Namaku Sheila Anjani. Aku berasal dari keluarga sederhana yang tinggal di pinggiran kota.
Ini adalah hari pertama aku masuk di perguruan tinggi favorit aku. Walau dengan beasiswa tapi aku bangga bisa masuk di kampus ini.
Apes... baru hari pertama aku sudah terlibat masalah dengan Reyhan, cowok terganteng di kampus. Selain ganteng ternyata dia sangat menyebalkan, sombong, angkuh, seenaknya. Dia menjadikan aku pembantunya.
Hari hari yang aku lalui sangat menyedihkan, ditambah fans Rey yang juga ikut membully ku.
Gimana kelanjutan kisah ku....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjanjian
Pagi sudah tiba. sinar mata hari sudah muncul di ufuk timur.
Sheila dengan langkah malas menuju ke kamar mandi. Melaksanakan ritual mandi dan memakai pakaian.
Semalam dia sudah memutuskan bahwa dia akan minta maaf pada Rey.
Dia akan mengaku kalah dan memohon agar Reyhan mau mencabut ancamannya.
Dengan langkah berat Sheila berjalan menuju kampus. Yuni sudah menunggu nya di depan gerbang.
"Masih pagi kok sudah cemberut sih?" ucap Yuni
"Nggak apa apa. Aku cuma lelah kemarin malam kafe sangat ramai." Sheila beralasan.
Mereka berdua masuk ke dalam.
Seperti kemarin. ospek diawali dengan kegiatan baris di lapangan.
Pagi ini Reyhan sudah tampak hadir di lapangan.
Dia terlihat tampan dan gagah dengan almamater nya.
Setelah pembukaan oleh panitia, kini saatnya ketua BEM dan ketua ospek memberikan sambutannya.
Reyhan maju memberikan kata sambutan untuk para mahasiswa baru. Wajahnya beberapa kali tertangkap Sheila sedang memperhatikan nya.
Sheila hanya tertunduk lesu di barisan.
Setelah acara selesai, dan Mereka kembali ke kelompok masing masing.
Seorang kakak pembina memanggil Sheila.
"Kau...yang pakai kacamata sini!"
"Saya kak?" tanya Sheila
"Ya...kamu. Kau di tunggu di ruangan oleh ketua."
Sheila melangkah keluar dari lapangan dan berjalan menuju ruangan Rey.
Tok....tok...
"Masuk!" ucap Rey masih dengan sikap datarnya.
Sheila masuk dan duduk di kursi. Dia terus menunduk. Tak berani melihat wajah Reyhan.
"Ini baca!"
Reyhan melempar map ke hadapan Sheila.
"Apa ini?" tanya Sheila heran.
" Kau baca! dan tanda tangan di bawah.
Sheila membaca surat perjanjian tersebut.
Surat perjanjian menjadi pembantu selama Tiga bulan.
Pihak pertama Reyhan berhak memerintah pihak kedua Sheila apa pun, kapanpun dan dimana pun.
Pihak kedua tidak berhak menolak dan membantah perintah pihak pertama.
Jika pihak kedua melanggar perjanjian maka pihak kedua akan dikeluarkan dari kampus dan akan membayar denda sebesar 50 juta rupaiah.
"Aku tidak setuju dengan perjanjian ini!" tolak Sheila.
"Kalau kau tidak setuju, silahkan angkat kaki dari kampus ini sekarang juga."
"Aku tidak bisa memenuhi poin pertama, jika diluar kampus dan saat aku bekerja aku tidak bisa memenuhi permintaan mu."
"Ok, akan aku revisi. Dan ingat jangan coba coba membantahku!"
Sheila menanda tangani perjanjian tersebut. kemudian menyerahkannya kepada Rey.
"Aku akan menyimpannya. Sekarang tugas pertama mu, belikan aku sarapan Bubur ayam di kafe depan kampus. waktumu hanya Sepuluh menit. Jangan sampai telat, karena aku akan menghukummu."
Dengan langkah tergopoh gopoh Sheila berlari keluar kampus. Dan membeli bubur ayam pesanan Rey.
Dilihatnya sudah lima menit berlalu. Dia setengah berlari membawa bubur ayam pesanan Rey.
Sheila masuk ke ruangan Rey dan memberikan bubur ayam pesanannya.
Nafasnya masih ngos ngosan.
"Leyakakn disitu, aku sudah tidak berselera." ucapnya.
Sheila sanagt kesal mendengarnya. Dia mengepalkan kedua tangannya.
"Apa? Mau protes?" tanya Rey
Hehehe
" Nggak..kok. " kalau tidak ada lagi, aku akan kembali sekarang." ucap Sheila akan melangkah pergi.
"Tunggu, siapa yang mengijinkan mu Pergi. Tugasmu belum selesai. Lihat rak buku itu. Susun semua laporan kegiatan yang ada mulai dari tahun yang terendah hingga sekarang. Dan ingat harus rapi dan teratur. Jangan keluar dari ruangan ini kalau belum selesai."
Rey tersenyum tipis. Akhirnya dia bisa mengenai Sheila.
Dengan perasaan dongkol Sheila mulai mengerjakan tugasnya.
Rey benar benar mengerjainya. Buku yang harus dia susun sangat banyak. Tidak akan selesai dalam hitunag jam.
"Dia pasti sengaja mengerjai aku!" huh....
Sheila mulai menyusun laporan laporan tersebut.
Apa lagi yang akan dilakukan Rey untuk mengerjai Sheila???
Mohon dukungannya dengan menekan tombol like dan votenya..
terimakasih
Terima kasih sudah up lagi di novel ini kak author
katanya mau prgi kenapa ikut si Jimmy bodoh kau Sheila
dsar cwek gk ada hti
prmpuan murahn kau Sheila
nasib baik tlng kau Sheila klo gk kau dah di prkosa jdi prmpuan jngn senang dng cowok
akhirnya trjadi
dsar cewek gk pekah dah ingati tpi mlhan membohn dri
Sheila jngn jdi prmpuan murahn
jngn kasih harap utk orng lain jdi prmpuan gitu Sheila
smpai kapan si Sheila di siksa kya prmpuan murhan