Nada adalah seorang gadis yang berusia 22 tahun, kedua orang tuanya telah tiada dan dengan terpaksa ia harus tinggal bersama bibi nya, Nada hanya dijadikan tulang punggung keluarga oleh bibinya. Bibinya berstatus single parent dengan satu putri.
Nada bekerja di salah satu perusahaan ternama dan terbesar sebagai office girl, namun nasib baik mengubah nya hingga menjadi asisten pribadi seorang nyonya muda. Hingga sampai suatu saat dan karena alasan tertentu Nada harus menjadi istri kedua dari seorang CEO muda yang tampan yang telah memilik seorang bayi perempuan yang mungil.
namun setelah menikah, Nada hanya berperan layaknya seorang pengasuh.Di karenakan suami nya tak pernah menyentuh Nada sama sekali sampai suatu saat keajaiban pun datang dan mengubah semuanya..
Tak sampai di situ, masih banyak Lika liku kehidupan yang harus Nada hadapi sampai akhirnya ia menemukan kebahagiaan yang sebenarnya.
mau tau kelanjutan nya? yuk di baca 👉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azalea Novarina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Setelah berdebat dengan rekan kerja nya Cassie merasakan sakit yang begitu menusuk di kepalanya, ini bukanlah hal yang pertama namun untuk yang kesekian kalinya ia merasakan sakit. Nada dan semua crew yang begitu khawatir segera membawa Cassie untuk beristirahat di sebuah tenda, karena lokasi pemotretan di lakukan secara outdoor. "apa ibu perlu ke rumah sakit? ayo aku antar" ucap Nada yang terlihat begitu khawatir. Cassie hanya menggelengkan kepalanya menolak ajakan dari Nada, ia hanya menyuruh nya Nada untuk mengambilkan sebotol obat yang ada di dalam tas nya.
Setelah Nada mengambil obat tersebut, Cassie pun segera meminum nya dan beristirahat sejenak. Nada tidak tau apa yang terjadi dengan majikan nya itu sampai ia terlihat begitu kesakitan. saat sedang beristirahat tiba-tiba seorang crew memanggil Nada untuk menanyakan sesuatu.
"kamu.. siapa namamu?" tanya salah satu crew.
"nama saya Nada" jawab Nada ramah.
"apa yang terjadi sama Cassie, bukan kah kamu saudaranya?"
"maaf, untuk itu saya juga gak tau karena baru pertama ini lagi bertemu dengan nya" jelas nada yang sama sekali tidak tau apa-apa.
"baiklah, kamu boleh kembali"
Nada segera pergi kembali ke tempat dimana Cassie berada. cukup lama beristirahat akhirnya keadaan Cassie mulai membaik seperti semula. "darimana kamu?" ucap Cassie pada Nada yang baru datang dan menghampiri nya.
"ibu sudah baikan?" tanya Cassie.
"ya, aku gak papa" jawab Cassie.
Tak lama setelah Nada kembali, disusul dengan salah satu crew yang menghampiri mereka berdua, ia menyuruh Cassie untuk vacum sementara sampai kondisinya membaik. Cassie mengerti dengan apa yang di katakan salah satu crew tersebut. Cassie pun berdiri dari duduk nya dan mengajak Nada untuk pergi dari lokasi tersebut.
"apa sebaiknya aku menelpon pak Elvin untuk menjemput ibu disini?" tanya Nada.
"gak usah, kemungkinan dia sibuk, lagian aku gak papa masih bisa menyetir dengan baik" jelas Cassie.
"tapi Bu, itu terlihat tidak baik-baik aja"
"kamu belum tau siapa aku, sebenarnya"
"maksud ibu?"
"aku Cassie Kimberly seorang wanita tangguh bagaikan wonder woman" ucap Cassie sambil tertawa.
Seketika ucapan Cassie membuat Nada bengong dan tak berkutik sedikit pun, ekspresi wajah yang Nada keluarkan sangatlah kaku dengan senyum paksa di wajah nya. "apa kau tidak ingin tertawa? ahh ya sudah lah emang gak ada yang lucu sih" ucap Cassie yang kemudian berjalan masuk kedalam mobil nya. sementara dengan Nada ia masih terdiam di tempat nya ia berdiri yang akhirnya tertawa lepas.
"si Nada error apa gimana sih? tadi aja gak ketawa, giliran udah lewat beberapa menit baru ketawa lepas, mana kenceng lagi" ucap Cassie yang telah berada di dalam mobil dan memperhatikan nada.
"woy Nada. . . kamu mau aku tinggal hah?" teriak Cassie dalam mobilnya.
Mendengar teriakkan Cassie membuat Nada sadar, ia segera menghampiri mobil Cassie dan masuk duduk di sebelahnya. Cassie segera menancap gas nya dan melesat pergi meninggalkan area pemotretan. saat setengah perjalanan ponsel Cassie berdering, Nada segera memberitahu Cassie kalau Elvin menelpon nya. "Bu, pak Elvin" ucap Nada menyodorkan ponsel milik Cassie. " terima, terus loudspeak" ucap Cassie. Nada menuruti perintah Cassie, ia segera menerima telpon nya dan membesarkan volumenya.
"kenapa vin?" tanya Cassie
"kamu baik-baik aja kan?"
"ya, seperti tadi pagi aku gak papa, masih sehat kenapa kamu bertanya seperti itu?"
"gak papa, aku hanya lagi merindukan mu"
"baiklah aku ke perusahaan sekarang, sudah ya aku lagi bawa mobil"
"hati-hati, atur kecepatan"
Setelah Elvin berbicara, Cassie menyuruh Nada untuk segera mematikan sambungan telpon nya. "sungguh suami yang begitu cerewet" gerutu Cassie yang kemudian menambah kecepatan mobil nya. Nada hanya terdiam tanpa protes sedikitpun ia hanya berpegangan dengan erat karena ketakutan setengah mati. ya, Cassie merupakan salah satu wanita yang sedikit arogant, menyukai tantangan dengan tingkat keberanian yang luar biasa.
"Nad.. kenapa kau hanya terdiam? bukankah ini sangat menyenangkan? ayo teriak lah" ucap Cassie yang berteriak sendiri sambil melajukan mobil nya yang di atas rata-rata berasa di arena balapan. "ya tuhan.. kenapa aku memiliki boss yang tak waras seperti ini? aku belum mau mati aku belum merasakan indah nya menikah" ucap Nada dalam batin nya dengan mata yang tertutup dan tubuh sedikit gemetar.
Melihat Nada yang hanya duduk terdiam dengan tubuh yang sedikit bergetar, Cassie mengerti keadaan Nada kalau saat ini ia sedang ketakutan setengah mati, dan tiba-tiba muncullah sebuah ide di kepala Cassie. Ia memberhentikan mobil nya di pinggir jalan dan menyuruh Nada untuk bertukar tempat duduk. Dan lagi-lagi tingkah Cassie membuat Nada tercengang, bagaimana tidak? nada yang sama sekali belum pernah mengendarai sebuah mobil dengan tiba-tiba Cassie menyuruhnya untuk bertukar posisi.
"Nad ayo" ucap Cassie yang memaksa nada untuk betular tempat.
"tapi Bu, ini sama aja dengan mengantarkan nyawa sendiri" ucap Nada.
"jika kita harus mati bersama itu sebuah takdir, ayo aku percaya kamu bisa, aku akan mengajari mu" ucap Cassie yang terus memaksa nada.
Dengan terpaksa Nada bertukar tempat, perlahan ia mengikuti arahan dari Cassie dan mulai melajukan mobil nya sedikit demi sedikit. "injak gas nya dengan benar nada, bawa mobil kayak siput kapan nyampe nya?" ucap Cassie yang menyuruh Nada menaikkan kecepatan nya. Dengan perlahan nada mengikuti kemauan Cassie, ia mulai menambah kecepatan mobil nya dengan bertahap dan perlahan. "ayo tambah lagi" seru Cassie yang terus menyuruh Nada menambah kecepatannya. karena gemas dengan keberanian nada yang sangat kecil, Cassie terpaksa mencubit Nada, dan dengan refleks nada menginjak gas hingga mobil melesat dengan cepat.
"kyaaaa.... ya tuhan tolong selamatkan aku, aku gak mau mati konyol di usia muda, aku mau menikah dulu huaaaa..." teriak Nada tanpa melepas gas nya.
"hahahaha" Cassie hanya bisa tertawa lepas melihat nada yang yang tak henti komat kamit seolah-olah sedang membacakan sebuah mantra.
"Bu ada sebuah truk di depan gimana ini? aku gak bisa mengendalikan nya" teriak nada yang begitu panik.
Dengan santainya Cassie menginjak sebuah rem dan membanting stir nya hingga sampai di tepian jalan. sementara dengan nada menutup matanya dengan tubuh yang bergetar. "Nad buka matamu" ucap Cassie menepuk pundak Nada. dengan perlahan nada membuka mata nya dan melihat di sekelilingnya, terlihat sebuah jalanan dengan beberapa mobil yang berlalu lalang. "apa sekarang aku di surga? tapi kenapa di surga banyak mobil berlalu lalang seperti di sebuah jalan yang tadi aku lewati" ucap Nada yang masih belum sadar dengan keadaan.
pletak. .
Tangan Cassie menjitak kepala Nada untuk menyadarkan nya. "bodoh! mana ada di surga? ini masih di dunia dan lebih tepatnya kita masih di jalan" ucap Cassie sambil tertawa geli melihat tingkah Nada yang begitu polos. "apa aku masih hidup? dan ini artinya aku belum mati?" ucap Nada sambil meraba-raba wajah nya dan meraba wajah Cassie.
"singkirkan tangan mu, apa kau ini benar-benar bodoh? tentu saja kita belum mati, dan aku gak mau mati konyol bersama kamu! aish.. menyebalkan" ucap Cassie yang kemudian menukar kembali posisi nya dan melajukan mobil nya dengan kecepatan yang stabil.
"ahh syukurlah, terimakasih tuhan ternyata aku masih hidup" ucap Nada yah meletakkan kedua telapak tangan di dadanya dengan mata yang terpejam.
***
Bersambung, . .