NovelToon NovelToon
Nikah Paksa

Nikah Paksa

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Perjodohan / Single Mom
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Eleanor kici kici

Mita tidak pernah meminta takdir ini. Baginya, Sam adalah kakak, pelindung, dan satu-satunya tempat bersandar setelah kedua orang tuanya tewas demi menyelamatkan keluarga Sam. Namun, sebuah pernikahan atas dasar utang budi mengubah segalanya dalam semalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eleanor kici kici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 : Penyesalan

Hari yang paling dicemaskan itu akhirnya tiba. Sesuai permohonan Mita yang didukung oleh Diana, pernikahan antara Samudra dan Mita pun digelar secara tertutup dan sesederhana mungkin. Tidak ada pesta mewah bernuansa korporat khas keluarga Kusuma, hanya ada ijab kabul sakral yang dihadiri keluarga inti dan beberapa saksi.

Segera setelah prosesi pernikahan selesai, Sam mengajukan satu syarat mutlak kepada Baskoro: ia ingin tinggal di rumah baru yang terpisah dari orang tua, sebuah rumah minimalis yang ia beli dengan jerih payahnya sendiri. Baskoro mengizinkannya, mengira sang putra ingin membangun keintiman berdua dengan istri barunya.

Namun, kenyataan di dalam rumah baru itu jauh dari apa yang dibayangkan orang tuanya.

Malam pertama di rumah tersebut, Sam berdiri canggung di ruang tengah, menatap Mita yang sedang merapikan beberapa barang bawaannya.

"Mita," panggil Sam berat. "Untuk malam ini... dan seterusnya, kita tidur terpisah dulu nggak apa-apa, kan? Kamarmu ada di sebelah ujung."

Mita menoleh, lalu tersenyum tipis dengan raut wajah yang sangat santai. Tidak ada gurat kekecewaan atau kesedihan di wajahnya. "Nggak apa-apa, Mas Sam. Lagipula, dari awal kita memang kakak adik. Mita mengerti."

Sam menghela napas lega melihat respons Mita, namun hatinya masih diselimuti beban lain. Pria itu mendekat, menatap Mita dengan intens. "Satu hal lagi, Mit. Aku tidak berniat memutuskan kekasihku. Apa kamu keberatan?"

Mita kembali tersenyum ramah, menggelengkan kepalanya pelan. "Mita sama sekali tidak keberatan, Mas. Mas Sam punya hak untuk tetap bahagia dengan pilihan Mas sendiri."

Jawaban itu seketika membuat pundak Sam yang semula tegang menjadi rileks. Rasa lega luar biasa merayapi hatinya. Namun, Sam belum selesai. Ia ingin menguji batasan kelonggaran istri sekaligus adiknya ini.

"Lalu... apa kamu mengizinkan jika kekasihku yang namanya Vanya, sesekali bertamu ke sini?" tanya Sam hati-hati.

Mita menatap lurus ke bola mata Sam, lalu menjawab dengan nada yang begitu tulus, "Tentu saja boleh, Mas. Pintu rumah ini selalu terbuka untuk Mbak Vanya. Mas Sam tidak perlu menyembunyikan hubungan kalian di rumah ini."

Sam terpaku. Ia menatap Mita dengan pandangan takjub sekaligus tidak percaya. Bagaimana bisa seorang gadis yang baru saja dipaksa menikah, justru bersikap begitu dewasa, lapang dada, dan sama sekali tidak menunjukkan riak kecemburuan?

Karena merasa Mita sudah begitu terbuka, Sam akhirnya memutuskan untuk membeberkan semua kejujuran yang mengganjal di hatinya. Sam duduk di sofa, mengacak rambutnya, lalu menjelaskan dengan jujur ancaman dari Baskoro malam itu. Sam menceritakan ucapan ayahnya tentang ancaman bahwa ia tidak akan memiliki apa-apa dan semua aset harta akan dialihkan langsung kepada Mita jika ia nekat mempertahankan kekasihnya. Sam menjelaskan bahwa untuk saat ini, ia terpaksa menerima pernikahan ini demi mengamankan hartanya terlebih dahulu, dengan rencana jangka panjang akan menceraikan Mita di masa depan agar tetap bisa bersatu dengan Vanya.

"Oh, kenapa tidak bicara kepadaku sebelumnya, Mas?" tanya Mita lembut, memotong kalimat Sam. "Kalau aku tahu seperti itu, aku akan bilang kepada Mas, biarkan Mas pergi dengan kekasih Mas dan biarkan Om memberikan uang itu kepadaku. Aku berjanji akan mengembalikan uang itu kepada Mas tanpa mengambil sepeserpun. Jadi, pernikahan ini tidak akan terjadi dan Mas bisa menikah dengan orang yang Mas cintai."

Mendengar pengungkapan tulus yang meluncur spontan dari bibir Mita, jantung Sam bagai dihantam godam besar.

Sam merasa sangat bodoh dan menyesal karena tidak mengatakan rahasia ancaman ayahnya itu lebih awal kepada Mita. Jika saja sejak awal ia mau merendahkan ego dan berdiskusi dengan gadis yang sudah dianggap adiknya ini, mereka tidak perlu terjebak dalam ikatan pernikahan yang salah ini, dan ia tidak perlu mengorbankan masa depan Mita demi mengamankan hartanya.(Jangan lupa klik tombol like di bawah ya, Kak!)

1
Emily
nyesel kan kamu Sam ...ngotot melepaskan Mitha malah dapat jalang
Emily
Vanya kena jebakan batman
Emily
lha pikir si ssm bakal tahu ada benihnya di perut Mitha gak tau malah belok belom terus
Emily
memangnya Sam dan Vanya udah menikah?
Emily
Mitha ga usah kebaikan malah ngaku janin yg di kandungnya benih pacarnya
Emily
CEO kok bego x si sam ni
Emily
ludwig kekasih mitha
Emily
Sam udah di ksih batu permata sama pak Baskoro malah mungut batu kerikil..mamam tu cinta
Emily
cinta boleh bodoh jangan ya sam...kenapa lebih pinter Mitha daripada kamu Sam padahal baru tamat SMA
Emily
Mitha bijaksana banget.,tetap seperti itu Mitha biar orang tidak merendahkan mu
Emily
rumit
Emily
cih sam..udah tau Vanya itu batu kali malah di pungut
Emily
demi harta ya sam.. preetlah
Emily
Sam bucin kepada kekasihnya padahal dia tau dan sadar klo wanitanya cuma cinta hartanya
Emily
gimana maksud cerita ini ...apakah Mitha janda
Emily
kenapa gak nolak aja Mita...kan bukan kamu yg berutang Budi kasih alasan yg masuk akal...sto jgan2 Mitha memang menyukai sam sebenarnya
Emily
mampir thor
Chenyu Wang
critanya bagus saya selalu nunggu kelanjutannya Terima kasih🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!