NovelToon NovelToon
Hubungan Satu Malam

Hubungan Satu Malam

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Single Mom / Tamat
Popularitas:983k
Nilai: 5
Nama Author: lee_yuta

Berharap bisa lari dari kenyataan yang ada, namun justru membuat Killa terjatuh ke dalam kejadian yang tidak pernah dia duga dan itu membuatnya sangat terpukul.

Hubungan yang tidak pernah dia ingat dengan seorang pria bule, membuat Killa memilih untuk pergi sejauh mungkin. Hingga Killa memilih kembali dengan membawa seorang anak laki-laki berusia lima tahun.

Killa pikir, setelah dirinya pergi lama meninggalkan negaranya, dia akan kembali dengan tenang dan memulai hidup baru bersama putranya. Akan tetapi, ternyata tidak segampang itu. Dia dipertemukan kembali dengan seorang pria yang wajahnya masih melekat di ingatan Killa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lee_yuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 8. Teman Lama

Lima tahun yang lalu, bukan, lebih tepatnya mungkin sekarang berjalan pada tahun ke enam sudah pria bule bernama Stevano, yang lebih akrab dipanggil dengan sebutan Vano tersebut mencari seorang wanita. Wanita yang mampu membuat pikiran dan hatinya selalu bertuju padanya.

Vano juga tidak pernah menyerah mencari wanita itu, meskipun tidak bisa secara terang-terangan. Karena ada adik iparnya yang menghalangi.

"Aku pasti bisa menemukanmu." Yakinnya lalu menyimpan foto adik iparnya dengan seorang wanita cantik dengan senyum yang mengarah ke arah kamera.

Di dalam foto itu, dua wanita itu tampak begitu bahagia dan sepertinya begitu dekat. Saling menempelkan pipi mereka, seraya tertawa bersama. Senyuman yang tidak bisa Vano enyahkan dari benaknya.

Setelah memastikan benda itu aman, Vano bangkit dari tempatnya lalu melangkah keluar dari ruangannya.

"Anda mau ke mana, Tuan?" tanya sekretaris Vano dengan sigap langsung berdiri ketika atasannya itu melewati meja kerjanya.

"Aku mau keluar sebentar. Nanti kamu bawa saja berkasnya, kita ketemuan di restoran yang ada di jalan Kembang saja." Titah Vano tanpa mengatakan ke mana dirinya mau pergi.

Riana tidak bisa mencegah atasannya. Sebab di sini, dialah yang berkuasa dan dirinya hanya seorang pekerja.

"Pasti nanti aku lagi yang kena omel," gumam Riana tampak begitu pasrah.

Riana kemudian mempersiapkan berkas yang akan dibutuhkan dalam pertemuan Vano dengan miss Emely. Daripada nanti tetiba saja dihubungi Vano dan langsung disuruh ke sana. Yang ada ia sendiri kerepotan.

Sementara itu Vano melajukan mobilnya membelah jalanan ibu kota yang tidak pernah sepi dari pengendara. Mobil pria itu melaju dengan santai. Vano sengaja memperlambat laju mobilnya karena ingjn menikmati suara bising di antara ratusan pengendara yang menggunakan jalan ini.

"Ini sudah tahun ke enam, tapi aku juga belum menemukanmu. Bahkan detektif yang aku sewa pun tak mampu melacakmu," gumamnya.

Tatapan Vano mengarah ke luar jendela. Seolah ingin memilah orang yang dicarinya itu, di ratusan pengendara yang ada di sekitarnya. Berharap dia ada di salah satu di antara mereka.

***

Sedangkan di tempat dan kota yang berbeda, tampak seorang perempuan tengah sibuk menyiapkan rancangan yang diminta oleh pelanggannya beberapa hari yang lalu. Juga mengisi lagi gaun yang kosong di etalasenya.

"Bahan yang aku minta kemarin apa sudah ada, Nad?" tanya perempuan itu pada seorang gadis yang usianya tidak jauh darinya.

Gadis yang diajak bicara pun segera berlari menghampiri perempuan tadi.

"Semua yang Mbak Killa minta, ada di sini," sahut gadis bernama Nadia tersebut sembari memberikan beberapa potong kain yang masih terbungkus oleh plastik.

Killa membuka bungkus plastik tersebut lalu meraba bahan kain yang akan diserahkan kepada pegawainya yang lain. Di mana setelah ia potong, akan dilakukan penjahitan sesuai yang dia mau.

"Ini kamu dapat dari mana bahannya?" tanya Killa. Tangannya masih meraba permukaan kain satu per satu. Seolah memilah mana lebih bagus.

"Dari Surabaya, Mbak. Sesuai yang Mbak Killa perintahkan," jawab Nadia.

Gadis itu tampak cekatakan dalam bekerja dan sangat teliti. Itulah mengapa Killa sangat suka dengan Nadia. Orangnya penuh perhitungan dalam melakukan apapun.

"Ya sudah, kamu tinggal di meja aku saja. Nanti aku potong, biar segera dijahit sama Sora. Soalnya ini gaunnya besok mau dilihat dulu. Jadi hari ini udah harus jadi," ujar Killa.

Nadia pun menaruh beberapa potong kain itu di atas meja. Lalu membantu pekerjaan yang lain.

Sementara Killa, perempuan itu menatap sketsa yang ada di tangannya. Apakah sudah sesuai dengan yang ada dipikirannya atau belum. Sesekali Killa membayangkan klien yang memesan gaun ini.

"Sepertinya cocok dengan wajah dia yang tegas," gumam Killa.

Kemudian perempuan itu memulai pekerjaannya. Untuk menggambar sketsa dan juga memotong bahan, Killa lakukan sendiri. Dia tidak mau kalau sampai ada kesalahan sedikit pun. Oleh karena itu, sebisa mungkin Killa kerjakan penuh dengan kehatian.

Namun, ditengah pekerjaan yang Killa lakukan, butiknya mendapat seorang tamu. Tamu itu pun dipersilahkan masuk dan dilayani dengan baik oleh pegawai butik yang lain.

Killa tidak keluar dari ruangannya. Perempuan itu menyerahkan urusan pembeli pada Nadia dan juga Rara. Mereka yang ahli dalam bidang itu.

"Saya mau melihat lihat dulu, apakah boleh?" tanya tamu itu.

Seorang wanita cantik, berpenampilan begitu elegant dan juga terlihat sangat ramah.

"Tentu saja, Nona. Mari, saya perlihatkan koleksi butik kami," ujar Nadia dengan sangat ramah.

Nadia menemani tamu tersebut berkeliling dari etalase satu ke etalase yang lain. Hingga tamu itu berhenti di depan gaun yang modelnya sangat familiar sekali.

"Siapa yang merancang gaun ini?" tanya wanita cantik tersebut.

Nadia mendekat, memperhatika gaun yang melekat di manekin.

"Semua gaun yang ada di sini, di rancang sendiri oleh pemilik butik, Nona. Dikerjakan dengan sangat detail. Apa gaun ini membuat Nona tertarik?" Nadia mulai menawarkan secara halus. "Apalagi warnanya juga sangat menyatu dengan warna kulit Nona," imbuh Nadia.

"Iya. Aku memang tertarik. Tapi yang membuatku tertarik, desain ini sangat familiar bagiku. Bahkan bisa dibilang sama persis dengan yang pernah aku liat di buku teman lamaku," ungkap wanita itu.

Matanya mulai berkaca-kaca. Membuat Nadia bingung harus seperti apa.

"Boleh aku ketemu sama pemilik butik?" tanya wanita itu dengan mata yang sudah basah.

1
Sunny Kwok
Luar biasa
Azlina85
Tamat??? Padahal baru menuju klimax jg
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
VANO.KILLA.SAHABAT SAHABAT TISHA ANAK DIGA BAGASKARA
Mei Prw
luar biasa
Lisa Gusti
Luar biasa
Novi Yantisuherman
Ponakan gw aja Seumuran gw wkwkwkwk,kadang rada geli kalo manggil BIBI/Sob//Sob//Cry/
neny
Luar biasa
dita faza
kaget tamat..aaaaaaaAAAAAAAAAA
Reni Anjarwani
padahal lg bagus2nya malah tamat
Fina Fitriani
bagus ceritany.... semoga kelanjutannya klop dan pas untuk the end dr cerita ini😘
Dewi Kadimen
Luar biasa
Katherina Ajawaila
killa kaku aja ms panggil dady nya anak om, mmg nya om senang. panggil dady lebih baik, ikutin Gara
Katherina Ajawaila
ngk ada mesra2 nya, dasar gendeng
Katherina Ajawaila
jgn main nyisor aja Vano, sahin dulu kali
Katherina Ajawaila
dasar bule gendeng. tapi bersyukur dr pd wkt itu di gagahin laki hitam
Katherina Ajawaila
girang bacanya Thour. 🤣🤣🤣🤣
Katherina Ajawaila
Gara ketemu Dady
Katherina Ajawaila
hasil bibit unggul kamu Vanno
Katherina Ajawaila
Luar biasa
Katherina Ajawaila
terus kejar Vano jgn SMP lepas, seru thour
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!