NovelToon NovelToon
Puncak Kultivasi Tertinggi

Puncak Kultivasi Tertinggi

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Ruang Ajaib / Tamat
Popularitas:506.7k
Nilai: 5
Nama Author: APRILAH

Terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri bawaan. Membuat Yan Jian di anggap sebagai sampah dan dijadikan sebagai Budak Tambang, setelah kedua orang tuanya di bunuh.

Namun, takdir langit berkata lain. Saat dirinya benar-benar berada di ambang kematian, ia mendapatkan kekuatan dari Permaisuri Es, yang membuatnya bangkit kembali.

Selain mendapatkan kekuatan dari Permaisuri Es, Yan Jian juga mendapatkan Cincin Ruang Ajaib dari Ratu Iblis Yao Huo, di mana di dalam cincin ruang itu, terdapat Dunia Terpisah.

Sejak saat itu, Yan Jian pun memulai perjalanannya di dunia kultivasi yang kejam. Bertemu musuh-musuh kuat, dan juga terlibat dalam kisah cinta segitiga yang rumit.

Bagaimanakah Kisah Yan Jian di dunia kultivasi yang kejam ini? Yuk, ikuti kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keluarga baru

Satu Minggu kemudian.

Yan Jian telah berhasil dibawa Xiao Lang menuju Lembah Hitam. Di sini, hanya ada tiga puluh kepala keluarga. Rumah-rumah yang terbangun di Desa Lembah Hitam terbilang sangat sederhana. Dinding-dinding rumah yang terbuat dari kayu, jalan di tengah desa terbuat dari tanah, bahkan hanya kediaman kepala desa saja yang memiliki dinding tembok. Tapi, semua rumah nampak memiliki halaman yang cukup luas dengan pembatas wilayah yang menggunakan pagar kayu, sebagain warga menggunakan bambu.

Mayoritas keseharian para warga adalah petani, beberapa orang pergi ke gunung untuk berburu. Hasil buruan mereka biasa dibawa ke kota untuk di jual, dan mendapatkan kepingan koin tembaga, perak, hingga emas, sebagai bentuk mata uang di dunia ini.

"Jian, kemarilah, makanan sudah siap!" seru seorang wanita dari ruangan lainnya.

Ruangan yang sangat begitu sederhana. Dinding tembok yang di cat berwarna putih, ada jendela besar disudut ruangan dengan tirai transparan yang terdorong ke samping.

Di tengah ruangan, meja makan bundar dengan panjang lebar satu setengah meter, cukup untuk menampung jumlah banyakan makanan di atas meja. Daging, ikan, sayuran, nasi, telah tersedia di atas meja.

Seorang wanita tengah duduk di samping Xiao Lang. Dia adalah Yan Rui, bibi Yan Jian.

Yan Rui memiliki paras yang cantik walaupun dia telah berusia 45 tahun. Dan dia juga memiliki lekuk tubuh yang ideal yang tersembunyi di balik gaun merah pucatnya yang sederhana.

Di sudut ruangan, di depan pintu kamar. Yan Jian berdiri terdiam.

"Ah, bocah kecil! Kami adalah keluargamu, jadi mulai sekarang, jangan sungkan dirumah ini, ya." kata Yan Rui, ramah. Segaris senyumannya masih menggantung di bibirnya.

"Ayah, ibu!" suara seorang anak perempuan terdengar melengking dari luar rumah.

Brak!

Pintu rumah terbuka dengan keras, lalu muncullah seorang gadis kecil dari balik pintu.

Dia adalah Xiao Yu— 15 tahun, anak perempuan Xiao Lang dengan Yan Rui. Dan ia dengan pakaian dalamnya yang berwarna putih sederhana, sedangkan pakaian luarnya berwarna merah, dia juga memiliki paras yang cantik seperti ibunya, tubuhnya ramping dan berlekuk, rok merahnya terlipat di atas lutut, dia juga memiliki bola mata yang jernih dan berwarna kecoklatan, rambutnya panjang berwarna merah yang terikat dengan cincin emas di atas kepalanya. Yan Ling juga dikenal sebagai anak yang penuh energik dan sangat berbakat seperti ayahnya.

Bahkan, di saat ini usianya telah mencapai usia lima belas tahun, dia telah berada pada tingkatan ranah tingkat pertama, penempaan tubuh tahap menengah, dan memiliki roh bela diri Phoenix Api yang langka.

"Ada apa, Yu'er? Sepertinya kamu sangat bersemangat!" tanya Yan Rui, sembari menuangkan teh hangat kedalam cangkir.

Gadis bernama Xiao Yu itu memandang Yan Jian, saat dia memandangnya, kedua tangannya bertolak pinggang. Tetapi dia pun segera menghampiri Yan Jian, dia pun merangkul pundak Yan Jian sembari tersenyum.

Lalu, dia pun berbicara, "Adik! Apakah di saat kamu di kediaman Paman Wei, kamu juga seorang pendiam seperti ini?" tanya Xiao Yu dengan sikapnya yang riang dan energik.

Namun, pertanyaan itu seolah-olah membuat raut wajah Yan Jian terbangun. Dia benar-benar telah kehilangan jati dirinya. Yan Jian kembali mengingat masa-masa kecilnya, saat ia juga merupakan anak yang sangat riang dan penuh semangat. Tapi kini, rasa sakit, dendam, dan kebencian itu seolah-olah telah mendarah daging dalam dirinya. Membuat Yan Jian menjadi seorang pendiam yang menyimpan sejuta luka yang terus menusuk-nusuk hatinya.

Dia tahu bahwa dia tidak mempunyai kualifikasi untuk membalaskan dendamnya. Tapi, keinginan terbesarnya adalah pembalasan, entah bagaimanapun caranya. Dan saat itu, Xiao Yu, yang tak mendapatkan sedikit respons dari Yan Jian, ia pun mengatup bibirnya dan segera duduk di depan meja makan.

Dengan perasaan kesal, ia menyilangkan kedua tangannya. Membuat Yan Ling tertawa kecil.

"Sudahlah, Yu'er. Adikmu masih memerlukan waktu untuk menyesuaikan dirinya di sini." ucap Yan Rui dengan nada yang lembut, sembari menyiapkan makanan untuk Xiao Yu dan juga Yan Jian.

"Jian, ayo makan dulu," panggil Yan Rui, dan Yan Jian pun mengangguk penuh keraguan, tetapi ia pun berjalan lalu duduk di samping Xiao Yu.

Di saat mereka tengah menikmati semua hidangan di atas meja, walaupun Yan Jian hanya makan sedikit, tiba-tiba Xiao Yu berbicara, "Bu, anak-anak di desa telah berkumpul di lapangan. Hari ini adalah hari untuk melihat apakah mereka memiliki Roh Bela Diri atau tidak." ujar Xiao Yu, berbicara walaupun makanan masih memenuhi mulutnya.

"Oh, kamu benar Yu'er. Ayah hampir saja lupa akan hal itu," kata Xiao Lang, ia pun segera memalingkan pandangannya, mengarah kepada Yan Jian. "Jian! Kamu ikutlah bersama paman. Siapa tahu kini roh bela dirimu akan terbangkitkan!" sambung Xiao Lang, berbicara mengajak Yan Jian untuk menghadiri proses pembangkitan Roh Bela Diri.

Namun itu membuat Yan Jian tersendat makanan, "Uhuk! Uhuk!" Yan Jian memukul-mukul dadanya.

"Pelan-pelan saja," kata Yan Rui sembari memberikan segelas air kepada Yan Jian.

Buru-buru Yan Jian pun menenggak segelas air. Dan setelah perasaan nya lebih nyaman, ia pun berterimakasih kepada Yan Rui, "Terimakasih, bibi." kata Yan Jian.

Lalu, ia pun segera memandang ke arah Xiao Lang dan berkata; "Terimakasih, Paman. Tapi, sebaiknya aku dirumah saja. Aku telah dua kali melakukan upacara pembangkitan roh bela diri, tetapi hasilnya sama saja. Aku benar-benar terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri." kata Yan Jian, suaranya tegas, tetapi raut wajahnya jelas-jelas menyembunyikan kesedihan.

"Kamu tidak perlu berkecil hati seperti itu, Jian! Bahkan, ada juga orang yang membangkitkan roh bela dirinya di saat mereka telah berusia di atas dua puluh tahunan. Dan ada juga orang-orang yang memiliki bakat tinggi dan memiliki roh bela diri yang telah bangkit, tetapi mereka memilih untuk tetap menjadi manusia biasa untuk hidup yang lebih tenang dan damai sebagai masyarakat desa. Kamu, masa mau menyerah begitu saja!" ujar Xiao Lang. Membuat Yan Jian terdiam sejenak.

"Ba— baiklah, Paman. Kalau begitu, aku akan mengikuti arahan Paman." kata Yan Jian, menekuk wajahnya.

"Hore! Kalau begitu, aku akan menemanimu, Adik." kata Xiao Yu, sangat senang.

Semuanya pun tertawa, suasana yang tadinya canggung, kini telah berubah menjadi kegembiraan.

1
Visitor7121
👍
BOIEL-POINT .........
very very very niCe Thor ...........
APRILAH: terimakasih kak
total 1 replies
Budi Mulyono
muter kyk obat nyamuk 🙃
Budi Mulyono
poollll 🙃🙃🙃
Andi Widodo
taek
Asiana Tyas
thor...baru umur 17 thn sdh mau menikah...balas dendam pun belum....haaiiiishhh
APRILAH: kena jebakan Batman ceritanya bund
total 1 replies
Aprilapriandi
😍lope you by Aprilapriandi
Cecilia
perasaan bab sebelum2nya dah dibilang ma ling'er kalau dia nemuin yanjian satu minggu lalu/Sweat/ ga dengerin apa gimana dah yanjian
Iis Hikaz
naikin lagi thor kekuatan nya
Edu Juan
mc oon,bs terhempas dari yg lebih lemah
Boaz Marpaung
warisan dewa bela diri nya belum bisa dilacak
Piyong tan
Baca sampai sini uda malas baca episode berikut, awal ayah n mana di bunuh, trus ngapain peran utama gk di bunuh juga malah kerja tambang, kedua xiao lang kuat knp gk basmi aja penjahat tsb, ngapain cm bantu yan jian, skrg pemberontak mau bunuh peran utama, kan lucu🤣🤣🤣🤣
APRILAH: Yan Jian kan masih anak usia 10 tahun disitu, Xiao Lang juga gak bisa sembarang membunuh karena dia adalah Pemimpin Lembah Hitam dan salah satu orang yang berada di dalam daftar 10 puncak surgawi, dia harus menjaga nama baiknya juga
total 1 replies
Cecilia
jdi mirip2 kek putri saljunya huang xuan lah ya
dikoiku
yanjian tolol
Iis Hikaz
lanjut jagn setengah²
APRILAH: mwehehe asyiap, tiap malem kak update nya
total 1 replies
Iis Hikaz
alaaaaaaaaaaahhhhhh cewe lagi

kuatin dulu
APRILAH: mwehehe
total 1 replies
Cak parman Man
builet poooooool
APRILAH: /Grin//Grin//Grin/
total 1 replies
qalyu sheng
mampir disini ada karya serupa
Wang Chen
Mantap
Brogan
katanya mau berlatih 30 thn tp.tdk jadi, dasar anjing lu thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!