Kisah cinta antara Dafa Artanegara dan Risma Anggraini, mereka di pertemukan dalam sebuah kecelakaan, karena rasa bersalah, Dafa menikahi Risma yang hanya seorang yang biasa saja.
Dari pernikahan yang di dasari rasa bersalah itulah,Dafa akhirnya benar-benar jatuh cinta dengan sosok Risma yang sederhana dan baik hati, tapi bagaimana jika Risma tahu siapa Dafa yang sesungguhnya, Apa lagi Dafa yang mempunyai sisi gelap dan tidak di ketahui oleh Risma.
Yuk mari silahkan di baca jika ingin tahu kisah cinta mereka yang penuh dengan emosi dan air mata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahayu Avilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah baru
Dafa melihat semua yang terjadi di Rumah pak Wisnu, ia pun merasa bersalah, karena dialah Risma kehilangan masa depannya bahkan keluarganya di permalukan oleh Andre yang tidak jadi menikahi Risma padahal tinggal menunggu hari pernikahan itu terlaksana.
Walaupun Dafa tidak mencintai Risma dia berusaha untuk meyakinkan keluarga Risma untuk menerima lamarannya. Dan hasilnya dia bisa meyakinkan keluarga Risma. Dia berpikir kalau suatu hari dia pasti bisa mencintai Risma, bahkan dia sudah mencari donor mata yang tepat buat Risma tanpa sepengetahuan keluarga Risma.
Karena orangtuanya yang masih di luar negeri Dafa pun tidak memberitahukan soal pernikahannya, Karena memang perusahaannya yang di luar Negeri sedang mengalami masalah maka dia mengurungkan niatnya untuk memberi tahu orangtuanya saat ini.
Setelah lamarannya beberapa waktu lalu, Dafa kembali ke Jakarta untuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya sebelum hari pernikahannya tiba.
"Daf, Apa kamu yakin akan menikahi gadis itu?" Tanya Ryo waktu berada di ruangannya saat ini.
"Iya." Jawab Dafa singkat tanpa melihat Ryo yang kini ada di depannya.
"Bukannya aku mau menggagalkan rencana pernikahan kamu, cuma aku merasa kalau pernikahan tidak di landasi cinta, akan jadi apa rumah tangga kalian nanti?" Nasehat Ryo.
"Yoo, Cinta bisa datang setelah menikah, Yo." Sambung Dafa masih sibuk dengan berkas-berkasnya.
"Huft, Aku gak habis pikir denganmu Daf, kasihan sih boleh saja cuma kan ga harus menikahi gadis itu juga." Kata Ryo lagi lalu dia duduk di sofa.
"Hmm, Yoo, apa kamu tahu kalau Risma sebenarnya akan menikah?" Tanya Dafa sambil menghentikan aktifitasnya dan memandang Ryo dengan tatapan ingin tahu jawaban Ryo.
"Maksud kamu?"
"Lelaki itu membatalkan pernikahannya dengan Risma karena saat ini Risma buta, dan Risma buta karena kita, apa kamu tidak mengerti itu?."
"Baiklah, baiklah, semua terserah kamu, kamulah bossnya di sini." Jawab Ryo seakan tidak peduli dengan pendapat Dafa.
Setelah percakapan singkatnya dengan Ryo, Dafa pun melanjutkan aktifitasnya kembali, semua berkas yang bertumpuk di mejanya sudah selesai di tanda tangani. Hingga akhirnya Dafa memutuskan untuk kembali ke rumahnya.
"Yoo, Dokumen perlengkapan pernikahanku sudah kamu siapkan?" Kata Dafa pada Ryo yang duduk di sofa ruang tamunya.
"Sudah aku kirimkan ke sana kemarin." Jawab Ryo singkat.
"Baguslah, kerjamu tidak pernah mengecewakanku." Kata Dafa senang.
"Sejak kapan pekerjaanku tidak bisa membuatmu puas?, dan juga mana berani aku mengecewakanmu, secara kamulah bossnya di sini." Ucap Ryo.
"Hahaha, baguslah kalau kamu sadar akan hal itu."
Mereka pun asyik dengan obrolan-obrolan seputar persiapan pernikahan Dafa, bahkan dokumen pelengkap pun sudah selesai di urus semua, tinggal menunggu hari H nya tiba.
Berulang kali Dafa mencoba menghubungi orang tuanya tapi selalu di luar jangkauan, ia pun berusaha menghubungi sekertaris Abimanyu, namun selalu di jawab dengan nada sibuk.
"Daf, Gimana soal om dan tante?" Tanya Ryo.
"Aku sudah berusaha menghubungi mama sama papa, Tapi nomor hp mereka berdua selalu di luar jangkauan terus." Jawab Dafa jujur.
"Karena masalah di sana sedang kritis Daf, mungkin om sengaja menonaktifkan ponselnya." Kata Ryo.
"Maybe."
Hari pernikahan yang tinggal menghitung hari itu pun membuat d
Dafa sedikit cemas dan gugup, mungkin karna efek sakral dalam pernikahan kali ya yang membuat Dafa dag dig dug gak karuan.
Hari ini Dafa pun berkemas untuk kembali ke kota S untuk menyiapkan segala sesuatunya, bahkan dia sudah menyuruh Ryo untuk membeli sebuah rumah lengkap dengan perabotannya untuk mereka tinggali setelah menikah nanti. Bahkan Dafa juga mencari asisten khusus untuk mengurus Risma.
Sesampainya di kota S Dafa pun melihat seisi Rumah yang sudah di siap kan oleh Ryo, Rumah mewah yang sangat besar.
"Gimana menurut kamu Daf?" Tanya Ryo ingin tahu reaksi Dafa.
"Lumayan."
"Ck, lumayan? aku sudah bersusah payah dan kamu bilang cuman lumayan?" Kata Ryo tak terima dengan jawaban Dafa.
"Ya mau gimana lagi." Jawab Dafa enteng seakan itu bukanlah hal besar yang harus di puji.
"Ini sudah yang paling bagus, Daf."
"Ya, ya, ya bagus, menurut versi kamu, dan bagiku lumayan." Kata Dafa.
"Terserah Daf, terserah." Kesal Ryo.
"Oh iya, mobil yang kamu pesen kemarin besok baru datang." Kata Ryo lagi.
"Besok?"
"Iya."
"Baiklah, untuk saat ini cukup itu dulu Yoo,. kalau ada lagi nanti aku hubungi kamu." Kata Dafa.
"Siap boss, kalau begitu aku kembali ke Resort dulu."
"Ok."
Ryo pun berlalu meninggalkan rumah baru Dafa, sedangkan Dafa masih menikmati suasana Rumah baru yang di belinya itu. Dia melihat-lihat seluruh sudut rumah dua lantai itu, sebenarnya dia puas dengan hasil kerja Ryo, dalam hal apapun memang Ryo lah jagonya, namun ia sengaja memancing kekesalan Ryo dengan mengatakan bahwa itu hanya lumayan.
☆☆ Bersambung dulu ya ☆☆
Jangan lupa vote, like,komennya ya
kalau ada tip bagi bagi juga.
biar semangat Authornya.
selamat membaca ya
semoga kalian suka
kebetulan baru baca di hari senin, langsung kasih vote 👍🏻🤭