Hana Wanita yang di Hamili mantanya, namun dia menikah dengan anak SMA yang patah hati di tinggal nikah,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dutta Story_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
-
Aldo memperhatikan saat Hana diturunkan dari kendaraan dan digendong oleh salah satu dari mereka. Ketika mereka masuk ke dalam sebuah gang, Aldo, Lexy, Alex, dan yang lainnya kembali mengikuti Aldo yang melajukan kendaraannya. Aldo langsung menghentikan motornya, lalu turun, dan Alex bersama yang lainnya tetap mengikutinya.
Aldo melangkahkan kaki masuk ke dalam gang untuk mencari tahu ke mana Hana dibawa oleh kedua orang itu. Aldo terus berjalan sambil melihat sekeliling, tetapi di dalam gang itu sama sekali tidak ada rumah. Aldo terus mengikuti jalan itu sampai keluar dari gang. Dia menatap heran karena gang yang dilaluinya adalah sebuah tempat pembuatan bahan yang luasnya sangat panjang. Kini Aldo bingung harus pergi ke mana lagi.
Suasana begitu sepi, tanpa ada satu pun orang di sana. Tetapi, rumah yang ada di sana sangat banyak, sehingga Aldo merasa bingung harus ke mana. Alex pun berbicara kepada Aldo untuk menyusun rencana mereka, karena jika mereka hanya berdiri, tidak mungkin menemukan orang yang mereka kejar.
"Al, bagaimana kalau kita bagi tugas saja biar cepat ketemu?" ucap Alex.
"Oke, kita cari. Jika dari kalian semua menemukannya, langsung kabari, ya. Kita selesaikan bareng-bareng," ucap Aldo.
Alex pun mulai menyusun rencana, dan mereka kini mencari satu per satu ke arah masing-masing agar Hana cepat ditemukan.
Aldo melangkahkan kakinya sendirian, sambil melihat sekeliling. Aldo terus memperhatikan rumah dan sebuah tempat. Namun, dia sama sekali tidak melihatnya. Saat Aldo berbelok dari sebuah jalan, dia bertemu dengan seorang warga. Aldo pun memanggil dan bertanya, karena dia tidak mungkin menuduhnya. Jika Aldo menuduhnya, yang ada Aldo akan mendapat masalah baru. Sampai di dekat warga itu, Aldo pun bertanya.
"Permisi, Paman. Saya ingin bertanya," tanya Aldo.
"Iya, mau bertanya apa?" ucapnya.
"Paman melihat dua orang yang memakai penutup kepala sambil membawa seorang wanita?" tanya Aldo.
"Saya tidak lihat. Memangnya ada apa?" tanyanya kepada Aldo.
"Jadi, teman saya diculik sama dua orang laki-laki. Memangnya orang-orang di sini pada ke mana, Paman?" ucap Aldo.
"Orang-orang di sini, terutama wanita, hampir semuanya bekerja di pabrik di depan sana. Ciri-ciri orang yang membawa teman kamu bagaimana?" tanya Paman itu.
"Dia menggunakan sepeda motor warna merah hitam. Kalau wajah mereka, saya tidak melihatnya karena menggunakan penutup," ucap Aldo.
"Kalau tidak salah, yang pakai kendaraan itu adalah orang baru di sini. Dia baru seminggu," ucapnya.
"Paman tahu tempat mereka?" tanya Aldo.
"Tahu. Mereka menyewa rumah di sini," ucapnya.
Aldo merasa tenang karena mendapatkan jalan untuk menemukan Hana. Tiba-tiba Lexy mendekat ke arah Aldo yang sedang mengobrol.
"Bagaimana, Al?" ucap Lexy.
"Kita sudah tahu tempat tinggal mereka. Paman ini yang tahu keberadaan mereka. Kita tunggu yang lain biar kita bareng-bareng ke sana," ucap Aldo.
Kebetulan Alex dan yang lainnya juga mendekat. Mereka pun ikut mendekat ke arah Aldo dan Lexy, lalu mereka mengobrol. Setelah obrolan selesai, Aldo meminta Paman itu untuk mengantar mereka.
Kini mereka melangkahkan kaki sambil mengikuti Paman, warga setempat. Sampai di depan sebuah rumah yang lumayan besar, Paman itu pun berbicara kepada Aldo.
"Di sini rumah mereka," ucap Paman.
"Ya sudah, terima kasih, Paman. Kita langsung ke sana," ucap Aldo.
Aldo dan Alex pun melangkahkan kaki. Mereka tidak langsung masuk ke dalam, melainkan Aldo mencoba mengetuk pintu.
Tok... tok...
Beberapa saat kemudian, seseorang keluar dan berbicara kepada Aldo tanpa penutup wajah. Ternyata itu adalah Vino, mantan pacar Hana. Karena Aldo tidak mengenalinya, dia tidak langsung berbicara, melainkan menatap penampilannya terlebih dahulu. Aldo sempat bingung karena tidak berani langsung menuduh.
"Hey, ada apa kalian ke sini?" ucap Vino.
Aldo masih terdiam sesaat tanpa menjawab ucapan dari Vino. Aldo hanya memperhatikannya, sedangkan Vino mencoba tetap tenang agar tidak ketahuan jika dirinya yang menculik Hana.
"Hey, bocah. Kalian mau apa?" ucap Vino kepada Aldo.
"Kau yang membawa Hana?" ucap Aldo.
Brak! Aldo langsung ditonjok hingga terjatuh oleh Vino. Sambil menatap Aldo, Vino berbicara dengan sangat keras.
"Lo datang-datang sudah menuduh..." ucap Vino.
Aldo sambil duduk dan berpikir. Ingatannya mulai teringat dengan kata-kata Paman yang mengantarkan mereka ke rumah ini.
Dari belakang Alex, salah satu temannya, berbisik kepada Alex.
"Dia yang membawa Hana. Lihat penampilannya, hanya dia yang tidak menggunakan penutup kepala," bisik Fian.
Alex pun melangkahkan kaki. Saat di depan Aldo, Alex mencoba menarik Aldo. Setelah Aldo berdiri, Alex melangkahkan kaki mendekat ke arah Vino. Saat jarak berdekatan, Alex langsung memukul Vino dengan keras, tetapi Vino menghindar, sehingga pukulan dari Alex tidak mengenai wajahnya.
"Kalian berani juga sama gue. Kalau berani, satu-satu!" ucap Vino, emosinya mulai terpancing oleh Alex.
Vino pun melayangkan tangannya untuk memukul Alex, sedangkan Aldo mendekat dengan cepat, lalu memukul wajah Vino hingga terjatuh. Mereka semua pun melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah. Dengan cepat, mereka diberi tugas untuk memeriksa semua ruangan.
Sementara itu, Aldo menuju ruang kamar. Saat pintu kamar dibuka, Aldo melihat seseorang sedang menjaga Hana yang ditidurkan di ranjang. Aldo pun melangkahkan kaki menuju orang yang sedang berdiri. Dengan cepat, Aldo langsung memukulnya sampai terjatuh dan terbentur ke lemari. Orang itu pingsan karena benturan kepalanya.
Aldo pun mencoba membangunkan Hana yang berada di atas ranjang. Tidak hanya dengan tangannya, Aldo juga membangunkannya sambil memanggil nama Hana.
"Han... bangun, Han," panggil Aldo.
Hana pun mulai membuka matanya, meskipun dia merasa berat karena efek bius. Hana menatap Aldo sambil berbicara pelan.
"Aldo..." ucap Hana.
"Kamu sudah bangun, ternyata," ucap Aldo.
Hana pun bangun dan menatap sekeliling. Dia merasa ruangan itu begitu asing dan tidak mengenali tempat itu. Setelah berdiri, Hana berbicara kepada Aldo.
"Kita berada di mana, Al?" ucap Hana.
"Tidak tahu. Kamu kenal dia tidak?" ucap Aldo sambil menunjuk ke arah orang yang pingsan.
Hana terkejut menatapnya. Dia terdiam sesaat, lalu mulai berbicara kepada Aldo.
"Aku kenal dia. Dia adalah Mondy, teman dekatnya Vino," ucap Hana.