NovelToon NovelToon
Ramadan'S Promise

Ramadan'S Promise

Status: sedang berlangsung
Genre:Persahabatan / Diam-Diam Cinta / Teen
Popularitas:22k
Nilai: 5
Nama Author: ayuwidia

Dilarang memplagiat karya!


"Dia memilih kakakku..." --Hawa--

"Dan aku memilihmu. Bukan karena tidak ada pilihan lain, Hawa. Tapi karena memang hanya kamu yang aku mau." --Ramadan--

Hawa terpaksa menelan kenyataan pahit saat Damar--sahabat sekaligus laki-laki yang dicintainya, justru melamar Hanum--kakak kandungnya.

Di tengah luka yang menganga, hadir Ramadan sebagai penyejuk jiwa. Tak sekadar menawarkan cinta, Ramadan juga menjadi kompas yang menuntun Hawa keluar dari gelapnya kecewa menuju cahaya ketulusan yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayuwidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 6 Ikhlas & Rida

Happy reading

Hari ini berbeda dengan hari-hari yang telah terlewati. Hawa berangkat ke kampus tanpa menunggu jemputan Damar--sahabat yang kini menyandang status 'calon kakak ipar'.

Ia juga menolak tawaran Hasan--sopir pribadi ayahnya yang berniat untuk mengantar, dan lebih memilih memesan taxi online.

Saat ini yang diinginkannya hanya menepi, menyendiri. Menata kepingan hati yang hancur berantakan. Membasuh jiwa yang terluka.

Benaknya mendengungkan kata; mulai detik ini, ia harus membiasakan diri tanpa Damar--sahabat yang dulu selalu ada untuknya.

Ikhlas dan rida, dua kata yang begitu ringan di lidah. Namun ternyata... terasa begitu berat dan luas saat ia mencoba memeluknya dalam kenyataan.

Di sepanjang perjalanan, Hawa berulang kali menarik napas panjang, mencoba meredam riuh yang berkecamuk di dalam kepalanya. Berusaha keras menenangkan hati dan pikiran yang gaduh, mencari sedikit saja ruang damai di tengah sesak yang menghimpit.

Keheningan yang sedari tadi menyelimuti seisi mobil tiba-tiba terpecahkan oleh suara notif pesan.

Atensi Hawa yang semula tertuju pada pemandangan di luar jendela, seketika beralih pada gawai di genggaman tangan.

Ibu jarinya bergerak refleks--menggeser layar gawai.

Sepasang mata indahnya mengejap pelan saat membaca nama yang tertera di sana.

New message from: Rama.

Hawa, kamu baik-baik saja?

Hawa berusaha membalas pesan Rama dengan jemari yang bergetar hebat. Pertahanannya runtuh, luruh bersama air mata yang jatuh.

Aku... baik. Maaf, tadi aku terpaksa meminta tolong

Send

Pesan terkirim dan langsung dibaca oleh Rama.

Gawai bergetar, mengiringi nada dering panggilan telepon.

Sesaat, Hawa dihinggapi ragu. Matanya terpaku menatap layar yang berpijar. Namun sebelum panggilan itu terputus, jarinya bergerak pelan menggeser ikon hijau.

"Assalamu'alaikum, Hawa." Sapa Rama. Suaranya terdengar rendah dan tenang.

"Wa'alaikumsalam, Rama..."

Kalimat itu meluncur lirih, sarat akan beban yang tak terucap.

Sambil menggigit bibir, Hawa menyapu bulir bening di pipinya, berusaha mengubur isak yang nyaris lolos.

"Kamu di mana?" tanya Rama.

Ia tidak berkeinginan untuk meminta penjelasan mengenai dusta yang tadi dilontarkan oleh Hawa.

Rama yakin, Hawa terpaksa melakukan itu. Ia paham, menerima, dan tidak menghakimi.

"Aku... di perjalanan, menuju kampus."

"Bisa ketemu di Masjid At Taqwa?"

Hawa bergeming. Berpikir dan menimbang. Ada perasaan bimbang, namun ada juga keinginan yang mendorongnya untuk bertemu. Menjadikan Rama sebagai teman atau mungkin sahabat yang bisa mendengar kesah.

"Bisa," ucapnya pelan.

"Aku tunggu di halaman masjid ya."

"Iya."

Sambungan telepon terputus seusai Hawa dan Rama berbalas salam.

Hanya butuh waktu sepuluh menit, mobil yang membawa Hawa tiba di halaman Masjid At Taqwa--titik temu yang dijanjikan oleh Rama.

Di sana, Rama sudah duduk menunggu. Menyambut Hawa dengan senyum khas yang tulus.

"Duduk, Non," ujarnya sambil menarik kursi rotan, mempersilakan Hawa untuk duduk di hadapan. Ia sengaja menyematkan panggilan 'Non' untuk mencairkan suasana.

Hawa mengangguk pelan, membawa tubuhnya duduk di atas kursi itu.

"Maaf," katanya lirih sembari menunduk, menyembunyikan sepasang matanya yang sembab.

"Aku maafkan." Rama membalas. Nada suaranya terjaga, tetap rendah dan tenang. Ada senyum tipis yang tersemat sebagai pengiring.

"Tadi, aku terpaksa berdusta. Aku nggak kuat. Aku ingin segera lari..."

Rama terdiam. Membiarkan Hawa menguras kata yang masih ingin terucap.

"Aku kira... aku udah ikhlas dan ridho, nyatanya hatiku masih sakit."

Setetes air mata jatuh mengiringi kalimat yang terucap dari bibir Hawa. Suaranya serak dan bergetar.

Rama menarik napas panjang, lalu menatap Hawa sekilas.

"Ikhlas dan rida... memang sangat mudah diucap, namun berat di rasa, Hawa. Prosesnya nggak bisa instant. Seperti studi tanpa akhir. Kita mempelajarinya setiap hari, mempraktikkannya setiap saat, dan menempuh ujiannya secara mendadak. Hasilnya bukan ijazah, tapi ketenangan batin dan kebahagiaan hakiki," tuturnya bijak.

Hawa terdiam, menelaah setiap kata yang diucapkan oleh Rama.

Hening

Sunyi

Hawa menuntun jemarinya menyeka jejak air mata.

"Yuk, Sholat Dhuha," ujar Rama sambil membawa tubuhnya beranjak.

Hawa mengangkat wajahnya perlahan. Menatap lelaki yang dua hari ini memberi pencerahan dan menuntunnya menuju jalan cahaya.

Tidak ada alasan untuk menolak.

Hawa mengindahkan ajakan itu.

Memaksa tubuhnya untuk turut beranjak, kemudian melangkah bersama Rama.

Jarak mereka tidak dekat, juga tak terlalu jauh.

Ada sekat yang masih harus dijaga, sebelum kata 'halal' disandang. Itu prinsip yang dipegang oleh Rama.

Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang mengintai dari kejauhan, menyaksikan keakraban itu dengan rahang terkatup rapat dan gemuruh cemburu yang nyaris meledak di dalam dada.

🍁🍁🍁

Bersambung

Up nya segini dulu ya, Kak. Authornya ngantuk berat. 😉

Jangan lupa tinggalkan jejak like di setiap bab.

Tampol vote.

Beri komentar & ⭐⭐⭐⭐⭐

Terima kasih.

1
Najwa Aini
Suka banget di part ini. Hawa menginginkan keluarganya menerima Rama. karena seorang Rama. Bukan karena dia Dzaki...
Dan penasaran banget gimana reaksi Gistara saat tahu, Rama yang ditolak karena seorang pelayan, ternyata adalah Dzaki yg memang diharapkan jadi mantu..
ahaaaa..pasti nendang banget. sayang aku bacanya gak bisa kebut²an. harus nyicil kayak lagi bayar kreditan Bank Mekar...
Haura Az Zahra
ditambah komedi tambah seru ceritanya thor
Ayuwidia: Terima kasih banyak, Kak. Biar nggak tegang Mulu 😄🙏🏻
total 1 replies
Najwa Aini
Aku bacanya telat banget..maaf ya..
aku vote deh..
Najwa Aini
Baarokallaahuu
Najwa Aini
eh pecah banget candaanmu Rama
Najwa Aini
Aku kok turut bahagia ya
Najwa Aini
Nahhh begitu non Hawa...Ambil sisi positifnya ya
Najwa Aini
Rama. aku udah lama pingin alphard..eh kamu udah punya duluan tanpa pamit
muthia
mertua idaman
Ayuwidia: Bener banget, Kak 😊
total 1 replies
muthia
ulat bulu mulai beraksi
Najwa Aini
Nah kann..Rama kalau udah mode kayak gini aku langsung terbayang dia pakai jubah dan surban...ala² ustadz milenial gitu...atau pakai kupluk juga boleh..ala² ustadz tenar
Ayuwidia: Wkkk, dia sukanya pake kemeja atau pake atasan Koko putih, Kak. Kaya' Ustadz Denis Liem 😄
total 1 replies
Najwa Aini
Ini akal²an si autor si Dzaki atau si Rama gak diikutkan. padahal itu momen yg ditunggu
Ayuwidia: Tau aja
total 1 replies
Mila Mulitasari
lah udah termasuk obsesi ga si tu thor maksa banget heran, namanya ulat dimana aja bisa merayap, moga aja rama cepat membasmi ulat2 gatal, maaf thor esmosi saya kalau masalah ulat🤭
Ayuwidia: hiyaaa, Kak 😆
total 3 replies
Mila Mulitasari
pliss jgn ada orang ke 3 baru aja mereka melangkah bersama masa udah ada ulat nangka
Ayuwidia: Justru untuk menguji kesungguhan cinta dan kesetiaan seorang Dzaki Ramadan Bagaskara, Kak 😉
total 1 replies
muthia
Alhamdulillah🙏
Mila Mulitasari
alhamdulillah otw menuju qobiltu ini😍
Ayuwidia: Insyaallah, semoga ya, Kak 🥰
total 1 replies
Ririn Rira
Nungguin reaksi Damar lagi nih 🤭
Ayuwidia: Hiyaaa 😄
total 1 replies
Ririn Rira
Akhirnya restu sudah di kantongi, Rama dan Hawa kebalikan dari Jehan dan Sebria🥰
Ririn Rira: Iya kak mohon maaf lahir batin juga ya
total 2 replies
Ririn Rira
Ada aja cobaan nya semoga Hawa nggak parah
Ririn Rira
Sedalam itu makna dari nama seorang Rama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!