NovelToon NovelToon
Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2

Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat S2

Status: tamat
Genre:Misteri / Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Perperangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

( Musim Ke 2 : Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat )

Setelah menepati janjinya yang tersisa pada Sekte Langit Baru dan Tetua Huo, Tian Feng tidak lagi bersembunyi. Didorong oleh sumpah pembalasannya, ia memulai perburuan sistematis terhadap Aula Jiwa Bayangan. Bersama Han Xue dan Ying sebagai mata-mata utamanya, mereka membongkar satu per satu markas rahasia Aula Jiwa Bayangan, bergerak seperti dua hantu pembalas dendam melintasi Benua Tengah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 302

Fuuush.

Ruang bergetar sesaat sebelum tiga sosok (dan seekor serigala) muncul tanpa suara di tengah area yang gelap. Mereka mendarat di atas batu obsidian yang dingin. Di atas mereka, langit merah darah Tanah Tandus Iblis berputar perlahan, diselimuti asap belerang.

Udara di sini terasa berat dan mematikan. Energi jiwa yang pekat dan penuh kebencian menekan mereka dari segala arah, cukup kuat untuk membuat seorang Dou Wang biasa pingsan seketika.

"Hmph. Tempat menjijikkan," gerutu Xu Zhao (Dou Sheng 1), tubuh barunya yang kekar tampak tegang. "Aku bisa merasakan formasi besar di depan kita. Ilusi yang kuat. Biar aku hancurkan."

"Jangan," perintah Tian Feng (Fisik T10 / Ban Sheng Puncak) pelan. Matanya yang merah keemasan menatap kehampaan di depan mereka. "Menghancurkannya akan membangunkan Tetua Pertama Dou Sheng Puncak yang sedang tidur itu. Kita harus masuk tanpa suara."

Di depan mereka, seolah tidak ada apa-apa. Hanya sebuah dinding hitam yang polos. Tetapi di bawah Mata Roh Langit Tian Feng, ia melihat sebuah ilusi jaring laba-laba energi spiritual yang rumit, ditenagai oleh kebencian dari pegunungan itu sendiri. Jejak tangan Gu Yao terasa jelas di setiap simpulnya.

"Sangat kuat," kata Han Xue (Dou Zong 4), matanya menyipit. "Indra spiritualku tidak bisa menembusnya."

"Tapi kau tidak perlu menembusnya," kata Tian Feng. "Kau hanya perlu menemukan retakannya. Kau adalah bayangan, Han Xue. Dan ilusi, pada dasarnya, hanyalah permainan bayangan dan cahaya. Kau adalah pisaunya. Tunjukkan padaku di mana harus memotong."

Han Xue mengangguk. Ia melangkah maju, melepaskan aura dinginnya. Ia memejamkan mata. Di sisinya, Ying melakukan hal yang sama, tubuhnya menekan rendah ke tanah, telinganya bergerak-gerak. Manusia dan binatang roh itu kini menyatukan indra mereka.

Han Xue tidak mencoba melihat formasi itu. Ia merasakannya. Ia merasakan aliran energi gelap yang menopang ilusi itu. Ia bergerak perlahan di sepanjang dinding kaldera yang tak terlihat, jari-jarinya yang ramping menari-nari di udara, seolah sedang membaca sebuah naskah kuno yang tak kasat mata.

Tian Feng menunggu dalam diam. Xu Zhao jelas tidak sabar, tetapi ia menahan diri di bawah tatapan tajam Tian Feng.

Setelah lima menit yang terasa seperti keabadian, Han Xue tiba-tiba berhenti. Matanya terbuka. "Di sini."

Ia menunjuk ke sebuah titik di dinding batu yang tampak biasa saja. "Ini bukan retakan fisik. Ini adalah... jeda. Sebuah simpul rune yang energinya berdenyut tidak selaras dengan rune lainnya. Ada jeda sepersekian detik setiap sepuluh napas."

Xu Zhao menatap titik itu. "Aku tidak melihat apa-apa. Kau yakin, gadis kecil?"

"Dia yakin," kata Tian Feng. Ia melangkah maju, berdiri di depan titik yang ditunjuk Han Xue. "Jeda sepersekian detik tidak cukup bagi kita untuk melewatinya tanpa memicu alarm."

"Lalu apa?" tanya Xu Zhao.

"Kita tidak akan melewatinya," jawab Tian Feng. "Kita akan membukanya."

Ia mengangkat tangan kanannya. Ia tidak mengumpulkan Dou Qi ia tidak punya banyak. Sebaliknya, ia memfokuskan kekuatan fisik Tingkat Sepuluh (Dou Di) miliknya, mengendalikannya dengan presisi jiwa Ban Sheng Puncak.

Ia tidak meninju. Ia meletakkan telapak tangannya dengan lembut di dinding batu itu.

Han Xue melihat ke arahnya. "Sekarang!"

Pada saat yang sama persis dengan jeda sepersekian detik yang dirasakan Han Xue, Tian Feng menyalurkan kekuatannya. Bukan ledakan, melainkan sebuah pelintiran. Ia menggunakan kekuatan fisik Dou Di-nya untuk secara paksa memelintir hukum ruang di simpul rune yang lemah itu.

KRRRRIIIKKK...

Sebuah suara sobekan kertas yang teredam terdengar. Udara di depan mereka beriak hebat, dan dinding batu yang tadinya tampak keras kini melebur, menampakkan sebuah celah gelap seukuran pintu. Ilusi itu telah dipaksa terbuka dari dalam ke luar, tanpa memicu satu pun alarm.

Xu Zhao menatap, Menggunakan kekuatan fisik murni untuk memanipulasi formasi ilusi tingkat tinggi? Kaisarnya yang baru ini benar-benar monster.

"Ayo pergi," kata Tian Feng. "Tetap di belakangku. Jangan sentuh apa pun."

Ia melangkah masuk ke dalam celah itu, Han Xue dan Ying mengikuti seperti bayangan, dengan Xu Zhao yang masih sedikit terkejut menjaga di belakang.

Mereka telah berhasil menembus lapisan pertahanan luar. Mereka kini berada di halaman dalam Benteng Api Penyucian Hitam. Di depan mereka, menara-menara penjaga yang dijaga oleh para Dou Zong.

1
Solardy Lardy
lanjutkan
Fwyz
..
Kancellotti Unholy Mbachoter
ayahsuu...menghabiskan waktu swnggangky....
Royaleia 🐲
🤣🤣🤣
Yanne Pangajow
𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙩𝙞𝙣𝙜𝙠𝙖𝙩 𝙠𝙪𝙡𝙩𝙞𝙫𝙖𝙨𝙞 𝙩𝙞𝙜𝙖 𝙟𝙚𝙣𝙙𝙧𝙖𝙡 𝙣𝙖𝙜𝙖 𝙨𝙚𝙣𝙞𝙤𝙧 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙣𝙖𝙞𝙠2 𝙮𝙖...
Yanne Pangajow
𝙠𝙚𝙧𝙚𝙚𝙚𝙣 𝙠𝙖𝙠𝙖 𝙗𝙪𝙡𝙖𝙣𝙖𝙣....
Yanne Pangajow
𝙚𝙣𝙩𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙥𝙖𝙣 𝙛𝙚𝙣𝙜 𝙓𝙪𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙚𝙢𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖𝙣𝙮𝙖........
Yanne Pangajow
𝙞𝙗𝙡𝙞𝙨 𝙜𝙖𝙣𝙩𝙚𝙚𝙚𝙚𝙣𝙜𝙜𝙜...
Yanne Pangajow
𝙡𝙖𝙣𝙟𝙪𝙩𝙩𝙩....
Yanne Pangajow
𝙮𝙪𝙚𝙚𝙚.... 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙗𝙚𝙜𝙞𝙣𝙞...
𝙥𝙚𝙢𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙡😖😖
Yanne Pangajow
𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙨𝙚𝙨𝙪𝙖𝙞 𝙝𝙖𝙧𝙖𝙥𝙖𝙣....
Yanne Pangajow
𝙖𝙮𝙤 𝙟𝙚𝙣𝙙𝙧𝙖𝙡 𝙣𝙖𝙜𝙖 𝙩𝙚𝙧𝙨𝙚𝙢𝙗𝙪𝙣𝙮𝙞 𝙩𝙪𝙣𝙟𝙪𝙠𝙠𝙖𝙣 𝙟𝙖𝙜𝙤𝙢𝙪...
Yanne Pangajow
𝙖𝙨𝙩𝙖𝙜𝙖𝙖𝙖 𝙡𝙤𝙣𝙜 𝙮𝙞𝙣... 😄😄😄
Yanne Pangajow
𝙖𝙨𝙮𝙞𝙞𝙞𝙞𝙠𝙠𝙠😍😍
Yanne Pangajow
𝙖𝙙𝙪𝙪𝙪𝙪𝙝 𝙡𝙤𝙣𝙜 𝙮𝙞𝙣... 🤣🤣🤣
Yanne Pangajow
𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙮𝙜 𝙧𝙪𝙢𝙞𝙩... 𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙨𝙚𝙜𝙞𝙩𝙞𝙜𝙖..
Yanne Pangajow
𝙖𝙮𝙤 𝙛𝙚𝙣𝙜.. 𝙟𝙖𝙙𝙞𝙡𝙖𝙝 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙚𝙧𝙠𝙪𝙖𝙩...
𝙝𝙖𝙣𝙘𝙪𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙨𝙤𝙢𝙗𝙤𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙚𝙬𝙖...
Yanne Pangajow
𝙝𝙖𝙝𝙖𝙝𝙖... 𝙜𝙤𝙠𝙞𝙞𝙞𝙡𝙡𝙡
Yanne Pangajow
𝙣𝙖𝙝𝙝 𝙮𝙜 𝙨𝙚𝙧𝙖𝙠𝙖𝙝 𝙢𝙪𝙡𝙖𝙞 𝙙𝙖𝙩𝙖𝙣𝙜....
Yanne Pangajow
𝙖𝙞𝙨𝙨𝙨𝙝𝙝 𝙞𝙣𝙞 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝... 𝙙𝙞𝙠𝙚𝙝𝙞𝙙𝙪𝙥𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙔𝙪𝙚 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜𝙜𝙞𝙡 "𝙛𝙚𝙣𝙜 𝙜𝙚𝙜𝙚" 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙛𝙚𝙣𝙜 𝙡𝙚𝙗𝙞𝙝 𝙠𝙚𝙘𝙞𝙡 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙔𝙪𝙚...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!