NovelToon NovelToon
Jodoh Salah Sambung

Jodoh Salah Sambung

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:448.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dede Dewi

Berawal dari telpon salah sambung, yang membawa kedua insan ini bertemu dan mengikuti alur takdir yang maha kuasa,mereka pun menjalani sebuah perjalanan yang menjadikan mereka sering bertemu atas skenarioNya.

Mutiara Hati,sosok gadis cantik yang masih menjalani study di sebuah universitas negeri, mendapatkan telpon dari nomer salah sambung yang sedang membutuhkan bantuan.

Dan laki-laki bernama Ahmad Zainudin yang berparas tampan,berprofesi dokter, telah salah memasukkan angka pada nomer telfon, membuatnya salah sambung saat dia membutuhkan bantuan. Dia dokter yang ramah,dan berjiwa sosial tinggi.

Bagaimana kisah mereka, baca tulisan saya ini ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dede Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ya Sudahlah

Sesampainya di depan gedung fakultasnya, Mutiara segera turun dari boncengan, tak lupa dia mengucap terimakasih kepada dokter baik hati yang sudah mengantarnya.

"Terimakasih ya dok, maaf, saya buru-buru dok. Saya langsung permisi dulu ya dok." kata Mutiara sambil memberikan helem yang dipakainya kepada Dzen.

"Ya Tiara." jawab Dzen menerima helem yang dipakai Mutiara.

Dzen tak segera melaju, dia melihat punggung gadis itu, yang tegopoh-gopoh berlari kedalam ruangan dan naik tangga menuju kelasnya.

Sambil tersenyum, Dzen bergumam, "Gadis unik, baik. Semoga hal baik membersamaimu Tiara."

Hingga bayangan Mutiara sudah hilang dibalik tembok. Dzen pun melakukan motor pinjamannya menuju rumah sakit lagi, untuk dikembalikan pada si pemilik.

Sedangkan Mutiara yang sudah sampai di lantai tiga dengan berlari menaiki anak tangga, dia segera menuju pintu ruang kelasnya yang tertutup.

Tok tok tok

"Assalamualaikum." sapa Mutiara.

Terdengar sayup-sayup suara dosen bermata elang itu sedang memberikan materi kuliah.

Ceklek.

Pintu kelas terbuka, sesosok laki-laki berbadan tegap, dengan sebuah spidol di tangan kanannya, menatap tajam Mutiara.

"Wa'alaikum salam. Ada apa?" tanya Zio.

"Ehm, maaf pak. Saya terlambat." kata Mutiara mendunduk tanda merasa bersalah

"Ini jam berapa?" tanya Zio.

"Jam 10 pak." jawab Mutiara masih berusaha untuk tetap tegar menerima segala konsekuensinya. Masih ada setitik harapan untuk bisa di toleransi atas keterlambatannya.

"Harusnya jam kuliah saya mulai jam berapa?" tanya Zio lagi.

"Jam... jam sembilan pak." jawab Mutiara lirih.

"Siapa namamu?" tanya Zio.

"Mutiara Hati pak."

"Hm...Kamu tau, kalau hari ini kamu ada jadwal tugas persentasi?" tanya Zio.

"Ya pak. Saya tau, dan ini materi saya." kata Mutiara sambil menyodorkan makalahnya berupa hardfile.

"Okey, silakan tunggu diluar, sampai jam kuliah saya selesai." kata Zio sambil memegang gagang pintu.

Seketika Mutiara mendongak, menatap wajah tampan dosen mudanya tak percaya. Meski dia tau, bahwa ini yang pasti akan terjadi, tetapi rasanya berat. Karena baru kali ini dia ditolak seorang dosen untuk masuk ruangan mengikuti mata kuliah. Matanya sudah mulai berkaca-kaca, tangannya bergetar dengan memegang makalah, dan jantungnya sudah tak karuan iramanya, badannya terasa lemas tak bertenaga.

Begitupun dengan dua teman dekat Mutiara, Nadia dan Mila. Mereka saling tatap menanggapi apa yang sudah terjadi dihadapannya dan teman sekelasnya.

"Silakan anda tunggu diluar , karena saya harus melanjutkan materi saya." kata Zio sambil tangannya menunjuk keluar, dan tangan kanannya memegang hendel pihtu lalu menutupnya.

Mutiara masih berdiri mematung di depan pintu kelasnya. Dia tak kuat berjalan menuju tempat duduk di dekat kelasnya. Sudah pasti, dengan ditolaknya tugasnya, itu berarti dosen itu marah besar kepadanya, dan berakibat pada nilai matakuliah Menejemennya akan buruk, yang mengancam beasiswanya.

Dengan sekuat tenaga, Mutiara berjalan terseok-seok menuju tempat duduk didepan kelasnya, dia terduduk lesu di sana. Giliran air mata berhasil meloloskan diri dari kedua matanya yang sedari tadi memanas. Kedua tangannya masih gemetar menegang makalahnya dengan kuat.

"Yaa Allah, aku pasrah." Batin Mutiara.

"Ya sudahlah, mungkin ini yang terbaik bagiku."

Tak berapa lama kemudian, pintu ruang kelasnya terbuka, seorang laki-laki keluar membawa tas kerjanya, dan berjalan begitu saja melewati Mutiara tanpa permisi.

Mutiara yang tak patah semangat, berlari menemui dosen muda itu lagi.

"Pak Zio. Maaf pak jika saya lancang. Ehm, masihkah ada toleransi untuk saya pak, untuk mempresentasikan tugas saya?" tanya Mutiara.

"Tidak." jawab Zio pendek. Lalu melanjutkan jalannya.

Kembali, Mutiara menelan kekecewaan.

"Yah, sudahlah." kata Mutiara pasrah.

1
Muhammad Hasyir Kamil
Luar biasa
Nurhaena
saya suka dengan jalan ceritanya mantap tidak ada lagi kah sambungan ceritanya
Dede Dewi: ada kak, tetapi tokoh utamanya berbeda... ada di judul Bayangan Cinta Pantulan Asa kak...
total 1 replies
Fajar Handayani
Kecewa
Dede Dewi: baik kak. bisa minta koreksiannya?
total 1 replies
Herry Murniasih
siap kak dede sudah baca ni novel barunya, semangat
Sri Wahyuni
msh jutek aja pak zio
umi b4well (hiatus)
dpt ide darimana si kak.
kebetulan bgt loh...kisahnya sama kek saya.cuman kblik saya yg salah sambung..eh mlah jdi jodoh. pdhal kita ribut mulu loh kk awalnya itu...tau taunya benci jdi cinta hehe.

terharu saya kak.kek baca kisah sendiri.hehe
Dede Dewi: alhamdulillah... ehm... awalnya nonton film pendek kak. tapi bukan telepon salah sambung...tapi ga sengaja ketemu di jalan...
total 1 replies
Nurul Fahmi
gooooooood
Dede Dewi: terimakasih kak😍
total 1 replies
Asih Asih
sungguh kasihan dr zen,semoga dpt jodoh yg baik pula.
Neulis Saja
Thor, this novel is continued about the story of Azizah and aziz must be exciting
Dede Dewi: InshaaAllah kak Neulis Saja... Author akan berusaha😊😍terimakasih atas masukannya
total 1 replies
Hr sasuwe
ending yg nyenengin yaaa👍
Dede Dewi
maasyaaAllah...terimakasih banyak kak Hery...semoga Allah memudahkan segala urusan kak Hery
Neulis Saja
innalillahi wainnailaihi roji'uun comes from Allah and then return to Allah
Herry Murniasih
Mungkin pak Bowo sudah dapat firasat kalau umurnya ha lama lagi, doa yang diucapkan untuk baby Az adalah pertanda bahwa beliau akan pergi selamanya, 😭😭 lanjut Thor
Ummiami
lanjut thor
Ummiami
salam kenal Thor
Dede Dewi: salam kenal juga kak. terimakasih ya atas dukungannya
total 1 replies
Hr sasuwe
ada aja orang baik buat nolongin tiara ama zend akhirnya bisa lahiran tiara dgn selamet yaa
Herry Murniasih
Mail memang berhati mulia, semoga nanti mendapat jodoh yang lebih baik paling tidak sama seperti Mutiara, lanjut Thor
achilla 82
Ooh,,bang Mail,,,makasih bnyak ya,,dh nolongin dedek Radzen mau ketemu bu bidan, hehehee,,,
Neulis Saja
Tiara, i hope you don't have anything happen
Herry Murniasih
waduh semoga bantuan segera datang ya, ksihan Mutiara nahan sakitnya apalagi ketuban sudah pecah, lanjut Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!