NovelToon NovelToon
Penjara Pernikahan Tuan Marvin

Penjara Pernikahan Tuan Marvin

Status: tamat
Genre:Pengganti / Penyesalan Suami / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:169.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Bukan keinginannya masuk dalam pernikahan ini. Dia tahu jika suaminya tidak akan pernah menganggapnya sebagai istri, Marvin hanya akan memandangnya sebagai penyebab kematian dari calon istrinya yang sebenarnya.

Kecelakaan yang menimpa Kakak beradik ini, membuat dunia seorang Raina hancur. Kakaknya yang sebentar lagi akan menikah dengan kekasih hatinya, harus pergi meninggalkan dunia untuk selamanya. Raina yang sebagai orang yang selamat, pasti akan disalahkan di pojokkan. Meski dia juga tidak pernah mau hal ini terjadi.

Dalam keluarganya, hanya Amira yang peduli padanya dan menganggapnya keluarga. Tapi sosok seperti malaikat tak bersayap itu, malah harus pergi untuk selamanya. Meninggalkan Raina seorang diri untuk menghadapi kejamnya hidup.

Entah sampai kapan pernikahan ini akan bertahan, apa Raina akan sanggup terus bertahan disamping suaminya, atau pergi untuk selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 ~ Menggantikan Kak Amira

Apa yang ada dalam pikiran kamu, Raina? Sehingga menyiapkan sarapan untuk Marvin setiap pagi, padahal suaminya tidak sama sekali pernah menoleh padanya atau mencicipi masakannya. Tapi, Raina hanya berpikir jika Amira mungkin ingin dia juga mengurus suaminya seperti yang akan dia lakukan jika menikah dengan Marvin.

"Nona, Tuan Marvin sudah pergi, dan tidak akan memakan sarapan yang Nona buat" ucap Mbak Eni, merasa kasihan dengan Nona mudanya yang terus berusaha, tapi hanya sia-sia.

Raina tersenyum, dia menyimpan masakan terakhir yang dia buat. "Tidak papa Mbak, ayo kita makan bersama saja sarapannya. Mungkin suatu saat Kak Marvin akan mau memakan masakanku"

Mbak Eni duduk bersama Raina, mereka selalu menghabiskan makanan yang Raina buat untuk Marvin. "Kenapa Nona berusaha keras untuk menjadi istri yang sebenarnya, jika Tuan Muda saja tidak pernah menganggap keberadaan Nona ada"

"Mbak, seandainya kecelakaan itu tidak merenggut nyawa Kak Amira, mungkin aku tidak akan berada disini. Aku sekarang menjadi orang yang menggantikan dia, termasuk menjadi istrinya Kak Marvin"

"Tapi, itu 'kan bukan salah Nona. Itu hanya kecelakaan, dan tidak ada yang mau kecelakaan itu terjadi"

"Tapi semuanya karena Kak Amira pergi bersamaku. Aku yang membawa sial atas kecelakaan yang terjadi, Mbak" Suaranya merendah, pecah dengan tangisan yang tercekat di tenggorokan.

Kata 'anak pembawa sial' selalu menjadi boomerang baginya. Ketika semua masalah muncul karena kehadirannya, membuat Raina sudah terbiasa untuk menyalahkan dirinya sendiri akan semua hal yang terjadi, meski dia juga tidak pernah mau hal itu terjadi.

Selesai sarapan, Raina pergi bekerja dengan menggunakan motornya. Satu bayangan yang selalu buram, namun beruntung masih ada bayangan yang jelas saat dia mengendarai motor seperti ini.

Sampai di Lobby Perusahaan, Raina selalu mengingat pertama kali dia masuk ke dalam Perusahaan ini, karena di bantu oleh Kak Amira. Ketika lulus kuliah, Kak Amira langsung merekomendasikan Raina untuk bekerja di Kantor Marvin. Dan sekarang, Raina merasa cukup menyesal, karena ini mungkin akan menjadikan boomerang dan masalah baru dalam hidupnya.

"Eh Raina, bagaimana rasanya jadi Nyonya Marvin Anderson? Pasti bahagia sekali ya, hari ini untuk apa datang kesini?"

Raina tersenyum pada rekan kerja yang seolah sengaja ingin mengejeknya dalam hal ini. "Aku tetap bekerja disini, tidak ada yang berubah dalam hidupku. Karena aku menikah juga hanya untuk menggantikan Kakakku"

Raina langsung berlalu pergi tanpa ingin menghiraukan karyawan yang lain. Dia berjalan cepat dengan menundukan wajahnya. Tidak ingin bertegur sapa dengan siapapun yang sudah pasti hanya akan merendahkannya atas pernikahan yang terjadi diantara dirinya dan Marvin yang seharusnya menjadi Kakak Iparnya.

Bruk.. Tanpa sengaja Raina menabrak seseorang yang baru keluar dari lift. Dia juga terkejut, dan langsung mendongak.

"Ma-maaf Tuan, sa-saya tidak sengaja" ucap Raina dengan menunduk dalam setelah tahu siapa orang yang tidak sengaja dia tabrak.

"Dasar tidak berguna!"

Raina hanya diam, ketika Marvin berjalan melewatinya dan menyenggol tubuhnya dengan kasar. Semua orang berada disana, menjadikan kejadian ini sebagai tontonan gratis.

"Wah, istri yang tak di anggap ternyata"

"Lagian Tuan Marvin mana mau sama anak ha*ram itu jika bukan karena Nona Amira meninggal"

"Dan penyebab meninggalnya adalah dia"

Raina segera berlari dari sana, sudah tidak tahan dengan pembicaraan orang-orang yang menyudutkannya. Dia pergi ke toilet Kantor, terduduk di kloset yang tertutup, menangis sejadi-jadinya disana.

Raina mengusap air matanya, ketika mata sebelah kiri dia usap dengan tangannya, maka semuanya menjadi gelap gulita. Raina hanya bisa semakin terisak dengan hal itu.

Suara ketukan keras di pintu membuatnya terkejut, Raina berdiri dan membuka pintu toilet itu. Tertegun melihat tiga orang perempuan yang ada di depannya sekarang.

"Hai Raina yang selalu di dahulukan oleh Pak Hadi karena kamu adalah saudara Nona Amira. Tapi sekarang, Nona Amira sudah tidak ada, dan Tuan Marvin juga sudah tidak peduli padamu"

"Jadi, saatnya kita balas semua kekesalan kami selama ini"

Tubuh Raina bergetar, bahkan tangannya sudah berkeringat dingin. Raina mundur untuk masuk kembali ke dalam toilet, namun ketika tangannya ingin menutup pintu, sesorang berambut pendek sudah lebih dulu menahannya. Mendorong Raina hingga terjatuh di atas kloset yang tertutup.

Satu wanita berambut panjang yang sengaja di gerai, mencengkram kuat dagu Raina. "Mulai sekarang, kau harus mengerjakan apa yang kami suruh. Karena kamu bukan lagi anak emas Pak Hadi"

"Kak, tolong lepasin aku. Jangan kayak gini, Kak"

"Haha.. Lepaskan? Tidak mungkin, karena kau sudah terlalu besar kepala selama ini"

Seseorang masuk dengan membawa satu ember air pel dan menyiram tubuh Raina. Bau dan kotor langsung menempel di kemeja putihnya. Raina menangis, dia memohon ampun, tapi tidak ada yang mendengar. Berusaha untuk melarikan diri, tapi tangannya yang sudah menggapai pintu, malah ditahan dan akhirnya pintu di tutup kencang menjepit tangannya.

"Arghhh..."

Teriakan penuh kesakitan itu sama sekali tidak mereka hiraukan. Karena ternyata di balik pintu toilet, sudah tertempel tulisan toilet rusak. Hingga tidak ada lagi yang datang masuk.

*

Raina membersihkan seadanya pakaiannya ini, membenarkan rambutnya yang acak-acakan. Air mata terus mengalir tanpa bisa dia tahan. Jemari tangannya memerah karena terjepit pintu. Raina memperbaiki penampilannya, meski bekas kotor di bajunya tetap terlihat, namun tidak separah tadi. Menyemprotkan banyak parfum untuk menyamarkan baunya.

"Ini adalah awal dari semuanya, kamu pasti kuat Raina"

Raina pergi mengambil obat, mengobati sendiri tangannya dan memasang perban seadanya. Sebelum pergi ke tempat kerjanya.

"Raina, kenapa kamu?" tanya Pak Hadi, kepala devisi di sini.

Raina menggeleng pelan, jika dia bercerita maka orang-orang yang tadi berbuat seperti ini padanya, akan semakin menjadi. Raina memilih untuk tutup mulut.

"Tidak sengaja kecipratan air saat di jalan tadi, Pak"

"Tunggu Raina" Pak Hadi menahan tangan Raina yang sudah ingin pergi. Melihat tangan kirinya yang di perban seadanya. "Tangan kamu kenapa?" tatapan Pak Hadi penuh curiga, seolah dia tahu jika Raina sedang menyembunyikan sesuatu darinya.

"Tidak papa Pak, hanya tidak sengaja terjepit pintu"

"Raina, kalau ada perundungan disini, kamu bicara pada saya biar saya urus. Di Kantor ini tidak ada yang boleh melakukan perundungan terhadap siapapun!" tekan Pak Hadi, sengaja agar semua orang disana mendengar ucapannya.

Raina menatap pada orang-orang yang tadi melakukan ini padanya, dia hanya menunduk dan tidak berani melaporkan apapun. Karena tahu, ini akan semakin menyiksanya jika dia berani melaporkan semuanya.

"Tidak Pak, ini benar-benar kecelakaan di rumah. Tidak sengaja terjepit pintu"

Raina sudah terbiasa untuk diam, memendam semuanya sudah menjadi hal yang biasa dia lakukan selama ini.

Bersambung

Pada nabung bab, gue sleding ya🦶

1
Acih Sukarsih
mata bpknya saja buat donor
Cinta Perrira
good rain... dia pikir gelad yg pecah bisa diperbaiki, bekas tdk akan hilang... enak aja .
Cinta Perrira
g ush Raina laki2 jahat begtu biar dia tau rasa... ingat rasa sakitmu dulu.
Dede
yeeyy aku udah nyampe sini
Nita.P: cerita Bayu sudah rilis ayo mampir, bantu ramaikan.. Judulnya BENIH SATU MALAM TUAN CASSANOVA
total 1 replies
Nasyya
👍🏻👍🏻
Nita.P: mampir cerita Bayu yuk, sudah rilis. Bantu ramaikan. judulnya BENIH SATU MALAH TUAN CASSANOVA
total 1 replies
Pujiastuti
ok kak ditunggu cerita tentang Bayu, semanggaaaat ya kak 💪💪
Tika Rostika
siap d tunggu cerita bayu
Nita.P: Cerita Bayu sudah rilis, ayo mampir dan ramaikan. Judulnya BENIH SATU MALAM TUAN CASSANOVA
total 1 replies
Angga Gati
good kak ceritanya
dtunggu karya berikutnya🥰🥰🥰🥰🥰
Nita.P: Cerita Bayu sudah rilis, ayo mampir dan ramaikan. Judulnya BENIH SATU MALAM TUAN CASSANOVA
total 1 replies
Ivy
siap thor sukses slalu 😊
Nita.P: Cerita Bayu sudah rilis, ayo mampir dan ramaikan. Judulnya BENIH SATU MALAM TUAN CASSANOVA
total 1 replies
Mita Paramita
🔥🔥🔥
Mita Paramita: siap meluncur ke novel baru author 😘😘😘
total 2 replies
Dew666
☀️☀️☀️
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
di tunggu thor
Susma Wati
wahyu sama sepupunya marvin, yang punya yayasan di kotanya wahyu, karena dari itu ratna dan marvin bertemu lagi, dan bersama lagi
Nita.P: Cerita Bayu sudah rilis, ayo mampir dan ramaikan. Judulnya BENIH SATU MALAM TUAN CASSANOVA
total 1 replies
Rohmi Yatun
kayaknya Shela ni.. sepupunya Marvin..
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
kang wahyu lg deket ma sepupunya marvin itu kali yaa,,,siapa sih namanya,,,shela gk sihh🤔
Nasyya
lanjut thor
Nci Nur
lo yg belum sembuh dari sakit lo marvin emang pantes ranis lo perlakukan seperti itu sok berkuasa lo emang lo ada hak buat jadiin rania peliharaan dan bisa lo siksa sebebasnya rania juga nggak mau kalli nikah sama titisan setan kaya lo
Nita.P: Cerita Bayu sudah rilis, ayo mampir dan ramaikan. Judulnya BENIH SATU MALAM TUAN CASSANOVA
total 1 replies
Nci Nur
lo aja yg mati malvin gw ikhlas lagian memang berat kalo orang kita cintai meninggal tapi itu juga bukan keinginan rania oon itu udah naskah dari author tau nggak lo hahh
Nci Nur
matikan aja si malvin sama ortu nya rania biaar rania hidup aman lagian si malvin ihhh sumpah toon tu orang kalo emang punya hati dia bisa ngiklasin amira dan mulai menerima tania bukan malah di siksa nanti ujungnya menyesal mohon" ke rania dah gw tebak ini, basi banget
Nci Nur
ihhh gedeg sama si.marvin nih kelakuannya nggak manusiawi banget apa apa nyalahin rania pikir pake otak emang kelakuan lo bener hah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!