NovelToon NovelToon
Ku Rebut Kembali Semua Milikku

Ku Rebut Kembali Semua Milikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Alisha Chanel

Tamara, seorang gadis muda berusia 19 tahun rela menjadi pelayan demi membalas dendam pada orang-orang yang telah menyakiti keluarganya.

Namun saat sedang menjalankan misi, hal yang tak terduga terjadi. Tamara terlibat cinta segitiga dengan suami majikannya.

Akankah misi Tamara untuk balas dendam berhasil? ikutin terus kisahnya ya🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alisha Chanel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hampir ketahuan

"Benarkah Anda akan memberikan uang berapapun yang saya minta?" tanya Tamara sekali lagi, suaranya bergetar namun matanya menatap tajam, mencoba memastikan pria di atasnya tidak main-main.

Dion terkekeh pelan, matanya sudah berkabut penuh gairah yang tak terbendung. "Kau pikir aku kekurangan uang sampai harus berbohong pada gadis sepertimu? Katakan saja berapa yang kau mau."

Tamara menarik napas panjang. Ia tahu ini adalah kesempatannya. Dengan tangan gemetar, ia mengangkat dua jarinya.

"Dua ratus juta... Saya minta 200 Juta," ucapnya terbata-bata, angka itu sangat besar baginya, namun sangat berharga untuk dirinya.

Tanpa ragu sedikitpun, Dion mengangguk singkat. "Baiklah, sepakat."

Mendengar jawaban itu, perlawanan Tamara lenyap seketika. Uang itu sangat ia butuhkan saat ini. Dengan berat hati dan perasaan campur aduk, Tamara memilih untuk pasrah. Ia membiarkan tangan-tangan kekar Dion menjelajahi setiap inci tubuhnya, membiarkan pria itu memiliki dirinya malam ini.

Ahh...

Sebuah lenguhan halus tak sengaja lolos dari bibir Tamara saat Dion mulai mencium area sensitif di leher dan dadanya. Sensasi nikmat bercampur rasa bersalah menyelimuti hati gadis itu. Suasana semakin panas, dan saat gairah mereka berada di puncaknya...

DUG! DUG! DUG!

Ketukan keras menghantam pintu kamar! Disusul suara handel yang diputar-putar dengan kasar dan cepat! Seseorang berusaha mendobrak masuk!

Tamara tersentak hebat! Dengan panik ia mendorong keras tubuh Dion yang berada di atasnya.

"Ada yang datang, Tuan! Cepat pergi!" seru Tamara dengan napas memburu.

Dion mengerutkan kening, wajahnya tampak sangat kesal karena kesenangannya terganggu begitu saja. "Biarkan saja," ucapnya dingin, dan bukannya pergi, ia justru kembali mencium leher Tamara lebih dalam, meninggalkan bekas merah menyala jelas sebagai tanda kepemilikan.

"Tapi bagaimana kalau itu Nyonya?!" Mata Tamara terpejam, tubuhnya merinding ketakutan namun tetap merespons sentuhan pria itu. Rasa takut dan nikmat bercampur menjadi satu hal yang gila.

"Aku mohon berhenti, Tuan!" Tamara memohon dengan wajah memelas dan putus asa. "Kalau Nyonya masuk dan melihat kita, aku pasti akan dipecat! Aku mohon... lain kali saja, aku janji!"

Melihat ketakutan di mata gadis itu, rasa tidak tega muncul di hati Dion. Akhirnya ia menghentikan aksinya.

"Baiklah. Aku pergi sekarang. Tapi ingat baik-baik... kau masih berhutang padaku," bisik Dion seraya bangkit.

Dengan sigap, Tamara mendorong tubuh pria itu menuju jendela belakang yang menghadap taman. Itu satu-satunya jalan keluar paling aman agar tidak ketahuan. Setelah memastikan Dion berhasil melompat dan pergi, Tamara segera mengambil jubah mandinya. Ia menyiramkan air ke wajah dan rambutnya agar terlihat basah, seolah-olah ia baru saja selesai mandi.

Dengan tangan gemetar, Tamara membuka pintu kamar.

"Ada apa, Nyonya? Kenapa Anda datang ke sini malam-malam begini? Ada yang bisa saya bantu?" tanya Tamara berusaha terdengar tenang, meski jantungnya serasa ingin copot.

"Kenapa buka pintunya lama sekali?!" hardik Giyandra dengan wajah penuh kecurigaan, matanya menyapu seluruh penampilan Tamara.

"Saya... saya baru saja selesai mandi, Nyonya. Jadi tidak mendengar kalau pintu diketuk," jawab Tamara sigap mengarang alasan.

Giyandra mendengus, jelas ia tidak percaya begitu saja. Tanpa basa-basi, wanita itu mendorong bahu Tamara dan langsung masuk ke dalam kamar kecil itu. Ia mengamati setiap sudut, membuka gorden, memeriksa di balik pintu, seolah sedang mencari buronan.

Namun, kamar itu kosong melompong. Hanya ada Tamara dan dirinya.

Hampir saja Giyandra menyerah dan akan pergi, hingga tiba-tiba matanya menangkap sesuatu yang mencolok di atas kasur tipis milik Tamara. Sebuah dasi sutra berwarna hitam berguling di sana.

Giyandra mengambilnya, memutar-mutar dasi itu di tangannya dengan tatapan tajam. Wajahnya berubah masam.

"Ini punya siapa? Dasi ini merek terkenal, harganya sangat mahal. Kenapa kau bisa punya barang seperti ini?" tanyanya penuh tuduhan.

Darah Tamara menegang. "I... itu... barang tiruan, Nyonya!" jawabnya cepat sekenanya. "Saya beli di pasar malam... mau dihadiahkan untuk pacar saya."

Mendengar jawaban itu, Giyandra tertawa keras penuh ejekan. "Hahaha! Dasar orang miskin! Memang seharusnya aku tahu, orang-orang sepertimu hanya mampu membeli barang palsu dan murahan. Memalukan sekali!"

Setelah puas merendahkan Tamara dan merasa yakin tidak ada yang disembunyikan, Giyandra akhirnya melenggang pergi dengan angkuh.

Huhhh...

Begitu pintu tertutup, Tamara langsung menjatuhkan tubuhnya ke lantai dan menghembuskan napas panjang lega. Jantungnya masih berdegup kencang.

"Hampir saja... Hampir saja ketahuan," batin Tamara.

Bersambung...

1
Dew666
👄👄👄
Dew666
🩵🩵🩵
Dew666
💄💄
Dew666
🔥🔥🔥
Dewi
fokus saja dengan misimu tamara, jangan terkecoh sama Dion
Dewi
Dion udh suka sama tamara, makanya nolak giandra
Dewi
Dion suka sekali bermain api
Dew666
💃💃
Jengendah Aja Dech
❤️
Dew666
🥰🥰
Dew666
🥰🥰
Dewi
kayaknya tamara mau balas dendam karena dion atau istrinya sudah menghancurkan keluarganya
Dewi
misi apa tuh?
Dew666
👑👑
Dew666
💜💜
Dew666
🌹🌹
Dew666
💎💎
Dew666
💐💐
Dew666
💐💐💐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!