Slavic yang frustasi karena ingin memiliki anak perempuan demi bisnis namun yang dia dapatkan malah laki-laki terus sedangkan Karen sang Istri yang ingin menjadi istri utama dari Suaminya membuatnya memanggil iblis dari buku ilmu Hitam yang dia beli dari Occult Shop untuk mendapatkan anak perempuan yang hasilnya mengandung dan melahirkan sepasang anak kembar berupa seorang anak laki-laki tampan namun albino dan seorang anak perempuan biasa yang cantik dan mereka diberi nama Keita dan Keira.
Namun, Slavic yang merupakan seorang dokter di bidang kecantikan memandang rasis Keita sebagai anak yang tidak sempurna apalagi dia sudah cukup dengan banyak putra dan hanya ingin putri ditambah kebenciannya terhadap adiknya yang juga Albino terus mendapatkan perhatian dari orang tuanya sehingga ia membunuh putranya setelah lahir.
Namun perbuatannya mendapatkan konsekuensi yang akan memberikan sebuah petaka yang akan datang menghampiri mereka dan sekitarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mega Siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part Six :(Keira) the disabled girl
" 𝓚𝓪𝓾 𝓭𝓪𝓷 𝓼𝓾𝓪𝓶𝓲𝓶𝓾 𝓽𝓮𝓵𝓪𝓱 𝓶𝓮𝓵𝓪𝓷𝓰𝓰𝓪𝓻 𝓹𝓮𝓻𝓳𝓪𝓷𝓳𝓲𝓪𝓷. 𝓜𝓾𝓵𝓪𝓲 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓼𝓮𝓴𝓪𝓻𝓪𝓷𝓰, 𝓽𝓲𝓷𝓭𝓪𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓪𝓵𝓲𝓪𝓷 𝓭𝓪𝓵𝓪𝓶 𝓶𝓮𝓻𝓪𝔀𝓪𝓽 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓼𝓪𝓽𝓾 𝓵𝓪𝓰𝓲 𝓪𝓴𝓪𝓷 𝓶𝓮𝓷𝓮𝓷𝓽𝓾𝓴𝓪𝓷 𝓷𝓪𝓼𝓲𝓫 𝓴𝓪𝓵𝓲𝓪𝓷.
𝓭𝓪𝓷 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓼𝓮𝓵𝓪𝓶𝓪𝓽 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓹𝓮𝓻𝓫𝓾𝓪𝓽𝓪𝓷 𝓫𝓾𝓻𝓾𝓴 𝓱𝓪𝓷𝔂𝓪𝓵𝓪𝓱 𝓸𝓻𝓪𝓷𝓰 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓫𝓮𝓷𝓪𝓻-𝓫𝓮𝓷𝓪𝓻 𝓶𝓮𝓷𝔂𝓪𝔂𝓪𝓷𝓰𝓲 𝓪𝓷𝓪𝓴 𝓲𝓽𝓾".Ucap sosok itu ketika mengamati punggung Slavic yang sedang meletakkan balutan kain berisi jasad bayi yang baru dihabisin ke dalam kotak brankas lalu menghilang setelah Slavic menenggelamkan bukti perbuatannya ke dalam danau pribadi yang tidak bernama saat itu.
lalu, Slavic kembali tanpa perasaan bersalah sama sekali. Bahkan menghiraukan tatapan kebencian Anna yang sedang menggendong Keira dengan dikelilingi triplets.
sedangkan Kenzo bersama dengan Karen karena ia lebih tertarik bersama dengan ibunya daripada melihat adiknya yang baru lahir.
mengenai 2 pembantu yang menjadi saksi kejahatan Slavic, mereka dibungkam dengan uang dan jaminan perawatan terbaik anggota keluarga mereka yang sakit di rumah sakit miliknya walaupun mereka bertiga memutuskan untuk berhenti karena 2 pembantu trauma dengan apa yang dilakukan oleh tuan mereka sedangkan satunya lagi memilih berhenti karena ia sangat tidak nyaman bekerja dengan Karen apalagi ia juga sudah tua seperti 2 pembantu lainnya dan ingin pensiun. Setidaknya dia mendapatkan uang tutup dan juga jaminan kesehatan seperti dua pembantu lainnya agar dia tidak mengatakan tentang Karen yang mengandung anak kembar dan kematian putra Slavic yang tidak wajar.
Mengenai Karen?
si jalang itu tidak menangisi sedikitpun kematian Keita yang tragis di tangan suaminya sendiri.
namun dalam benaknya telah diliputi rasa was-was terhadap apa yang akan terjadi akibat dari perbuatan Slavic.
mengenai orang-orang lain yang mengetahui bahwa Karen mengandung anak kembar?
Slavic telah memperhitungkan semuanya dari mengatakan putranya meninggal dalam kandungan saat lahir, menyiapkan surat kematian, sebuah kuburan palsu dan ia tidak perlu khawatir Anna akan membocorkan rahasianya karena selain tidak punya bukti, ketiga putranya berada dalam genggamannya.
dan Anna tahu akan hal itu...
" eh Keira, ayah sudah pulang".ucap Slavic tersenyum hangat setelah pulang kerja kemudian dia mengambil Keira yang telah berusia 3 hari dari dekapan Anna.
tapi Keira langsung menangis keras dan menggeliat seakan ia tidak nyaman dalam dekapan Slavic.
melihat ketidaknyamanannya, Anna langsung merebut bayi itu dari Slavic dan seketika Keira berhenti menangis seakan dia merasa aman dan nyaman dari sosok Anna.
" huh, looks like dia masih bisa merasakan bau darah hasil perbuatan yang kau lakukan tiga hari yang lalu dari kedua tanganmu, Slavic.
Walaupun kau telah membersihkan tubuh dan menggantikan baju, aroma itu akan tetap dirasakannya.
Selamanya tanganmu itu akan tetap bernoda
darah dan tetap dia rasakan lagipula kau telah merebut saudara kembarnya darinya bukan?
jika kau menganggap yang aku katakan salah, mengapa ia terus menangis setiap digendong olehmu? "
Sarkasme Anna membuat Slavic kesal. Ia ingin memukul Anna namun ia tidak ingin Keira kembali menangis sehingga ia memilih pergi dari ruang tamu.
" lihat ibu, Keira tersenyum". ucap Andy.
" dia lucu" puji Arga.
" benar, dia lucu". balas Anna tersenyum melihat Keira.
Ia merasa lucu pada dirinya sendiri, ia harus mengurus bayi Karen tapi saat menggendong Keira pertama kali, ada rasa sayang muncul dalam dirinya.
Anggaplah sebagai insting seorang ibu, ia merasakan rasa sayang pada bayi itu sama seperti kasih sayang yang dia berikan pada putra-putranya.
dan anehnya, bayi itu merasa nyaman dalam dekapan Anna dan kehadiran si triplets.
sedangkan saat digendong Karen dan Kenzo melihat Keira, bayi itu menangis tidak nyaman bahkan saat Kenzo menyentuh jari bayi itu, ia sangat tidak nyaman dan langsung menangis.
Seakan bayi itu tidak ingin disentuh oleh seorang pembunuh yang telah menghabisi saudara kembarnya.
atau tidak ingin disentuh oleh orang yang diam terhadap kejadian yang membuatnya kehilangan separuh dirinya.
(𝚂𝚎𝚖𝚒𝚗𝚐𝚐𝚞 𝚔𝚎𝚖𝚞𝚍𝚒𝚊𝚗...)
" kau mau kemana? " Anna yang sedang memberi sufor( susu formula) mendapati Karen dengan membawa tas olahraga berjalan melewatinya.
" Tentu saja pergi nge-gym. Habis melahirkan, aku harus menjaga tubuhku dengan baik bukan?"jalang berambut pirang menjengkelkan itu terlalu memikirkan fisiknya.
" daripada nge gym, mengapa kau tidak memberikan Keira asi? apa kau tidak tahu Asi sangat bagus bagi bayi?"
"I know that tapi aku tidak mau. Menyusui anak hanya akan membuat dadaku menjadi jelek.
lagipula Kenzo dan triplets juga minum sufor saat bayi'kan?"
" kau tahu, jika saja ASIku keluar lancar, sudah lama aku menyusui putra-putraku.
sangat berbeda denganmu, punya ASI banyak, tapi kau memberi Kenzo dan Keira sufor hanya karena kau lebih memikirkan penampilanmu daripada gizi untuk anakmu".
" Whatever". Karen mengabaikan Anna dan memilih pergi.
dasar Slavic. Padahal dia seorang dokter, dan semua dokter spesialis apapun pasti sudah tahu betapa pentingnya asi bagi bayi sehingga seharusnya Slavic menyuruhnya untuk menyusui anak-anaknya.
Apalagi, ini adalah putri yang dia inginkan...
Seharusnya dia memikirkan apa yang terbaik untuknya bukan?
Anna hanya bisa menghela nafas melihat Karen yang acuh tak acuh dan Slavic yang masa bodoh seakan selalu mereka tumbuh dengan baik tidak masalah.
kemudian dia memandangi malaikat kecil yang sedang menikmati minum susu itu.
"Kamu anak yang lucu.
entah mengapa aku merasa kamu akan tumbuh menjadi anak yang baik.
Padahal kamu anak wanita itu, tapi aku tidak membenci kamu, melainkan rasa sayang yang timbul dan aku tahu anak-anak tidak boleh menjadi pelampiasan kemarahan orang dewasa bukan..?
selain sayang, aku merasa sympati terhadapmu... kamu anak yang manis dan lucu, tapi sungguh malang memiliki orang tua kandung seperti itu.
Ibumu hanya sibuk menikmati kesenangan dunia daripada menikmati menjadi seorang ibu, ayahmu hanya sibuk dengan kekayaan, ketenaran dan kesempurnaan daripada menghabiskan waktu bersama dengan anak-anaknya...
terlebih lagi saudara kembarmu tewas ditangan ayahmu setelah kalian lahir...
Aku pun berpikir, dengan memiliki orang tua seperti itukah kamu memilih dekat denganku, seorang wanita yang berasal dari keluarga miskin?
mengenai Kakak kandungmu Kenzo...
maafkan aku tidak bisa dekat dengannya. Dia tidak mau dekat denganku apalagi dekat dengan ketiga saudaranya padahal kalian memiliki ayah yang sama...
tapi, jangan khawatir...
ibu yakin kakakmu akan tumbuh menjadi anak yang baik, seorang kakak yang baik untukmu.
dan ibu yakin, kamu akan tumbuh menjadi anak yang baik".Anna tersenyum mengatakan hal yang dia inginkan pada bayi yang habis minum susu itu
Ia mengelus kepala bayi dan kedua tangannya yang kecil menggenggam jari telunjuknya. Bayi itu tersenyum saat menggenggam jari Anna dan semakin lama Anna menatap bayi itu, semakin rasa sayang muncul dalam hatinya.
Aku bertanya-tanya...
jika suatu hari nanti aku dan ketiga putraku pergi dari rumah ini, apakah kau akan baik-baik saja...? Anna bertanya dalam hatinya sendiri tanpa tahu jawaban apa yang akan dia temukan dimasa depan.
tapi Anna tidak ambil pusing dulu memikirkan hal itu karena baginya sekarang adalah masa sekarang.
( 𝙻𝚒𝚖𝚊 𝚃𝚊𝚑𝚞𝚗 𝙺𝚎𝚖𝚞𝚍𝚒𝚊𝚗...)
cahaya matahari bersinar menyinari bunga-bunga yang basah setelah bermandikan air hujan yang turun semalam dengan burung- burung berkicau menyambut hari yang baru.
pada saat itu, seorang gadis kecil berusia 5 tahun telah bangun dari tidurnya.
pada saat itu, seorang anak laki-laki berusia berambut hitam dengan mata emerald memasuki kamar gadis kecil diikuti dengan kedua yang juga memiliki warna rambut dan mata yang sama dengan anak laki-laki yang pertama.
yup, mereka sikembar 3 yang telah berusia 8 tahun dan saat gadis kecil itu bangun, ia menyambut mereka bertiga.
" kakak-kakak...". mereka bertiga saling memeluk erat anak itu.
"selamat pagi, Keira".secara serempak mereka mengucapkan selamat pagi pada gadis kecil bernama Keira dan mereka saling membalas ciuman basah di pipi masing-masing.
tidak terasa umur gadis itu telah menginjak 5 tahun seakan waktu berjalan cepat tanpa para manusia sadari.
" ibu Anna mana?" Tanya Keira saat Andy menggendongnya masuk kedalam kamar mandi dan mendudukkanya di dalam bathtub.
" ibu sedang membuat sarapan, mau tahu ibu sedang membuatkan apa? " sembari membukakan piama Keira sehingga hanya singlet dan undewear lalu mengatur suhu shower dalam keadaan hangat, ia meminta Keira untuk menebaknya.
" ibu Anna membuat apa?" tanya Keira yang sedang membuat gelembung sabun ditangannya lalu mencolek pipi Andy dengan sabun.
" kau harus menebaknya, sayang".Ucap Andy tersenyum sembari memandikan Keira.
perlu diketahui, di usia mereka yang masih anak-anak, si kembar 3 telah berpikir secara dewasa. Mungkin karena lingkungan atau situasi mereka tinggal membuat mereka berpikir matang dari membantu ibu mereka mengurus Keira.
"Hm...? roti cane pake kari?"tebak Keira.
" yep"
" asyik! Keira suka, apalagi ibu Anna yang membuatkannya. Apakah ibu Anna juga membuat telur Bebek rebus?" Keira bertanya secara antusias pada Andy yang selesai membersihkan sabun di badan Keira.
" tentu saja".
" Keira gak sabar mau makan kakak".
Syukurlah Keira sudah tidak bersedih lagi dan kembali ceria. Ucap Andy dalam batinnya saat ia memakaikan handuk pada gadis kecil itu dan perasaan sedih muncul saat melihat kedua kaki Keira.
Kejadian 2 tahun yang lalu telah mengubah kehidupan adik tiriku tersayang...
rasanya masih seperti kemarin aku melihat ayah tidak lagi menyayangi Keira seperti dia tidak pernah menyayangi kami...
ibunya memilih berpaling...
Kenzo menjadi kakak yang suka menghina Adiknya sendiri...
dalam satu kejadian telah membuat nasib Keira seperti kami bertiga dan ibu...
tidak dicintai, tidak lagi disayangi, selalu di abaikan, bahkan lebih buruk...
Mungkinkah selama ini dari bayi sampai sekarang tidak pernah mau digendong oleh ayah atau ibunya karena tahu mereka akan berhenti mencintainya setelah tragedi itu?
sembari menggendongnya, ia pun memeluk gadis itu erat dan ingin menangis namun ia tidak ingin Keira melihat air matanya karena khawatir adiknya akan sedih.
Setelah mandi dan tubuh Keira benar-benar kering, Arga memakaikan tank top ungu bercorak bunga dan celana pendek sebagai pakaian dalam lalu mengeringkan rambut panjang Keira yang basah dengan pengeringan rambut lalu ia memakai pakaian yang dipilih oleh Alfa berupa kemeja biru awan dipadukan dengan pita biru navy dan sebuah rompi rajut warna biru navy.
"hari ini kamu mau pakai rok atau celana kulot hitam sayang?" tanya Arga menunjukkan dia jenis bawahan untuk dipakai Keira sekolah hari ini.
"Keira mau pakai yang rok saja, kak Arga".
" oke".Dibantu Andy yang menahan tubuh Keira saat berdiri, Arga selesai memakaikan rok selutut yang dipakai Keira.
Setelah itu mereka mendudukkan Keira di atas kursi roda lalu, sementara Alfa memakaikan kaos kaki dan sepatu sekolah, Arga Menyisir rambut Keira.
" kamu suka apa tidak, sayang? " Arga bertanya setelah ia selesai membuat rambut Keira model Easy Half twirl yang cocok untuk orang berambut panjang seperti Keira.
" suka, terimakasih kak Arga. menurut kak Andy dan Kak Alfa, Keira cantik atau tidak?"
" tentu saja adik kami ini sangat cantik".puji Andy dan Alfa.
" kamu cantik, kamu manis, kamu menggemaskan". puji Arga.
"terimakasih kakak-kakak.. dan menurut kalian, apakah ayah dan ibu akan memujiku?
apakah kak Kenzo akan berkata adikku menggemaskan?"
pertanyaan dari Keira membuat triplets terdiam. Mereka tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan yang pastinya akan membuat Keira sedih.
namun dari bungkamnya mereka, Keira sudah tahu.
" dulu, sebelum kecelakaan... ayah suka memujiku, Ibu suka melihatku...
kurasa mereka tidak akan memuji anak yang lumpuh sepertiku. Keira telah membuat mereka malu dengan menjadi cacat".Keira tersenyum getir, menahan kesedihan tentang kejadianyang menimpa dirinya dua tahun yang lalu telah membuatnya menjadi aib bagi kedua orang tuanya.
" jangan berkata begitu, Keira...
kami dan ibu tetap menyayangimu apapun yang terjadi". Andy mencoba untuk menghibur kesedihan di hati gadis kecil itu.
" Baik dulu maupun sekarang, kasih sayang kami tetap tidak berubah...".ucap Arga.
" tidak peduli kata-kata orang, kami tetap menyayangimu. Kau adalah adik perempuan kami yang paling kami sayangin". Ucap Alfa.
mendengar dari mereka, air mata mengalir membasahi pipi Keira.
" mengapa Keira tidak terlahir menjadi adik kandung kalian saja..?
mengapa Keira tidak lahir dari ibu Anna...?
mengapa Keira lahir dari ibu Karen...?
mengapa ibu yang lahirkan Keira tidak sebaik ibu Anna...?
mengapa...!?"
Alfa langsung memeluk Keira yang menangis. Andy dan Arga juga memeluk mereka berdua.
Mereka juga ikut menangis, dari dalam hati para triplets bertanya-tanya mengapa Karen dan Slavic tidak menyayangi Keira lagi seperti dulu.
Keira... tetap tabah ya sayang... walaupun ayah dan ibumu berhenti menyayangimu, kasih sayang ibu tidak akan pernah berubah padamu.Anna membatin setelah tidak sengaja mendengarkan ucapan Keira yang sangat sedih dengar perlakuan Slavic dan Karen.
Air matanya mengalir untuk anak itu. Hatinya terasa sakit melihat kesedihan gadis kecil tersebut.
Andaikan kecelakaan dua tahun lalu tidak terjadi, Keira tidak akan mengalami nasib seperti itu.
ada ibu anna lho...