiri.

Ia hanyalah wadah kosong yang sedang dipaksa menampung dendam seseorang yang bahkan tidak mau mengakui bahwa ia sedang menyakitinya.

1
Dede D
ceritanya sangat bagus
Dede D
lanjut kak
❤️⃟Wᵃf꧄ꦿV⃗a͢n꙰a͢a⃗ꦿᵏⁱᵉˡяᷢ⃞🐰
Gegara Kk nya, adikny jdi korban😭
Dan demi ibunya, pearl rela melaksanakan pernikahan yg ia sendiri tidak mau sbnrnya🙏😓
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Vaelisse: makasii kak, jangan lupa like dan komen nya ya 😀
total 1 replies
Juli Queen
bagus
Juli Queen
kaa kapan update nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!