Rayya kemala putri, Wanita yang selama ini selalu di anggap menjadi beban suaminya. Menjelma sebagai wanita karir yang sukses setelah mengetahui perselingkuhan sang suami, apalagi kenyataan yang ia terima bahwa ternyata kakak iparnya sendiri mendukung perselingkuhan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rana putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
“Gilaa!!! Sangattt gila! Kenapa kamu sampai bisa bertahan sejauh ini rayya, astaga. Gak habis pikir aku sesabar itu kamu menghadapi kelakuan suami dan ipar mu yang benalu itu..” ucap sena, setelah mendengar cerita rayya. Ia jadi emosi sendiri, bagaimana tidak. Rayya menceritakan nya dengan air mata, membuat sena bisa merasakan betapa menderitanya kehidupan sahabatnya selama ini.
“Maka dari itu, aku ingin mengakhiri nya sekarang. Karna mereka sudah berani menyentuh putriku, andai saja mereka tidak menyakiti putriku. Mungkin aku bisa berfikir ulang untuk mempertahankan rumah tanggaku..”
Sena hanya geleng geleng kepala mendengar ucapan rayya “Aku akan membantu mu, besok kamu bawa berkas berkas yang aku minta tadi. Sekalian bukti perjanjian yang kamu ceritakan tadi.”
“Apa kamu juga akan melaporkan kakak ipar mu ke polisi atas tindakan nya pada arra?” Tanya sena.
Rayya mengangguk, “Aku tak akan membiarkan siapapun menyakiti putriku. aku ingin melihat bagaimana tanggapan mas reino, Jika kakak tersayang nya aku jebloskan ke penjara.”
“Baiklah, kirimkan semua buktinya padaku. Besok bawalah arra kerumah sakit untuk Visum, setelah hasilnya keluar kasih ke aku. Aku akan mengurus semuanya.” Ucap sena.
Rayya tersenyum “Makasih ya sen. Maaf kalau aku merepotkan mu.” Ucap rayya
“Tidak, Aku sedang bekerja dengan mu. Bukan kah kamu akan membayarku..” ucap sena sambil menaik turunkan alisnya, Rayya hanya memutar bola matanya malas. Melihat respon rayya sena hanya tertawa
Mereka pun kembali mengobrol, Membicarakan tentang kesibukan masing masing. “Kapan kamu akan melamar dewi? Kalian sudah bersama 9 tahun, apa kamu ingin orang lain melamar dia duluan, baru kamu bergerak.”
Sena mengerucutkan bibirnya “Raa kamu kan tau, aku masih trauma dengan pernikahan.”
“Sampai kapan? Walaupun dewi selama ini diam, aku yakin dia pasti memendam sesuatu. Tapi dia gak berani ngungkapin nya ke kamu, Semua perempuan pasti ingin hubungan nya berakhir di pelaminan. Apalagi kalian sudah sangat lama sekali bersama.”
“Sena gak semua pernikahan akan gagal seperti klien klienmu, atau aku. Itu semua tergantung kamu sebagai nahkodanya, kita sebagai wanita hanya bisa menurut apa yang di katakan suami.”
“Jangan jadikan pekerjaan sebagai alasan untuk mu trauma menikah. jangan sampai dewi meninggalkan mu hanya karna tak ada kepastian dari kamu..”
Sena menghela nafas nya panjang “Akan aku pikirkan.” Jawab nya. Rayya hanya mengangguk, berharap hubungan sahabatnya akan berjalan mulus. Dan berakhir di pelaminan, karna rayya yakin. Sena laki laki baik yang akan meratukan istrinya kelak.
Apalagi sudah banyak kasus perceraian yang ia urus, seharusnya dia bisa belajar dari kesalahan klien nya bukan.
***
”Halo anak cantikk, Kita ketemu lgi.” Sapa sena pada arra yang baru saja selesai bermain, arra menatap mama nya. Ia sedikit lupa dengan sena, karna memang mereka sudah lama sekali tidak bertemu
“Arra pasti lupa ya. Yaudah deh, kenalan lagi. Nama om, sena winata. Arra bisa manggil om sena.. atau bisa juga sih Om ganteng.” Kelakarnya. membuat rayya geleng geleng kepala melihat tingkah sahabatnya.
“Halo om ganteng, Nama aku arrabella.” Jawab arra sambil membalas uluran tangan sena, lalu mencium punggung tangan nya dengan sopan.
“Yaampun, sopan banget sih kamu nak, Om mau deh punya anak kaya kamu.” Ucap sena sambil berjongkok, mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh mungil arra.
“Memang nya om belum punya anak?” Tanya arra dengan polos, sena menggeleng sambil mengerucutkan bibirnya.
“Belum.”
“Yaudah kalau gitu, sekarang om boleh nganggep arra anak om. Gak papa kan ma.” Tanyaa arra dengan polosnya sambil menatap rayya, rayya menganggukkan kepalanya.
Sena tersentuh dengan kepolosan, dan ketulusan anak sekecil arra. Melihat bekas kemerahan di pipi gadis kecil itu membuat hati sena ikut sakit.
“Karna arra sekarang udah jadi anak om, Jadi..”
sena menjeda ucapan nya, Lalu mengeluarkan beberapa uang dari dompet nya “Ini uang jajan buat arra.”
Arra bella tak lansung menerima, ia mendongak menatap mama nya meminta persetujuan “Sena, itu kebanyakan buat arra.”
“Gak papa , Lagian aku ga setiap hari juga ngasih nya. Terima yaa nak..” Sena menaruh uang itu di telapak tangan arra.
“Makasih ya om. Om baik banget, papa aja gak pernah kasih uang jajan aku.” Ucapnya
Degh!