NovelToon NovelToon
THE CHEF STORY

THE CHEF STORY

Status: tamat
Genre:TimeTravel / Fantasi Wanita / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:825.7k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

Bagaimana jika jiwa seorang Chef dari dunia moderen abad 25 yang cantik, kaya-raya, berstatus lajang, serta menguasai banyak tehnik beladiri, terbangun ditubuh seorang gadis diera dinasti kuno 3000 tahu lalu.

Liu Liyan, gadis cantik yang amat dimanja oleh ayah & kedua kakak lelakinya. Kadang suka berbuat sesuka hati, keras kepala & juga urakan.

Tapi setelah menikah, ia harus menjani hidup miskin bersama suaminya yang tampan tapi cacat.

Belum lagi ia harus dihadapkan dengan banyaknya konflik keluarga dari pihak suaminya.

Beruntung ibu mertua & adik ipar amat baik serta begitu menyayanginya, mendukung juga mempercayai.

Apakah ia bisa menggunakan keterampilannya didunia modern, untuk membantu keluarga suami juga keluarga kandungnya sendiri..?

Bagaimana lika-liku kehidupannya didunia yang serba kuno tanpa internet & listrik..?

Mari ikuti kisah Chef Claudia diera dinasti Song & menjadi Liu Liyan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membungkam nenek sihir

Nenek Gong yang dibuat meradang setelah kemarin seharian menunggu kunjungan Liu Liyan, siang ini dengan tak sabaran mendatangi rumah keluarga cabang kedua bersama menantu bungsunya.

Memasang wajah garang, melangkah cepat, menjinjing rok sembari menggerutu dengan suara keras disepanjang jalan.

Karena bertepatan jam makan siang, jadi banyak warga yang pulang dari ladang untuk beristirahat.

Semua yang mendengar pun membuntuti, sebab bisa menebak jika nenek tua itu pasti akan memberi mereka tontonan seru.

Pintu halaman rumah Guo Xia ditendang, hingga menimbulkan suara yang mengagetkan seisi rumah.

"Wanita jalang, pembawa sial, keluar kau...!"

Guo Xia, Xiao Yue dan Yan, buru-buru berlari keluar.

Guo Xia memasang wajah ramah dan tersenyum manis "ibu, datang kesini ada perlu apa..?"

Dengan gaya sombong, nyonya Gong menunjuk wajah menantu yang amat ia benci itu.

"Kalau bukan karena terpaksa, tidak sudi aku datang kesini." pekik nyonya Gong meludah kesamping.

"Dasar pembawa sial, punya daging banyak tapi tidak mau berbagi kepada orangtua. Kikir sekali kau ini, hah..!"

"Ibu, daging itu milik Yan niang-----

"Diam kau..!" bentak nyonya Mei.

"Disini siapa yang tidak tahu bagaimana berbaktinya Yan niang kepada ibu..? sekarang dia sampai lupa memberikan daging kerumah utama, itu pasti karena hasutanmu."

Guo Xia menggeleng "adik ipar, bagaimana bisa kau menuduhku seperti itu..?"

"Tidak usah berlagak polos, kau wanita berhati hitam, pembawa sial." maki nyonya Mei dengan suara melengking.

Setelah memaki Guo Xia, nyonya Mei melihat kearah Xiao Yue yang sedang menatap tajam padanya. Mata bocah perempuan itu memerah garang, gigi kecilnya gemeletuk geram.

Hal itu tentu semakin membuat nyonya Mei marah. Ia langsung mendekat, menendang Xiao Yue tanpa bocah itu bisa menghindar.

"Dasar anak jalang, pembawa sial seperti ibunya. Aku ini bibimu, jangan berlaku tidak sopan begitu. Apa kau tidak pernah dididik oleh ibumu ini..?"

Xiao Yue terjengkang, meringis kesakitan berbaring ditanah.

"Hentikan...!" teriak Guo Xia, mendorong nyonya Mei yang akan kembali mengayunkan kakinya ketubuh sang putri.

"Beraninya kau mendorongku..!"

Kemarahan nyonya Mei Makin menjadi, sedangkan Guo Xia dan Xiao Yan sigap melindungi Xiao Yue.

Sementara Xiao Yun yang melihat kejadian itu dari kamar, mengeram marah dan mencoba untuk turun dari ranjang sembari berteriak nyalang.

"Keparat, aku bunuh kalian...!"

Bruk

Tubuh Xiao Yun jatuh kelantai, ia mengerang kesakitan dengan terus berteriak mengutuk nenek dan bibinya.

"Heh, lelaki cacat tak berguna, kau pikir bisa menakutiku..?" balas garang nenek Gong meludahi tanah.

Bersama menantu bungsunya, nenek Gong maju memukuli Guo Xia dan Xiao Yue.

"Berhenti, jangan pukuli ibu dan Da-jie..!" Xiao Yan berusaha melerai, tapi malah didorong oleh bibi Mei.

Sedangkan penduduk desa yang ada disana cuma asik menonton tanpa mau melerai, seolah nyawa keluarga Guo Xia tidak berharga, penderitaan mereka adalah sebuah kesenangan bagi kesemua penduduk desa.

Nyonya Mei bersiap menghajar Xiao Yan, setelah meludah dengan jijik kearah bocah itu.

Namun tiba-tiba sebuah guci berukuran 1000ml, melayang dari luar pagar dan menghantam wajah bibi Mei.

"Ach...!" jerit kesakitan istri Xiao Cuyan itu memegang kening yang pening berputar. Darah segar mengalir dari pelipisnya.

Semua mata langsung terarah keasal benda terbang tadi. Sosok wanita cantik berpakaian ala pria berwarna gelap, berjalan gagah masuk kehalaman.

Nenek Gong tercengang. Tangannya yang bergetar refleks menunjuk Liu Liyan "kurang ajar, beraninya kau melukai bibimu sendiri."

Netra Liu Liyan menggelap dingin, nyalang terhunus membekukan keberanian nenek Gong.

"Kalian saja berani memukuli ibu dan adik-adikku. Kenapa aku tidak boleh membalas..?"

Sahut acuh Liu Liyan, berjalan mendekati nyonya Mei lalu melayangkan tangan dan kaki rampingnya secara bergantian ketubuh wanita itu.

Tamparan keras dipipi, tendangan dibokong juga kaki dan badan, tiada henti Liu Liyan layangkan.

Bibi Mei meraung, menjerit kesakitan meminta tolong.

"Perumpuan jalang, hentikan. Itu bibimu...!" teriak ketakutan bercampur marah nenek Gong.

Liu Liyan abai.

Penduduk desa yang menonton bergidik ngeri, melihat keganasan Liu Liyan.

Sedangkan Guo Xia membawa kedua anaknya duduk diberanda lalu mencoba menghentikan tindakan anarkis menantunya.

Sementara Xiao Yun tersenyum senang, mendengar jerit memilukan nyonya Mei.

"Istriku hebat..!" itulah pujian yang digumamkan Xiao Yun.

Sayangnya ia tak bisa melihat aksi heroik sang istri, sebab terkapar lemah tidak berdaya dilantai.

Nyonya Mei menjerit-jerit, meraung memohon ampun. Darah segar keluar dari hidung, mulut dan pelipisnya.

Tendangan terakhir Liu Liyan arahkan dipunggung bibi Mei, yang langsung membuat bola mata wanita itu berputar sebelum akhirnya pingsan.

Liu Liyan bertepuk tangan, lalu berbalik menuju kearah nenek Gong dengan tatapan membunuh penuh dendam.

Sontak saja tubuh kurus nenek tua itu bergetar takut, bahkan nyaris terkecing dicelana. Kakinya goyah, terhuyung melangkah mundur hampir tersungkur.

"Yan niang, sudah..! itu nenekmu." kata lembut dengan suara bergetar Guo Xia.

"Wanita tua ini bukan nenekku, keluarga kita sudah terpisah." balas Liu Liyan melupakan adab kesopanan antara menantu dan mertua.

"Dengan tangan mana kau tadi memukul ibuku..?"

"Kau, kau mau apa...? jangan dekati aku jalang." teriakan terakhir nenek Gong, sebelum tamparan keras mendarat dipipinya.

"Aaa....!"

"Yan niang...!"

"Kakak ipar hebat...!"

Teriak kesakitan nenek Gong, pekik terkejut Guo Xia dan sorak bahagia penuh kepuasan dari Xiao Yue dan Yan. Teruntai selaras menciptakan simfoni merdu membangkitkan semangat membantai Liu Liyan.

"Mau pergi atau mati disini..?" tanya Liu Liyan memberi penawaran.

"Iya aku pergi, aku pergi...!" jawab cepat nenek Gong berlari ketakutan.

"Bawa menantu kesayanganmu itu, jangan sampai aku melemparnya kesungai."

Nenek Gong berbalik, menyeret tubuh menantu kebanggaannya, berjalan cepat keluar meninggalkan rumah keluarga cabang kedua.

Tapi setelah berlari agak jauh, nenek Gong masih sempat-sempatnya melemparkan ancaman untuk Liu Liyan.

"Dasar jalang kecil..! tunggu saja pembalasanku. Aku akan menghajarmu sampai mati nanti."

Liu Liyan meraih parang, lalu berlari keluar mengejar nenek Gong dengan diiringi teriakan Guo Xia dan penduduk desa.

Nenek Gong langsung lari terbirit-birit, meninggalkan tubuh nyonya Mei ditengah jalan.

Liu Liyan mendengus, berbalik menghampiri gerobak sapi yang ia sewa untuk menurunkan semua belanjaannya.

Setelah membayar ongkos gerobak sekalian memberi bonus karena lama menunggu, Liu Liyan masuk kerumah setelah mengusir semua penduduk desa yang tak memiliki empati.

☆☆☆☆☆

1
Randra Dewi
lah ky gitu dibandingkan anak pejabat manja g bs apa2, g mau kotor, mikirnya cm dikasih duit byk. hidup hedon ya bum8 sama langit lah
Atik Kiswati
mksh buat ceritnya thor.....🙏
Datu Zahra
seneng kalo cerita soal kekaisaran kuno tapi keluarganya harmonis, rnggaka da selir²n
Datu Zahra
aku rontok rambut malah karena kurang uang 🤣
Datu Zahra
sampai disini ceritanya tetap seru, enggak datar ngebosenin, keren 😍
Datu Zahra
kak autor, kau ini chef ya..? kek'y tahu banget makanan 😍
Datu Zahra
sejahat²y mereka, untungnya saling menyayangi. Xiao Muli berbakti sama ibunya, bibi Mei juga melindungi putrinya.
Datu Zahra
candu banget, udah baca ulang masih tetap enggak ngerasa bosen 👍
Rumi Yati
Terima kasih thor,
Datu Zahra
🤣🤣🤣🤣
Datu Zahra
mewek aku, Liyan terbaik 😍
Datu Zahra
mantap Yun 😍
Datu Zahra
nongol juga itu parasit 😡
Datu Zahra
kayanya perlu dicoba ini bikin saus kaviar
Datu Zahra
selamat empat sekawan, kalian keren 😍
Datu Zahra
mantap Liyan 🥳🥳🥳
Datu Zahra
Liyan, kalau pusing ngehabisin duitnya, bagi aja ke aku ya 🤑
Datu Zahra
mampus 🤣🤣🤣🤣🤣
Datu Zahra
dapet juga warisan penindasan 🤣🤣🤣
Datu Zahra
gas poll, semangat 🥳🥳🥳
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!