NovelToon NovelToon
Aku Dan Dia Yang Suka Ngehalu

Aku Dan Dia Yang Suka Ngehalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:621
Nilai: 5
Nama Author: Di Persingkat Saja DPS

Mengisahkan tentang kisah kehidupan dari seorang pemuda biasa yang hidupnya lurus-lurus saja yang secara tidak sengaja bertemu dengan seorang perempuan cantik yang sekonyong-konyong mengigit lehernya kemudian mengaku sebagai vampir.
Sejak pertemuan pertama itu si pemuda menjadi terlibat dalam kehidupan si perempuan yang mana si perempuan ini memiliki penyakit yang membuat nya suka ngehalu.
Dapatkah si pemuda bertahan dari omong kosong di Perempuan yang tidak masuk akal itu?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Di Persingkat Saja DPS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di keroyok

Meskipun begitu aku lanjut jalan seakan tak takut pada mereka dan aku melawati mereka begitu saja.

Tapi kemudian tiba-tiba saja orang yang mengancamku beberapa waktu lalu itu melayangkan pukulan.

Whoosss!!

Aku menghindari serangan itu dengan mudah dan itu cukup membuat orang yang menyerangku mengerutkan keningnya.

"... Apa maksudnya ini!?" Dengan dinginnya aku bertanya padanya ketika orang itu masih belum sadar dari rasa terkejutnya.

"... Hebat juga lu bisa menghindari itu. Tapi itu gak akan terulang lagi!" Ia tiba-tiba menyerangku lagi dan kali ini dengan tendangan.

Refleks aku menahan serangan yang datang dari samping mengincar leherku itu dengan kedua tanganku.

"Hah? Apa!?" Ia terkejut lagi.

Kali ini aku yang sudah di serang untuk yang kedua kalinya tentu tidak akan tinggal diam.

Aku mulai melawan dengan melakukan hal yang sama yaitu menendang dan itu mengenai dadanya hingga orang itu terjungkal.

Bruggg!!

"Ahhhh!!!" Ia menjerit kesakitan karena serangan tadi.

Selanjutnya ia terlihat seperti merasa sesak nafas dan batuk-batuk. "Uhuk! Uhuk! Uhuk!..."

Teman-temannya langsung berkumpul untuk memeriksa keadaan nya.

"Sial. Ternyata lu belajar beladiri ya!?" Sambil di bantu teman-temannya ia bangun dan juga bertanya.

Meksipun dia masih terlihat sesak.

"Tidak aku tidak belajar ilmu beladiri. Tapi aku belajar cara melawan pembully karena dulu aku sering sekali di bully!"

Orang itu langsung menggertakkan giginya dengan kuat dan wajahnya juga merah padam.

Matanya melotot padaku dengan penuh amarah.

"Kurang Ajar! Serang dia!" Tidak bisa menang satu lawan satu orang itu langsung menyuruh teman-temannya menyerangku dari segala.

Tapi aku sudah biasa di keroyok jadi aku masih bisa melawan dan bahkan mengalahkan mereka bertiga.

Meskipun aku juga mendapatkan serangan tapi setidaknya apa yang aku rasakan tidak sebanding dengan yang mereka rasakan.

Merasa tak bisa menang mereka pun pergi sambil memberikan ancaman. "Awas aja lu!" Mungkin dia akan membawa lebih banyak temannya untuk mengeroyokku.

"Haahh... Kedepannya pasti bakalan repot ini!" Aku hanya bisa menghela nafas kemudian balik badan dan pulang ke rumah.

Sore hari kemudian ketika aku sedang duduk santai di rumah aku di kejutkan dengan kemunculan sosok misterius dengan jubah hitam yang sangat tertutup.

Tidak perlu aku amati aku sudah tahu itu siapa...

"Dimas! Kok kamu tidak ada di kantor!?" Ia langsung bertanya ketika tiba di hadapanku.

"Karena hari ini aku libur jadi ya gak akan ke kantor!" Aku pun langsung bangun dan membersihkan si Ketua Kelas duduk sambil aku mengambil minum untuknya.

"Oh, libur!..." Beberapa saat kemudian setelah aku membawa minuman si Ketua Kelas melihat memar di pipiku yang sangat samar.

Otak suka ngehalu nya langsung menyala dan ia memikirkan sesuatu yang sangat tidak masuk akal di sana.

'Mungkinkah Dimas tadi tidak libur tapi sedang menjalankan tugas seorang pendekar yaitu menumpas kejahatan?.'

'Ya, pasti itu. Kalau enggak mana mungkin Dimas tiba-tiba libur dan mukanya memar kayak begitu.'

Ia pun tersenyum seakan tahu sesuatu tentang diriku yang mana pada saat itu aku sudah tidak aneh lagi.

'Entah apa yang orang suka ngehalu ini sedang pikiran.'

"Ngomong-ngomong kamu kenapa datang ke sini!?" Aku pun ikut duduk setelah memberi dia minum.

"Ah!... Ini masalah jurit malam yang akan datang. Karena ini akan terjadi di malam hari aku khawatir kalau identitasku sebagai vampir akan terungkap!"

"Kamu tahu sendiri kan kalau aku ini vampir dan biasanya kalau malam..." Ia tiba-tiba berhenti bicara.

"Kalau malam kamu ngapain?!" Aku langsung tanya.

"Aku tidak tahu. Tapi setiap malam aku selalu tidak sadarkan diri dan aku yakin ketika aku tidak sadarkan diri itu aku telah berubah menjadi sosok yang bukan diriku!"

"Mungkin ketika aku tidak sadarkan diri aku menjadi buas seperti vampir pada umumnya!" Aku sendiri yang mendengar itu tidak berekspresi apa-apa.

'Orang lagi tidur mana ada yang masih sadar kocak. Ini orang otaknya untuk konslet berapa parah sih?'

"Jadi kamu mau apa? Kalau kamu gak mau ikut ya jangan ikut karena kalaupun kamu tidak lulus juga kamu kan anak orang kaya jadi gak perlu pusing-pusing mikirin nilai yang bagus agar diterima kerja!"

Tiba-tiba ia terbangun. "Enggak! Aku gak akan terus lari, aku akan melawan diriku sendiri yang seorang vampir ini!"

"Aku akan ikut dalam jurit malam ini dan aku akan menahan diri agar aku tidak mencelakai orang lain!" Serius sekali dia berekspresi aku lihat.

'Hm... Tapi mungkin ini bisa jadi jalan keluar.'

'Kalau Ketua Kelas sudah punya tekad untuk berubah maka ia bisa di bimbing untuk melawan pikirannya sendiri yang suka berhalusinasi itu.'

'Mungkin tak lama lagi ia akan bisa melawan halusinasinya dan bisa membedakan mana delusi dan mana realita!"

"Oke, kalau begitu kamu harus berjuang. Karena hanya kamu sendiri yang bisa melawan pikiran gak jelas kamu itu!" Ia pun terlihat termotivasi.

Apapun itu yang penting dia senang dan bisa cepat-cepat sembuh dari penyakitnya itu.

Karena kalau tidak aku merasa kalau aku mungkin akan terbawa-bawa suka ngehalu hal-hal yang tidak masuk akal.

Itu akan malu-maluin sekali kalau sampai terjadi.

Keesokan harinya ketika aku baru saja tiba di depan gerbang sekolah aku sudah di sambut oleh orang yang kemarin mengeroyokku.

Kalau ini dia membawa lebih banyak orang dan dia terlihat sombong sekali seakan bisa menang...

Enggak sih, dia mungkin akan menang kalau membawa orang sebanyak itu.

"Yo! Kita ketemu lagi!" Ia berkata dan aku membalas. "Ya jelas kita ketemu lagi, orang kita satu sekolah!"

Malas sekali pagi-pagi sudah dapat masalah. Bikin badmood saja.

"Lu jangan sombong ya. Lu kemarin menang cuma karena...!" Langsung aku membalas tanpa menunggu dia menyelesaikan kalimatnya. "Itu karena kalian yang gak jago berantem tapi sok-sok jadi preman sekolah kan?!".

Wajah mereka seketika merah padam.

Sudah sampai begini masalah jadi mau mundur juga gak bisa, makanya sekalian saja aku cari ribut dengan mereka.

"Kurang ajar!!"

Langsung aku berkata tanpa menunggu mereka selesai bicara. "Udahlah. Kalau mau berantem datang sini, gua lagi males ngomong sama orang-orang sok jago seperti kalian!"

Tas aku lempar ke pinggir karena perkelahian kayaknya gak bisa di hindari lagi di sini.

Aku langsung di keroyok dari segala sisi, namun..

"Kalian berani sekali berantem di wilayah sekolah!" Tiba-tiba ada suara yang sangat aku kenal terdengar.

Kami semua yang ada di sana langsung diam membeku sambil menoleh ke arah sumber suara itu yang tidak lain dan tidak bukan berasal dari Ketua Kelas Santi.

Ia datang dengan pakaian biasanya yaitu jubah yang sangat panjang hingga menutup tubuhnya sepenuhnya.

Ia juga memegang pulpen dan buku bersiap mencatat sesuatu.

"Cih! Selamet lu bocah!" Tak berani macam-macam dengan Ketua Kelas mereka langsung pergi.

'Untung tidak jadi berantem. Meskipun aku bisa lawan mereka tapi aku pasti akan babak belur juga nantinya.'

Tas aku ambil kembali karena perkelahian tidak jadi di langsungkan.

"Kamu kenapa malah mau berkelahi sama mereka, itu bahaya loh!" Si Ketua Kelas bertanya padaku.

"Mereka yang cari masalah. Tapi yah, gak apa-apa lah. Aku juga bisa tangani mereka kalau perkelahian benar-benar terjadi jadi jangan khawatir!"

Setelah itu si Ketua Kelas membalas. "Enggak, aku gak khawatir sama kamu karena kamu memang jago. Tapi aku khawatir nanti kamu secara tidak sengaja membunuh mereka dengan kekuatan kamu!" Aku langsung terdiam.

'Apa sih yang dia pikirkan sekarang? Kekuatan macam apa lagi yang dia bicarakan itu?'

Kami pun masuk sekolah yang mana dari kejauhan aku masih melihat orang-orang tadi mengawasi kamu dan itu sangat jelas sekali terlihat.

Sejak hari itu mereka tidak mengangguku lagi.

Entah karena mereka takut pada Ketua Kelas atau sedang punya siasat lain.

Aku sih lebih yakin kalau mereka punya rencana lain ketimbang takut pada si Ketua Kelas.

Karena kalau mereka berani mengancam orang agar tidak dekat-dekat dengan Ketua Kelas artinya dia punya beberapa hal yang bisa ia banggakan untuk mendekati Ketua Kelas.

Entah itu status sosial atau apalah.

Akhirnya hari jurit malam pun tiba.

Dan karena acara ini adalah acara gabungan jadi tentu saja lokasinya bukan di sekolah atau di sekitar sekolah tapi di tempat yang jauh.

Entah kami ada di mana sekarang karena semua siswa matanya di tutup agar tidak bisa melihat.

'Hm... Semoga bangun-bangun gak di tempat aneh dengan orang-orang misterius dengan baju full merah dan topeng gambar kotak, bulat dan segitiga.'

Beberapa saat kemudian kami merasa kalau kami telah tiba karena bus tiba-tiba berhenti.

"Kalian semua bisa membuka penutup mata kalian dan keluar dari bus karena kita sudah sampai!" Ucap seorang senior yang berusaha tegas.

Semua orang langsung membuka penutup mata mereka dan keluar untuk melihat sekitar.

Kini kami berada di tempat yang di kelilingi pohon dengan tenda-tenda sudah berdiri dan api unggun sudah mulai di nyalakan.

Tadi kami berangkat sesudah ashar dan perkiraan waktu sekarang itu pukul lima sore lewat sedikit.

Tatapanku pada saat itu tertuju pada matahari yang mulai terbenam di mana cahaya senja begitu indah di pandang.

Angin dingin pun mulai berhembus membuat pohon-pohon bergoyang serta menerpa tubuh kami.

"Haahh... Sungguh angin yang sejuk!... Ngomong-ngomong ada bau-bau hal yang merepotkan di sini!"

Bukanya over thinking tapi acara beginian mana mungkin akan sederhana mendirikan tenda dan berkemah hingga esok pagi tiba.

Pasti akan ada masalah di malam harinya.

"Ayo cepat bangun tenda kalian dan buat api unggun. Untuk sekarang kita istirahat karena acara intinya akan di mulai pada tengah malam!"

'Kenapa malam sekali? Apa mereka berencana untuk membuat kami semua tidak tidur semalaman?'

1
Naruto Uzumaki
Terima kasih telah menulis cerita yang menghibur, author.
Di Persingkat Saja DPS
Sabar ya, masih di periksa ulang
PetrolBomb – Họ sẽ tiễn bạn dưới ngọn lửa.
Loh kok belom update? Lanjutin dong thor, gak sabar nungguin kelanjutannya 😫
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!