NovelToon NovelToon
MASUK KE DUNIA NOVEL

MASUK KE DUNIA NOVEL

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Lain / Fantasi Wanita / Masuk ke dalam novel
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Karin seorang wanita karir, dia mendoktrin dirinya sendiri agar harus berkerja keras, tidak perlu memikirkan yang namanya pernikahan.

Dan ya, di umurnya yang sudah 30 tahun, dia masih jomblo alias belum menikah. Sedangkan teman-temannya yang seumuran sudah memiliki anak dua.

Karin merasa, menikah dan punya anak akan mengganggu pekerjaannya. Sehingga dihari cutinya, dia hanya tinggal di dalam kamar membaca novel.

"Ck. Makanya jangan menikah jika belum siap mengurus anak!" tegur Karin sambil melempar Tabnya ke atas kasur.

Dia sedang membaca novel online, yang berjudul ( Pembalasan Tiga Penjahat )

Karin tertidur setelah mambaca novel itu sampai tamat. Tapi saat membuka mata, dia sudah berada di tempat yang berbeda.

"Sial!"

Penasaran kan? Ayo ikuti perjalanan Karin yang menjelajahi dunia yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Tidak Mencintaimu

Keesokan harinya, Nan Wei bangun sebelum matahari terbit. Dia mencoba menyalakan api, meski awalnya sulit tapi dia tetap berhasil setelah beberapa kali percobaan, lalu merebus ubi untuk mereka sarapan.

Dia tidak ada niatan untuk memasak beras yang sudah menghitam, apalagi harus dicampur dedak.

Setelah beberapa menit, ketiga anaknya mulai bangun satu persatu. Ketiganya begitu senang, melihat Nan Wei sudah menunggu mereka untuk sarapan.

"Ibu maaf kami bangun terlambat!" kata Zhao Xu setelah duduk.

"Tidak apa-apa, kalian masih anak-anak, masih dalam pertumbuhan, tidur lebih lama bagus untuk tubuh!"

Meski tidak mengerti perkataan Ibunya, Zhao Xu tetap mengangguk paham. Mereka akhirnya sarapan bersama.

Nan Wei menatap ketiga anaknya sambil mengingat alur cerita novel. Dia tidak ingin kecolongan, karena Nan Wei sangat yakin, jika alurnya pasti sudah berubah.

Setelah tahun baru, istri baru mantan suami Nan Wei akan datang berkunjung menemui ketiga anaknya. Dan wanita itu diam-diam memberi mereka makanan dan juga uang beberapa perak.

Hal itu sering terjadi, sehingga kebaikan kecil itu teringat jelas dalam ingatan mereka. Sehingga saat dewasa, mereka harus membalas budi.

"Ada yang tidak beres dengan wanita itu!" kata Nan Wei dalam hati.

Jika memang peduli kepada anak-anak, kenapa tidak mengajak mereka pindah untuk tinggal bersama ayahnya. Kenapa harus datang secara diam-diam seperti penyelamat yang datang tepat waktu.

Nan Wei juga teringat, kalimat yang wanita itu bisikkan Kepada pemilik tubuh. "Asal kamu tahu, Zhao Gan lebih menyukaiku karena tubuhku yang indah. Tidak seperti dirimu yang sudah melahirkan tiga anak, dan berpanas-panasan."

Dan situlah, awal mula Nan Wei membenci ketiga anaknya. Karena dia berpikir, omongan wanita itu benar. Zhao Gan membencinya karena anak-anak.

Karena suaminya langsung mendaftar masuk prajurit setelah melahirkan anak pertamanya. Dan Zhao Gan juga tidak pernah menampilkan raut wajah bahagia saat bertemu dengan anak-anaknya.

"Ck dasar otak udang. Itu namanya dia tidak mencintaimu dari awal. Dan asal kau tahu, dia menikahimu hanya untuk mencari pelampiasan, karena wanita yang disukainya lebih memilih menikah dengan pria lain. Heheh bagaimana, kau pasti terkejutkan?"

Nan Wei bergumam dalam hati, tapi seolah-olah dia sedang berbicara dengan pemilik tubuh.

***

Setelah sarapan dan bersiap, Nan Wei dengan ketiga anaknya bersiap ke rumah Ibunya. Tapi saat keluar halaman, dia malah melihat seseorang gadis kecil seumuran Zhao Yu.

"Limei ada apa?" tanya Zhao Xu.

Nan Wei langsung tahu, jika gadis kecil itu cucu dari seorang Nenek yang tinggal sebelah rumahnya.

Limei menatap Nan Wei dengan takut, dia merutuk dirinya yang begitu sial hari ini. Karena biasanya jika dia datang pagi, Nan Wei pasti belum bangun, tapi kenapa sekarang dia sudah di halaman rumah.

"Aku.. Aku.. Itu.." Dia hanya bisa mengatakan itu dengan terbata-bata. Dia benar-benar takut Nan Wei akan menghukumnya.

"Limei apa kamu datang untuk mengajakku bermain?" tanya Zhao Yu dengan semangat.

"Tidak...!" katanya dengan cepat. Dia menatap Zhao Yu dengan tatapan tak percaya, kenapa dia malah bertanya di depan Nan Wei?

"Oh, jadi Kenapa kamu berada di sini?" tanya Zhao Yu dengan nada sedih.

Limei terdiam, dia juga tidak tega melihat Zhao Yu harus dihukum jika pergi bermain dengannya. Tapi dia terkejut saat mendengar perkataan Nan Wei.

"Zhao Yu pergilah bermain dengan Limei, tapi kamu jangan pergi jauh! Ibu berada di rumah Nenekmu!"

"Ibu aku boleh pergi bermain?" tanya Zhao Yu dengan mata berbinar.

"Ya pergilah!"

"Terima kasih Ibu. Aku janji mainnya tidak jauh!" kata Zhao Yu dengan semangat. Baru kali ini Ibunya tidak melarangnya untuk pergi bermain.

Zhao Yu segera menarik tangan Limei untuk pergi mencari teman mereka yang lain. Limei hanya bisa menurut dengan wajah bingungnya, apa yang terjadi?

"Zhao Xi apa kamu juga ingin pergi bermain?" tanya Nan Wei dengan basa basi.

"Ibu aku sudah dewasa! Aku pergi membantu Nenek di ladang!" katanya lalu berlalu pergi dengan wajah merah, karena dia tahu Nan Wei sedang menggodanya.

Nan Wei hanya tertawa kecil melihat tingkahnya. Dewasa? Nan Wei tidak akan membiarkan masa kanak-kanaknya hilang begitu saja.

Zhao Xi masih berumur 8 tahun, masa di mana dia seharusnya masih bermain dengan anak seumurannya.

Tapi tidak bisa dipungkiri, jika keadaanlah yang membuat mereka harus jadi lebih dewasa sebelum waktunya.

Belum lagi, di zaman itu, orang-orang sudah menikah di usia 15 tahun ke atas. Jika sudah berumur 25 tahun belum menikah mereka akan di cap sebagai perawan tua.

***

Sampai di rumah Ibunya, Nan Wei hanya melihat Kakak ipar pertama dengan anak bungsunya yang berumur 10 tahun.

"Akhirnya kamu datang juga, aku sudah menunggumu sejak tadi!" keluhnya.

"Heheh. Kakak ipar kenapa kamu menungguku? Kamu bisa melakukan pekerjaanmu yang lain!" kata Nan Wei.

Kakak ipar pertama menatap Nan Wei dengan kesal, pekerjaan rumah sudah selesai dia kerjakan semuanya dengan cepat, hanya karena ingin menunggunya.

Bahkan, semalam dia tidak bisa tidur dengan nyenyak. Dia penasaran dan bertanya-tanya, apa yang ingin Nan Wei lakukan dengan minyak goreng itu.

"Hmm kamu tidak lihat! Semuanya sudah beres. Kentang dan ubi yang kau inginkan semalam juga sudah aku kerjakan dengan Xia Meng."

"Oh baguslah,, terima kasih Kakak ipar!" ucap Nan Wei dengan tulus. Karena dia tidak perlu lagi mengiris ubi dan kentangnya.

"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanyanya dengan tidak sabar.

"Ada berapa banyak minyak?"

Kakak ipar pertama melihat keluar halaman, setelah melihat situasinya aman dia berkata dengan semangat. "Ada 15 kg!"

Nan Wei mengangguk, itu sesuai dengan prediksinya. "Baiklah, mari kita mulai!"

Karena api di dapur masih menyala, Nan Wei segera menuangkan minyak di atas kuali. Dia menunggu sampai minyaknya panas, lalu menggoreng kentang yang sudah direndam dengan air garam.

"Kenapa banyak sekali?" tanya Kakak ipar pertama dengan syok melihat Nan Wei menggunakan minyak goreng tanpa ragu.

"Memang harus menggunakan minyak yang banyak!" jelas Nan Wei sambil mengaduk.

"Nan Wei, aku tahu kamu yang menghasilkan minyak ini. Tapi kamu tidak bisa memakainya dengan boros, lebih baik kita menjual semuanya, bukan kah kita akan mendapatkan uang yang banyak?"

"Ya. Memang seperti itu, tapi aku ingin membuat makanan yang bisa dijual. Dan ini juga menghasilkan uang!"

"Maksudmu, kentang yang kamu goreng?"

"Ya. Ini akan lebih laku daripada minyak goreng. Minyak goreng hanya bisa dibeli oleh orang kaya atau orang-orang bangsawan. Sedangkan kentang goreng ini bisa dibeli hanya dengan 3 koin tembaga.!"

"Benarkah?" Kakak ipar pertama tentu tidak percaya.

"Kakak ipar! Kentang ini di goreng menggunakan minyak yang mahal. Tentu mereka yang tidak bisa membeli minyak, lebih memilih membeli makanan yang diolah menggunakan minyak!"

Mata Kakak ipar pertama berbinar, benar juga. Minyak goreng sangat mahal, pasti mereka lebih memilih untuk membeli yang murah.

"Benar juga!"

.

.

1
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
Mamta Okta Okta
lanjut thor semangat berkarya ya 💪💪💪
Mamta Okta Okta
lanjut thor semangat 💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor yg bnyak😍😍😍💪💪💪💪
Fii
Kalau ada typo komen yaa..🙏
Chen Nadari
Buat )
Chen Nadari
semangat up thora
Chen Nadari
mampir thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!